Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 40


__ADS_3

Lima bulan sudah usia kehamilan istrinya, hari ini Andra janjian untuk bertemu dengan Laras sesuai pulang kerja.


Mereka berencana akan bertemu di Taman Kota dekat rumah Laras, karena Andra ingin membicarakan masalah pernikahan sirinya yang terjadi antara Laras, dan Andra.


Andra ingin mengakhirinya, karena pernikahannya cuma demi mendapatkan keturunan, dan demi istrinya.


"Alhamdulillah."


Ucap syukur selalu senantiasa tercurahkan kepada yang mahaESA, Maha besar Yang ESA menciptakan anak manusia, akhirnya istrinya di nyatakan hamil di usia pernikahan Andra berjalan ke tahun kelima.


Awalnya Istrinya Andra keberatan, bila suaminya menceraikan Laras istri sirinya, tetapi demi kebaikan Laras, akhirnya istrinya setuju dengan keputusannya untuk mengakhiri mahligai pernikahan sirinya dengan Laras yang hanya berumur seumur jagung.


"Ras, pulang kerja bareng lagi apa mau naik gobex?" tanya Tari.


"Gobex Tar, soale Laras mau ketemu Andra." Tutur Laras.


Laras ingin bebas Tar, karena pernikahan ini cuma demi anak, pada akhirnya saya tidak hamil. Buat apa bertahan dengan suami syahnya wanita lain yang sedang mengandung benih suaminya.

__ADS_1


"Benar kata kamu, Ras." Tutur Laras menpali curahan isi hatinya Laras.


Sekarang istrinya Andra juga sudah hamil, dan mereka akan segera punya anak. Saya tidak mau jadi duri rumah tangganya dari maduku sendiri Tar.


"Apa kamu menyesal menikah siri dengan Andra?" tanya Tari yang sedikit tidak enak, karena ini menyangkut masalah pribadinya keluarga Laras.


"Menyesal Iya, tetapi Laras bahagia Bapak bisa sehat berkat bantuan Andra." Tutur Laras menerawang masa lalunya yang sangat sulit mencari uang untuk pengobatan bapaknya yang harus segera di operasi.


Semua itu Laras lakukan demi Bapak Tar, Melihat Bapak sudah sehat, bisa beraktivitas seperti dulu lagi, itu sudah membuat Laras bahagia, dan tidak henti-hentinya mengucapkan terimakasih.


Tidak kurang dari 15 menit lagi, akan datang bergantian shift selanjutnya, yang menggantikan Laras, Tari yang bekerja di shift pagi.


Setelah menghitung jumlah semuanya, Alhamdulillah tidak ada yang berkurang atau hilang, uang sesuai jumlah penjualan di tokonya.


Selesai operan keuangan, Laras bergegas mengambil tasnya ke gudang belakang. Mereka berdua berjalan bergandengan tangan, sesekali tertawa bersama untuk mengingat hari-hari kebersamaannya.


Setelah sampai di pelataran parkir, Laras merogoh handphone di dalam tasnya untuk menghubungi Abang gobex-nya.

__ADS_1


Setelah memesan sesuai aplikasi di handphonenya, Laras duduk sebentar di emperan toko untuk menunggu gobex-nya datang menjemputnya.


Setelah menunggu 10 menit Abang gobex-nya yang sudah datang, Kedua sahabat itu berpisah di prakiraan tempat keduanya bekerja.


"Sesuai aplikasi ya, Bang." Tutur Laras menaiki sepeda motor Abang gobex-nya, dan tidak lupa memakai helmnya.


"Ahsiap Mbak!" Jawab Abang gobex-nya.


Laras membelah jalanan Ibu kota, yang sore ini lalu lintasnya sangat padat merayap. Angin sepoi-sepoi menemani perjalanan Laras menuju taman kota tempat mereka berdua janjian.


"Sudah sampai Mbak." Ucap Abang gobex-nya.


"Ohh! ini pak." Laras mengulurkan uang 50ribu, dan helmnya.


"Makasih, Mbak." Abang gobex-nya mengulurkan tangannya untuk memberikan kembaliannya.


Di taman kota ini mereka mulai bicara dengan serius, karena ini sudah keputusan bulat mereka berdua, berpisah lebih baik daripada bersama, tetapi menyakitkan.

__ADS_1


"Saya talak kamu Laras dengan talak tiga." Tutur Andra yang lirih, karena ini di tempat umum.


Hari ini, Laras resmi menjadi janda dari mantan suaminya. Walaupun pernikahan di bawah tangan, tetap saja Laras sekarang menyandang status sebagai seorang janda, tetapi masih perawan.


__ADS_2