
Namanya Andra Wiranegara, Ceo perusahaan Wiranegara group menjabat direktur utama, memiliki sekertaris bernama Dito Prawira seorang laki-laki merupakan teman masa kecilnya, Andra dulu pernah satu sekolahan dengan Dito waktu SD di kota Bandung.
Dito merangkap sebagai kaki tangan dan sahabat Andra, mereka kalau sudah bertemu seperti tom dan Jerry ribut terus tidak ada yang mau mengalah, kecuali di Lingkungan kerja , mereka akan profesional tidak akan mencampur adukkan masalah pribadi dan pekerjaan.
Andra Mempunyai seorang istri yang bernama Vina Hermawan sangat dicintainya, merupakan teman masa putih abu-abu, mereka resmi berpacaran sama-sama duduk di bangku kuliah, di kampus itulah cinta Andra dan Vina terjalin, sama-sama terlahir dari keluarga kaya, keluarga Vina mempunyai perusahaan Hermawan group tak kalah besarnya punya Andra, hubungan Andra dan Vina tak ada halangan untuk menuju jenjang pernikahan.
Pernikahan Andra dan Vina di langsungkan setelah mereka lulus kuliah, sekitar enam tahun usia pernikahan. Vina belum tanda-tanda hamil juga, sedangkan keluarga Andra ingin segera menimang cucu dari darah dagingnya keturunan Wiranegara. Vina di vonis dokter susah untuk mengandung karena kandungannya lemah.
tepat hari ini ulang tahun pernikahan Andra dan Vina, bertepatan vina meminta Andra untuk menikah lagi.
__ADS_1
"Pa, Mama iklas papa menikah lagi?"
"Ini semua Mama lakukan demi keturunan Wiranegara!" kata Vina tersenyum lembut.
"Mama itu apa-apaan, papa cinta Mama apa adanya, terlepas ada momongan dan tidaknya!"
Setelah pertengkaran, Andra memilih keluar rumah untuk menenangkan pikirannya yang kacau, pergi ke club malam i ini Andra menghabiskan minum Alkohol, walau ini yang pertama semoga dengan minum masalahnya bisa di selesaikan tanpa ada pernikahan kedua. "Vina aku sangat mencintaimu!" rancau Andra seperti orang frustasi.
Sampai di rumah, Vina menyambutnya dengan menangis dan merasa bersalah, Dito membopong Andra masuk ke kamar utama , kamar Andra dan Vina, Dengan telaten Vina membersihkan bekas muntahan, menyeka tubuh suaminya, Menganti baju dengan baju tidurnya.
__ADS_1
"Sayang, jangan seperti ini."
"Maafkan, Vina Pa!" ucapnya dengan menyeka air mata dan menyelimuti ke Andra.
"Good Night sayang." ucap Vina mencium kening suaminya.
Dua hari kemudian, Andra dan Vina tidak saling tegur sapa, mereka diam dengan pikiran masing-masing, rasanya tidak nyaman bila tinggal satu tahun tidak saling menyapa. Akhirnya Vina memulai percakapan walau cuma di bales hmmm tak membuat Vina menyerah untuk mengajaknya bicara.
Malam ini Andra mendapatkan undangan pernikahan dari kolega bisnisnya, mau tidak mau Andra mengajak Vina untuk menghadiri undangannya. Di sini Hotel Wiranegara tempat acaranya akad berlangsung , acara resepsinya di adakan di hotel keluarga Wiranegara juga, hotel terbesar di Indonesia yang bergaya klasik Eropa.
__ADS_1
Tamu undangan memenuhi ballroom Hotel Wiranegara, Tamu yang datang dari luar negeri dan dalam negeri semua menjadi satu. karena bisnis yang di pegang Andra mempunyai anak cabang di mancanegara terutama di Inggris dan Eropa
"Pengantinnya cantik dan tampan!", kata Vina tersenyum lembut mengingat-ingat pernikahannya dengan Andra dulu.