Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 30


__ADS_3

"Ayo kita pulang." Ujarnya Bapaknya Laras saking bahagianya melihat putri pertamanya pulang ke kampung


"Tetapi Pak cengkeh nya bagaimana?" Ujar Laras merasa tidak enak karena acara memetik tehnya harus terganggu gara-gara kehadirannya.


"Nggak apa-apa, Nduk! bisa di lanjutkan besok, hari juga sudah sore." Ujar Bapaknya yang membelai rambutnya lurus Laras dengan lembut, yang sedang menutupi matanya karena tertiup angin.


Mereka berlima berjalan beriringan, sesekali di sertai candaan karena Rudi yang suka usil menggoda Ani adiknya, yang sangat manja dan selalu di bela kedua orang tuanya apabila Rudi membuat ulah dengan adiknya.


"Sayang, kapan kamu sampai?" tanya bapaknya untuk memecahkan keheningan diantara mereka berlima.


"Tadi siang pak! kira-kira jam 2'an siang pak!" Jawab Laras berhenti berjalan menatap sekilas wajahnya bapaknya yang nampak lebih sehat, dan bugar.


"Kabar kamu piye, nduk ?" Tanya ibunya bergantian, melirik sekilas ke anaknya yang dibalas tersenyum kepadanya.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik, Bu! kerjaan Laras juga lancar, ibu jangan terlalu mengkhawatirkan Laras." jawab Laras mengandeng tangan ibunya yang sudah mulai keriput di makan usia.


Nggak mengkhawatirkan bagaimana, Putri Ibu yang perempuan bekerja di Jakarta seorang diri.


"Apa Laras tidak mau bekerja disini saja? biar bisa dekat dengan keluarga?" tanya ibunya menatap dalam manik matanya anaknya Laras.


"Laras sudah betah di Jakarta, Bu! ada sahabat Laras yang selalu menemani Laras apabila Laras kesepian, dan kontrak kerja laras yang belum selesai juga." Ucap Laras panjang lebar menjelaskan kepada ibunya, yang menatap wajah ibunya, dan bapaknya dengan serius.


"Sudah-sudah ayo di bahas di rumah, tidak enak bila ada yang mendengarnya." Ujar Bapaknya yang menengahi obrolan ibu dan anaknya yang sangat serius.


Laras melirik Bapaknya sekilas, dan memberikan senyuman tipisnya sebagai tanda terima kasihnya.


Laras menghela nafasnya dalam-dalam, dan membuangnya sang pelan-pelan.

__ADS_1


30 menit melakukan perjalanan, mereka berlima tiba dirumahnya, ada yang duduk di teras depan rumahnya, ada yang langsung masuk ke rumahnya.


Misalnya Laras, dan Ani langsung masuk ke rumah untuk membawa rantangnya kearah dapur, dan meletakkan


"Bapak, ibu, Rudi, dan Ani kakak mandi dulu ya badan kakak gerah." Ujar Laras yang pamit undur diri duluan.


"Iya kak...." Jawab Rudi dan Ani secara bersamaan, karena mereka sedang ngadem di depan televisi.


"Pak, Buk, dan kak Rudi! Ani mau ke kamar dulu membersihkan tubuhku yang gerah kena bau matahari." Ujar Ani melirik kakaknya untuk mengikuti nya, meninggalkan kedua orang tuanya yang mungkin butuh waktu berdua untuk mengobrol dan membicarakan tentang kakaknya Laras.


Mereka berdua diam saja, menikmati acara televisi lalu Bapaknya bangkit untuk membersihkan badannya yang pulang dari sawah.


Ibunya beranjak ke dapur untuk menghangatkan masakan anak-anaknya, yang akan mereka nikmati setelah membersihkan badannya masing-masing.

__ADS_1


Ibunya meletakkan menu makanan satu persatu di meja makan sederhananya, "Ibu mandi saja, biar Laras yang menyiapkan." Ujar Laras menghampiri Ibunya, dan mengibaskan tangannya untuk mengusir ibunya untuk membersihkan badannya terlebih dahulu.


Ibu Laras yang melihat aksi anaknya terkekeh geli, membayangkan Laras menetap di Yogyakarta saja sudah membuatnya tersenyum sumringah seperti mendapatkan hadiah mobil saja.


__ADS_2