
Hari demi hari berlalu berputar dengan cepat, setelah penyerangan itu, hidup mereka telah berjalan dengan normal tak ada lagi ancaman dan ketakutan, mereka telah siap menyambut hidup yang bahagia dan ceria seperti semula, bebas melakukan apapun yang mereka inginkan.
Endy kembali menata kehidupan percintaanya mencoba kembali move on dengan dekat pada banyak gadis, setiap saat ia selalu berganti wanita namun hanya sebatas dekat, memberikan harapan palsu pada gadis-gadis itu, tak berniat untuk serius belum ada yang dapat menggantikan posisi bule Jerman dihatinya, walaupun ia telah berusaha keras melupakan Nayla.
Sedangkan Dika ia masih setia dengan patah hatinya, menikmati kesendiriannya dan hanya fokus menjadi kakak yang baik untuk adiknya, ia mencoba memperbaiki kesalahannya pada Nayla.
Aska mungkin dari berakhirnya serangan ini untuknya. Dirinyalah yang paling menerima banyak dampak yang merubah hidupnya ia sudah bebas kemanapun yang ia inginkan tanpa pengawal, tanpa ancaman, sekarang ia benar-benar bebas mengungkapkan dan menunjukan rasa cintanya pada Nayla, setiap saat ia mengucapkan kata cinta pada istrinya dan memberikannya banyak hadiah setiap hari mulai dari bunga, cokelat, boneka yang imut hingga mengirimkan barang-barang mewah untuk istrinya. Itu semua pemberian Aska untuk Nayla semua cinta dan perasaan yang dulu yang tak bisa ia tunjukakkan sekarang ia curahkan cinta itu sepenuhnya, bagai air yang terus mengalir.
Waktu itu saat nayla sadar dari pingsannya ia kembali menangis ia begitu terpukul, ia terus saja bersedih. Setelah beberapa hari menerima perawataan dirumah sakit Nayla dinyatakan pulih dan boleh pulang namun Dika membawa adiknya tersayang kembali pulang kerumahnya, ia ingin memberi waktu pada semua untuk kembali seperti sedia kala. Ia sudah tidak memaksa adiknya lagi untuk ikut bersama Aska ia hanya ingin adiknya menata hidupnya lagi,kondisi Nayla yang memburuk akibat penyerangan itu, hingga hampir meregang nyawa, membuatnya sadar dan memahami begitu banyak derita yang dirasakan adiknya dan ia tak akan mengatur adiknya lagi, ini merupakan kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya, walaupun agak terlambat.
"Maaf Aska, aku sudah tak akan menekan adikku untukmu lagi dan memaksanya kembali padamu kalau kau menginkannya, menangkan hatinya buktikan jika kau mencintainya mulai sekarang kejarlah dia, penghalangmu sudah tak ada, aku akan memberikannya padamu saat ia bersedia ikut denganmu" Ucap Dika saat membawa Nayla pergi dari rumah sakit dulu ia memberikan Nayla pada aska karena pamannya membuatnya tak berdaya hingga Aska tak bisa membuktikan cintanya sekarang pamannya telah tiada Aska bebas melakukan apapun. Dika ingin Nayla bersama Aska karena itu memang keinginan adiknya bukan paksaan lagi.
🌺🌺🌺
Sore hari setelah pulang dari kantor, seperti biasa Aska akan datang kerumah Dika untuk menemui Nayla, membawa hadiah untuk istrinya tersayang berupa seikat bunga, karena ia tahu Nayla sangat menyukai bunga, tak lupa coklat dan boneka sebagai pelengkap hadiah manis. Bukti cintanya pada Nayla kegiatan ini telah lama ia lakukan, setiap hari agar nayla bahagia dan kesedihan hilang dalam hatinya dan kembali padanya lalu memulai semua dari awal lagi dengannya. Itulah harapannya ia akan berjuang demi Nayla membuktikan cintanya yang begitu besar pada Nayla agar gadis itu luluh dan menerimanya.
Aska turun dari mobil, dengan senyum menggembang ia membawa bunga dan cokelat, tak lupa kartu ucapan cinta yang tertulis diikatan bunga tersebut, yang akan ia berikan pada Nayla. Aska melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah dan terus tersenyum ia akan langsung menuju kamar Nayla namun langkahnya terhenti saat ia melihat kedua sahabatnya duduk santai berdampingan disofa sambil menonton berita ditv, Askapun mendekatinya sebelum ia masuk menemui Nayla ia akan menyapa sahabatnya dulu.
Endy yang sadar Aska datang lalu mengarahkan pandangannya pada sahabatnya yang berdiri memegang seikat bunga dan sekotak cokelat untuk Nayla.
"Aska kau bawa bunga lagi" Sapa Endy dengan wajah datar dan kembali menatap tv.
Aska menggehempaskan tubuhnya disofa ikut duduk bergabung dengan kedua sahabatnya ia duduk di tengah menjadi perantara diantara dika dan Endy.
Aska tersenyum dengan bangga melihat bunganya cantiknya.
"Mana bungamu berikan padaku" Pinta Endy menghadapkan tubuhnya ke arah Aska lalu menjulurkan telapak tangannya yang terbuka kehadapan Aska.
__ADS_1
Aska melengos lalu mengerucutkan bibirnya
"Enak saja bunga ini untuk Nayla" Ucap aska ketus, lalu tersenyum tipis saat ia kembali melihat bunga mawar merah cantik dan segar yang ia bawa lalu menghirup wangi bunga itu. lalu tersenyum bangga.
"Berikan saja padaku dia pasti tak mau menerimannya" Tebak Endy santai ia tahu Nayla masih bersedih dan marah pada mereka bertiga ia tak akan menerima pemberian Aska selama ini pemberian Aska hanya berahkir di tempat sampah sebab itulah karena sayang bunga cantik itu terbuang Endy memanfaatkannya
"Berikan padaku lumayan buat dekat dengan Cindy, php in Agnes, Oky, mia, sherly" Ucap Endy mencoba mengambil bunga itu dari tangan aska, menyebutkan nama wanita yang sedang dekat dengannya ia telah memanfaatkan bunga dari Aska untuk membuat gadis-gadis itu tergila-gila padanya apalagi dengan kartu ucapan yang melengket dibunga itu, membuat wanita semakin meleleh dan merasa Endy lelaki romantis.
"Kau ......." Aska meninggikan suaranya terlihat ia sangat kesal,mendorong menoyor kepala Endy saat mendengar ucapan sahabatnya.
"Kau menggunakan hadiah yang kuberikan pada Nayla, untuk mendekati gadis lain, kau berikan hadiahku pada gadis-gadis bodohmu itu, dasar playboy ngak modal" Hardik Aska kesal
"Sayang Aska! dari pada bunga itu layu dan terbuang lebih baik aku berikan pada gadis-gadis itu" Ucapnya santai ia tidak melihat lelaki disebelahnya sudah siap menerkamnya.
Dika yang dari tadi fokus menatap tv mulai melihat kearah Aska dan Endy yang sibuk berdebat ia menarik nafas panjang lalu dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka seperti anak kecil dan mulai ikut menimpali.
"Kenapa?" Tanya aska mengernyitkan dahinya heran dengan ketidaksukanya Dika
Dika memutar bola mata jengah lalu melipat tangannya didada
"Sebab bunga, cokelat, boneka darimu itu membawa masalah, karena sayang terbuang aku membawanya ke club malam dan memberikannya pada Lucy, Angel, Merry. Eh.... dan ternyata mereka malah baper, dia mengira aku menyukainya dan sekarang lihat mereka terus mengghubungiku" Ucap dika santai menunjuk letak handphonenya dengan ekor mata yang berada dimeja terlihat handphonennya dari tadi terus bergetar.
"Aku berasa di teror...Mereka tak berhenti menghubungiku" Dika menggeleng-gelengkan kepalanya pelan melihat handponenya.
Endy dan Aska kompak memandang wajah Dika yang tanpa wajah berdosa mengucapkapkan pengakuan.
"Ha....Ha....Ha..." Ledakan tawa Endy, tertawa keras memegangi perutnya mendengar pengakuan dika yang ternyata sama sepertinya karena sayang terbuang, dia juga membagi pemberian Aska pada gadis lain. Endy mengira Dika berbeda dengannya ia tak ambil pusing dengan hadiah Nayla ternyata ia juga membaginya.
__ADS_1
Mendengar ucapan Dika dan Endy tentang pemberianya untuk Nayla yang malah dimanfaatkan sahabatnya, dan memberinya pada gadis-gadis lain seketika, ia menjadi kesal dengan kedua sahabatnya sekarang ia siap memberi hukuman pada sahabatnya.
"Kalian ......Aku akan menghajar kalian " Teriak Aska kesal lalu mengapit kedua leher sahabatnya dengan menaruhnya dibawah ketiaknya posisinya yang berada ditengah sahabatnya memudahkannya menghajar Dika dan Endy.
"Bunga, coklat dan boneka itu hanya untuk Nayla seorang bukan untuk gadis lain" Bentak aska emosi mengeratkan kepitan lengannya
"Aduh Aska lepaskan ......sakit " Teriak Endy mencoba meronta dari cengkraman lengan Aska nafasnya mulai sesak.
"Aska lepaskan..... Dari pada dibuang... kan sayang ? lebih baik diberikan pada orang, lihatlah berat badanku bahkan naik tiga kilo karena memakan cokelat pemberiannmu untuk Nayla" Teriak Dika yang juga meronta dalam kepitan lengan Aska dan lagi-lagi pengakuan Dika membuatnya bertambah emosi.
Aska bertambah kesal mendengar ucapan Dika bahwa cokelat selama ini untuk Nayla ternyata ia yang memakannya.
"Aku tidak akan melepaskan kalian, aku akan mematahkan leher kalian, beraninya kalian memberikan hadiahku, tanda cintaku pada Nayla untuk gadis lain." Ucap Aska kesal dengan kedua sahabatnya.
"Ia ampun.... Ampun....Tidak lagi" Kompak mereka meminta dilepaskan.
Dika dan Endy melawan dengan sekuat tenaga mencoba melepaskan diri dan akhirnya setelah mereka memohon Aska melepaskan mereka.
"Ha....sudahlah ...."Ucap Aska pasrah melepaskan tangannya, kemudian berdiri meninggalkan sahabatnya untuk menemui nayla dikamarnya. Dika dan Endy memegangi leher mereka yang masih terasa sakit mereka tertawa saling beradu pandang.
.
.
.
.hay readers jangan lupa like dan coment,votenya
__ADS_1