Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 26


__ADS_3

...Hay, autthor Up kembali☺☺☺...


...Happy reading...


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, Laras sampai di rumahnya dengan selamat. Turun dari ojeknya Laras tersenyum sumringah melihat rumah orang tuanya yang seperti model Joglo Tempoe Doeloe.


"Berapa Mas?" Tanyanya Laras kepada Abang gobex, dan membuka dompetnya dengan menunggu jumlah ongkosnya.


"50ribu Mbak!" Jawab Abang gobex dengan membuka aplikasi handphonenya dengan jarak jauh dan dekatnya.


"Makasih Mas." Ujar Laras mengulurkan uang pas sejumlah 50ribu rupiah sembari tersenyum hangat kepadanya abangnya.


"Sama-sama Mbk! Permisi!" Ujar Abangnya gobex dengan tersenyum sumringah karena dapat orderan ojeknya lumayan besar 50ribu rupiah.


"Rezeki tidak akan tertukar sama pemiliknya." guman abang gobex nya.


Drttt... drttt....


Handphone di tas Laras bergetar dengan nyaring nya, Laras meletakkan kopernya kembali sebelum masuk ke perkarangan rumah orang tuanya.


"Assalamu'alaikum, ada apa pak?" sapa Laras di teleponnya, dan Laras duduk di atasnya koper menunggu harap-harap cemas, apa yang mau di katakan pak Andra.


"Walaikumsalam, Ras!" Jawab pak Andra di balik teleponnya.

__ADS_1


"Sudah sampai mana sekarang?" tanyanya Andra yang penuh rasa penasaran , karena pesannya tidak di balas sama sekali.


"Alhamdulillah sudah dipekarangan rumahnya orang tua, gimana pak?" tanyanya Laras balik maksudnya apa menelepon waktu yang tidak tepat.


"Nggak apa-apa, Ras! ingin tahu keadaanmu hari ini." Ujar Andra sedikit salah bicara bila melihat wajahnya laras dengan pipi tembem nya dan lesung di pipinya.


Ya sudah kalau tidak ada yang begitu penting, Laras tutup Pak, karena Laras sudah kangen orang tua dan adik-adiknya.


Klik......klik...


Panggilan di putus Laras secara sepihak karena Laras ingin segera ketemu orang tuanya, dan adik-adiknya yang selalu bikin kangen dengan tingkah konyolnya.


Laras berjalan dengan satu tangan menggeret kopernya, dan satunya memegang tas cangklongnya seperti gaya ibu-ibu Sosialisasi.


Tok! tok!... tok!....


Laras mengetuk-ngetuk pintu rumahnya, berharap segera di buka, Laras sudah kebelet ke kamar mandi dengan tingkah yang ke kanan dan kiri menahannya.


Dor.....dor dorrrrrr...


Laras mengendor-gendor pintu rumahnya yang tidak sabaran untuk di persilahkan masuk kerumah. "Iiihh lama amat, pada kemana sih." Guman Laras di dalam hatinya.


"Iya sebentar!" Jawab adiknya dari dalam dapur rumahnya.

__ADS_1


Adiknya berjalan sedikit tergesa-gesa karena mengendor-gendor pintunya tidak sopan sama sekali. "Huffttt! tidak sabar kok bertamu." guman Laras berbicara dari hatinya...


Ceklek....


Pintu dari dalam dibuka sedikit untuk mengintip siapa yang bertamu di siang yang terik ini. Setelah mengetahui siapa yang bertamu, Laras membuka pintu rumahnya lebar-lebar.


"Kakak, Ras,!" Sapa adiknya langsung memeluk tubuh kakaknya sungguh erat dan, Laras bergantian membalas pelukannya adiknya.


"Kakak tambah cantik." Celetuk adiknya yang cewek, memuji kakaknya yang kelewatan cantiknya.


"Adik juga cantik, mirip seperti kakak." Ujar Laras memuji balik adiknya yang sangat manis perilakunya.


"Ayo masuk kak, Bapak ibu pasti senang kakak pulang." Seru adiknya yang menceritakan kepada kakaknya, bahwa orang tua mereka sangat merindukan kakaknya.


"Bapak ibu ke mana, Dik?" tanya Laras memutar ekor matanya mencari keberadaan orang tuanya yang tidak terlihat.


"Bapak ibu lagi ke sawah kak! panen cengkeh." Ujar adiknya dengan semangat, karena ini panen perdananya.


"Semoga hasilnya baik" guman adiknya di dalam hatinya.


...Dukung cerita ini terus☺☺😍...


...Jangan lupa vote, like, komentarnya...

__ADS_1


__ADS_2