
Selamat malam☺☺☺
Larass menikmati paginya dengan senyum cerahnya karena lusa Laras libur dan akan mengambil cuti liburnya kurang lebih satu minggu Laras akan pergi ke Yogyakarta untuk pulang kampung ke halaman kedua orang tuanya dan adik-adiknya.
Pagi ini Laras pergi bekerja dengan mengayuh sepedanya tersenyum tak pernah lepas dari bibirnya. Hari ini hari terbahagia Laras, setelah pulang kerja nanti Laras akan memesan tiket kereta api dengan tujuan Yogyakarta.
Na...Na...Na......
Laras bersenandung menyanyikan lagu cinta, Laras sangat mencintai keluarganya, sangat, sangat mencintainya demi keluarga Laras rela berkorban
Karena rasa cintanya sangat besar membuat Laras tak masalah berkorban demi sebuah senyuman dari keluarganya yang selalu bisa di lihatnya.
Tiba di toko, Laras memprakirakan sepedanya di sisi sebelah kiri paling pojok. Laras menunggu Tari dengan menopangkan dagu di tangannya.
"Ihhh Tari lama!" guman Laras, tahu telat kok nggak ngabarin sih kan Laras bisa berangkat tepat juga.
Laras mondar-mandir di prakiraan menunggu Tari yang tidak kunjung datang, jam sudah menunjukkan pukul 07.30 tak biasanya Tati telat banget.
Akhirnya Laras memutuskan untuk membuka tokonya sendiri, "Bismillahirrahmanirrahim" Laras membuka kuncinya dan membuka pintunya lebar-lebar.
__ADS_1
Tak....tak....takk.....
Langkah kaki Laras terdengar sangat nyaring, karena toko masih sepi, membuat bulu kuduk Laras berdiri.
Laras bukan sosok yang penakut, cuma Laras takut bila berada di tempat orang, sehari-hari Laras di rumah sendiri tanpa rasa takut sama sekali karena Laras sudah terbiasa di rumahnya seorang diri semenjak orang tuanya urbanisasi.
Pukul 08.00 Tari baru saja tiba dengan berlari dan nafasnya sangat ngos-ngosan.
"M..aa..f, Ra.s? Ujar Tari terbata-bata untuk mengatur nafasnya yang mulai tidak ngos-ngosan.
"Kamu kemana saja?" Tanyanya Laras penuh selidik dengan nada yang ketus.
"Kenapa nggak telepon kek, wa Kek!" Ujar Laras yang jengkel merasa tidak di anggap sebagai sahabat karena bannya bocor saja tidak mau berkirim kabar dulu.
"Maaf, Ras! tadi saya nggak kepikiran sampai situ, yang saya pikirkan gimana caranya saya bisa cepat-cepat sampai tempat kerja tepat waktu, walaupun saya terlambat hehe." Ucap Tari mengangkat tangannya membentuk huruf V.
Ya sudah, sana kamu bersih-bersih dulu biar toko saya yang tunggu. Tari berjalan gontai dengan wajah yang pucat karena tadi pagi tak sempat sarapan, Tari menuju ke arah toilet khusus karyawan.
Tari menghela nafasnya melihat dirinya di cermin membuatnya terkekeh geli dengan penampilan yang kucel, baju yang basah kena keringat, " lengkap sudah penderitaan saya." guman Tari di depan cermin.
__ADS_1
Laras membuka toko swalayan lebar-lebar, karena udah mulai jam buka pukul 08.30. Laras sudah duduk manis di meja kasirnya.
Senyum Laras tak pudar flashback chatnya dengan adik-adiknya di Yogyakarta yang katanya sangat merindukan kakaknya Laras.
"Permisi Mbak! Ada pembalut yang ada sayap terbangnya Mbak?" Tanya laki-laki yang sedikit malu.
"Ehh apa Pak?" tanyanya Laras yang memberikan senyuman.
"Cari roti yang ada sayap terbangnya Mbak?" tanya laki-laki dengan kata lebih lugas.
Mari saya antar, silahkan bapak pilih sendiri sesuai pesanan istri bapak!" Ujar Laras menekankan kata ISTRI BAPAK.
"Anu Mbak, saya kurang paham masalah perempuan." Ujar laki-laki dengan rasa malu mau di taruh mana mukanya.
"Bungkus saja yang ada sayap terbangnya, biarkan di pilih yang mana yang di mau Mbak." Celetuk laki-laki.
"Baik Pak," kata Laras.
"Totalnya 200.000pl Pak." Ujar Laras memasukkan belanjaannya ke plastik.
__ADS_1
"Jangan lupa vote, like,koment.