Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 76


__ADS_3

Berjalannya sang waktu,


bulan berganti tahun, tahun berganti hari. Tidak disangka tinggal menunggu wisuda saja Laras mendapatkan gelar sarjana.


Seperti mahasiswa lainnya yang sedang bersukacita lulus sidang skripsi, Perkuliahan sudah laras lalui kurang lebih 3,5 tahun. Laras sudah di nyatakan lulus dari bangku kuliahnya.


Banyak halang rintang yang sudah Laras lalui, jatuh bangun Laras perjuangkan demi bisa lulus dengan nilai-nilai baik, karena Laras tidak ingin mengecewakan keluarganya terutama kedua orang tuanya yang sudah membanting tulang demi membiayai kuliahnya Laras.


Kedekatan Wira dan Laras semakin mesra, keduanya sudah menunjukkan kepemilikannya. Perkenalan keluarga sudah mereka gelar, tinggal satu minggu lagi mereka akan menggelar acara lamaran.


Keluarga Wira yang dari Jakarta sudah datang ke Jogjakarta, banyak sanak saudara Wira yang sangat antusias mendengar Wira akan menikah lagi, memberikan Ibu sambung untuk putri semata wayangnya.


Seperti halnya Putri kecilnya yang sangat berbahagia, karena sebentar lagi ada Mama di rumahnya yang akan selalu menemani dirumah. Apabila Papa-nya pergi kerja atau ada kerjaan yang harus meninggalkan Belva bersama bik Ani.


***


Ketiganya sedang pergi bersama untuk memilih cincin pertunangannya yang akan di langsungkan satu minggu kemudian. Berbagai persiapan mulai dari seragam keluarga Wira, dan keluarga Laras.


Lelah berkeliling pusat perbelanjaan, Belva berkali-kali menguap dan mengucek-ngucek kedua matanya.


"Papa Mama Va antuk! apek uga!"Tutur Belva yang memeluk kakinya Laras.


"Belva mau makan nggak?" tanya Laras.


"Belva menggeleng."


Selesai membayar belanjaannya Wira menghampiri Anak dan calon istrinya yang sedang menunggunya dengan mengendong Belva, yang sudah bobok di gendongan Mamanya.


Hari bahagia yang di tunggu telah tiba, Malam ini acara pertunangan Wira dan Laras di selenggarakan di Hotel bintang Lima yang terkenal di Yogyakarta.


Di kamar hotel Laras sedang di dandani, dengan memakai kebaya hijau pupus, di padukan dengan jilbab hijau pupus dan aksesori kecil diatas di jilbabnya menambahkan kesan ayu dan elegan khas perempuan Indonesia.


Sedangkan di Kamar yang berbeda, Wira memakai pakaian yang senada dengan calon istrinya.


Setelah rangkaian acara pertunangan selesai, kedua belah keluarga sepakat acara pernikahan di selenggarakan satu minggu kemudian di Hotel yang sama.

__ADS_1


Tiga hari kemudian keduanya fiting baju pengantin di desainer terkenal di Yogyakarta, kedua calon mempelai sepakat mengusung adat Jawa tepatnya Yogyakarta.


"Mama tantik sepelti Va ya kan, Pa." Tutur Belva melihat Mama Papa-nya bergantian,.


Wira yang dilirik Belva, langsung merespon ucapan Anaknya.


"Mama cantik seperti Belva." Puji Wira sembari mengedipkan matanya.


Muncul semburat merah di kedua pipinya, ketika Wira memuji dirinya. Ada rasa bahagia menyeruak di hatinya Laras, dan ucapan rasa syukur atas nikmat-NYA dan karunia-Nya.


***


Acara yang ditunggu telah tiba, pagi ini akad nikah akan di gelar pukul 08.00 pagi waktu Yogyakarta. Tamu undangan sudah berdatangan untuk menghadiri acara pernikahan Wira dan Laras.


Semua tamu undangan sudah menempatkan dirinya, ditwmp duduk yang telah disediakan oleh keluarga keduanya. Ada rasa kagum dan takjub setelah melihat dekorasi pernikahan keduanya yang simpel tetapi berkelas.


***


Di kamarnya Laras sedang di makeup dengan makeup-nya yang terkenal seperti makeup artis pada umumnya. Sangat simpel tetapi elegan sangat cantik dengan kebaya putih, dan kerudung menghiasi mahkotanya. Siapapun yang melihatnya pasti akan kagum, dan ada yang sampai terbengong-bengong.


"Syah..."


"Syah..."


"Syah..."


Terdengar Kata Syah dari dalam, banyak yang mendoakan pernikahan keduanya samawa langgeng sampai dunia akhirat.


Laras diajak saudara sepupunya untuk menemui suaminya, Laras mengambil tangannya Wira untuk di cium punggung tangannya. Sebaliknya Wira mengecup kening istrinya lama, banyak sorak gembira mewarnai pernikahan keduanya yang terkesan dari kata mewah.


Rangkaian acara telah selesai, hidangan makanan sudah tersaji di meja prasmanan. Tamu undangan, kerabat, dan keluarga sedang menikmati hidangan di sediakan kedua mempelai.


Setelah Laras resmi menjadi Mama-nya, Belva sangat manja banget tidak lepas dari Mama-nya yang selalu mengekor di belakangnya, kemana pun Laras pergi pasti akan ada Belva Putri kecilnya.


Pesta pernikahan telah usai, kedua pengantin masuk ke dalam kamar di ikuti Belva yang minta bobok-nya bertiga. Keduanya cuma bisa pasrah, tidak bisa menikmati malam berdua dengan romantis, karena Belva tidak mau jauh-jauh dari Mama-nya, takut Mama-nya pergi lagi seperti dulu.

__ADS_1


"Mas mandi dulu saja! biar Belva sama Laras, sekalian Laras mau menyiapkan pakaian ganti Mas."


"Iya sayang."


Mendengar kata sayang dari suaminya, muncul rona merah di kedua pipinya yang sedikit memanas merasakan aliran darahnya yang meningkatkan suhu tubuhnya.


"Belva di sini dulu! mama mau menyiapkan pakaian ganti untuk Papa mandi."


"Iya Ma."


Laras mulai membuka koper yang berisi pakaian suaminya, Anaknya, dan Laras sendiri. Membayangkan saja membuat pipi Laras memanas, karena ini pengalaman pertamanya, walaupun terdahulu pernah menikah tetapi tidak sampai seintim ini.


Selesai menyiapkan pakaian ganti ketiganya, Laras kembali ke Belva yang sudah ada suaminya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya. Bagi Laras sangatlah tampan suaminya, dengan bertelanjang dada, dan handuk melilit pinggangnya.


Laras tidak berkedip melihat suaminya dari atas sampai bawah, Wira yang merasa menang diatas angin tersenyum mesum, ingin menggoda istrinya yang mengangumi bentuk tubuhnya.


"Kenapa sayang." bisiknya Wira tepat di daun telingan istrinya.


"Suamimu tampan atau mengangumi tubuhku yang hanya memakai handuk saja, hmmm." Bisiknya Wira berulang.


"Etd... nggak! Laras memperhatikan pintu kamar mandi, kamar mandinya bagus." Sahutnya Laras mengalihkan pembicaraan, dan tatapan matanya.


Setelah membersihkan badannya, ketiganya bobok bertiga dengan posisi Belva di tengah Papa Mama-nya. Belva memeluk keduanya dengan rasa bahagia, dalam tidurpun Belva tersenyum sumringah.


Akhirnya Laras menemukan kebahagiaan, cinta yang dulu hilang kini tergantikan rasa bahagia yang membuncah di hatinya. Di ketemukan dengan seorang pria Duda Beranak satu, yang mau menerima kekurangan dan kelebihannya.


Kapan sesuatu harus datang dan pergi, pulang dan kembali, juga hilang dan berganti. Sabar dulu, biar prosesnya membuatmu tumbuh kemudian mekar. Biar waktunya membuatmu kokoh dan berdiri menjulang. Biar cobaannya membuatmu kuat dan tidak mudah tumbang.


Sampai disini cerita "Terimalah Stasusku Apa Adanya" tamat ya.


Terimakasih untuk


Like


Komentar

__ADS_1


Votenya.


__ADS_2