Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Ekstrak Part tiga


__ADS_3

Spesial Andra Wiranegara dan keluarga


Kesibukan Ibu kota Jakarta, membuat Andra sedikit stres dengan rutinitas sehari-hari, di tambah kepadatan penduduk dan lalu lintas kendaraan berlalu lalang.


Bulan ini memasuki musim penghujan, seperti pagi-pagi ini Jakarta sudah di guyur hujan lebat, dengan intensitas ringan, sedang. Andra malah mengeratkan pelukannya kepada sang istri, kebetulan pagi ini tidak ada agenda penting di kantor.


"Sayang, lepas pelukannya jangan kencang! kasihan Debay." Bisik istrinya.


"Hehehe, Andra melonggarkan pelukannya." Tutur Andra menyengir kuda.


"Cup Cup...." Andra menghadiahi ciuman di pipi dan keningnya.


Vina membelai wajahnya suaminya, jari lentiknya seperti mengukir senja di wajah suaminya, wajah yang selalu dan selalu membuatnya jatuh cinta. Lelaki ini yang dulunya pernah di suruh-nya untuk menikah lagi, berharap madunya hamil memberikan keturunan untuk keluarga Wiranegara.


Satu tahun usia pernikahan kedua suaminya, madunya belum di nyatakan hamil, sesuai perjanjian hitam di atas putih, akhirnya madunya memilih perpisahan.


Ucapan syukur dan terima kasih selalu Vina panjatkan, berkat pernikahan kedua suaminya, Vina sadar jadi yang pertama tetapi seperti jadi yang kedua. Walaupun Andra tidak sama sekali mau menyentuh istrinya Laras, padahal mereka sudah Syah di mata Agama.


***

__ADS_1


Cinta Andra kepada sang istri sangatlah besar, tidak sedikitpun keinginan Andra untuk berpaling dari istrinya, walaupun pernikahan memasuki tahun kedua, Vina belum ada tanda-tanda kehamilan.


Permintaan konyol istrinya, mau tidak mau akhirnya Andra menuruti permintaan Vina untuk menikah untuk yang kedua kalinya. Demi sang istri, Andra rela menikah kontrak dengan wanita lain, selain istrinya Vina.


Setelah bergelung selimut dengan istrinya, Andra mulai bangkit dari tiduran-nya, mulai bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Selesai menyelesaikan ritual di kamar mandi, Andra keluar kamar mandi dengan sehelai handuk melilit di pinggangnya.


***


Vina melihat suaminya keluar kamar mandi, sampai melongo dan tidak berkedip. Suaminya sangat seksi, perut sixpack kotak-kotak, dan rambut basahnya. Harum sabun mandi membuat Vina sangat menyukai, wangi di tubuh suaminya selesai habis mandi.


"Mengangumi suamimu, Sayang." bisiknya ada tepat di telinga istrinya.


"Suami tampan ini! di samakan dengan cicak?" Ucap Andra mendramatisir keadaan.


"Enggak dong, sayang." Sahut Vina memainkan matanya sedikit jengah sikap suaminya yang sangat lebay.


"Sudah Vina siapkan bajunya, Pa." Tutur Vina mengalihkan pembicaraan, dan meletakkan baju ganti suaminya diatas tempat tidurnya.


Belum juga Andra menimpali ucapan istrinya, Vina sudah terbirit-birit masuk dalam kamar mandi, karena dari tadi Vina sudah menahan untuk ke kamar mandi.

__ADS_1


"Vina, Vina......" Andra geleng-geleng dengan sikap istrinya.


Setelah keduanya siap, keduanya menuruni anak tangga untuk sarapan bersama. Sang putra juga sudah menunggunya, Anaknya juga sudah mandi Tampan, ganteng seperti Papa-nya.


"Papa Mama...." Sapa putranya.


"Iya sayang."


"Mau makan sama apa, sayang?"


"Mau ama telul, Ma."


Setelah mengambilkan sarapan untuk suami, dan Anaknya.


"Mama suapin ya."


"No! abang bica makan sendili."


Andra melihat interaksi istri dan Anaknya, ikut tersenyum simpul. Hari ke hari tumbuh kembang Anaknya sangat pesat, yang tujuh bulan lagi punya Adik. Dua bulan lalu, istrinya di nyatakan hamil kembali anak kedua, kebahagiaan keluarga kecilnya lengkap sudah, seorang anak yang di nanti-nantikan akan segera hadir kembali.

__ADS_1


Terpancar jelas rona kebahagiaan keluarga Wiranegara, akan kedatangan anggota baru di tengah-tengah keluarganya, Vina istrinya Andra sedang mengandung, dengan usia kandungan dua bulan atau masuk trimester pertama.


__ADS_2