Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 44


__ADS_3

Happy reading


Setelah pulang kerja Laras ketemuan dulu dengan Tari, untuk menemaninya pergi ke salon karena ingin potong rambut merubah penampilannya biar lebih fresh.


Laras menitipkan sepedanya di tempat kerjanya, karena hari ini Laras janjian dengan Tari untuk nongkrong di cafe dekat taman kota.


Mereka berdua berboncengan menuju ke salon terlebih dahulu, sebelum mereka nongkrong di cafe.


Keduanya membelah jalanan yang sedikit lengang karena hari ini masih siang, belum ada tanda-tanda jam pulang kantor.


Tari menyetir motornya dengan kecepatan sedang, karena mereka berdua ingin menikmati jalanan Jakarta siang hari.


"Laras mau lanjut kuliah, Tar." Tutur Laras sedikit lebih keras suaranya, karena jalanan yang bising di lalui kendaraan.


"Hah? terus pekerjaan kamu, gimana?" tanya Laras sedikit terkejut mendengar kata-kata Laras.


"Resign Tari," Jawabannya.


"Mau kuliah di mana, Ras?" tanyanya.


"Insyaallah di Yogyakarta, Tar." Jawabnya.


Laras ingin menetap di Yogyakarta bareng keluarga, tahu sendiri di sini apa-apa sendiri, sedangkan keluargaku semua tinggal di Yogyakarta.

__ADS_1


Citttt!.....


Laras mengaba-ngaba dengan mendadak, membuat Tari mengerem sepeda motornya secara mendadak. Membuat ban depannya di menungging ke depan, dan belakangnya agak meninggi.


"Apa-apain bikin kaget saja, Tar," Ucapnya Laras sedikit kaget, karena motornya yang tadi kencang, tiba-tiba mengerem mendadak.


"Maaf, Ras! kamunya sih kasih aba-aba mendadak banget." Jawabnya Tari membela diri.


"Sori-sori, Tar! Laras suka lupa." Jawabnya Laras cengengesan.


"Ayo!" ajak Laras untuk masuk ke dalam salon, dan mengandeng tangan sahabatnya.


"'Ada yang bisa di bantu Mbak?" tanya Mbak salonnya.


"Mau model gimana Mbak?" tanya Mbaknya.


Mbak salonnya menyodorkan berbagai gambar model rambut yang kekinian, yang lagi ngetrend di tahun ini.


"Ini aja Mbak model pendek, tetapi di blue ya Mbak." Tuturnya Laras


"Siap Mbak, Laksanakan!" Jawab Mbak salonnya.


Serangkaian rambutnya sudah di vermak habis, Laras seperti terlahir kembali dengan penampilan yang baru dengan rambut pendeknya, menurut author sangat cantik, dan cocok hehehe.

__ADS_1


Selesai dari salon mereka berdua melanjutkan perjalanannya ke cafe yang deket dengan gedung tua Jakarta.


Angin sore berhembus sangat sepoi-sepoi menerpa rambutnya Laras yang nampak lebih ringan, sedikit bebannya juga sudah berkurang.


Laras ingin mulai dari awal lagi, menata ulang masa depannya kembali. Karena Laras wanita yang normal ingin menikah, ingin punya suami, dan ingin punya keluarga yang normal seperti wanita lainnya.


Setelah memprakirkan sepeda motornya, Laras Tari memasuki cafe yang begitu banyak pengunjungnya, karena hari ini bertepatan dengan malam minggu, malam yang panjang bagi yang punya pasangan entah itu pacar maupun suami.


"Mau minum apa, Ras?" tanya Tari membuyarkan lamunannya Laras.


"Ehh Iya! Kamu mau minum apa, Tar? samain aja." Jawabnya Laras.


"Mbak Wedang ronde pakai es nya dua ya." Tutur Tari kepada pramusaji.


"Apalagi Mbak?" tanyanya.


"Itu dulu aja Mbak." Jawabnya Tari.


"Di tunggu Mbak kurang lebih 10 menit."


Setelah pesanannya sampai, mereka menikmati alunan musik yang sangat merdu, dan enak di dengar di telinganya.


Membuat keduanya hayut dengan masa lalunya, nampak memejamkan matanya setiap bait demi bait di nyanyikan penyanyinya.

__ADS_1


Mereka ikut menyanyikan bait tiap bait lirik lagu yang di dengarnya lewat alunan musik yang di mainkan pengamen jalanan.


__ADS_2