Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 22


__ADS_3

Hay, jumpa lagi dengan author☺☺☺ semoga sehat selalu berlimpah pada kita. Aamiin😇😇😇


Laras bangun dari tempat tidurnya, beranjak untuk masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya sebelum makan dan packing barang-barang untuk keberangkatan besok ke Yogyakarta.


"Hari ini sangat melelahkan." guman Laras mengambil handuknya.


Byur.... byuur ....byur...


Suara gemericik air di dalam kamar mandi, menandakan Laras sudah mulai mandi, sembari bersenandung ria menyanyikan lagu dangdut kesukaannya.


"Segarnya, bikin otakku fresh." guman Laras sembari menyiram air mulai dari kepala sampai ujung kaki.


Setelah 15 menit di kamar mandi, Laras keluar dengan handuk yang masih melilit di tubuhnya. Dengan pedenya Laras berjalan seperti model yang lenggak-lenggok di atas catwalk.


"Sebenernya saya cantik juga, dengan kulit putih bersih tanpa cacat sedikitpun." guman Laras di depan cermin meja riasnya.


"Seandainya saya terlahir dari keluarga kaya! pasti kecantikan saya Paripurna, tinggal pergi ke skincare untuk perawatan setiap bulannya." guman Laras masih di depan cermin sembari menghela nafasnya.


Bagi Laras semua hanya mimpi, dan khayalan semata menjadi orang kaya. Tetapi Laras sangat bersyukur terlahir dari keluarga yang penuh kasih sayang, walaupun kekurangan materi tak membuat Laras patah semangat, akan terus berjuang demi melihat senyum keluarganya.

__ADS_1


Tok.... tok.... tok........tok tok


Suara gedoran pintu yang beruntun awalnya, lama-lama menjadi ketukan pintu dengan sangat pelan terdengar di indera pendengaran Laras.


"Siapa sih! malam-malam bertamu?" Ujar Laras cepat-cepat ganti baju tidur motif kerropi kesukaannya.


"Ganggu saja!" guman Laras memdumel tidak jelas karena hari sudah malam.


"Iya sebentar." Jawab Laras dari dalam rumahnya yang masih berusaha memakai bajunya.


Laras buru-buru keluar kamar sedikit berjalan cepat untuk segera membuka pintu untuk tamunya yang tidak di undang.


"Cari Siapa?" Tanyanya Laras masih menunduk tanpa melihat seseorang yang ada di depan pintunya.


"Saya Andra suamimu di atas kertas." Ujar Andra percaya diri memperkenalkan dirinya di hadapan Laras.


Deg!...


Laras mengangkat kepalanya untuk melihat siapa sebenarnya yang bertamu? dari suaranya sepertinya Laras kenal, apa benar pak Andra? guman Laras sedikit ada rasa tidak enak.

__ADS_1


"Ehhh, Pak Andra! masuk Pak." Ujar Laras di bukakan pintunya lebar-lebar dengan sembari memberikan senyumnya.


"Silahkan duduk! mau minum apa Pak?" Ujar Laras masih tersenyum manis untuk melayani suaminya.


Andra masih saja diam, tidak menjawab pertanyaan Laras malah mengamati gerak-gerik Laras yang duduknya tidak tenang.


"Kenapa, kamu duduknya tidak tenang?" Tanyanya Andra melirik sekilas ke arah Laras sepertinya sangat gelisah.


"Anu Pak! saya ingin ke kamar mandi dulu." Ujar Laras yang sudah terbirit-birit lari ke kamar mandinya.


Hahha tawa Andra terdengar dari kamar mandi, hah Laras sangat lucu mau ke kamar mandi saja mukanya sampai memerah ada-ada saja.


"Awas! Pak Andra." Ujar Laras setelah dari kamar mandi, yang bersungut-sungut sedikit kesal di tertawa kan.


"Kamu, ngapain saja dikamar mandi lama banget." Ujar Andra yang masih fokus dengan gadget-nya.


Laras duduk di kursinya dengan tatapan matanya tidak lepas dari pak Andra. kalau di perhatikan dari dekat "Pak Andra boleh juga." guman Laras yang tidak berkedip matanya, malah tersenyum-senyum sendiri.


"Mengangumiku! hmmm." Ujar Andra dengan nada tidak suka, karena pertanyaannya di abaikan Laras.

__ADS_1


"Ehh, ti..dak...Pak." jawab Laras sedikit terbata-bata dan gugup.


__ADS_2