
Pagi pukul 08.00 ijab qobul akan dimulai, kerabat dekat Andra dan Vina sudah datang, kecuali Andra yang tidak semangat dengan pernikahan ini. Sejatinya Andra sangat mencintai Vina, menerima apa adanya Vina di beri momongan atau tidaknya Andra dan keluarganya tidak menuntut Vina harus hamil dan memiliki anak. Melihat Andra bahagia dan tersenyum itu sudah cukup untuk kedua orang tua Andra.
Lima menit lagi acara segera di mulai, penghulu sudah datang, keluarga Andra d Vina sudah duduk, tinggal menunggu Andra turun. untuk mengucapkan ijab qobul. walau bukan pernikahan yang di inginkan kedua mempelai setidaknya Ini demi istrinya. Langkah Andra gontai tanpa memandang calon istri barunya, pandangannya fokus ke istrinya yang Hari ini terlihat cantik berkali lipat dengan senyum meneduhkan.
Senyum itu yang membuat Andra semakin jatuh cinta, yang semakin tidak ingin menuruti permintaan konyol istrinya untuk menikah lagi demi keturunan Wiranegara.
Dari pihak Laras yang datang hanya sahabatnya Tari, karna ini pernikahan siri yang di rahasiakan secara umum, pernikahan yang Syah di mata agama, tidak di mata hukum.
Baru saja kata SYAH terdengar, bertanda Andra sudah menikahi Laras, walaupun cuma pernikahan siri Andra dan Laras sudah resmi menjadi suami istri. Laras mencium tangan suaminya, Andra cuma diam saja tanpa mencium kening Laras, Laras istri mudanya.
Setelah selesai mengucapkan ijab qobul Andra langsung berjalan memeluk istrinya dengan mata berkaca-kaca. melihat Vina tersenyum lembut membuat Andra merasa bersalah. seolah-olah Andra yang mengkhianatinya padahal ini permintaan Vina istrinya untuk menikah lagi.
__ADS_1
Laras juga memeluk Tari dengan terisak-isak, pernikahan yang di mimpi-mimpi kan bisa di hadiri kedua orang tua, tetangga, dan keluarga. Semua tinggal mimpi, sekarang Laras sudah jadi istri orang jadi madunya Mbak Vina.
"Jangan menangis, nanti make-upnya luntur dan nggak cantik lagi!" tawa Tari pecah untuk mencairkan suasana. Laras juga ikut ketawa dengan mata yang sembab.
"Ras tetap semangat, ingat Ras cuma satu tahun!", pasti kamu bisa Ras
pasti cepat berlalu, Laras mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.
Vina memulai obrolannya dengan Laras madunya yang sudah di anggap Adiknya sendiri. Mbak Vina sangat baik gumam Laras pantas saja Andra sangat mencintai istrinya. semoga Laras bisa membantu Mbak Vina dan Mas Andra dengan melahirkan anak Keturunan Wiranegara.
Satu minggu setelah hari pernikahan, Laras mulai bekerja lagi seperti biasa, terkadang Laras menginap di rumah kedua orang tuanya untuk menghindari kecurigaan orang di rumah.
__ADS_1
Flashback
Andra memasuki kamar pengantin, membuat kesepakatan dengan Laras.
"Jangan mengharapkan lebih untuk pernikahan ini, karna Saya cuma mencintai istriku seorang, Saya menikahi Kamu karna Vina, Saya tidak mau Vina masuk rumah sakit karena kelelahan memikirkan penolakan Saya kemarin-kemarin untuk menikahi Kamu Laras.
"Saya harap kamu mengerti!".
Mereka pisah kamar tidak satu ranjang sesuai syarat perjanjian kemarin karna Andra lebih memilih tidur di kamar utama, kamarnya dengan istrinya. bersamanya Andra bisa tertidur nyenyak, tidak mimpi buruk lagi.
Flashback off
__ADS_1