Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 12


__ADS_3

Di Yogyakarta


Maaf baru up lagi, silahkan membaca cerita gaje iniπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜€


Tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta Bapak, Ibu dan Adiknya Laras sudah di jemput pakdhe Karso dengan mobil kedua orang tuanya Ibu Darmi.


Perjalanan menempuh waktu kurang lebih satu jam untuk sampai tempat tujuan ketempat Neneknya Laras. Untuk sementara waktu mereka akan tinggal di sana sampai Bapaknya Laras sembuh.


Akhirnya sampai juga gumam Adik-adiknya Laras dengan senyuman lebarnya. mobil berhenti tepat di Rumah khas Jawa berbentuk joglo adalah rumah Kakek Neneknya, bentuk nya masih sama dan suasana yang masih asri seperti terakhir kali pulang ke rumah Ibu yang di Yogyakarta beberapa tahun yang silam batin Ibu Darmi.


Kakek Neneknya sudah menyambutnya dengan senyum hangat karna Ibu Darmi sebelumnya sudah menelepon keluarganya di Yogyakarta. "Ayo masuk Nduk!" Kata Kakek Nenek kepada Ibu Darmi....


Setelah membersihkan badannya dan istirahat sebentar, semuanya di panggil satu-satu untuk makan malam bersama.


Di meja makan terasa hening cuma suara dentingan jam, semua tampak menikmati makan malam ini dengan lahap. Neneknya memulai percakapan


"Piye kabarmu nduk?" tanya Nenek Rumi kepada Anaknya yaitu Ibu Darmi.


"Baik Buk!" Ibu Darmi menjawabnya sedikit tersenyum kepada Ibunya Nenek Rumi.

__ADS_1


"Piye kabarmu cucu-cucu Nenek?"


"Sehat Nek, Mbak Laras juga sehat Nek!"


"Piye kabarmu Le?" Alhamdulillah udah lebih baik Buk pasca operasi kemarin ucap Bapak Rudik Bapaknya Laras.


Setelah makan malam dan mengobrol sebentar, semuanya memasuki kamar masing-masing.


Adik-adiknya Laras yang bernama Adik ceweknya Rani, cowoknya Ryan. mereka tidur satu kamar karna kamarnya di buat bertingkat.


Ryan, Rani berkirim pesan kepada kakaknya kalau sudah sampai Yogyakarta dengan selamat.


Satu minggu sudah kepergian kedua orang tuanya dan adik-adiknya yang ikut ke Yogyakarta. Laras kesepian karna Laras tinggal sendiri terkadang sahabatnya Tari menginap di rumahnya.


Walau Laras sudah menikah tetapi tidak ada yang berbeda , Laras tidak pernah bertemu suaminya kecuali ke dokter, Laras tetep tinggal di rumahnya.


Hari ini jadwal ke dokter proses inseminasi buatan akan di lakukan dengan proses transfer embrio ke rahim Laras. Laras sudah bersiap-siap dari tadi pagi sekarang tinggal menunggu sopirnya keluarga Andra menjemputnya.


Sepuluh menit menunggu akhirnya sopirnya sudah datang

__ADS_1


"Silahkan masuk Nona!"


"Tuan Andra sudah menunggu di rumah sakit!" Laras cuma mengangguk saja tanpa mau berbicara.


Di dalam perjalanan Terjadi keheningan, Laras diam saja melihat ke jendela sesekali menghela nafas. Pagi ini Laras moodnya kurang baik karna rasa takutnya melakukan transfer embrio.


Laras bersyukur keperawanannya tidak hilang karena Andra tidak mau melakukan hubungan suami-istri. bisa di berikan kepada suaminya kelak batin Laras. tapi rasanya cemas tidak bisa dipungkiri kalau Seandainya tidak berhasil pasti mengulang dari awal lagi akan memakan banyak waktu


Tiba di rumah sakit Laras meremas ujung roknya karena gugup dan takut bila tidak sesuai harapan.


Di sini di ruang dokter Andra dan Laras berjalan memasuki ruangan khusus untuk di lakukan operasi transfer embrio seperti ruang operasi.


"Ibu Laras, jangan tegang!" kata dokter Ridwan memberikan semangat.


"I....ya... dok!" ucap Laras dengan gugup walau sudah berusaha tersenyum.


vote vote.... vote dukung terus cerita ini. jangan lupa tinggalkan jejak.


Terimakasih

__ADS_1


@miopay_17


__ADS_2