Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 73


__ADS_3

Bangku perkuliahan sudah di mulai, pagi ini Laras tengah bersiap-siap di kamarnya untuk mempersiapkan perkuliahannya, mulai menata buku dan perlengkapan lainnya. Ini pagi pertamanya Laras berangkat ke kampus untuk masuk semester genap, setelah libur satu bulan.


Setelah selesai menyiapkan keperluannya, Laras bangkit dari tempat duduknya yang biasanya untuk Laras tempati bila sedang belajar.


Laras membantu Ibunya di dapur, guna mempersiapkan sarapan paginya. sebelum mulai beraktivitas keluarga Pramana selalu mengusahakan sarapan bersama, karena sarapan itu penting.


"Ibu, Laras bantu apa?"


"Laras bantu Ibu potong sayuran saja."


"Siap Bu!"


Selesai memotong sayuran, Laras mencucinya, dan mentiriskan ke wadahnya untuk di masak ibunya.


"Laras bantu apa lagi Bu?"


"Udah Laras siap-siap saja untuk kuliah! tinggal menumis ini." Tutur Ibunya sembari memberikan senyuman tipis.


"Baik Bu! Laras tinggal ke kamar dulu, Buk."


Setelah Laras mandi dan berdandan secara natural, karena pagi ini Laras memakai pakaian simpel dengan rok plisket, dan kemeja rayon motif di padukan jilbab segiempat polos dengan warna yang senada.


Dirasa penampilannya sudah siap, Laras ke luar kamar dengan menenteng tas ransel yang isinya laptop dan buku mata perkuliahan-nya.

__ADS_1


Pagi seperti biasanya, keluarga Pramana sarapan bersama sebelum mulai beraktivitas. Ketiga Anak-anaknya berangkat sekolah, sedangkan Bapak Ibunya berangkat ke ladang yang dekat dengan rumahnya untuk melihat tanaman padinya.


Selesai sarapan, Laras berpamitan dengan kedua orang tuanya, dan di ikuti kedua Adiknya yang berpamitan juga.


"Bapak, Ibu! Laras dan Adik-adik berangkat sekolah dulu ya." Tutur Laras menyalami tangannya, dan mencium punggung tangannya.


Kedua Adiknya mengikuti langkah kakaknya, yang berpamitan dengan kedua orang tuanya seperti halnya yang di lakukan kakaknya.


Setelah mengantar Adik-adiknya ke tempat sekolahnya masing-masing, Laras melanjutkan perjalanan ke kampusnya, tidak membutuhkan waktu yang lama karena pagi ini Laras melewati jalan tikus yang lebih cepat dari jalan utama.


Setelah memprakirkan motornya, Laras berjalan ke kelasnya yang berada di lantai atas. Di pertengahan tangga, Laras di sambut dengan teman sebangkunya yang kebetulan menunggunya untuk berjalan bersama untuk masuk ke kelasnya.


Jam pelajaran pertama sudah selesai di lalui Laras, dilanjutkan dengan jam istirahat, teman-teman satu kelasnya berhamburan keluar untuk pergi ke kantin kampus untuk sarapan atau sekedar cari angin.


"Maaf, tadi Laras sudah sarapan dirumah."


"Benar Nich nggak mau ikut?"


"Nggak! Laras di sini saja."


"Baiklah saya tinggal ke kantin dulu ya, Ras."


"Laras mengangguk sembari tersenyum."

__ADS_1


***


"Accalamu'alaicum Ante....." Sapa Belva di pintu masuk kelasnya.


"Walaikumsalam Sayang! Belva kesini sama siapa?"


"Di antal Papa dong, ante."


"Papa-nya mana sayang! kok Tante nggak lihat?" Laras celingak-celinguk mencari keberadaan Pak Wira selaku dosennya, dan Papa-nya Belva.


"Cie cie... ante nyaliin Papa-nya Va ya."


"Nggak! katanya Belva di anterin Papa tetapi -tante nggak lihat gitu."


"Ohhhh! kilain ante nyaliin Papa! Lindu Papa-nya Va." Celetuknya Belva yang mesam mesem sendiri.


"Belva udah makan?" tanya Laras untuk mengalihkan pembicaraan yang mengarah ke pak Wira.


"Beyum ante tetapi Va di bawain bekal ibik Ani, kalena Va ingin mam dicuapi ama ante Lalas." Seru Belva.


"Uluh uluhh manjanya."


Setelah menyuapi Belva, Belva tertidur di pangkuannya Laras. Mungkin karena kekenyangan Belva jadi ngantuk. Laras membawa Belva ke ruangan Pak Wira yang sedikit kesusahan, karena tubuhnya Belva yang montok.

__ADS_1


__ADS_2