Jadi Yang Kedua

Jadi Yang Kedua
Bab 56


__ADS_3

Setelah mandi, dan berganti baju rumahan. Laras keluar kamar untuk bergabung dengan keluarganya yang sedang menonton berita di televisi.


"Baru pulang, Ras." Tanya Bapaknya sembari memperhatikan berita di televisi.


"Mboten Pak! pulang dari kampus, Laras masuk dalam kamar dulu sekalian mandi." Tutur Laras menjelaskan.


"Kirain baru pulang." Seloroh Ibunya.


"Hehehe." Sahut Laras dengan cengiran memperlihatkan gigi ginsulnya.


"Tadi Laras beli es dawet khas Purworejo! dawetnya Laras taruh di dalam kulkas! ambil gih, Dik?" Tutur Laras menyuruh Adiknya untuk mengambilnya di kulkas.


Setelah minum dawet bersama, mereka mulai bercanda menceritakan kegiatan sehari-hari di sekolahan maupun di kampus.


Kedua Adik-adiknya menceritakan pengalaman mereka di sekolah kegiatan pagi hari, Hing pulang sekolah karena keduanya setiap pulang harus naik angkutan umum, terkadang juga jalan kaki bila Uang tidak cukup atau tidak ada angka yang lewat.


Tidak ketinggalan juga, Laras menceritakan pengalaman ketemu gadis cantik bernama Belva, Putri dari dosennya di kampus tempat laras menimba ilmu.


Laras menceritakan sangat antusias, tidak lepas Sunggingan bibir manisnya tercetak sangat jelas, bila mengingat gadis kecil nan menggemaskan.

__ADS_1


"Tante jadi kangen, Belva."guman Laras lirih.


Menurut Laras Belva anak yang manis, dan sangat ceria. pipinya itu lho sampai tumpah-tumpah, membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan gemas dengan sendirinya.


Satu minggu tidak bertemu dengan Belva, membuat Laras kangen dengan Celotehan cadelnya, walaupun belum bisa mengucapkan kata-kata dengan jelas, tetapi Belva gadis yang pintar.


Pertemuan yang singkat tetapi bermakna untuk Laras, dan meninggalkan kesan tersendiri membuatnya senyum-senyum sendiri bila mengingat senyumnya yang manis semanis gula batu.


Di tempat Wira....


"Papa ayo keempat ante, Va ingin tetemu." Tutur Belva yang merengek.


"Va, au nya ekalang, Papa! Va angen ante tantik." Ujar Belva yang tidak mau kalah dengan Papa-nya.


Wira berjongkok mensejajarkan tingginya dengan tinggi Anaknya, dan mengusap puncak kepala Belva dengan lembut, dan mengecupnya singkat.


"Papa sibuk! Besok ketemu tantenya ya." Tutur Wira yang menjelaskan ke putrinya. Wira berharap Anaknya akan lupa yang ingin bertemu tantenya.


"Anji Papa." Ujar Belva mengulurkan tangannya untuk memberikan kesepakatan dengan Papa-nya dengan menautkan jari kelingkingnya.

__ADS_1


"Papa janji." Sahut Wira menautkan jari kelingkingnya dengan jari Anaknya.


"Belva bobok ya! udah malam." Tutur Wira yang menasehati putrinya.


Belva menganggukan kepalanya, dan berlari menuju kamarnya yang di hiasi dengan tokoh kartun NUSSA RARA, si kecil Belva sangat menyukai yang berbau dengan tokoh kartun NUSSA RARA.


Wira melenggang masuk ke kamar putrinya, dan ikut naik ke atas ranjang Anaknya. Menurut Wira sangat sempit, tetapi hangat bisa leluasa memeluk Anaknya sesuka hatinya.


Walaupun Belva masih kecil, sangat pengertian dengan Papa-nya, tidak menuntut di belikan mainan ini itu. Tidak pernah menanyakan Mamanya ke Papa-nya, terkadang Belva menangis jika melihat teman-temannya bersama Papa Mama.


Sebisa mungkin Wira menyempatkan waktu untuk bermain dengan Anaknya, pergi ke Mall maupun berlibur yang dekat dengan rumahnya misalnya berlibur di Hotel menginap satu atau dua hari, sudah membuat senyum Belva bahagia.


Di tempatnya Laras...


Laras membolak-balikkan badannya, untuk mencari kenyamanan dalam tidurnya sesekali teringat gadis kecil nan menggemaskan Belva.


Maaf autthor baru bisa Up. karena punya kesibukan di dunia nyata.


Author ucapkan terima kasih banyak untuk like, koment, di tunggu votenya yah

__ADS_1


__ADS_2