Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 16


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim


Assalamu'alaikum☺☺☺


Selamat pagi☺☺☺


Selamat beraktivitas.☺☺☺


Laras selesai mandi langsung menuju taman kota, taman yang akan menjadi saksi pertemuan dengan Pak Andra orang yang menyewa rahimnya untuk melahirkan penerus keluarga Wiranegara.


Setelah menempuh perjalanan 30 menit dari rumahnya , Laras tiba di taman yang sudah sangat ramai untuk sekedar mencari udara segar atau berburu makanan.


Di taman ini banyak pedagang yang berjualan di pinggir taman yang mulia dari siomay, batagor, bakso, mie ayam, bahkan mainan anak-anak semua tersedia di sini.


Laras menunggu pak Andra yang sudah telat 30 menit waktu janjian untuk bertemu.


"Tahu begini, Laras tidak buru-buru pulang duluan kasihan Tari " Ucap Laras dari dalam hati.


Laras sedang melamun kejadian demi kejadian membuat memutar-mutar memorinya yang di alaminya dari ikut seleksi jadi istri kedua dan akhirnya menjual rahimnya untuk pengobatan bapaknya.


"Hah!


Laras menghela nafasnya dan membuangnya untuk menghilangkan sesak di dadanya.


Tak.....tak......takkkk......

__ADS_1


Suara langkah kaki yang semakin mendekati tempatnya duduk, tak membuat Laras menoleh mencari sumber suaranya.


Laras masih menikmati dunianya, dunia yang membuat flashback ke masa lalu.


"Laras rindu Pak, Buk, dan adik-adik.! Ujarnya Laras mengusap bulir-bulir bening membasahi pipinya.


"Ini" Serunya seseorang mengulurkan tangan untuk menawarkan sapu tangan untuk menghapus air matanya.


Laras mendongak ke atas untuk melihat "Siapa? yang berbaik hati memberikan sapu tangan untukku." Ujarnya Laras dengan melihat manik matanya seorang pria dewasa yang tengah berdiri di sampingnya.


"Kenapa menangis?" tanyanya pria itu.


"Bukan urusanmu!" Jawab Laras dengan nada ketus.


"Boleh aku duduk?" tanyanya lagi pria itu.


"Jangan suka marah-marah nanti cepat tua!" tukasnya pria itu berbicara.


"Bukan urusanmu aku tua dan tidaknya!, urus saja dirimu sendiri!" Ujar Laras dengan nada permusuhan.


"Kamu itu cantik kalau tidak marah-marah." Serunya pria itu dengan skakmat laras.


"Perkenalan namaku Bastan! biasanya di panggil Tian." Ucap pria itu mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya.


"Panggil saja Laras" Jawab Laras dengan menyambut uluran tangannya Tian.

__ADS_1


Kita sekarang berteman Tian dan Laras, mereka menobatkan mulai hari ini kita berteman, keduanya saling melempar senyum.


Dari jauh ada seseorang yang melihatnya tidak suka dengan keakraban Laras dengan seorang pria , pria itu adalah Andra Bosnya Laras yang telah menyewa rahimnya untuk mengandung anaknya.


Laras dan Tian saling menukar nomor WhatsApp, menyimpannya di handphone masing-masing.


Ehemmmmmm!


Laras menoleh ke belakang melihat siapa yang melangkah ke tempatnya.


"Ada Pak Andra" Ujarnya Laras dengan kikuk melihat tatapan mata yang tajam seperti orang mau menelan hidup-hidup.


"Tian perkenalan ini bos ku Pak Andra namanya , Ini Tian temenku pak!" Serunya Laras melihat mereka berdua yang tidak mau mengulurkan tangannya untuk bersalaman


"Ras, aku pamit ke kantor dulu! kalau ada apa-apa telepon ya?" Ucap Tian berlalu dari hadapan Laras.


"Iya Pak! hati-hati." Jawab Laras dengan senyum merekah seperti matahari


"Menganguminya hmm !" sindirnya Andra ke Laras yang senyum-senyum sendiri.


"Hmm tidak Pak!" ujar Laras menundukkan kepalanya ke bawah memilin-milin ujung dress.


"Ingat!! perjanjian kita jangan ganjen dengan pria lain!" Kata Andra tegas, mantap.


"Baik Pak" jawab Laras.

__ADS_1


Jangan lupa Vote☺


__ADS_2