
Keesokan harinya, setelah di nyatakan hamil oleh Dokter pribadinya, Wira mengajak istrinya untuk periksa ke rumah sakit, ke tempat dokter kandungan yang sudah Wira pesan dari semalam, saking bahagianya Wira tidak mengingat bahwa hari sudah malam.
Tiba-tiba Wira menelepon rumah sakit, untuk mendaftar untuk esok hari, tempat yang akan buat periksa pagi ini. Di rumahnya pagi ini keadaannya sangat ramai, Belva yang tidak mau lepas dari Mama-nya, katanya ingin menjaga Mama Lalas, takut Adiknya kenapa-napa dan Mamanya kerepotan makanya Belva sampai tidak mau lepas.
"Ahhh lucunya si cantik Belva, sayang sama adiknya meskipun masih di dalam perutnya Mama Lalasπππ."
πππ
"Sayang sarapan dulu ya, aaakkk." Tutur Laras yang ingin menyuapi Belva.
"Ndak au, Ma! Kaka Va nda lapal! Kaka au jagain Mama aja takutnya Adiknya nakal!" Ujar Belva yang tersenyum sangat lucu, giginya yang ompong tidak membuatnya tidak untuk tersenyum.
"Tersenyumlah karena senyum itu ibadah." πππ
"Adiknya masih kecil, sayang."
"Tapi, Ma?"
"Kan Adiknya masih kecil sayang, belum bisa nakal, jadi kaka makan dulu ya." Bujuknya Laras yang susah payah memberikan penjelasan ke Belva, yang pikirannya sangat kritis, apa-apa ingin tahu.
"Ya udah." Jawabnya dengan lesu.
Laras tersenyum penuh arti, melihat anaknya yang wajahnya di tekuk. Ada rasa bahagia meskipun wajahnya tidak bersahabat, tetapi Belva makannya sangat lahap, ini yang membuat Laras tidak kesusahan menyuapi anaknya.
"Kaka pintar makannya habis." Puji laras di tengah-tengah Laras membersihkan sudut bibir dengan tissue, yang makannya Belva sedikit belepotan.
"Kata Mama, kakak pintal Dik ." Ucap Belva mengusap lembut perut Bundanya.
"Cup....Cup..." Laras memberikan kecupan singkat di pipinya Belva. Belva yang mendapatkan perlakuan manis dari Mamanya, terkekeh sendiri.
πππ
__ADS_1
Di meja makan Wira memandangi interaksi keduanya tersenyum hangat, ada rasa yang sulit di percaya, ada sosok wanita cantik yang menemaninya, memberikan warna tersendiri di hidupnya.
"Sayang, maafkan Mas menduakan cintamu! percayalah, Kamu punya tempat tinggal tersendiri di hatinya Mas, meskipun sekarang Mas mencintai Laras." batinnya Wira sembari tangannya meraba-raba dadanya yang berdetak kencang.
"Berbahagialah sayang, Mas sudah ikhlas! Mas dan Belva anak kita tidak akan melupakanmu, doaku untukmu sayang." Ucap Wira di dalam batinnya.
Wira mengusap satu tetes air matanya yang jatuh di pipinya, buru-buru Wira bisa menguasai keadaan ketika istri melihat ke arahnya. Wira melempar senyum ke Laras, dan sebaliknya Laras ke suaminya.
πππ
Di rumah sakit Medika.
Wira sudah sampai di pelataran parkir, Wira turun duluan baru membukakan pintu untuk istri dan anaknya.
"Aku gugup, Mas." bisiknya laras.
"Ada Mas di sini, sayang." kata Wira mengengam tangan istrinya untuk menguatkan.
Mereka bertiga memasuki rumah sakit, dengan posisi Belva ada di tengah mereka. Wira menanyakan kebagian resepsionis, dan mendaftar ulang untuk periksa ke dokter kandungan.
Banyak di sebelahnya ibu hamil yang di antar suaminya, ibunya, bahkan ada yang datang sendiri.
"Ibu Laras Wiranegara..." panggil Suster-nya.
"Saya Bu..." Jawabnya Wira.
"Silahkan masuk, dokter sudah menunggu di dalam." Tutur Suster-nya.
"Makasih Sus."
πππ
__ADS_1
Ceklek...., Wira masuk dulu diikuti istri dan Belva.
"Silahkan duduk Bapak Ibu!" Ucap dokternya ramah.
"Terimakasih Dok."
"Ada yang di keluhan, Bu?"
"Ini Dok, kepala saya pusing, bawaannya eneg melihat makanan, dan nafsu makan menurun terkadang mual muntah seperti orang sedang Masuk angin."
"Kata dokter yang semalam memeriksa istri saya, katanya istri saya hamil Dok."
"Dokter Vee tersenyum tipis melihat pasangan suami istri, yang menurutnya sangat bahagia terutama suaminya."
"Mari Buk! silahkan tiduran di atas brankar, saya akan melakukan pemeriksaan USG untuk melihat ada dan tidaknya tanda kehamilan seperti dugaan dokter yang semalam memeriksa ibu."
"Baik Dok."
Setelah melakukan pemeriksaan dengan dokter Kandungan-nya, Laras di nyatakan hamil dengan usia kehamilannya delapan Minggu atau dua bulan. Rasa bahagia membuncah hatinya sepasang suami istri yang mendapatkan Baby twins, istrinya hamil kembar.
Belva juga tidak kalah bahagianya, di perut Mamanya ada dua adik. Yang akan menemani Belva bermain, dan Belva tidak sendiri lagi langsung punya teman dua sekaligus, tetapi harus sabar menunggu sembilan bulan lamanya.
Hai hai... autthor Up kembali. Jangan lupa kasih semangatnya dengan cara dukung terus karya autthor.
Like
Komentar
Vote
Rate-nya
__ADS_1
Selamat hari Sabtu
Happy Weekand