Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 47


__ADS_3

Satu tahun kemudian........


Di kampus universitas Negeri Yogyakarta, Laras mulai masuk bangku perkuliahan sebagai mahasiswa baru dengan jurusan Manajemen Akuntansi.


Di sinilah Laras berdiri menjadi wanita yang sangat cantik dengan balutan jilbab pashmina di padukan dengan atasan, dan celana sangat simpel, tetapi sangat pas di tubuhnya.


Hari ini, hari pertama acara ospeknya sebagai syarat masuk mahasiswa baru di kampusnya, berbagai peralatan, dan persiapan sudah Laras kerjakan dari rumah. di halaman kampus di adakan apel pagi, dan perkenalan dan Kakak-kakak senior


"Kamu namanya siapa?" tanya kakak senior.


"Laras Kak." Jawab Laras.


"Asli Yogyakarta apa pindahan?" Tanyanya kakak senior.


"Yogyakarta Kak." Jawabnya Laras.


Setelah sesi tanya jawab selesai, barisan di bubarkan. tidak terasa hari ini, hari terakhir ospek, hari di mana Laras akan mulai belajarnya.


Setelah serangkaian kegiatan ospek Laras ikuti selama tiga hari, membuat badannya remuk redam. Ospeknya sangat menguras pikiran, tenaga, dan uang karena banyak bahan-bahan yang harus di beli untuk peralatannya.


Satu minggu kemudian belajar mengajar telah di mulai, seperti pagi ini pertama kalinya Laras pergi ke kampus dengan pakaian rapi tanpa atribut aneh-aneh.

__ADS_1


"Pagi Bapak Ibu Adik..... Sapa Laras duduk di kursi yang tersedia di meja makan.


"Pagi, Ras, pagi Kak." Jawab ketiganya.


Mereka sarapan berlima dalam diam, tidak ada yang berani bersuara sama sekali, ketiganya menikmati sarapannya dengan khidmat.


Setelah selesai sarapan, laras membereskan piring kotornya, dan mencucinya sebelum berangkat ke kampus.


"Alhamdulillah udah selesai." guman Laras.


Setelah selesai bersih-bersihnya, Laras menghampiri kedua orang tuanya yang sedang duduk santai nonton berita di televisi.


"Kami bertiga pamit Bapak Ibu." Tutur mereka bertiga dengan mencium punggung tangan keduanya bergantian.


"Iya hati-hati! baik-baik di kampus." Sahut keduanya.


Laras mengeluarkan sepeda motornya, dan mulai menstaternya motornya untuk memenaskan mesinnya terlebih dahulu sebelum di bawa ke kampus.


Laras yang berada di depan untuk mengemudikan motornya, mereka bertiga membelah jalanan pedesaan yang masih sangat pagi sekali, kabut putih menemani perjalanan menuju tempat belajarnya.


Sebelum ke kampus, Laras mengantar Adik-adiknya ketempat sekolahnya dulu, baru Laras pergi ke kampusnya.

__ADS_1


Menempuh perjalanan 10 menit tiba di sekolahan Adiknya yang Ani, "Makasih kak." Tutur Ani mencium punggung tangan kakaknya.


"Baik-baik di kelas, Dik." Sahut Laras mengusap puncak kepalanya.


Setelah meninggalkan sekolahan Ani, terus berjalan untuk menuju sekolahnya Rudi yang berjarak 300 meter dari sekolahan Ani Adiknya.


"Makasih kak, Rudi sekolah dulu." Tutur Rudi mencium punggung tangan kakaknya.


"Baik-baik di sekolah, jangan bandel nurut sama guru." Sahut Laras menasehati Adik lelakinya


"Iya Kak." Jawabnya Rudi.


Setelah Adiknya masuk ke dalam kelas, Laras melanjutkan perjalanannya menuju kampus tercinta dengan kecepatan sedikit tinggi, karena takut telat di jam pertama.


Itulah rutinitas Laras sehari-hari setelah memutuskan pulang ke Yogyakarta, menjadi ojek pribadi Adik-adiknya, tetapi tidak membuatnya mengeluh malah bisa membuatnya bahagia bisa setiap hari berkumpul dengan keluarganya.


Setibanya di prakiraan, Laras memprakirkan motornya dengan rapi, dan berjalan sedikit tergesa-gesa untuk masuk ke dalam kelas.


Hari pertama jadi mahasiswa Laras sudah punya teman, namanya Anna jurusan sama dengan Laras.


Di Yogyakarta, di kampus ini Laras mulai hidupnya yang baru, setelah melalui banyak peristiwa yang sudah di kuburnya sedalam-dalamnya lautan.

__ADS_1


__ADS_2