Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 41


__ADS_3

Happy reading


Happy Satnight


⭐Selamat membaca⭐


Setelah pertemuannya dengan Andra selesai, Laras berjalan kaki menuju rumahnya yang berjarak 200 meter.


Tiba-tiba dadanya terasa sesak seperti ada beban, tetapi susah untuk di keluarkan Laras. Pada akhirnya pertahanannya runtuh, Laras meneteskan air matanya menumpahkan kesedihannya.


Tidak terbayangkan di benaknya Laras, pernikahannya hanya bertahan seumur jagung. Laras sadar pernikahannya hanya hitam di atas putih saja, tidak ada kekuatan hukum karena nikah di bawah tangan.


Berjalan dengan kepala menunduk, dan mengusap lelehan air matanya yang sudah turun membasahi kedua pipinya.


"Laras harus kuat." guman Laras di dalam hatinya menyemangati dirinya sendiri.


"Baru pulang Mbak?" tanya tetangga rumahnya, yang persis rumahnya di samping rumahnya Laras.


"Iya Pak!" Jawab Laras singkat.


"Permisi Pak! Laras mau masuk dulu." Tutur Laras sama tetangga rumahnya sembari tersenyum tipis.


Setelah membuka pintu rumahnya, Laras merebahkan tubuhnya di kamarnya terlebih dahulu, sebelum masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Laras mulai menerawang langit-langit kamarnya, dan mengingat kenangan demi kenangan yang pernah ada di relung hati terdalamnya.

__ADS_1


Dirasa sudah lebih baik, Laras bergegas masuk ke dalam kamar mandi, untuk menghilangkan beban di hidupnya.


Sekuat-kuatnya hati Laras tetap saja hanya manusia biasa, yang masih punya rasa sakit, dan rasa kehilangan.


Walaupun Laras tidak mencintai Andra, karena cuma menganggap seorang kakak yang mau membantunya di kala Laras membutuhkan bantuan, Andra datang disaat yang tepat melengkapi kekurangannya.


Drttt... drttt....


Ponsel Laras bergetar berulang-ulang, membuat yang punya ponsel melirik sekilas, dan melihat ponselnya dengan nama tertera di layar ponselnya.


Membuat Laras mengernyit bingung, "Kenapa Pak Andra menelepon malam-malam?" tanya Laras pada dirinya sendiri.


Menggeser icon warna hijau, Laras menerima panggilan Pak Andra.


"Walaikumsalam, kamu di mana? udah sampai rumah belum?


"Sudah pak! ini sudah mau istirahat." Tutur Laras singkat karena malas meladeni suaminya orang.


"Syukurlah kalau begitu, saya ikut senang kalau sudah dirumah." Ucap Andra penuh rasa syukur.


"Maaf pak! Laras sudah ngantuk." Tutur Laras yang berniat mematikan teleponnya terlebih dahulu.


Klik'... klik...


Sambungan teleponnya sudah Laras matikan, sebelum Andra mengeluarkan uneg-uneg nya. karena Laras tidak mau tahu kehidupan mantan suaminya.

__ADS_1


Bagi Laras, Andra hanya masa lalu yang sepantasnya untuk di kenang, bukan untuk menghentikan langkahnya menapaki langkah kakinya.


Ponselnya sudah Laras silent, menangkup kedua tangannya untuk bermunajat kepada-NYA. Laras mulai membaca doa mau tidur sebelum memejamkan kedua matanya. Takutnya Kalau tidak membaca doa, Laras mimpi yang aneh-aneh.


Pukul 04.00 dini hari Laras sudah terbangun dari tidurnya, tetapi malas keluar kamar karena pagi ini sangat mendung cuacanya. Membuat Laras malas kemana-mana, Laras tiduran sembari memainkan ponselnya, dan stalking sosial media gosip artis papan atas Indonesia.


Akhirnya Laras tersadar dari ponselnya, karena hari ini Laras masuk pagi, takut terlambat seperti kemarin, Laras bergegas masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai mandi, dan sedikit memoleskan makeup tipis di wajahnya, dan memakai lipbalm di bibirnya.


Laras mengeluarkan sepedanya, dan mengambil tas di kamarnya. dirasa semua sudah rapi, Laras berangkat bekerja dengan mengayuh sepedanya.


Laras mengayuh sepedanya dengan bersenandung, menyanyikan lagu kesukaannya.


"Kulepas dirimu dengan ikhlas"


"Moga Tuhan jagakan dirimu dan dia"


"Hidup terus berjalan"


"Engkau t'lah kurelakan"


"Pada Tuhan semua"


"Ku pasrahkan"

__ADS_1


__ADS_2