
Aska menahan Nayla diruang kerjanya ia ingin bicara berdua dengannya, semenjak kedatangan istrinya ia belum bicara serius sedikitpun, selalu saja ada penghalang, sekarang ini saatnya, ia ingin membahas tentang kelanjutan hubungan mereka dan mencoba merajut semua dari awal.
Nayla duduk di sofa tak tahu harus apa yang akan dilakukan kali ini ia berdua dengan Aska, tanpa penggangu lagi, ia sedikit cemas berdekatan dengan pria yang ada didepan ini, suaminya telah berubah sudah tak malu-malu lagi melakukan apa-pun padanya, apalagi ia juga telah menyadari posisinya tentang hak suaminya melakukan apa pun yang ia mau padanya.
Aska duduk bersimpuh di depan Nayla yang duduk disofa, mencoba bicara dari hati-kehati pada istri cantiknya ini, tapi Nayla selalu saja salah tingkah, hanya untuk menutupi perasaan gugupnya pada lelaki yang ada dihadapannya.
Aska terus menatap wajah Nayla dengan tatapan sayu, suasana hening.
"Kak Aska. Besok kami ke pantai, kakak ikutkan?" Tanya Nayla mencoba memecah kesunyiaan dan mengusir kecanggungan yang ada.
Aska hanya mengangguk perlahan.
"Nay mau ke Mall belanja untuk keperluan besok" Ucapnya lagi terus berceloteh didepan Aska mengusir kebisuaan.
Aska memegang kedua telapak tangan Nayla, gadis ini terdiam ia menatap dalam wajah yang dihadapannya.
"Maaf" Ucap Aska singkat dengan wajah pias, memulai pembicaraan.
Nayla mengernyitkan dahinya tak mengerti ucapan Aska
"Untuk apa?" tanya dengan wajah penasaran.
"Atas semua yang telah terjadi padamu, ini semua salahku" Jelas Aska penuh penyesalan sampai saat ini ia masih menyesali semua yang terjadi pada Nayla, masa terpuruknya, kesedihannya semua, ia meyalahkan dirinya atas semua itu.
"Sudahlah... semua telah terjadi dan sekarang aku baik-baik saja" Nayla tersenyum ceria meyakinkan suaminya, ia tahu lelaki ini sangat mencintainya, jika ia bersedih orang yang paling menderita adalah dia.
"Kau tidak marah padaku" Tanya Aska yang selama ini mengirah Nayla marah padanya karena gadis ini meninggalkannya dan tak pernah berkirim kabar padanya.
"Tidak... untuk apa Nay marah" Ucapnya santai meyakinkan Aska.
Aska menarik sudut bibirnya ternyata selama ini, ia salah sangka ketakutannya tidak terbukti, Nayla tidak marah padanya. Nayla menatap dengan senyuman, jika ia baik-baik saja.
__ADS_1
Aska kembali ketujuan awal
"Nay... aku sangat mencintaimu, perasaan ini telah aku rasakan sejak lama, telah lama aku memendamnya." Aska kembali mengakui perasaanya pada Nayla.
Nayla hanya terdiam seribu bahasa pengakuan cinta Aska semakin membuat jantungnya berdebar, mulutnya terasa terkunci, senyuman hilang dari wajahnya.
"Berikan aku kesempatan kedua untuk memperbaiki semuannya, kakak ingin memulai semua dari awal" Tatapan Aska penuh harap namun yang dihadapannya hanya diam, Aska tak bisa menebak isi hati Nayla dari wajah itu.
"Aku akan mengejarmu, akan kubuktikan bahwa aku benar-benar mencintaimu" Memegang tangan Nayla Erat.
"Jangan mengejarku lagi, selama ini kakak hanya menderita mencintaiku" Nayla mengingatkan Aska bahwa selama ini hanya derita yang ia berikan dari cintanya.
"Aku tidak peduli, aku sangat mencintaimu, aku akan melewati suka duka dan selalu bersamamu, aku akan membuka hatimu dan membuatmu belajar mencintaiku, bukan sebagai kakakmu lagi tapi sebagai suamimu" Jelas Aska terdengar egois dan memaksakan kehendak sendiri, selama ini cinta egoisnyalah yang membuatnya menderita memaksakan cintanya, harus memiliki gadis yang ia suka tanpa peduli apa pun.
"Jangan mengejarku lagi, jangan berjuang sendiri lagi, kakak harus bahagia, selama ini kakak menderita" Ucap Nayla lirih tertunduk dihadapan Aska. ia telah mendengar pengakuan cinta Aska sekarang gilirannya, tubuhnya bergetar ia akan mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya pada Aska.
Aska yang melihat Nayla yang terunduk, berdiri ia tak sanggup mendengar ucapan penolakkan Nayla padanya, sama seperti dulu yang hanya menggangapnya kakak. Ia tak tahu bahwa perasaan Nayla padanya telah berubah, gadis yang ia perjuangkan telah membalas cintanya.
Nayla memasang wajah sedih melihat Aska yang telah menjauh, belum mendengar semua perasaannya, ia tahu suaminya ini pasti sangat sedih mengiranya ia menolaknya, Nayla ikut berdiri mempercepat langkahnya. Saat Aska dekat dengan pintu keluar pintu, Nayla mendekap tubuh suaminya dari belakang, ia akan mengungkapkan keinginannya, Aska terkaget tiba-tiba tubuhnya membatu.Ia seperti tersengat listrik jutaan volt, seperti mimpi gadis ini memeluknya.
"Jangan mengejarku lagi, karena Nay ngak akan pergi dari sisi kakak, jangan berjuang sendiri lagi karena kita akan memperbaiki hubungan ini bersama, aku akan berusaha untuk hubungan, kita akan bahagia. Dan Maaf telah membuat mu menderita dan terima kasih atas seluruh limpahan cinta yang kakak berikan untukku" Ucap Nayla dengan panjang, lebar dan penuh keyakinan, dibelakang punggung suaminya.mengungkapkan keinginan hidup bersama Aska, ia ingin menjalani kehidupan bersama suaminya.
Tubuh Aska mematung, ia sangat bahagia mendengar ucapan Nayla rasanya jutaan kembang api meledak-ledak didadanya, ia tersenyum lebar hingga memperlihatkan deretan giginya, wajahnya semakin memancarkan aura ketampanannya. hatinya berbunga-bunga Ia tak menyangka gadis ini telah berani mengungkapkan keinginannya dan berani memeluknya, tak seperti biasanya gadis ini selalu menghindarinya. ia hanya terdiam menikmati pelukkan itu membiarkan Nayla meresapi perasaannya.
Nayla melepaskan pelukkannya perlahan, Aska membalikkan tubuhnya berhadapan dengan istrinya kemudian kembali memeluknya.
"Aku berjanji, akan membahagiakanmu" Ucapnya mengecup puncak kepala Nayla berkali-kali.
Nayla membenam wajahnya didada Aska. mempererat pelukannya.
Selang bebera lama merekapun melepaskan pelukkannya, Aska membungkuk kemudian mengecup kening Nayla dengan lembut tanda sayangnya, menempelkan kening mereka, Nayla tersenyum menatap gemas wajah yang ada dihadapannya, kemudian dengan cepat ia melepaskan satu kecupan dipipi Aska. Aska membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang gadis kecil ini lakukan.
__ADS_1
Apa yang telah aku lakukan berteman dengan Luna dan Hana membuatku juga berani mengatakan persaanku dan aku juga ikut gila. batin Nayla ia merasa seperti anak remaja yang punya banyak keberanian.
" Ayo kita ke Mall" Nayla menarik tangan Aska yang tubuhnya membatu keluar ruangan. Aska hanya melangkahkan kakinya mengikuti Nayla.
Aska tersadar ia menepis tangan Nayla, diam ditempat, berbabalik kali ini ia yang menarik tangan Nayla kembali keruangannya.
"Kita ngak jadi pergi, kita disini aja, berduaan di dalam ruagan kakak" Goda Aska. Seketika tak ingin pergi jalan-jalan. ia masih ingin bermesaraan dengan Nayla.
"kita ini sudah terlambat. Kita harus pergi." Nayla mengerucutkan bibirnya membuat Aska semakin gemas melihat istrinya.
"Ia kita pergi" mengusap puncak kepala Nayla.
Aska merangkul pundak Nayla, berjalan penuh kebanggaan dan Nayla pun melingkarkan sebelah tangannya dipinggang suaminya tersenyum ceria, mereka sangat bahagia hari ini benar-benar sangat membahagiakan, Aska tak menyangka hari ini akan datang padanya. Untuk pertama kalinya bule Jerman dan tiang listrik ini jalan berdua penuh kemesraan tanpa perlu takut pada siapa pun, irama langkah mereka telah senada tak seperti dulu Nayla seperti berlari jika berjalan dengan Aska, mereka membuat yang melihatnya menjadi iri, mereka tak peduli pada sekitar mereka, terus berjalan penuh kebahagian, tak memperdulikkan keadaan kantor yang karyawannya menatap aneh pada mereka, sejenak terheran baru kali ini bos mereka tersenyum dan merangkul seorang gadis, ternyata bos yang mereka puja selama ini sudah menikah, patah hati sekantor mereka rasakan, selama ini siapa tak menginginkankan Aska pemuda kaya, tampan memiliki segalanya wanita beruntung yang bisa mendapatkannya.
"Ih pak presdir ternyata senangnya dengan gadis bule, aku akan mewarnai pirang rambutku.
"ia ternyata ia suka daun muda, aku akan merubah penampilanku seperti remaja, aku akan memakai poni" celoteh karyawan kantor ketika pasangan bahagia lewat dihadapan mereka.
.
.
.
.
.Like,coment,vote,.....
yang udah like, coment, vote terima kasih banyak.....
Maaf telat......dari pada tidak sama sekali....
__ADS_1