Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
malam kedua


__ADS_3

Aska, Nayla, Endy dan Dika berada dimobil dalam perjalanan pulang. Sepanjang perjalanan suasana hening, semua larut dalam fikiran masing-masing. Aska terus tersenyum penuh dengan kemenangan menyandarkan kepalanya dipundak istrinya tangannya melingkar erat dipinggang wanita yang ia cintai itu, akhirnya ia pulang juga, ia akan memadu kasih bersama istrinya,itu fikirnya. berbanding terbalik dengan Aska yang sangat bahagia, Nayla justru memasang raut wajah cemas memikirkan nasibnya malam ini saat ia telah berada di apartemen nanti alasan apa yang harus ia keluarkan agar bisa menghindari suaminya, perasaannya campur aduk rasanya ia belum siap melakukannya bayangan malam pertama yang dulu masih membekas di ingatannya, baginya malam itu adalah malam yang menyakitkan ia sama sekali tak menikmatinya hanya rasa sakit sekali yang ia rasakan, hingga air matanya menetes ketika suaminya mengoyak keperawanannya dan hanya itu yang ia membekas di ingatannya dan saat ini ia akan menjalani malam kedua apa ia juga akan merasakan sakit yang teramat sama seperti pengalaman pertamannya, ketakutan menggelayut dijiwanya.


Nayla terus diam dengan lamunannya, hingga tanpa ia sadari mobil telah menepi mereka telah sampai di depan apartemen Aska.


"Nay....kita sudah sampai, ayo turun" Aska menepuk bahu Nayla pelan


"Ha...sudah sampai ya." Nayla tersadar dari lamunannya.


"Kalian tak menawari kami mampir" Endy membalikkan kepalanya melihat kebelakang arah Nayla dan Aska lalu tersenyum mencoba menggoda sahabatnya.


"Ngak perlu, kalian ngak perlu mampir, menggangu saja," ucap Aska ketus.


"Kak Aska." Nayla menyikut perut suaminya"Ayo kalian mampir dulu,kita akan makan malam bersama Nay akan memasak untuk kalian" Tawar Nayla.


"Nay...jangan suruh mereka mampir, entar lama gimana"


"Ih...kak Aska ngapa apa-apa mereka mampir" Nayla mulai gemas melihat tingkah Aska.


"Nay ntar mereka numpang makan trus ngak mau pulang, numpang tidur deh, akhirnya nginap dirumah, menganggu aja" Ucap Aska berdebat dengan istrinya.


"Kak Aska" Nayla melototkan matanya membuat pria ini tak berdaya ia tak mampu berkata-kata ia kalah jika harus melawan bule Jerman, ia takut pada istri kecilnya itu.


"Boleh juga kita mampir, kangen masakan Nayla" Dika mencoba membuat Aska kesal ia tahu sahabatnya itu pasti tak mau diganggu.


Aska memasang wajah masam melihat tingkah sahabatnya.


"Ia kebetulan aku juga udah lapar banget" Timpal Endy.menyeringai saling lirik dengan Dika. kompak mengerjai sahabatnya. sedangkan Aska memasang wajah cemberut.


"Ngak kami hanya bercanda, kami tidak akan menggangu kalian"


" Turun sana" Usir Endy.


"Kalian memang sahabat yang pengertian" Menarik sudut bibirnya.


Nayla turun dari mobil lebih dulu saat Aska akan melangkahkan kakinya keluar ia tertahan.


"Selamat berjuang brother," Ucap Endy.


" Ingat... jangan sampai gagal lagi" Timpal Dika.


"Tidak akan," Ucap Aska mantap.


"Apa perlu kami jaga lagi malam keduamu agar berhasil" goda Endy.


"Kali ini aku tidak akan gagal, ingat selama seminggu jangan menghubungiku, jangan datang kemari mencariku, aku akan menghabiskan waktu dengan istriku tercinta.


"Dasar...sekarang kau menganggap kami penggangu" Umpat Endy.


"kau melupakkan sahabatmu sekarang" Dika ikut menyahuti.


"Baiklah brother, berdoa saja kalian akan cepat mendapatkan keponakan lagi, beluJerman junior, aku pergi dulu"


Aska turun dari mobil, ikut berdiri disamping Nayla kemudian melambaikan tangannya pada sahabatnya, Endy menurunkan kaca mobilnya mengarahkan pandanngannya pada Nayla.


"Nay hati-hati." Endy kemudian terkekeh.


"Sialan" Umpat Aska menendang kearah mobil.


Endy dan Dika kemudian pergi kembali memacu mobilny meninggalkan pasangan suami istri itu.

__ADS_1


"Ayo masuk Nay" Ajak Aska merangkul pundak istrinya.


****


Nayla dan Aska telah berada didalam apartemen Nayla menghempaskan tubuhnya kesofa, meregangakan tubuh agar lelahnya hilang. Aska ikut duduk disamping istrinya kembali bermanja-manja.


"Akhirnya kita berduaan juga" Aska memeluk tubuh Nayla mengecup lalu melepaskan ciuman berkali-kali pipinya.


Nayla merasa mulai tak aman ia mengambil langkah cepat.


"Kak Aska...jangan peluk terus, Nay jadi gerah mau mandi"


"Baiklah kamu mandi, kakak akan menyuruh pelayan menyiapkan makan malam untuk kita" Aska mengecup kening istrinya lalu melepaskannya pergi. Nayla pun melangkahkan kakinya menuju kamar untuk membersihkan diri.


Nayla sekarang berendam di dalam kamar mandi memikirkan malam keduanya.


Bagaimana ini, ini malam kedua kami, rasanya aku belum siap, tapi bagaimana aku bisa menghindarinya, itu haknya tapi aku sangat takut rasanya pasti sangat sakit sama seperti dulu ketika pertama kali melakukannya.aku akan menangis lagi jika melakukannya. Batin Nayla yang ada sedikit ketakutan melakukan hubungan suami istri karena ia dulu tak menikmatinya. ia sangat tegang hingga ia merasakan kesakitan.


Setelah berapa lama akhirnya ia selesai membersihkan diri, ia keluar dari ruang ganti pakaian jalan tertunduk dilihatnya Aska duduk di sofa kamar bermain dengan ponselnya terlihat suaminya itu telah mandi dan berganti pakaian. Nayla menghampirinya.


"Ayo keluar kita makam malam" Aska berdiri kemudian menarik tangan istrinya, keluar dari kamar.


***


Nayla dan Aska berada diruang santai, setelah makan malam mereka duduk disofa sambil menonton tv. Nayla duduk diam asyik menyimak berita ditv sedangkan Aska yang berada di sampingnya dari tadi selalu mencium wajahnya. mencoba mengalihkan perhatiannya.


"Nay ke kamar yuk" Ajak Aska. Ia kemudian meraih remot tv lalu mematikannya kemudian menarik tangan Nayla.


"Kak Nay masih mau nonton berita" Protes Nayla.


Aska hanya diam kemudian menarik tangan Nayla pergi menuju ke sebuah kamar, Nayla mengernyitkan dahinya itu bukan kamar yang mereka tempati tidur semalam. Mereka berdua berdiri di depan pintu.


Nayla menatap suaminya memasang wajah heran ada apa didalam kamar itu, apa yang ingin diperlihatkannya.


Dengan ragu-ragu Nayla kemudian memegang handle pintu.


Krek...suara pintu kamar terdengar Nayla melangkahkan kakinya selangkah memasukkan sedikit kepalanya agar ia bisa melihat apa isi di dalam kamar itu. Nayla tercengang ia diam mematung melihat yang ada dihadapannya sebuah kamar pengantin yang dihias begitu indah sama persis dengan hiasan kamar penganti sewaktu malam pernikahannya, saat pertama kali ia melangkahkan kaki dirumah Aska. kelopak Bunga mawar merah bertebaran dilantai dan ditempat tidur, lilin kecil tersusun rapi membentuk love serta menjadi garis jalan untuk menuju ke ranjang, yang membuat cahaya kamar itu menjadi teraman. ini adalah kejutan yang dipersiapkan untuk istrinya, Aska ingin menikmati malam kedua seperti malam pengantin baru. saat ke pantai tadi ia sudah menyuruh orang untuk menghias kamar pengantin untuknya karena itu agar tidak ketahuan ia menyuruh menghias kamar lain. yang berada diapartemen itu


"Nay kenapa kamu diam" Nayla terdiam membayangkan dulu ia hampir saja loncat dari balkon karena hiasan kamar pengantin, sekarang berbeda


"Kak kamarnya" Nayla menunjuk kamar itu.


"Itu kamar pengantin kita, kakak akan mengulang semua yang tak bisa kita lakukan dulu dalam pernikahan kita" Ucap Aska sedih sekaligus merasa bersalah dengan pernikahan mereka yang seadaanya bukan pernikahan impian, tak ada gaun penganti, bulan madu, tidak seperti yang pasangan pengantian lainnya. Aska ingin mengulang semuanya


Aska menghadapkan tubuh Nayla padanya ia menatap wajahnya dengan tatapan sendu kemudian meraih kedua tangannya.


"Nay kita telah menjalani hari bersama selama bertahunn-tahun melewati banyak suka dan duka, dan malam ini aku ingin kita menjadi suami istri seutuhnya, malam ini adalah awal memulai kehidupan kita sebagai suami istri, setelah kamu masuk ke dalam kamar ini kita akan terus melangkah bersama, bahagia bersama, menangis bersama, memiliki mimpi bersama sebagai sepasang suami istri kita akan memiliki keluarga kecil yang bahagia." Ucap Aska memegang tangan Nayla menatap wajahnya lekat melihat raut wajah yang ada didepannya.


"Nayla, mau kah kamu masuk ke dalam kamar ini dan memulai semuanya sebagai istriku." Pinta Aska raut wajah penuh harap.


Nayla terdiam ia terharu dengan ucapan Aska, ia sangat bahagia. walaupun ia belum siap malam kedua dengan suaminya tapi ia ingin memenuhi harapan suaminya. ia akan melangkah sebagai istri Aska mulai malam ini, Nayla akan mengiyakan tapi sebelumnya ia berniat menggoda suaminya.


"Nay kamu masuk ya..." Tanya Aska lagi.


Nayla memasang wajah datar menyembunyikan expresi bahagianya.


"Nay ngak mau masuk" Ucap Nayla santai. ia terus memperhatikan wajah Aska yang langsung berubah sedih, tertunduk kecewa.


"Kamu ngak mau" Aska memperjelas.dengan suara terendah tak bersemangat

__ADS_1


Nayla tersenyum melihat wajah suaminya yang membuat menjadi gemas. ingin mencubitnya.


"Nay ngak mau masuk, kalau ngak, digendong" Ucap Nayla


"Kamu mau Nay" Ucap Aska sangat bahagia mendengar jawaban istrinya ia sudah sangst kecewa tadi, mengira ia ditolak


"Biar keren Nay mau digendong"


Aska tersenyum lebar penuh kemenangan kemudian mencium kening istrinya. Aska menggendong tubuh seperti penganti baru masuk ke dalam kamar pengantin yang indah. Nayla mengalungkan tangannya dileher Aska.


"Terima kasih...aku mencintaimu" Ucap Aska menatap wajah istrinya berjalan perlahan.melewati lilin kecil dan menginjak kelopak bunga mawar


"Kak Aska, Nay lelah malam kedua besok aja ya" Tawar Nayla menaruh wajahnya didada suaminnya


"Ngak bisa, harus malam ini" Aska kemudian ******* bibir istrinya.


Aska meletakkan tubuh istrinya dia atas tempat tidur yang penuh dengan kelopak bunga mawar merah, ia duduk disamping Nayla yang berbaring, ia menatap wajah Nayla lembut menikmati wajah cantinya yang semakin cantik ketika merona merah. Aska merapikkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya, terus menatap membuat Nayla menjadi malu.


"Kamu takut" Tanya Aska ia ingat malam pertama bagaimana Nayla ketakutan hingga tubuhnya bergetar.


"Tidak,"


"Wajahmu memerah" Aska mendekatkan wajahnya kemudian berbisik.


"Wajahmu bertambah cantik ketika memerah, aku suka" goda Aska membuat Nayla tersipu malu.


Aska mulai naik menindih tubuh Nayla siap melakukan malam kedua. Aska hendak mencium istrinya yang ada dibawahnya namun Nayla menahan tubuh Aska dengan kedua tangannya.


"Tunggu sebentar" Wajah Nayla mulai cemas ia masih ingin menyiapkan dirinya.


"Ada-apa?" Tanya Aska yang berada diatas tubuh istrinya menopang tubuhnya dengan kedua tangan,


"Nay takut sakit, sama seperti waktu malam pertama kita"


"Ngak... itu karena pengalaman pertama, dan kamu terpaksa melakukannya, sekarang nikmati saja, kakak akan melakukannya perlahan"


"Sekali aja kan?" Tanya Nayla.


"Kakak ngak janji, akan melakukannya sekali aja"


"Ngak bergadang sampai pagi kan"


"Kita akan begadang, jika kamu terus bertanya" Aska tersenyum melihat wajah istrinya yang cemas.


Nayla menarik kedua tanganya dari dada Aska tanda ia siap dan memberi izin Aska untuk memulainya. Aska mulai mengecup bibir istrinya menikmati bibir ranum itu, Nayla hanya diam tak membalas kecupan itu ia sangat tegang, membuat tubuhnya mematung ia takut kesakitan. Aska terus bermain dibibirnya tak ada reaksi darinya untuk membalas llumatan itu, kecupan itu kemudian turun menyusuri leher jenjangnya disana, ia mengecup, mengisap hingga meninggalkan jejak kepemilikan, Nayla mengigit bibir bawah menahan geli dan mencoba untuk menikmati sentuhan cinta yang diberikan untuknya. tangan Aska mulai bergerliya meraba seluruh bagian gadis cantik in,i mencoba menanggalkan pakaian istrinya, tak perlu waktu lama semua pakaian mereka telah terlepas, Nayla menutup matanya rasanya sangat malu tampil polos didepan orang yang ia cintai.


Aska terus melepaskan kecupan lembut diseluruh tubuh istrinya, melakukannya perlahan, ia menyusuri setiap inci tubuh istrinya dengan cinta membuat gadis ini mulai hanyut terbawa kenikmatan ia mencengkram sperei kuat, semakin lama nafasnya mulai tidak beraturan larut dalam sentuhan suaminya. ia mulai tak dapat menahannya gejolak, tubuhnya terasa memanas, Nayla lalu menangkup wajah suaminya yang masih mengecup dibagian tubuhnya, ia kemudian mendekatkan diwajahnya, sejenak mata mereka bertemu dan saling adu pandang, Nayla mulai lebih dulu mengecup perlahan bibir Aska, Akhirnya tak ada lagi ketakutan ia menikmati malam keduanya dengan penuh cinta, tanpa takut sakit lagi


Malam semakin larut dua insan manusia yang memadu kasih hanyut dalam kenikmatan penyatuhan mereka sebagai sepasang suami istri. Akhirnya setelah sekian lama mereka menjadi suami istri seutuhnya tanpa ada paksaan dan menjalani kehidupan semua atas dasar cinta.


.


.


.


.


.. Like, coment, vote...ya

__ADS_1


__ADS_2