
Sesuai perkiraan Dokter spesialis kandungan yang menangani kehamilan Laras, Dokter mengatakan bahwa kehamilannya sedikit ada masalah, tidak bisa melahirkan secara normal, dan harus dengan operasi Caesar.
Wajahnya Laras langsung muram, menunduk lesu, bayangan untuk melahirkan secara normal pupus sudah setelah dokternya menjelaskan, dan berbicara panjang kali lebar.
Sebagai seorang suami Wira mencoba selalu menguatkan istrinya, melahirkan normal atau lewat operasi Caesar. Kamu tetap istriku, wanita hebatku, dan tulang rusukku yang hilang.
Satu minggu sudah berlalu, sudah satu minggu juga Laras mencoba ikhlas menjalani takdir-Nya, bila operasi Caesar yang terbaik Laras sudah siap yang penting Baby twins sehat, lengkap tidak kurang suatu apapun, dan ibunya sehat sediakala.
Mereka bertiga menghabiskan minggu paginya di taman yang tidak jauh dari rumah, semenjak kehamilan sudah memasuki trimester ketiga, dokter menganjurkan untuk sering melakukan aktivitas ringan seperti halnya jalan-jalan kecil yang sedang mereka bertiga lakukan.
"*Huffttt..., Capek....." Ucap Belva. Tangannya mengusap keringat di dahinya, keringat sudah bercucuran membasahi pipinya tetapi Belva sangat Happy jarang-jarang bisa bermain di taman.
"Mau istirahat Kak." Tutur Laras dengan lembut, sembari mengacak-acak rambutnya Belva.
__ADS_1
"Mau mah..." Sahutnya dengan seutas senyum cerianya.
"Mama, Jangan cuka belantakin lambutnya Kaka, nanti Kaka ndak tantik sepelti Mama Lalas." Ujar Belva dengan bibirnya sudah mengerucut maju ke depan.
Kedua orang dewasa yang sedang duduk di sebelahnya tersenyum tipis, dan rasanya ingin menguyel-nguyel kakak Belva yang masih kecil, tetapi pemikiran sok dewasa, dan sok mandiri*.
🏓🏓🏓
Setelah pulang dari taman 30 menit yang lalu, Belva sudah rapi kembali dengan pakaian santainya.
Di taman tadi mereka bertiga sudah menikmati sarapan dengan bubur ayam, tetapi belum juga ada satu jam Belva, dan Laras sudah merasakan lapar lagi.
Tidak menunggu waktu lama, sarapan sudah tersaji di atas meja makan dengan berbagai menu hidangan makanan kesukaan mereka berdua.
__ADS_1
Belva sudah dibuat ngiler dengan makanan yang berada di depannya, selera makannya langsung bangkit seperti tidak makan satu minggu lamanya.
"Kakak mam nya pelan-pelan, nanti tersedak lho..." Tutur Laras lembut memberitahu putrinya.
"Iya Ma, kakak mam nya pelan-pelan kok tapi sedikit lakus hihi..." Sahut Belva tertawa cekikikan.
Mendengar jawaban putrinya, Laras ikut menertawakan ucapan Belva yang membuat mengelitik perutnya.
🏓🏓🏓
Selesai makan, mereka berdua berada di ruang keluarga sedang menonton televisi dengan kartun kesukaannya sang putri raja. Sedangkan Wira sudah berada di ruang kerja, Wira sedang memeriksa email yang masuk ke dalam gadget-nya.
Keduanya sedang cekikikan menertawakan aksi serial kartun NUSSA RARA yang lucu, karena RARA setiap kali naik sepeda onthel pasti jatuh, dan kakaknya NUSSA pasti akan ada di belakang sepeda onthel sang adik, yang akan siap untuk menolongnya.
__ADS_1
"Ma, meleka beldua baik! kalau Adik udah lahil , Kaka ingin cepelti meleka yang selalu ada untuk adiknya ya mah." Ucap Belva Mendongakkan wajahnya ke Mamanya, Belva meminta persetujuan dari Mamanya.
"Iya sayang..." Sahut Laras langsung memeluk putrinya. Mereka berdua hanyut dalam pelukan kebahagiaan, dan tidak lupa juga sang suami datang-datang dari ruang kerja langsung memeluk keduanya sangat erat, menghujani ciuman bertubi-tubi di kening, dan pipinya.