Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
tak menolak


__ADS_3

Aska dan Nayla masih berada di dalam Mall, hendak pulang bersama, mereka jalan bergandengan tangan tertawa bahagia sebelah tangan mereka menenteng barang belanjaan. Mereka terus melangkahkan kaki pelan menikmati kebersamaannya, tak lama perhatian Nayla teralih pada orang-orang yang menatap aneh, ia merasa tak nyaman. Ia tahu orang sedang membicarakan mereka, mencibirnya karena perbedaannya dengan Aska yang kontras tubuh Aska yang tinggi sedangkan dia bertubuh mungil seperti anak remaja seusianya, Aska yang terlihat dewasa terlihat aneh menggandeng gadis remaja sepertinya, ia teringat saat kencan pertama mereka ketika orang hanya mengatakan mereka kakak adik.


Nayla mulai melonggarkan rangkulan tangannya dilengan Aska membuat Aska mengarahkan pandangannya pada istrinya dan ia mulai melihat sekitarnya, ia mengerti apa yang difikirkan gadis ini, ia pasti merasa tak cocok jalan dengannya. pandangan orang pasti mempengaruhinya tapi ini adalah tantangan yang harus ia lalui menghadapi perbedaannya.


"Dia bukan adikku" Ucap Aska pada orang yang berpapasan dengannya.


"Dia bukan adikku" Aska ingin mengatakan jika gadis ini adalah pasangannya. Aska sengaja mengatakan seperti itu karena Nayla juga pasti tak ingin ketahuan jika ia telah menikah, walau bagaimanapun istrinya ini masih remaja, namun ia juga tak ingin orang memandang aneh pada mereka.


"Kak Aska" Nayla terdiam tak melanjutkan langkahnya.


"Kamu ngak nyamankan dengan tatapan mereka, kamu malu jalan dengan kakak"


"Nay cuma merasa ngak pantas jalan sama kakak, semua wanita memperhatikan kakak." Tertunduk.


"Kakak ngak perduli omongan orang, mau seluruh dunia berkata apu pun kakak ngak perduli, kita ngak cocok, kita cuman kakak adik, yang penting aku sangat mencintaimu, jangan pedulikan omongan orang." Jelas Aska membuat hati Nayla berdesir ia senang dengan ucapan Aska.


"Ayo kita pulang" Aska berjalan mendahului Nayla melepaskam genggaman tangannya, tak ingin orang memperhatikannya lagi membuat istrinya tak nyaman dengan tatapan sekitarnya.


Nayla tersenyum mengenjar Aska.


"Kak Aska" panggil Nayla kemudian berlari kembali merangkul lengan suaminya.


"Nay ngak akan peduli omongan orang lagi, Nay akan menutup telinga." Ucapnya tersenyum bahagia.


Aska menarik garis bibirnya kemudian merangkul pundak istrinya berjalan beriringan, ia sangat bahagia gadis ini benar-benar telah berubah.


"Dia suamiku" Ucapnya menujuk Aska pamer pada orang yang ia lewati. Aska tersentak ia semakin bahagia mendengar pengakuan Nayla pada orang yang mereka lewati.


"Dia istriku" Ucapnya pamer Aska


Walaupun mereka terlihat gila sepanjang perjalan keluar mall mereka terus melakukannya, namun mereka sangat bahagia, Aska menatap wajah Nayla dan mulai memikirkan ucap Dika jika Nayla kembali untuknya melihat seluruh kejadian ini ia mulai berfikir apa gadis ini benar telah membuka hatinya.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Nayla dan Aska turun dari mobil mereka telah sampai pada tujuan mereka, Nayla mengernyitkan dahinya melihat bangunan tinggi dan megah dihadapannya. Ia merasa heran Aska mengajaknya pulang ke apartemen bukan ke rumah yang dulu.


"Ayo Nay" Aska menggandeng tangan Nayla, berjalan masuk kedalam terdiam dengan fikiran masing-masing.


Setelah beberapa saat sampailah mereka didepan pintu apartemen, Aska membuka pintu.


"Ayo masuk Nay" Ajak Aska, Nayla pun masuk menatap takjub pada desain hunian suaminya, ia memperhatikan setiap sudut ruangan.


"Kakak tinggal disini sekarang?" Tanya Nayla berdiri mengedarkan pandanganya.


"Ia sejak penyerangan itu, kakak juga meninggalkan rumah itu, rumah itu meninggalkan kenangan buruk" Jelas Aska berdiri dibelakang Nayla seketika ia menjadi sedih.


Nayla terdiam ia tak ingin membahas masalah itu, kerena hanya membuka kenangan pahit yang susah payah ia lupakan, benar dirumah itu dia telah kehilangan segalanya.


"Kak Nay gerah mau mandi" Ucap Nayla mengalihkan pembicaraan air matanya terasa sudah ingin jatuh.

__ADS_1


"Ayo ikut kakak,"


Aska berjalan mendahului Nayla menunjukkan sebuah kamar.


"Ini kamar kita, masuklah" Ajak Aska, Naylapun membulatkan matanya mendengar kamar kita, ia sudah membayangkan akan tidur bersama suaminnya tanpa guling pemisah. Ia masuk ke dalam kamar pandangannya mengitari kamar yang begitu besar.


"Kamar mandi disana, pakaianmu banyak disini, ada dilemari pakaian" Aska memberi arahan pada istrinya.


"Kakak keluar dulu" Ucapnya kemudian meninggalkan Nayla dikamar sendirian membersihkan diri. berada berdua dikamar rasanya sangat aneh.


Nayla duduk di depan cermin menyisir rambut panjangnya sambil memikirkan bagaimana ia akan melalui malam ini, mungkin Aska memintanya haknya.


"Apa malam ini kami akan melakukan malam kedua kami, ah rasanya aku sangat takut,aku belum siap, apalagi jantung ia rasanya selalu mengganggu, rasanya ingin melompat keluar Batin Nayla sangant cemas dengan malam keduanya.


Selang beberapa saat setelah selesai dengan aktivitasnya membersihkan diri ia keluar kamar dengan menggunakan pakaian tidur. Ia melihat Aska duduk disofa sedang memegang ponselnya, Nayla pun menghampirinya.


Aska mencium aroma tubuh Nayla menyadari kedatangannya. ia menatap istrinya lekat menikmati kecantikannya. Seketika naluri kelaki-lakiannya keluar apalagi ia sangat merindukan gadis ini rasanya ia ingin menerkamnya.


"Duduk sini? "Aska menepuk sofa menyuruh Nayla duduk disampingnya.


Nayla pun menurut dan duduk disamping suaminya. suasana terasa canggung, setelah sekian lama mereka tinggal serumah lagi tanpa ada satu pun pelayan.


"Kenapa disini sepi, biasanya kakak punya banyak pelayan? Tanya Nayla yang biasanya hidup dikelilingi pelayan Aska.


"Ngak ada Nay, kamu tahu semenjak kamu pergi emosi kakak ngak stabil, ngak ada satupun yang bisa dekat dan bicara denganku, semua takut hanya Endy yang bisa bicara denganku, itupun terkadang kami babak belur jika Endy sudah tak tahan denganku." Ucapnya pelan. tersenyum pelik.


"Maaf, seharusnya kami ngak pergi lama" Ucapnya merasa bersalah.


"Jangan pergilah lagi, marahlah padaku, menangislah sepuasmu, tapi jangan tinggalkan aku sendiri, kalau kamu sedih aku juga sedih" Ucapnya memperet pelukkannya ia menghirup wangi tubuh istrinya. fikirannya kembali pada Dika gadis ini lagi-lagi tak menolak pelukkannya. apa gadis ini akan menyerahkan dirinya, jika ia meminta haknya


"Semua sudah baik-baik saja sekarang. Nay ngak akan bersedih lagi." Ucapnya. Melepaskan pelukkannya.


Aska dan Nayla terdiam dengan fikiran masing-masing suanana terasa sangat canggung.


"Kak lapar, aku masakin ya" Tawar Nayla. memecah kebisuan


" Ngak usah Kakak masih kenyang, kakak mau mandi dulu" Aska kemudian berdiri. salah tingkah


"Nay akan mengatur belanjaan ini dulu" Ucapnya Malu-malu


๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Aska mengguyur tubuhnya dibawah shower, fikirannya terus kearah sahabatnya, hatinya tak tenang, sangat penasaran. ia lelaki yang normal sangat mengimpikan saat ini, apalagi telah lama ia tak melakukanya, tapi ia juga takut kecewa jika Nayla menolaknya. selama ini harus memilih nafsunya atau cintanya dan ia memilih cintanya. ia tak ingin menyakiti hati istrinya.akhirnya memendam semua keinginannya.


Apa benar dia kembali untukku, ia akan menjadi istriku seutuhnya, malam kedua, apa benar ia tak akan menolakku, apa aku harus mencobanya, tapi bagaimana jika ia marah, sama seperti dulu, jika aku berbuat seperti itu, tapi baiklah aku akan akan mencobanya. Batin Aska seketika ingin menguji rasa penasarannya.


Aska pun melanjutkan mandinya setelah itu akan menjalankan rencananya.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ

__ADS_1


Aska melangkahkan kakinya perlahan menuju dapur tempat Nayla berdiri menyusun barang belanjaan mereka, ia terdiam sejenak menghentikan langkahnya, ia sedikit ragu-ragu perasaannya campur aduk antara takut dan juga penasaran.


Ia menarik nafas perlahan kemudian maju untuk melancarkan aksinya, ia ingin membuktikan perkata sahabatnya.


Aska memulai ia membungukuk, memeluk tubuh Nayla dari belakang, Nayla membulatkan matanya, menatap kearah perutnya lengan suaminya telah melingkar erat dipinggangnya. seketika ia mematung debaran jantungnya seketika berkecamuk. tubuhnya terasa tak teraliri darah. ia membayangkan malam ini ia akan menghabiskan waktu bersama Aska.


"Nay aku sangat mencintaimu, lebih dari apa pun, jadilah istriku seutuhnya" Ucap Aska perlahan berbisik ditelinga Nayla.


Deg...Ucap Aska membuat tubuh Nayla bergetar hebat, kakinya terasa lemah. Aska memintanya menjadi istrinya seutuhnya itu berarti ia akan melayaninya sebagai istri malam ini, ia akan melakukankan malam keduanya, menyerahkan dirinya.


Perlahan Aska melepaskan kecupan kecil menyusuri leher istrinya, kemudian menjalar ke lembut ke belakang telinga, ia terus menyusuri leher itu dengan lembut. Nayla membatu menutup matanya hanya mengigit bibir bawahnya menahan geli yang menggelitik hingga ke hatinya, ia menikmatinya.


Aska melihat reaksi Nayla.


Ia hanya diam, ia tidak menolak batin Aska merasa aneh.


Aska kemudian berhenti mengecupi leher putih itu.membuat Nayla tersadar, Nayla menarik nafas panjang, akhirnya Aska melepaskannya itu fikirnya, namun sepertinya ia salah tatapan lelaki yang ada dihadapannya belum berubah. ia belum melepaskannya.


Nayla mundur perlahan menatap wajah Aska hingga ia merapatkan tubuhnya ke di dinding, ia bersandar tak bisa berkemana-mana lagi.tubuhnya semakin lemas ia sudah tak bisa merasakan kakinya akibat perlakuan Aska. Aska melangkah semakin dekat dengan istrinya. ia melihat wajah Nayla sudah memerah keringat dingin keluar, seketika ia tak tega melihat gadis itu sudah seperti kehabisan napas namun ia masih penasaran, ia ingin membuktikan perkataan sahabatnya.


Aska berada di depan Nayla mengulur sebelah tangannya ke dinding mengunci tubuh mungil itu agar tidak kabur. jantung Nayla semakin berdebar tak karuan.


Aska semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Nayla, sejenak mata mereka bertemu. Aska lalu membungkuk, memiringkan kepalanya memulai aksinya, ia mendekatkan bibirnya ke bibir mungil istrinya.


Aska mendaratkan bibirnya, menempelkan bibirnya di atas bibir ranum istrinya menunggu reaksi Nayla.


"Ia tak menghindar.." Batin Aska ketika tak ada reaksi dari gadis ini


Aska kemudian melanjutkan aksinya ia mulai melummat bibir ranum itu perlahan merasakan manis dan kehangatannya, ia terus melakukannya. ia mengernyitkan dahinya


"Ia tidak menolakku, ia tidak mendorongku" batin Aska terus bermain dibibir itu menunggu reaksi namun diluar dugaan gadis ini hanya diam.


Cukup lama ia mmengulum bibir itu sesekali bermain dengan lidahnya, menunggu reaksi penolakkan Nayla namun gadis ini hanya diam tak ada penolakkan, Namun ia tiba-tiba membulatkan matanya ketika, Nayla mulai membuka mulutnya memberi celah untuknya dan mulai membalas ciumanya.


"Dia membalasnya ,dia tidak menolakku" batin Aska senang ia sangat bahagia.


Matanya melirik tangan Nayla yang mengalung dilehernya.


Aska semakin bersemangat dan memperdalam ciumannya seketika mereka hanyut, untuk pertama kalinya mereka merasakan ciuman penuh cinta, berpungutan menyalurkan seluruh perasaan yang selama ini mereka pendam.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.Like, coment, vote yang kencang......


__ADS_2