
Laras dan Ibunya sedang memasak di dapur untuk menu makan siang, Laras bercerita panjang lebar tentang pernikahan yang sangat bahagia.
Ibunya ikut bahagia juga, melihat Anaknya bahagia. Tercetak jelas di wajahnya dan binar matanya, keduanya memancarkan aura positif.
"Udah isi belum, Ras?"
"Isi nasi buk sarapan tadi pagi!"
"Maksud Ibu itu! kamu sudah hamil belum?"
"Hehehe do'akan saja Buk! segera diberikan kepercayaan sama Allah."
"Aamiin." Ucapnya kedua ibu dan anak bersamaan.
Mereka berdua terus saja bercerita sampai masakannya matang, sedangkan para bapak-bapak sedang mengobrol di kebun belakang, Belva juga ikut serta dalam perbincangan Kakek, Om, dan Papa-nya.
"Kek, Va au itu!"
"Yang mana sayang?"
"Bunga walna-walni."
"Siap tuan putri."
__ADS_1
Mereka sekarang berkumpul di meja makan, menikmati makan siang bersama keluarga Pramana. Belva makannya sangat lahap, sekarang Belva sudah makan sendiri, tidak mau di suapin Mamanya lagi.
***
Setelah makan siang bersama, keluarga Wira pamit pulang. Berencana untuk mampir sebentar ke taman kota, untuk mengenalkan Belva dengan dunia luar. Dunia di mana Belva bisa mengenal alam, lingkungan sekitarnya.
"Pa, kita au ke mana? kok halan'nya beda dengan halan ke lumah?"
"Mau jalan-jalan ke taman, Belva mau?"
"Mau Pa, Ma! hole halan-halan." tangannya Belva bersorak gembira, dan bertepuk tangan karena saking bahagianya.
Diperjalanan menuju taman kota, Belva terus saja bernyanyi, tersenyum, dan bersuka gembira. Ini pengalaman sekian kalinya, tetapi Belva sangat antusias menikmati perjalanan ke taman yang biasanya banyak tempat permainan Anak-anak seusia Belva.
Mobil berhenti di tempat parkir, Belva sudah tidak sabar untuk turun dan bermain. Banyak anak kecil seusia Belva yang sedang bermain, ada yang main perosotan, petak umpet dan masih banyak yang lainnya.
"Perosotan ya?"
"Belva mengangguk, Iya Ma."
Laras mengikuti langkah kaki kecilnya Belva, yang terus saja berjalan ke tempat permainan, yang menurutnya Belva ini pengalaman barunya, bermain dengan teman yang banyak.
"Ma, tangkap Va." teriaknya Belva.
__ADS_1
"Iya sayang."
"Hushhhh Hahahaha." Belva meluncur ke bawah.
Laras ikut tertawa melihat Anaknya yang begitu bahagia, Belva tertawa lepas dengan bulir keringat di dahinya yang bercucuran membasahi pipinya.
Setelah puas bermain, Belva menghampiri Papa-nya yang sibuk dengan gadget-nya.
"Papa....." teriaknya Belva berjalan dengan tertawa cekikikan.
Wira Mendongakkan wajahnya, melihat istri dan anaknya berjalan ke arahnya, Wira mulai merentangkan kedua tangannya, ingin memeluk kedua perempuan yang sangat penting dalam hidupnya.
"Cup....Cup... " Wira mengecup kening Belva dan istrinya.
Laras Mendongakkan wajahnya mengecup pipi suaminya bergantian kanan kiri, Wira kembali mencium bibir istrinya singkat. Membuatnya tertawa cekikikan, mereka nampak bahagia, keluarga yang harmonis, dan keluarga panutan.
Lelah bermain, ketiganya mampir ke rumah makan request Belva Anaknya. Sesuai request'nya Belva sangat lahap menyantap makanan'nya.
"Va, au nambah agi boyeh?"
"Tentu boleh sayang."
"Belva mau nambah beberapa centong lagi, sayang." Ucap Laras mengusap lembut pipinya Belva.
__ADS_1
"Dua Mama." Sahut Belva mengacungkan dua jarinya.
Wira melihat Anaknya yang makan dengan lahap dan nambah lagi, Wira bahagia sekarang Belva sudah makan dengan sangat teratur, badannya juga sedikit gemuk apalagi pipinya yang tambah gembul, membuat Wira semakin gemas, ingin sekali mencubit pipinya yang membuatnya jatuh cinta berkali-kali lipat.