Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
melamar


__ADS_3

Malam telah tiba mereka bersiap untuk menuju rumah pak Samad, menjemput masa depan Dika, Aska dan Endy turut ikut dalam moment penting untuk hidup sahabat yang sudah seperti saudara kandung.


Mereka telah berada di dalam mobil Endy sedang mengemudi disampingnya Dika terdiam dengan fikirannya memasang wajah putus asa rasanya ia sangat berat pergi ke rumah calon pendamping pilihan Nayla sedangkan Nayla dan Aska duduk dibelakang.


"Nanti siapa yang bicara?" Masih dengan pertanyaan yang sama dari tadi mereka berdebat dan belum menemukan siapa yang berani.


"Ya Dika lah, dia kan yang akan menikahi anak gadis orang" timpal Endy memegang stir mobil menatap kedepan.


" Ngak, aku ngak mau, kalian saja," ucap Dika tak bersemangat.


"Aska... Nay" Kompak Dika dan Endy.


"Ya, udah kak Aska aja," tunjuk Nayla mengambil keputusan.


"Kenapa harus aku," tolak Aska yang tak pernah merasakan melamar anak gadis orang walaupun ia telah menikahi.


"Nay" Aska menatap wajah istri kecilnya namun saat melihat gadis itu membulatkan mata padanya, ia lalu menarik nafas berat tertunduk.


"Ia"Aska mengiyakan titah istrinya tak berdaya menghadapi gadis kecil yang duduk disebelah.baginya lebih menyeramkan melihat kemarahan bule Jerman ini dari pada pak Samad.


***


Beberapa saat kemudian mobil menepi mereka telah sampai didepan rumah pak Samad, mereka pun kemudian turun dari mobil saling menunggu untuk berjalan. Mereka terdiam berdiri berjajar menatap rumah sederhana yang ada dihadapanya. Rumah dengan dengan pekarangan yang luas dan begitu banyak pepohonan serta bunga-bunga indah yang tumbuh terawat terlihat juga pohon mangga dan pohon beringin yang sering diperbincangkan mereka jika sudah menyebut nama pak Samad.


Mereka memulai misi lamaran dengan menarik napas dalam mengumpulkan keberanian dengan langkah pelan dan ragu-ragu mereka masuk menuju rumah. Di depan pintu rumah pak Samad mereka saling dorong-mendorong untuk saling jalan lebih dulu didepan, nyali mereka ciut untuk menghadapi orang yang terkenal galak dikampung ini.


"Maju Nay," ucap Endy yang mendorong tubuh mungil itu untuk berjalan lebih dulu melindungi mereka.


"Ih, kalian ini kita ini kerumah pak Samad, bukan masuk ke rumah hantu" Nayla berdecak kesal melihat tingkah ketiga lelaki yang ada di belakangan mereka yang biasanya garang berjalan gagah berani dan penuh pesona seketika saling dorong hanya untuk melemar satu gadis.


Nayla terus berjalan hingga didepan pintu rumah. Sebelum mengetuk pintu ia kembali berbalik melihat pasukannya apa mereka telah siap bertempur menghadapi pak Samad. menurut mereka ini seperti dalam medan perang berjuang untuk mendapatkan satu gadis dan harus melalui bapaknya dulu.


"Sudah kalian siap?" tanya Nayla sebelum mengetuk pintu, mereka kompak mengangguk.


Saat Nayla telah mengantung tangannya hendak mengetuk pintu Endy menghentikannya.


"Tunggu Nay"


"Ada apa lagi" Ucapnya ketus melihat grasak-grusuk 3 lelaki ini


"Kami udah rapi belum?, udah cakep belum?" Tanya Endy yang merapikan baju kemejanya di ikuti oleh Aska yang merapikan rambutnya dan Dika kerah bajunya, mereka terlihat konyol karena ini adalah pengalaman pertama mereka melamar, membuat mereka menjadi gugup. Mereka hanyalah kumpulan anak yatim yang yang hidup bebas dan seharusnya itu menjadi tugas orang tua mendampingi.


"Ia kalian semua udah ganteng." Nayla memasang wajah jengah.


"Tunggu Sayang" Kini giliaran Aska yang menghentikan Nayla.


"Apa lagi,"


"Nanti bilang apa ya sama pak Samad? ngelamar itu pakai pakai kata sambutan ngak sih, kaya peresmian hotel baru" tanya Aska. Ia adalah tak mengerti masalah lamaran, ia adalah presdir diperusahaan besar dan sering menemui orang penting dan juga berkuasa tapi mengapa hanya untuk melamar saja ia sangat tegang. Seolah ia sedang berada dalam hidup dan mati.


"Terserah ...ngak perlu pakai kata sambutan kayak kakak meresmikan gedung baru langsung saja pada inti masalah, sudah jangan tanya lagi" Jelas Nayla mulai kesal pada 3 lelaki yang ada dihadapannya.


Tok....tok...tok....Nayla mengetuk pintu.


Nayla dan Aulia telah mengadakan janji untuk bertemu dirumah ini dan Aulia juga telah menunggu mereka dan Ia juga akan membantu Nayla untuk meyakinkan bapaknya tentang pilihan hatinya.


Tok.....tok....tok......Nayla kembali mengetuk pintu sedangkan dibelangkang terus berbisik-bisik.


Krek.....pintu terbuka terlihat Aulia yang sedang membuka pintu untuk mereka.


"Nay ayo masuk" Ajak Aulia berdiri didepan pintu.


"Kalian masuk" Nayla menunjuk dengan ekor matanya memerintah 3 lelaki itu masuk lebih dulu.


Mereka masih saling dorong hingga akhirnya Aska dan Endy masuk lebih dulu, lalu disusul Dika, Aulia lagi-lagi terpaku ketika melihat Dika berada dihadapannya melewati masuk ke dalam rumah Dika mengernyitkan dahi melihat calon istrinya kembali bersikap aneh bila dihadapanya.


"Kak Aulia" Nayla membuyarkan lamunan gadis yang ada didepannya.


"Ayo masuk Nay." Aulia menarik tangan Nayla masuk.


"Duduk, tunggu sebentar aku bikinin minum dulu" Aulia berjalan masuk.


Mereka pun duduk disofa yang di tata berbentuk huruf U. Aska dan duduk berdampingan dengan Endy, dan dihadapan mereka Dika dan Nayla ditengah atas mereka kosongkan untuk pemilik rumah. Mereka mengerdarkan pandangan pada isi rumah lalu saling menatap ketika melihat banyak samurai menjadi hiasan dinding rumah.


"Aska gila...hiasan dindingnya aja samurai, matilah Dika, ingat kau jangan sampai salah bicara nanti, jangan sampai ia mencabut samurainya lalu mengejar kita nanti."Bisik Endy pelan ia sengaja memilih duduk didekat Aska agar bisa saling berbisik seru.


"Endy, apa pun permintaan Dika turuti saja sepertinya umur sahabat kita ngak akan lama kalau gini" Balas Aska yang juga berbisik kemudian kompak cekikikan.


Endy dan Aska terus berbisik sambil menunggu pak Samad menemui mereka, beberapa saat kemudian munculah lelaki besar dengan perut buncit, tatapan matanya tajam seperti akan menerkam mangsa, kumisnya yang tebal memperlihat wajah sangar dan menakutkan, kemudian disusul Aulia yang membawa nampan berisi minuman. Lelaki tu adalah pak Samad ia duduk ditengah disusul Aulia yang juga duduk berdampingan dengan bapaknya.

__ADS_1


"Mau apa kalian kemari?" Tanya pak Samad suara tinggi menggelegar memenuhi seluruh ruangan, seperti terganggu dengan kehadiran mereka.


"emmm" Aska berdehem hendak memulai pembicaraan dengan ragu-ragu menatap Dika dan Nayla yang ada didepannya hanya terhalang meja.


"Begini pak kedatangan kami kemari untuk menjalin silaturahmi.......


"Langsung saja keinti masalah, saya ngak suka pemuda yang berbelit-belit" Pak Samad memotong pembicaraan Aska.


Aska menelan salivanya menatap Nayla dan Dika lelaki ini benar-benar mengerikan lalu kembali mencoba bicara


"Begini pak, kami ini datang untuk melamar anak bapak?" Ucap Aska langsung pada inti masalah.


"Melamar" Bentak pak Samad mengarahkan pandangannnya pada 4 orang yang ada didepannya seketika mereka cicit mendengar suara pak Samad, keberanian mereka hilang meminta untuk menikahi anak gadis bapak galak ini bukan hal yang mudah.


Endy menyikut lengan Aska memberi tanda jika Aska harus bicara lagi, Aska melototkan matanya pada Endy lalu kembali pada pak Samad.


"Ia pak, untuk saudara saya," ucap Aska menunjuk Dika dengan telapak tangan terbuka pak Samad pun melihat kearah Dika.


"Kamu?" Tanya pak Samad mulai mengintrogasi pada lelaki yang akan meminta anak gadisnya, tatapanya samakin tak bersahabat.


Dika menarik nafas panjang mengumpulkan keberanian kemudian mengakui.


"Ia pak" lalu tertunduk


"Kamu...kamu punya apa, berani melamar anak saya?, apa pekerjaan kamu?" bentak pak Samad menanyakan pertanyaan standar orang tua jika ada yang ada yang datang melamar anaknya, karena jika pekerjaan lelaki itu baik maka masa depan anaknya juga akan baik.


" Saya punya"Dika terbata ia akan mengatakan jika ia memiliki Club malam terbesar dengan cabang dimana-mana. Ia telah mapam jika hanya menilai dengan materi. Namun


Dengan cepat Nayla menyambar perkataan pak Samad sebelum kakaknya menjawab.


"Kakak... saya punya motor pak, kakak saya ngojek "


Jeduuar...mereka bagaikan tersambar petir mendengar jawaban Nayla.


Ucapan Nayla yang kompak mendapatkan sorot mata tajam dari seisi ruangan. Nayla tersenyum pelik menatap kakaknya yang seperti sesak nafas lalu menatap Aska dan Endy yang berada didepannya yang memasang wajah pucat hampir pingsang sangat syok mendengar jawaban Nayla bahwa Dika hanya tukang ojek.


"Gila bule Jerman, kenapa ia mengaku tukang ojek"Bisik Endy pada Aska memukul keningnya pelan.


"Biasa bule Jerman, mungkin dia tahu pak Samad ngak suka club malam, anak club malam kan banyak negatifnya" Bisik Aska.


Nayla terpaksa berbohong pada pakSamad karena ia takut pak Samad akan menolak lamaran ini karena jika tahu kakaknya hidup didunia club malam, ia pasti memiliki fikiran tak baik dengan orang yang bekerja diclub malam minuman, wanitan,perkelahian, apalagi pak Samad tak suka pada anak muda yang cara hidupnya berandalan dan itu semua hidup orang yang ada diclub malam.


prak....pak Samad menggeprak meja membuat mereka tersentak.


"Pulang kalian,kalian mau main-main dengan ku" Pak Samad berdiri lalu mengusir mereka.


"Pak, ngak baik" Aulia yang berada disamping bapaknya ikut berdiri menenangkan ia memegang lengan orang tuanya


"Lia ..yang lamar kamu itu banyak, yang suka kamu itu orang sukses dan kaya. Anak pak lurah, camat,sampai anak pak rt, pengusaha, anak jurangan tanah,empang , belum lagi pemilik toko maret-maretan yang cabangnya banyak. semua mau sama kamu, dan dia tukang ojek mana ada masa depannya, masa depan kamu akan suram jika menikah dengannya,dia ngak bisa ngebahagiain kamu" Jelas pak Samad bicara pada anak kesayangan putri satu-satunya yang paling berharga.


"Aska pak Samad ngamuk...hati-hati jangan sampai ia mencabut samurai yang ada didinding"Bisik Endy pada sahabatnya mulai khawatir dan siaga dengan kemungkinan yang terjadi.


"Kamu kalau mau lari bilang, beri aku aba-aba jangan lupa tarik tanganku" Bisik Aska yang sangat dekat dengan pak Samad. ia juga mengambil ancang-ancang.


"Tapi cara marahnya kok sama kaya bule Jerman, kata-katanya lucu trus omonganyan pun sama mengenai masa depan"Endy tersenyum memenangkan hatinya.


"Sudah diam" bisik Aska.


"Pulang Sana" Usir pak Samad menatap pada Dika yang terunduk ia mengutukin kebodohon adiknya, membuat pak Samad marah.


"Pak" Aulia menangkan bapaknya.


"Ini lelaki pilahan kamu Lia, kamu ngak akan bahagia, kamu terlalu berharga untuk menjadi istrinya" Jelas pak Samad.


"Nay tunggu sebentar" Aulia menarik tangan orang tuanya ke dalam mencoba bicara dari hati-kehati.


Pak Samad masuk kedalam rumah meninggalkan mereka yang baru bisa bernafas lega.


"Nay kamu gila ya ,bisa-bisa kamu bohong bilang kakak tukang ojek" Dika meluapkan kekesalan pada Adik tersayangnya ini.


"Maaf Nay terpaksa bohong, kalau bilang kakak kerja diclub malam. Pak Samad pasti ngak akan setuju pandangan orang tentang club malam itu ngak baik, Nay juga ngak mau pak Samad berfikir seperti itu." Jelas Nayla tertunduk ia tahu salah, tapi baginya masalah pekerjaan Aulia tak akan mempermasalahkan apa pun ia pasti bisa membujuk orang tuanya beda halnya jika ia mengaku kerja diClub malam pasti pak Samad berfikir tentang, mabuk-mabukan, wanita penggoda,ia tak akan menyerahkan anak pada lelaki seperti itu.


"Tapi ngak tukang ojek juga kali Nay kamu kan bisa bilang kerja kantoran, kerja di toko maret-maretan kek" Protes Dika.


Endy dan Aska terkekeh mendengar pembicaran dua kakak adik ini.


"Kakak ini kan kerjanya malam, mana ada kantor buka malam hari, karena itu Nay ngakunya tukang ojek biar kakak bisa pergi kerja kapan pun" Jelas Nayla yang sudah memikirkan semua dengan matang.


"Cie...tukang ojek"Endy mengejek Dika.

__ADS_1


"Diam kau" Ucap Dika ketus pada sahabatnya, ia merasa senang juga dan berharap pak Samad menolak lamar ini, melihat kegalakan pak Samad ia tak bisa membayangkan akan memiliki mertua galak


Mereka masih duduk disofa ruang tamu menunggu Aulia membujuk bapaknya agar menyetujui pernikahan anaknya dengan situkang ojek, bukan hal yang gampang Aulia untuk meyakinkan orang tuanya menerima Dika, apalagi anak gadisnya ini terbaik ibarat bunga yang didekati banyak kumbang.


Pintu rumah Aulia terbuka terlihat sesosok anak lelaki muda masuk kedalam rumah mereka kompak mengarahkan pandanganya pada pemuda itu, pemuda dengan wajah tampan, kulit putih. Nayla mengenali pemuda itu adalah adik Aulia yang yang sering diceritakan padanya yang sedang kuliah kedokteran dulu pemuda itu adalah kakak kelas Nayla di Sma orang memanggilnya Adit.


Pemuda itu berjalan masuk menatap aneh pada mereka namun sudut bibirnya tertarik saat melihat Nayla duduk disofa, ia pun dengan cepat duduk disamping Nayla. dan sukses mendapatkan tatapan tajam dari 3 lelaki itu terutama Aska yang melihat istrinya didekati.


Adit mencoba bicara dengan Nayla pemuda itu terpukau oleh kecantikan bule Jerman.tak mengiraukan lelaki lain disekitarnya,ia senang melihat Nayla ada dirumahnya.


"Hai kamu yang kemarinkan" Tanya Adit mendekatkan tubuhnya pada Nayla.


Nayla mengernyitkan dahinya ia merasa tak pernah mememui pemuda ini, ia tak pernah dekat dengan Adit.


"Yang kemarin" Nayla menatap heran.


"Ia.. yang kemarin ada di mimpi aku" ucapnya tersenyum manis pada Nayla mengeluarkan gombalannya. Nayla tersenyum pelik kearah Aska


Aska yang mendengar ucap Adit membulakan matanya tak menyangka pemuda ini sedang menggoda istrinya. Aska mengepalkan tangannya hendak berdiri namun Endy dengan sigap memegang tangan Aska menghentikannya, mereka saling bertatapan lalu menggeleng menyuruh Aska tenang.


"Kamu Adik kak Aulia kan" Tanya Nayla penuh penekanan menjelaskan pada 3 lelaki yang telah bersiap menyerang adit. jika dia adik orang yang sedang kalian lamar.


"Ia.. kamu adik kelasku kan, dulukan kita satu Sma?."Tanya Adit.


"Ia" Nayla mengagguk perlahan, ia tahu Aska sudah kesal ada pemuda yang mendekatinya.


"Ya ia lah, aku ingat banget loh sama wajah kamu, wajah kamu itu seperti orang susah" Jelas Adit tersenyum lembut.


"Orang susah"Protes Nayla


"Ia susah untuk untuk dilupakan" Ucap Adit. membuat Nayla tertunduk ia sudah tak mampu menatap wajah suaminya.


"Sekarang wajah kamu ngak terlihat susah lagi tapi nakutin" Ucap Adit.


"Nakutin"


"Ia aku bikin takut kehilangan kamu" gombal Adit


Adit mengajak Nayla bicara sejak dulu Nayla terkenal dengan kepopulerannya siapa tak menyukainya, tapi dulu sangat tak bisa didekati sekarang gadis ini ada dirumahnya ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk dekat dengan Nayla.padahal Nanti akan mejadi iparnya.


Endy lagi-lagi menghentikan Aska.


"Sudah biarkan saja" Endy berbisik


"Dia menggoda istriku bagaimana aku bisa diam saja" Bisik Aska ketus ia menatap Dika yang ada disamping Nayla pipinya menggembung menahan tawa melihat adiknya digoda abg.


"Nama panjang kamu siapa sih" Tanya Adit.


"Kimberly Nayla Sanders" Jawab Nayla juga tak bisa tak menyahuti calon saudara iparnya.Ia harus sopan untuk memberi kesan pada Aulia.


"Tapi aku sukanya panggil kamu sayang" Adit terus menggoda Nayla.memuat Aska semakin panas.


"Hei jangan menggodanya kalian akan menjadi saudara ipar nanti" Ucap aska ketus pada Adit.ia sudah tak tahan.


"Ngak apa-apa kak, kan banyak kejadian seperti ini kakaknya nikah adiknya juga nikah, siapa tahu kita nikah coupelan, aku ngak perduli kamu tuh masa depan aku"Jelas Adit tak menghiraukan Aska kemudian kembali mengoda Nayla.membuat Aska semakin kesal ingin rasanya ia berdiri menghajar lelaki ini tapi apa daya ia tak berkutik pemuda ini akan menjadi ipar Dika.Dika dan Endy dan Dika berusaha menaha tawa melihat saingan baru Aska.


"Endy ayo kita pulang, pemuda itu terus menggangu Nayla,aku akan menghajarnya," Ia akan berdiri.


"Sabar aska...sabar ingat dia itu ipar dika " Endy menahan tubuh sahabatnya.


"Minta nomor ponsel kamu boleh" Adit mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.


"Maaf ngak boleh" tolak Nayla.


"Kamu tahu, kayaknya aku harus telpon surga deh soalnya mereka telah kehilangan satu bidadarinya." Gombal Adit.dengan gencar wajah Aska sudah sangat masam dan Nayla hanya tersenyum kaku.


"Foto bareng yuk, mau aku tunjukin keteman aku bahwa bidadari itu benar ada" gombal Adit Nayla hanya tertunduk.ia sudah hampir gila


"Endy aku berharap lamaran Dika ditolak, ini keluarga gesrek, bapaknya galak, anak perempuan aneh, anak laki-lakinya lebih gila lagi raja gombal, buaya darat, masa dia suka sama iparnya sendiri,aku ngak setuju" Umpat Aska pelan rasanya ia sudah ingin pulang ia andai ia tahu pak Samad memiliki anak lelaki gila seperti ini ia sudah pulang saat di usir tadi.


"sabar dia akan menjadi ipar Nayla"Endy tersenyum lucu membayangakan Aska nanti tak bisa berkutik menghadapi lelaki itu apa lagi jika sudah menjadi ipar Dika, Dika akan membela adik iparnya Aska tak akan bisa menyakitinya.persahabatan mereka akan diwarnai pilih sahabat atau ipar.


.


.


.Like ,comet, vote...


Apa lamaran Dika diterima...atau mereka yang mundur melihat keluarga pak samad.....yang semua unik....

__ADS_1


__ADS_2