
Dika dan Aska telah pergi untuk mengurus pembalasan bagi paman Yuga, mereka akan memberi pelajaran pada orang yang telah membuat gadis paling berharga dalam hidup mereka menderita, Aska akan membuat semuanya berakhir, telah begitu lama ia diam menerima semua keadaan ini, namun saat menyangkut Nayla ia akan mengambil langkah untuk mengakhiri ini semua.
Di ruang rumah sakit Nayla masih terbaring di ranjang, tak sadarkan diri dengan wajah pucat dan terpasang banyak selang perawatan untuk membantunya bertahan hidup, Endy diberi tugas untuk menjaga dan menemani Nayla sementara Dika dan Aska pergi untuk melakukan pembalasan untuk paman Yuga.
Endy duduk dikursi disamping tubuh Nayla yang berbaring diranjang rumah sakit, Endy memegang erat tangan Nayla menatap wajah Nayla dengan lembut dan penuh iba, belum pernah ia melihat bule Jermannya begitu mengenaskan, ia menaruh punggung tangan Nayla di pipinya sesekali mengecupnya, ia mengelus pipi memar Nayla wanita yang paling ia cintai bule Jerman tersayangnya.
Lama Endy menatap dalam wajah itu suasana ruangan begitu sepi.
"Nay bangun....." Ucap Endy pelan menatap lembut ia berusaha membendung air matanya.
"Disini sepi Nay. Kakak ngak suka " Endy mengajak Nayla berbicara seperti biasa seolah Nayla baik-baik saja perasaannya sangat sakit melihat Nayla hanya menutup matanya.
"Bangun Nay...Temani kakak cerita dong, seperti dulu, kita selalu curhatkan, kakak kesepian" Suara Endy bergetar, menatap wajah Nayla terus mengusap pipi Nayla mengingat betapa ia dan Nayla selalu ceria dan tertawa berdua.
Lama Endy diam menunggu Nayla beraksi dengan kata-katanya namun yang terbaring masih tak bergerak.
"Baiklah kalau kamu ngak mau cerita biar kakak aja yang cerita" Endy mengecup punggung tangan Nayla lalu mengelus puncak kepala Nayla lembut.
"Dulu kamu sukakan dengar curhatan kakak dan selalu tertawa dengan kisah cinta kakakkan?" Endy meneteskan air matanya ia begitu mengingikan Nayla bangun bercanda seperti dulu, apalagi teringat ucapan dokter harapan hidup Nayla tipis ia sangat takut.
"Dengar cerita kakak baik-baik, kamu harus janji setelah mendengar cerita kakak, kamu akan bangun dan tertawa, beri kakak pelukan, ledek kakak, karena ini cerita yang sangat lucu" Endy tersenyum pelik menatap wajah Nayla mengingat Nayla yang selalu mengejeknya namun juga memberikan pelukan untuknya.
Nayla dan Endy sangat dekat mereka senang berbagi cerita suka dan duka, mereka sangat nyaman untuk mengungkapkan perasaan masing-masing bahkan dari ketiga kakaknya ini Endylah yang paling dekat dengan Nayla dia bisa membuat Nayla nyaman bersamanya. Dulu Nayla berfikir seandainnya, ia diberi pilihan untuk menikah dengan sahabat kakaknya ia akan memilih dijodohkan dengan Endy yang selalu ceria dari pada Aska yang dingin dan kaku. Takdir berkata lain mereka tak jodoh, walaupun Endy juga sangat mencintai Nayla.
"Kali ini kakak akan menceritakan tentang wanita yang kakak cintai, wanita yang meninggalkan kakak dan menikah dengan lelaki lain, kamu harus bangun ya? Tertawa ya? kamu jangan dengar aja bangun dan beri kakak solusi dari masalah ini nanti" Ucap Endy menatap iba air mata terus mengalir dari wajahnya.
Harapannya ia ingin buleJermannya bangun ia sangat takut kehilangan Nayla.
"Ini rahasia kakak, awas aja kalau kamu ngak bangun" Ancam Endy kembali mengecup punggung tangan Nayla.
__ADS_1
Endy menarik nafas dalam dan menyeka air matanya dengan punggung tangannya, matanya terus menatap wajah Nayla dan mulai bercerita
"Nay dulu sewaktu kakak kuliah dengan Aska dan dika kami memiliki kisah cinta yang begitu indah, saat itu kami mulai mengenal cinta, hati terasa berbunga, jantung berdebar tak karuan namun itu terasa indah" Cerita Endy tersenyum menatap kosong mengingat memori lamanya.
"Kakak jatuh cinta Nay untuk pertama kalinya pada teman kecil kakak yaitu Caren" Endy terdiam sejenak menatap wajah Nayla menunggu reaksi Nayla namun tak ada tanggapan wajah Endy semakin sedih .
"Ia... Caren pacar kakak kamu, dia merupakan cinta pertamaku, aku sangat mencintainya, kakak selalu mengejarnya, mendekatinya membuatnya agar ia juga membalas perasaanku, semuaku lakukan agar ia menyukaiku, namun saat ingin menyatakan cinta padanya, kakak juga baru tahu kalau Dika juga menyukainya" Ucap Endy mengorek luka lamanya ia tertunduk sedih sejenak namun ia ingin nayla bangun dan memeluknya, memenangkan hatinya saat mendengar kisah cintanya yang menyedihkan.
"Kakak kamu pengganggu ya Nay?"keluh Endy seolah Nayla benar mendengar ceritanya.
"Lucukan Nay? Kau pasti tertawa mendengar kisah cinta kami, kami menyukai wanita yang sama" Endy terdiam lalu tersenyum kearah Nayla menggoyang-goyangkan tangan Nayla agar gadis itu bangun sesuai harapannya namun dadanya terasa sesak dan kembali kecewa melihat Nayla tak bereaksi sedikitpun. Ia kembali melanjutkan ceritanya.
"Masa itu aku dan Dika sibuk jatuh cinta pada wanita yang sama, ini adalah cinta pertama kami, itu pertama kalinya kami serius dengan wanita, sedangkan Aska yang dingin dan tertutup belum menemukan cinta untuknya, belum ada satupun wanita yang mampu meluluhkan hatinya, satu-satunya gadis yang bisa dekat dengan aska hanya kamu, kamu adalah adik kesayangannya. Dulu kakak sempat berfikir kenapa Aska selalu meladeni dan perhatian pada anak remaja sepertimu yang cerewet, bawel, jutek namun satu yang kakak tahu jika Aska dekat denganmu Aska selalu tertawa, tersenyum bodoh, semua expresi ada diwajahnya jika menyangkut kamu, sedangkan bersama kami, ia hanya memasang wajah datar, kesal dan diam, hanya itu sedangkan bersamamu ia seperti kembang api yang meledak-ledak" Endy tersenyum mengingat semua kenanganan itu.
Lalu kembali bercerita
"Waktu terus berlalu, demi persahabat akhirnya kakak mundur dan merelakan Caren untuk Dika, kamu tahu Dika, dia laki-laki yang payah, dia orang yang susah mengungkapkan perasaannya dan susah untuk jatuh cinta, akhirnya kakak membantunya mendapatkan caren mereka pun menjalin hubungan dan kakak pun merasakan yang namanya patah hati " Ungkap Endy tertunduk sedih dengan kisah cintanya.
"Ngenes ya Nay?bikin sesak?" Endy bertanya menatap Nayla mengharapkan jawaban namun lagi-lagi Nayla tak bereaksi.
Endy kembali menyambung ceritanya.
"Lama aku bersedih dengan patah hatiku, dada teras sesak, aku berjanji pada diriku sendiri, aku tak boleh larut dalam kesedihan, aku tak boleh patah lagi aku berjanji, jika aku jatuh cinta aku harus berjuang mengejarnya "Jelas Endy
"Di saat kakak sedih dan patah hati, tanpa sadar aku dekat denganmu, selalu mendengar omelan-omelanmu tentang masa depan, ternyata aku salah menganggapmu hanya anak remaja, ternyata pandanganmu tentang hidup lebih maju dan dari kami, kau yang selalu bersemangat dengan masa depan dan aku merasa nyaman dekat denganmu, aku melupakan kesedihanku hari-hari berlalu aku semakin dekat denganmu tanpa kusadari diam-diam ternyata kau masuk kedalam relung hatiku dan tanpa sadar kau sedang mencuri hatiku, ya .....Aku jatuh cinta padamu." Endy terdiam mengelus puncak kepalan Nayla ia mengecup punggung tangan Nayla kembali menunggu Nayla membuka matanya namun ia kecewa matanya kembali berkaca-kaca.
"Ya ....Aku mencintaimu Nay " Endy meneteskan air matanya mengecup punggung tangan Nayla.
Hari-hari yang aku lalui didekatmu begitu terasa membahagiakan, hari sedihku telah hilang, tertutupi oleh senyummu dan manjamu.
__ADS_1
"Saat aku memberikan seluruh hatiku padamu dan menyalurkan semua perasaanku. Aku akhirnya sadar sikapku padamu ternyata sama dengan saat Aska berada didekatmu dan aku mulai mengerti selama ini ternyata senyum bodohnya, tawa dan perhatiannya sama yang seperti aku lakukan jika bersamamu"
"Ya ternyata Aska juga mencintaimu dan kembali aku jatuh cinta dengan wanita yang sama dengan sahabatku dan kali ini Aska " Ucap Endy perasaan yang menyayat hati dua kali jatuh cinta namun harus rela kehilangan untuk sahabatnya.
"Lucukan Nay? Bangun dan tertawalah " Pinta Endy, ia sangat tahu seandainya Nayla bangun ia pasti tertawa menertawakan kebodohan mereka.
"Kami bodohkan Nay, kami jatuh jatuh cinta pada bule Jerman bawel"Ucap Endy tersenyum.
Kali ini aku tidak akan mundur, aku akan berjuang untukmu walaupun aku tahu dia mencintaimu lebih dulu dari aku, aku kalah Nay sebenarnya kalah nay, aku terlambat nay, dia menemukan pesonamu, kecantikan dan kebaikan hatimu lebih dulu dari aku, telah lama ia mencintaimu.
"Aku sempat egois aku tak mau mundur namun melihat penyerangam yang terjadi padanya kakak menjadi iba dan tersadar, cintanya padamu sangat besar tak ada yang mencintaimu melebihi dia, tiga tahun yang lalu ia memohon pada Dika agar bisa menikah denganmu, ia tak akan menikah dengan wanita lain selain dirimu.
"Awalnya aku dan Dika menentangnya, tapi melihat ketulusannya menunggumu, padahal Nay begitu banyak wanita yang kami tawarkan padanya tapi ia tak bergeming sedikitpun, ia hanya menginkanmu.
"Bodoh ya Aska Nay" Endy tersenyum menatap wajah Nayla yang pucat.
"Dan aku yang telah tahu, kau akan menikah dengannya mulai menata hatiku, aku mencoba melupakanmu, aku dekat dengan banyak wanita, karena dulu aku begitu mudah melupakan Caren cinta pertamaku, hanya dengan dekat denganmu aku berharap jika aku mencoba dengan banyak wanita aku juga bisa melupakakanmu, hingga kau mengatakan aku playboy"
"Padahal hingga saat ini aku masih mencintaimu, perasaan cintaku tak pernah hilang untukmu, bahkan setelah kau menikah dengan Aska cintaku tak pernah berkurang sedikitpun." Ungkap Endy pernyataan cinta yang begitu menyakitkan.
"Nay aku mencintaimu. Ini adalah perasaan yang kupendam bertahun-tahun untukmu setelah sekian lama" Ujar Endy lirih berbisik ditelinga Nayla lalu mengecup kening wanita itu namun tak ada reaksi.
"Bangun Nay! Cerita ini lucukan! Ayo tertawa, ayo beri kakak pelukan" Endy tersenyum mengoyang-goyangkan tubuh Nayla lalu memeluknya.
"Wanita yang meninggalkan aku menikah dengan laki-laki adalah kamu. Yang membuatku patah hati adalah kamu " Ucap Endy air matanya semakin deras kembali memegang bahu Nayla mengoyang-goyangkannya.
"Bangun...Ledek kakak....Tertawalah sepuasmu .....bilang pada kakak kalau kakak playboy yang payah. Jawab curhatku, bangun,beri tahu aku apa yang harus aku lakukakan" Endy masih berdiri lalu menangkup wajah Nayla ia melihat ada buliran air mata yang menetes diekor mata Nayla, bule Jermannya menangis untuknya.
"Bangun Nay kau harus tanggung jawab dengan perasaanku, jangan pergi, kau harus mencarikan kakak penggantimu, kau harus melihat kami menikah,pilihkan kami wanita yang masa depannya cerah untuk kami " Pinta Endy menempelkan wajahnya dengan wajah Nayla ia sangat ketakutan Nayla akan pergi selamannya hingga saat ini Nayla belum juga membuka matanya.
__ADS_1
"Kakak janji apapun yang kamu inginkan kakak akan selalu mendukungmu, kamu ingin kuliahkan? kamu ingin kejermankan? kali ini kakak akan ada dipihakmu, Aska dan Dika tidakkan mengaturmu lagi " Ucap Endy menjanjikan segalanya.
Dulu ia tak berdaya membela Nayla ketika Dika memutuskan menikahkannya dengan Aska dan menghancurkan mimpi Nayla hingga gadis kecil yang tak tahu apa ini berakhir diranjang rumah sakit seperti ini, kali ini ia akan pasang badan untuk bule Jermannya.