
Satu tahun telah berlalu Dika hidup jauh dari sahabatnya, Aska dan Endy dunia terasa hampa ,tak ada kecerian tak ada teman yang mampu menggantikan kedua sahabatnya itu. Setiap hari harus ia lalui bersama dengan Nayla dan dua sahabat gila Nayla, yang menurutnya sangat menyebalkan hidup diantara 3 gadis abg yang berisik membuat rasanya ingin gila ,sekarang dunia mereka terbalik jika dulu adiknya yang kesal dengan kedua sahabatnya sekarang gilirannya yang kesal pada sahabat Nayla, gadis yang selalu berisik dan tanpa malu menyatakan cintanya pada Dika. Jika dulu Endy dan Aska menutupi perasaan cintanya pada Nayla sekarang berberbeda gadis itu malahan terang-terang mengungkapkan perasaan cinta padanya.
"Dika duduk dikamar,berhadapan dengan laptopnya sedang menantau laporan pekerjaannya diclub malam. Jika sahabat Nayla datang ia lebih memilih mengurung diri dikamar .
"Hahahahahaha....."Suara berisik Nayla dan sahabatnya begitu membuatnya terganggu.
"Dasar gadis berisik" gerutu Dika. kini ia merasakan perasaan sama seperti Nayla dulu yang selalu kesal jika ia berkumpul dengan temannya.
Nayla berada di ruang keluarga berbincang dengan sahabatnya Luna dan Hana.seperti biasa jika mereka berkumpul mereka selalu berkumpul dengan karaoke menyanyikan lagu mengungkapkan perasaan mereka.
"Hana menyanyilah " Perintah Luna pada sahabatnya yang memiliki suara merdu
"Ia, Hana menyanyilah lagu cinta untuk kak Dika" Perintah Luna
"Jangan.. nanti dia marah lagi, jika kalian menggodanya, kalian akan di usir" Tolak Nayla mengingatkan sahabatnya akibat jika menggangu kakaknya.
"Biar saja kami sudah biasa di usir kak Dika" Ucap Hana polos.
"Baiklah, jika begitu nyanyikan lagu buka hatimu, untukku" pintah Nayla
"Lagu itu Nay, masa lagu itu terus" protes Hana mulai memegang mic siap menyanyi
"Nay, cinta kamu pernah ditolak ya?" Tanya luna dengan wajah penasaran dengan kisah cinta sahabatnya.
"Ia lagu itu mulu, aku jadi penasaran siapa sih cowok yang berani nolak kamu " Ucap gadis berkaca mata ini.
Nayla teringat lagu itu adalah lagu spesial yang dinyanyikan oleh geng pemuda tanpa masa depan untuknya, itu adalah perasaan Aska padanya.
"Dulu ada pemuda yang menyanyikan lagu itu untukku" Jelas Nayla singkat.
"Lalu" Tanya mereka kompak perhatian mereka telah teralihkan dengan kisah Nayla.
"Aku tak tahu arti lagu itu apa,dan sekarang aku mengerti" Jelas Nayla
"Kau mencintainya Nay" Tanya Luna.
"Memang tanda orang jatuh cinta itu apa?" Tanya Nayla polos ia belum mengerti rasa rindu yang menyelimuti hatinya, pada Aska.
"Jatuh Cinta itu aneh Nay, jantung selalu berdebar jika didekatnya, tapi dada terasa sesak menahan rindu jika tidak melihatnya." Jelas Luna.
"Seperti perasaan kami pada kak Dika" Kompak Hana dan Luna.tersenyum manis.
Cinta ternyata perasaan selama ini aku rasakan pada kak Aska ternyata cinta, rindu ini cinta, aku mencintai kak Aska. Batin Nayla yang mulai mengerti hatinya yang selalu berdebar jika mengingat nama suaminya, berada jauh darinya ternyata menjelaskan perasaan apa yang ia rasakan selama ini. Namun ia masih ragu untuk kembali ia binggung memilih cintanya atau kebebasanya.
"Bagaimana dengan orang yang mencintaimu secara berlebihan
"maksud kamu Nay" Tanya Luna .
"Dia sangat mencintaimu tapi tak ada satupun yang boleh dekat denganmu,dia mengatur hidupmu,tidak boleh pergi sesuka hatimu" Tanya Nayla yang sebernarnya inilah kisah sebenarnya dari dunia percintaannya.
"Memang ada orang yang mencintainseperti itu?" Tanya Hana.binggung dengan pertanyaan Nayla yang menurutnya berlebihan.
"Wah ....so sweet banget, kalau aku pasti merasa spesial, andai kak Dika seperti itu" ucap Luna malah dengan senang hati dicintai seperti itu.
"Hei kalian sadar kalian gak akan bebas berteman dan jalan-jalan." Ucap Nayla kembali mengingatkan resiko jika di cintai berlebihan.
"Nay aku rasa lelaki itu hanya tidak yakin dengan perasaan pasangannya, aku rasa jika perempuan itu meyakinkannya jika dia mencintain lelaki itu sama sepertinya, dan selalu meyakinkannya jika hatinya hanya untuknya, tak ada laki-laki lain, aku rasa ia akan memberikan kebebesan, ia hanya takut pasangannya berpaling tapi jika kita membuktikan cinta kita, aku rasa tak ada masalah" Jelas Luna yang hanya disimak oleh Nayla dan Hana.
Nayla terdiam memikirkan kata-kata Luna
Apa benar dikatakan Luna, kak Aska menjagaku hingga aku tidak punya teman karena ia takut aku memiliki perasaan pada orang lain, ia takut aku jatuh cinta pada lelaki lain.Jika aku mengatakan cintaku padanya dan meyakinkan cintaku padanya apa aku akan bebas, melakukan apa apun.
"Nay....Nay.....Kamu mikir apalagi, kamu suka sekali melamun" Ujar Hana.
"Tidak"
"Baikalah sudah bertanyanya kan? Mari kita bernyanyi" Ucap Hana kembali meraih mic.
"Kak Dika......Kak Dika.....Lagu ini spsesial untuk kak Dika teriak Luna dengan penuh semangat memakai mic hingga suara berisiknya semakin mengganggu pendengarannya.
"berisik sekali mereka, aku akan mengusirnya" gerutu Dika sambil menutup laptopnya lalu melangkahkan kakinya keluar kamar menemui gadis berisik dengan wajah penuh amarah siap mengusir sahabat Nayla.
Dika telah berdiri didepan ketiga gadis berisik yang mengacaukan harinya
"Kalian berisik sekali pulang sana" Usir Dika menaruh kedua tanganya disaku celananya memutar bola mata malas melihat ketiga gadis yang ada dihadapan mereka.
Hana dan Luna sejenak tercengang melihat ketampanan Dika, lalu kembali tersadar.
__ADS_1
"Kak Dika jangan begitu sebelum kami pergi, dengarkan dulu lagu tentang perasaan kami." pinta Luna yang kali ini akan mengungapkan perasaannya yang untuk kedua puluh kalinya.
"Pulang sana" Usir Dika mulai kesal namun ia masih bersikap bijak melihat Abg labil yang menggodanya.
"Dengar dulu Kak Dika," mohon Luna.
"Hana mainakan musik lalu menyanyilah tentang perasaanku." Ucap Luna tersenyum manis.
"Oke" Ucap Hana menaikan jempolnya.
musik mulai terdengar Hana mulai mengarahkan mic di ke mulutnya dan mulai bernyanyi
"Cintaku klepek-klepek sama dia
sayangku klepek-klepek sama dia.
Luna membulatkan mata mendengarkan lagu dari Hana lalu memukul lengah Hana yang ada disampinya.
"Hana berhenti" Ucap Luna tersenyum pelik kearah Dika yang memasang wajah datar sedangkan Nayla mengembungkan pipinya menahan tawa mendengar lagu cinta sahabatnya untuk Dika.
"Hana masa lagu pengakuan cintaku klepek-klepek sih," Protes Luna dengan kesal
"Memang itu Lun, kamukan cinta banget sama Kak Dikalagu itu cocok untukmu," Ujar Hana polos dengan wajah tanpa dosa.
"kan banyak lagu cinta yang lain,yang lebih romantis dari itu" Protes Luna dengan wajah kesal.
Dika menarik nafas panjang melihat dua gadis itu gaduh dan saling menyalahkan.
"pulang sana" usir Dika lagi
"Ih kak Dika jawab dulu pertanyaan cinta Luna" protes luna yang belum ikhlas pergi dari rumah ini.
"baiklah jika kau ingin jawabnya" Dika memutar bola mata malas lalu
"Hana" Panggil Dika dengan suara menggoda membuat wajah Hana memerah.
" kau sudah tau lagu apa yang akan kau nyayikan untuk Sahabatmu itukan, kau tau perasaanku padanyakan nyanyikan" perintah Dika dengan suara menggoda
"Hana terpukau dia sangat senang lalu kembali menyanyi untuk Luna," ia kak Dika, Hana tau isi hati kak."tersenyum manis.
Musik mulai terdengar Hana mulai menyanyikan lagunya.
suka memaksa,suka memaksa diriku.....
Lagi-lagi Luna membulatkan matanya dan Nayla memegangi perutnya, berusaha menahan tawa, Dika menyeringai mendengar lagu Hana.
"Hana, aku ini sahabatmu, masa kamu nyanyi ular berbisa sama aku" bentak Luna kesal dengan lagu sahabatnya yang tak memilihak padanya.
"Habis Lun, kata kak Dika perasaan dia padamu" ujar Luna membela diri.
"ia jangan juga ular berbisa, aa...aku benci padamu" umpat Luna.
"Sudah terjawabkan perasaamu pulang sana" usir Dika.
Luna mengerucutkan bibirnya siap pergi namun ,hana belum beranjak dari tempatnya.
"Kak Dika perasaan Hana belum, dinyanyikan" Ucap hana tanpa dosa ternyata dia juga ingin menyatakan cintanya pada Dika.Nayla menepuk jidatnya melihat tingkah sahabatnya merayu Dika.
"Kau, dasar penghianat kau juga mau nembak kak Dika" gerutu Luna tak jadi pergi menunggu sahabatnya yang kali ini berusaha.
"akukan juga naksir Kak Dika" jelas Hana tanpa berdosa bahwa ia telah berhianat.
"Dengar kakak Dika perasaan Hana." Hana mulai menyanyi.
"kau terindah kan selalu terindah aku bisa apa
untuk memilikimu,kau terindah kan selalu.......
"Hana kenapa lagumu lebih bangus dan romantis sedangakan aku klepk klepek" protes Luna.
Dika mulai kehilangan kesabaran mengahadapi sahabat Nayla,
"Hahahaha" Nayla sudah tak bisa menahan tawanya.
"Pulang sana,bkalian berisik sekali" Usir Dika
"Ngak....kak Dika pilih dulu Hana Atau Luna"Ucap Hana kemudian menyanyi.
__ADS_1
Satu atau dua pilih aku
atau dia yang engakau suka .
Nyanyian Hana membuat Dika bertambah kesal bukannya pergi gadis itu malah menyuruhnya memilih.
"Kalian pulang sana, aku tidak akan menerima cinta kalian, aku tak suka dengan abg labil, gadis berisik seperti kalian" Ujar Dika berterus terang ia mulai kesal dengan sahabat Nayla yang terus menggodanya.
"Nay usir sahabatmu ini, aku benci kalian" nemtak Dika suaranya mulai meninggi.
"Kak, dia itu sahabat Nay" Protes Nayla tak ingin sahabatnya pergi.
"Ih kak Dika jangan galak-galak nanti kakak jatuh cinta lagi sama kami, Hana nyanyikan lagunya
"awas nanti jatuh cinta
cinta kepada diriku siapa
tahu kujodohmu
Dika bergidik ngeri mendengar lagu kedua gadis berisik yang semakin mengencar menggodanya setelah menerima penolakkan.
"itu tidak akan terjadi, lebih baik aku menghanyutkan diriku disungai dari pada harus jatuh cinta pada gadis berisik seperti kalian," Ujar Dika kesal.
"Nay usir teman kamu dari rumah ini," suara Dika mulai meninggi.
"kak Dika itu ngak sopan" tolak Nayla
"Baiklah jika kalian ngak mau pulang, aku akan menghubungi orang tua kalian biar uang jajan kalian dipotong" ucap Dika seringai jahat diwajahnya
"Ia ampun kak Dika, kami akan pulang"kompak mereka kemudian beranjak dan mempercepat langkah kakinya takut dengan ancaman Dika.
"Nay kami pulang" pamit sahabat Nayla yang ia mengagguki dengan kepala pelan.
mereka berlari keci keluar rumah namun saat memegang handle pintu mereka berbalik.
"kak Dika" teriak mereka yang kemudian arah pandangan dika tertuju pada mereka
"I Love you" Teriak dua gadis itu kompak kemudian berlari keluar.
Dika hanya mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah gadis kecil yang menggodanya.
Dika duduk berdekat dengan Nayla disofa .
"Nay aku bisa gila hidup dengan sahabatmu," keluh Dika
"Nay kita pulang yuk, ini sudah satu tahun" ajak Dika putus asa hidup dikelilingi gadis berisik
Nayla terdiam memikirkan kata kakaknya yang sangat menginginkan kembali, ia sudah merasa nyaman hidup seperti ini ,berteman, jalan-jalan, bekerja membantu kakaknya diclub malam,hidup yang tak bisa ia jalani jika ia kembali.
"Nay kakak ngak betah disini" Ucap Dika.
"Kak jika Nayla kembali apa bisa kita hidup bebas seperti ini lagi."Tanya Nayla.
"Nay kamu harus ingat kamu ini seorang istri ,dia pasti sangat merindukannmu" Jelas Dika
"Nay aku bisa gila hidup dengan dua sahabatmu.
"Kakak jangan mengeluh tentang sahabatku, kakak juga punya sahabat yang mennyebalkan, kakak mau juga Nay menjodohkan salah satu dari mereka, sama seperti yang kakak lakukan." Jelas Nayla mengancam Dika
"Tidak" Teriak Dika refleks,wajahnya terlihat pucat harus mebayangkan hidup dengan salah satu gadis berisik itu.
"baiklah isrtirahatlah" Ujar Dika beranjak pergi ia takut jika benar Nayla harus menjodohkannya salah gadis berisik itu.
Nayla terdiam memikirkan kata kakaknya.
"Kak Aska apa kabarmu disana, aku sangat merindukanmu, aku pasti kembali untuk kakak, karena sekarang aku sadar aku mencintai kakak. Nay berharap kakak sabar menungguku sepulang dari sini, aku janji aku akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu
.
.
.
.Like,Coment,Vote jangan lupa.. maaf baru up lagi ,kalau like kencang besok up lagi.
.
__ADS_1
banyak yang rindu dengan geng pemuda masa depan, jadi dia hadirkan gadis berisik bisa ngak gantiin mereka, cuma kalian ini aja,besok kembali pada Aska dan Endy.
"