
Laras berjalan dari parkiran sepeda motornya, Laras memasuki lorong kampus untuk menuju ke kelas yang berada di lantai tiga di gedung kampusnya.
Mulai naik tangga satu persatu untuk mencapai lantai tiga, tetapi tidak membuat Laras patah semangat untuk mengejar cita-citanya.
Setibanya di lantai tiga, Laras mengatur nafasnya yang ngos-ngosan sehabis menaiki tangga.
"Berasa naik ke puncak gunung! tinggi-tinggi sekali." guman Laras dengan terkekeh membayangkan menaiki gunung.
Laras mulai mengelap keringat yang mengucur di dahinya, sesekali merapikan penampilannya sebelum memasuki ruang kelasnya.
Suasana ruang kelasnya sangat sepi, karena ini masih pagi sedangkan kelasnya di mulai pukul 8 pagi, Laras tiba di kampus pukul 7 pagi karena Laras harus mengantar Adik-adiknya terlebih dahulu.
Laras mendudukkan bokongnya di kursi duduknya, Laras memilih duduk di depan sendiri, kalau di belakang pasti akan ramai, dan tidak bisa menangkap materi yang di berikan dosennya.
Satu persatu teman-teman satu kelasnya mulai berdatangan, tidak terkecuali temannya Anna. Mereka duduk bersisian kanan-kiri, sesekali mereka berdua bercerita tentang masa sekolahnya dulu sebelum dosennya datang.
Pukul 08.00 kelas di mulai, dan dosennya juga sudah datang, Laras, dan teman-temannya mulai tenang, dan merapikan penampilannya.
"Selamat pagi Anak-anak." Sapa dosennya.
"Selamat pagi, Pak!" Jawabnya kompak.
__ADS_1
Cuit cuit cuit cuit.... Suara mahasiswa yang mengaguminya, karena ketampanannya mengalahkan artis Indonesia.
"Kenalan dong, Pak! namanya siapa? katanya tak kenal maka tak sayang." Ujar seluruh mahasiswa terutama kaum hawa.
"Ist Ok."
Perkenalkan nama saya Shandika Wiranegara, biasanya di panggil Dika atau Wira. Saya mengampu pelajaran Manajemen, seperti jurusan yang Adik-adik ambil dengan jurusan Manajemen Akutansi.
Cukup yang ya perkenalan singkat dari saya, Adik-adik bisa panggil saya Pak Dika atau Pak Wira ya.
"Tunggu, Pak! Bapak sudah punya pacar belum?" Tanya seorang mahasiswi dengan belahan dadanya terekspos sangat indah, dan mengoda kaum Adam.
"Pak Wira membalasnya senyum tipis, dan geleng-geleng kepala."
Buka bukunya kita mulai pelajaran yang pertama ini, tolong perhatikan ketika saya mulai menjelaskan materinya.
Pak Wira mulai menjelaskan seluk-beluk sebuah manajemen di perusahaan maupun manajemen yang lainnya, karena berhasil tidaknya pengusaha tergantung manajemen nya.
Semua mahasiswa terutama kaum hawa sampai melongo, melihat wajahnya Pak Wira yang hilir mudik di depan kelasnya yang tampangnya tampan kebangetan.
Mungkin segitu dulu pelajaran dari saya, "Ada yang di tanyakan?" Tanya Pak Wira membuka pertanyaan kepada mahasiswa, bila tidak ada yang di pahami.
__ADS_1
"Saya Pak." Seorang cewek mengacungkan jari telunjuknya, dan semua mata tertuju kepada satu wanita yang seksi.
"Silahkan!" Ujar Pak Wira
"Nomer ponsel berapa, Pak Wira?" tanyanya wanita seksi itu.
"Huhuhu!!! Suara gemuruh di ruang kelas.
"Pak Wira menanggapi dengan senyum tipisnya."
Laras cuma memperhatikan teman-temannya, tanpa berani membuka suaranya, dan sedikit tersenyum melihat teman-temannya yang ramai.
"Kalau tidak ada yang di tanyakan lagi, saya sudahi pertemuan kita kali ini, sampai jumpa di lain waktu."
"Selamat beristirahat."
Pak Wira meninggalkan ruang kelas, sesekali senyum tipis terukir manis dibibirnya melihat mahasiswanya yang tanya ke hal pribadi, bukan pada pelajarannya.
Author minta dukungannya untuk cerita "Terimalah Stasusku Apa Adanya"
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, dan votenya. di tunggu yah.
__ADS_1