Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
membujuk Dika


__ADS_3

Nayla sangat bahagia setelah berjuang berhari-hari membujuk Aulia ternyata hasil kerja kerasnya membuahkan hasil gadis itu telah mengiyakan, kini tinggal membujuk kakaknya. Membujuk Dika merupakan tantangan sulit baginya lelaki itu pasti menolak tapi Nayla tak peduli tekadnya telah bulat untuk menjadikan Aulia sebagai kakak iparnya. Untuk penolakkan dan perasaan Dika itu urusan terakhir yang penting persetujuan yang ia dapatkan dari Aulia.


Sore ini setelah pulang dari kantor Nayla meminta pada Aska untuk mengantarkannya pulang ke rumah, dia Akan bertemu dengan Dika membicarakan masalah perjodohan yang telah ia rencanakan sekaligus menbujuk kakaknya agar mau menikah.


***


Nayla berada didapur membersihkan sisa bekas makan malam mereka. Setelah beberapa menit membersihkan dapur ia hendak keluar memulai misi membujuk kakaknya


Aska, Dika dan Endy duduk santai disofa berkumpul diruang tengah, tempat favorit mereka. Posisi Dika berada ditengah sahabatnya, mereka tenggelam dengan kegiatan masing-masing. Aska dan Endy dengan ponselnya, Dika dengan remot Tv ditangan asik menatap tv. Nayla menghampiri 3 lelaki yang sangat penting dalam hidupnya. Aska yang menyadari Nayla mendekat dengan cepat dan tanpa kata menarik tangan istrinya kemudian mendudukkan dipangkuannya. Sejak Nayla kembali Aska sangat suka memangku tubuh mungil istrinya. Nayla pun hanya diam dan telah terbiasa duduk di pangkuan Aska. Tangan Aska melingkar dipinggangannya dan masih serius menatap ponsel yang ia arahkan didepan diperut Nayla, gadis ini pun melingkarkan tangannya dileher Aska. mereka bersikap santai dan biasa saja difikiran Nayla ia hanya ingin bicara dengan kakakknya.


Nayla menatap wajah tak bersemangat kakaknya yang sedang merasakan patah hati, dengan ragu-ragu ia memulai percakapanya.


"emmm" berdehem "Kak Dika .....Nay mau bicara penting" Panggil Nayla terbata lidahnya terasa keluh.


"bicara saja, hal penting apa?" Ucap Dika santai tak menghiraukan masih menatap tv.


Nayla mengarahkan pandanganya pada orang yang sedang memangkunya, lalu melihat kearah Endy ketiga lelaki ini tak ada yang menghirukan. Dengan ragu-ragu ia memulai mengutarakan keinginanya.


"Kak Dika...Nay udah dapat gadis yang cocok untuk kak Dika" Ucap Nayla memperhatikan wajah kakak yang tampak datar tak bersemangat dengan pembahasan yang Nayla sampaikan begitu juga dengan 2 sahabat ini tak ada yang menimpali perkataannya.


"Gadis yang cocok" Dika mengernyitkan dahi melihat Nayla duduk dipangkuan Aska lalu mendengus


"Ia kakak mau ya! Nikah sama pilihan Nay" Mata Nayla mulai menatap penuh harap pada kakaknya sedangkan dua sahabat ini yang seperti sudah tahu sifat Dika hanya diam tak menanggapi seakan tahu jawaban apa yang akan diberikan Dika.


"Kakak ngak mau dijodohin" Tolak Dika ketus lalu kembali menatap Tv.


"Ih kakak kan cari istri dan juga lagi taruhan dengan kak Endy, dia gadis yang baik cocok dengan kakak, kakak pasti suka" Paksa Nayla menjelaskan dengan semangat.


"Siapa?" tanya Dika penasaran bukan ingin menerima wanita itu tapi ia ingin tahu dari mana wanita pilihan gadis kecil ini, karena adiknya tak pernah dekat dengan siapa pun hanya mereka bertiga yang ada di dihidupnya, lagi pula yang ia tahu Nayla tidak punya teman.


"Aulia, anak pak Samad" Sebut Nayla.


Dika membulatkan matanya mendengar nama calon istri yang ditawarkan Nayla. Ia tak bisa membayangkan menikah dengan anak pak Samad yang menurutnya aneh jika sudah berhadapan dengannya


"Anak pak Samad... gadis aneh itu..., kamu ngak salah pilih perempuan," Ucap Dika tersenyum remeh dengan pilihan adiknya ia tak akan menerima pilihan Nayla yang akan menjodohkannya dengan hanya gadis aneh itu


"Mau ya kak menikah dengan Anak pak Samad" Paksa Nayla mengenggam tangan kakaknya merengek seperti anak kecil.


"Ngak... aku ngak bakalan mau...dia itu aneh, lagi pula kakak ngak kenal dia, apa dia baik atau bagaimana" Tolak Dika dengan ketus raut wajahnya yang santai telah berubah serius ketika Nayla mulai memaksanya.


"Kak dia gadis yang baik, rajin, pekerja keras, sabar, bersifat keibuan dan pandai mengurus rumah sama seperti Nay" Jelas Nayla yang tahu sifat calon kakak ipar yang mirip dengannya karena dulu mereka sangat akrab Aulia sering bersamanya membantu pekerjaan rumah.


"Nay kamu tahu dari mana dia itu baik, rajin, pekerja keras memang kamu pernah ke rumahnya?" Dika mendengus kembali tersenyum remeh Dika meragukan pernyataan Nayla jika gadis itu baik dan rajin, karena setahunya kalau sudah berhubungan dengan pak Samad ngak ada anak yang mau mendekat semua takut pada bapak gadis itu. Jadi Nayla tidak mungkin tahu banyak tentang calon kakak ipar pilihannya.dan tipe wanita rajin dan pandai mengurus rumah adalah gadis yang baik dimata adiknya ini.


"Nay tahu dia rajin dan baik itu dari jemurannya, setiap hari ia menjemur pakaian, Nay tahu dia anak yang rajin dan sayang keluarga" Jelas Nayla membuat kakaknya heran.


" Nay.... jemuran" Dika mengernyitkan dahinya terheran adiknya juga ikut aneh karena bergaul dengan anak pak Samad.


"Ia waktu Nay masih sekolah dulu dan diantar kakak Aska, Setiap pagi aku melihat Kak Aulia suka menjemur pakaian"


"Nay...masa lihat perempuan itu baik-baik dan rajin dengan melihat jemurannya sih" Dika mulai meninggikan suaranya mulai kesal dengan fikiran dewasa adiknya ini dan tak habis jawaban untuk meyakinkannya.


"Ia....gadis itu suka jemur pakaian kan kak Aska" Nayla mengarahkan pandanganya pada Aska yang dari tadi hanya diam tak menimpali.


"Apa sayang, kakak ingat kan dulu waktu kakak ngantar Nay sekolah kita lewatin rumah pak Samad di depan rumahnya ada gadis yang menjemur tiap hari rajinkan dia?" Tanya Nayla melihat kearah Aska menatap penuh harap berharap suaminya mengiyakan dan juga memperhatikan gadis itu agar menjadi nilai plus untuk Aulia agar Dika mau.Namun yang terjadi.


"Yang mana ya..." Ucapnya tanpa dosa tersenyum pelik membuat Nayla melototkan matanya melihat suaminya malah tak tahu siapa gadis itu.

__ADS_1


Dika mendengus melihat Aska yang memangku Nayla "Nay jangan tanya Aska masalah perempuan ia tak akan memikirkannya, masuk dalam fikiran Aska itu sangat sulit perempuan yang Dikenalnya hanya hitungan jari"Jelas Dika sangat tahu karakter dingin Aska yang tak peduli dengan sekitarnya.


"Maaf sayang... kakak benar-benar ngak tahu gadis yang menjemur itu" memeluk erat tubuh mungil yang ada dipangkuannya.membuat Dika yang melihat kemesraan mereka hatinya mulai bertambah panas


"Kalian ini...sofa ini kan luas kenapa juga kau memangkunya, Aska hentikan.. turunkan Nayla, kenapa kau tak bermesraan saja dirumahmu saja" Dika menjadi bertambah kesal suasana hatinya yang telah buruk karena patah hati ditambah dijodohkan oleh Nayla dengan gadis aneh yang bapaknya galak dan sekarang melihat sepasang suami istri yang terang-terangan bermesraan tak tahu tempat dihadapannya.


Nayla tersenyum kaku mengaruk kepalanya yang tak gatal mendengar teguran kakaknya ia kemudian merosotkan tubuhnya dari pangkuan Aska lalu duduk disofa ia menjadi kikuk.


"Memangnya kenapa? Aku memangku istriku, kau iri ya, makanya terima tawaran Nayla menikahlah dengan pilihannya" Ucap Aksa merasa kesal juga dengan sahabatnya yang hatinya lagi sensitif dan selalu ingin marah.


"Itukan kakak mau ya ?" Tawar Nayla seperti mendapatkan angin segar Aska sedikit membantunya.


"Ngak buat Endy aja, kamu mau ngak ndy, cewek aneh kemarin, anak pak Samad" Dika mengalihkan pandangannya pada Endy.


"Kok aku...ngak... aku dari pada menjalani hubungan baru mending sama Serena kasian dia udah nunggu lama, udah terima aja lumayan kok anak pak Samad ngak kalah cantiknya, udah sikat aja" jelas Endy santai membuat Dika semakin berdecak kesal pada dua sahabatnya itu.


"Kau dan bule Jermanmu itu sama saja, mangga pak Samad, pohon beringin pak Samad, kuntilanak pak Samad, sekarang anak pak Samad memangnya ngak ada yang lain" Dika kesal lalu beranjak dari duduknya menghentakkan kakinya menuju dapur tenggorokannya terasa kering berdebat dengan Nayla ditambah lagi sahabatnya juga tak ada yang mendukungnya, ikut mengusulkan menerima perjodohan ini.


Dika membuka pintu kulkas meraih air dingin membawa botolnya ke meja lalu mengambil gelas yang ada di meja. Nayla masih setia mengekori kakaknya ia tak akan berhenti hingga kakaknya menyetujuinya.


"Ayolah ...kakak mau ya, dia gadis yang baik cocok untuk kakak"


"Kakak ngak mau" tolak Dika dengan tegas.


" jangan menolak dia gadis yang baik rajin, pandai mengurus rumah, pintar memasak dan rajin mencuci" Nayla menjelaskan kelebihan calon kakak iparnya seperti produk unggul yang terbaik dari lainnya


" Nay kamu ini nyariin kakak istri atau pembantu sih, dari tadi rajin, baik,pekerja keras" suara Dika meninggi.


"Istri yang baik itu pandai mengurus rumah" Nayla duduk disamping Dika mengarahkan tubuhnya pada lelaki ini.


"Kamu ini lahir tahu kapan sih... kenapa fikiran kamu itu sama seperti emak-emak rempong yang lagi nyari menantu sih....,gadis yang hanya pintar mengurus rumah" Dika merasa frustasi dan tak habis fikiran dengan pemikiran dewasa adiknya yang memilih kriteria pasangan hidup yang baik.


Nayla dan Dika meninggalkan Endy dan dan Aska kali ini mereka berdebat didapur terlihat lucu beberapa tahun yang lalu Nayla dan Dika berdebat sengit di dapur ini mengenai jodoh adiknya dan masa depannya sekarang berbalik mereka kembali berdebat sengit didapur ini tapi kali ini giliran Dika yang harus menerima dijodohkan oleh pilihan adiknya dan mengatur masa depannya.


"Nay bagaimana kami mau menikah jika kami tidak saling kenal, lagi pula gadis itu berubah bisu jika melihatku" Dika masih menolak ide gila adiknya sekarang dia merasakan, bagaimana putus asanya karena dijodohkan, dia kini merasakan berada di posisi Nayla dulu bagaimana ia memaksa gadis ini menikah dengan Aska.


"Pokoknya Nay cuma mau kakak menikah dengannya, ngak ada yang lain yang akan menjadi kakak ipar Nay selain dia, jika kakak menikahi perempuan lain Nay ngak akan datang merestui kalian" Ancam Nayla yang kekeh sama seperti dulu Dika yang tak bisa merubah keputusannya ia juga sama dengannya.


"Nay pernikahan ini bukan main-main, sekali seumur hidup, gimana jika kami menjalani pernikahan tanpa cinta, selamanya kami ngak bahagia dengan pernikahan ini" Dika menjelaskan kemungkinan terburuk.


"Kakak lihat kan,Nay sama kak Aska, dulu juga Nay ngak terima perjodohan ini tapi lihat seiring waktu kami bahagia" jelas Nayla yang menikah karena paksaan kakaknya namun bisa menerima dan hidup bahagia


"jika memang seperti itu baik,bagaimana jika seperti kakak dan caren 8 tahun menjalin hubungan selalu bersama tapi Caren sedikitpun tidak mencintaiku" Dika masih trauma dengan percintaan dengan Caren ia mengira hatinya akan berubah seiring waktu dan jika selalu bersama tapi kenyataannya tak ada cinta yang tumbuh dihati caren itupun yang ia takutkan ia tak bisa move on dan melupakan caren.


"Gadis ini lain pasti kakak akan mudah jatuh cinta padanya" Nayla meyakinkan kakaknya memegang tangannya jika ia akan sangat beruntung mendapatkan gadis sebaik Aulia.


perdebatan kakak adik yang berada didapur masih terjadi ternyata dari tadi mereka telah mengintip, Endy dan Aska tak melewatkan kesempatan menonton gratis perdebatan kakak adik ini, yang selalu seru jika telah bertengkar mengalahkan acara ditv mereka berdiri mengintip di balik dinding.


"Habislah kau Dika kau pasti menikahi gadis aneh itu" Jelas Endy prihatin mengintip berbisik dengan Aska yang ada diatas kepalanya.


"Memangnya Dika mau, "Jelas Aska berbisik terus menatap dua kakak adik itu.


"Kau taukan jika bule jerman sudah bersabda siapa yang bisa melawan, jika ia bilang terjadi maka terjadilah , kau saja takut padanya"jelas Endy mengejek Aska yang juga tak berdaya pada Nayla.


"Memangnya kamu ngak takut," Aska mendengus kesal berbicara pelan.


"Ya takutlah bule Jerman itu kan galak banget, menakutkan jika marah, kita bertiga mana berani, Dika pasti menikah dengan gadis itu. Dika pasti bertekuk lutut menurut pada bule Jerman"

__ADS_1


"Berarti kau akan kalah taruhan kali ini"


"Ngak apa-apa aku kalah... seru tahu jika mereka menikah calon mertua Dika galak, main kejar samurai, habis dia dicincang jika ia menyakiti hati anak pak Samad"Jelas Endy terkekeh pelan membayangkan Dika nanti.


"Ck...ck..Kasian sekali dia tamat riwayatmu Dika" Aska merasa prihatin kemudian tersenyum"ntar kalau nikah terus dikejar samurai fotoin ya..." Pinta Aska yang juga lucu membayangkan nasib Dika.


Kembali pada perdebatan Dika dan Nayla.


"Kak...Nay mohon menikah dengannya?" Nayla menatap lembut penuh pengharapan.


"Nay dia itu anak pak Samad, bapaknya galak banget ,main kejar samurai"


Ada banyak pertimbangan Dika menerima gadis ini selain ia tak begitu mengenalnya, belum lagi sikap aneh gadis itu jika mereka saling berhadapan dan yang paling penting bapaknya. mungkin ia bisa menerima sikap aneh gadis itu yang ia takut adalah bayang-bayang bapaknya yang mengejarnya dengan samurai, dia bisa menebak jika nanti ada masalah dengan rumah tangganya dan gadis ini mengaduh pada bapaknya habislah ia dikejar samurai hidupnya ngak akan tenang jika menikahi gadis itu.


" ngak masalah bapaknya galak, yang kakak nikahi kan anaknya bukan bapaknya"


"Karena itu...gimana nanti..salah dikit ntar...kakak ngak bisa membahagiakan anaknya,mati aku Nay habis aku dicincang,...kakak ngak mau" Dika bergidik ngeri diotaknya telah menari-nari bayangan pak Samad dengan samurainya


"Makanya bahagiakan dia dan jaga dia jika tidak bapaknya akan mengejar kakak" Nayla lalu mengibaskan sebelah tangannya keleher membuat Dika semakin ketakutan ia menelan salivanya dengan susah payah.


"Ngak mau...pokoknya kakak ngak akan mau dijodihin dengan anak pak Samad" Tolak Dika dengan tegas suaranya meninggi.


Prak...Nayla menggeprak meja tak mau kalah dengan kakaknya mulai emosi.


"Pokoknya Nay juga ngak mau tahu,kakak nikah dengan anak pak Samad atau pilih dua gadis berisik Hana atau Luna"


Dika membulatkan matanya mendengar pilihan Nayla ia frustasi menghadapi adiknya.


"Nay kamu gila ya ...pilih diantara gadis aneh dan dua gadis berisik itu" Umpat Dika sangat emosi.


"Ya tuhan apa stok wanita dibumi ini telah habis hingga aku hanya bisa memilih dua pilihan gadis aneh atau atau gadis berisik" Dika menyadahkan kedua tangannya keatas seperti berdoa lalu meraup wajahnya frustasi menghadapi adiknya ia merasa terpojok tak punya pilihan sekarang.


"Sudah Nay ngak mahu tahu...keputusanku udah bulat, Nay beri waktu kakak berfikir malam ini, karena besok malam kita akan datang kerumahnya pak Samad untuk melamar anaknya."Jelas Nayla bangkit dari duduknya.


"Nay..kalau sudah mau melamar anaknya, ngapain lagi nyuruh kakak berfikir" Dika sangat kesal dengan keputusan adiknya ia benar-benar tak bisa menolak ingin rasanya ia berguling-guling dilantai menunjukkan protesnya jika ia tak ingin menikah dengan anak pak Samad.


"Ya karena intinya...kakak harus setuju...." Nayla berjalan keluar meninggalkan Dika.Dika pun berteriak


"Nay ingat dia itu gadis aneh...


"Nay ingat juga bapak itu galak..


"Nay kakak bisa dikejar samurai


"Nay kakak kamu akan mati dicincang ditangan pak samad....


Dika terus berteriak mengingatkan kakaknya namun Nayla hanya berlalu pergi tak memperdulikan teriakan kakaknya..


.


.


.


.


Like,coment,Vote.....

__ADS_1


"


__ADS_2