
Di pagi yang cerah Sinar matahari pagi masuk ke dalam ruangan melalui celah jendela. Nayla terbangun ia menggeliat perlahan namun ia merasa ada yang mengunci tubuhnya membuatnya tak bisa bergerak, ia membuka matanya perlahan mengercap, dia melihat Aska tertidur pulas disampingnya memeluk tubuhnya erat, ia lalu tersentak reflek terduduk dan memeriksa seluruh tubuhnya mengingat kejadian semalam, bagaimana ia bisa tidur di ruang baca dengan Aska dan semalaman suami itu memeluknya.
Ia memperhatikan Aska tertidur meringkung kedinginan.
"Kakak Aska bangun" Nayla membangunkan Aska karena matahari telah naik.
Aska lalu meggeliat membuka matanya ia menyusuri ruangan tempatnya tertidur.
"Ada apa Nay" Tanya Aska dengan wajah malas duduk di samping Nayla.
"Kakak ngapain tidur dilantai ini ?" Tanya Nayla heran.
"Semalam kakak pulang kantor udah capek banget, kakak udah ngak bisa gendong kamu kembali ke kamar, jadi kakak temenin kamu tidur disini kakak ngak tega kamu tidur sendirian dilantai" Jelas Aska menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Nayla sedikit tersentuh dengan perhatian Aska walaupun lelaki itu telah memeluknya semalaman kali ini ia bisa memakluminya karena lelaki itu kedinginan tidur dilantai fikirnya
"Kak ngak siap-siap kekantor hari ini?" Tanya Nayla.
"Ini akhir pekan Nay" Jawab aska mengingatkan.
"Akhir pekan" Nayla memutar bola mata mengingat hari apa nih ternyata belajar terus terus membuatnya melupakakan hari apa ini.
"Kak Aska kembalilah ke kamar lanjutkan tidur kakak di kamar, gunakan akhir pekan kakak dengan istirahat." Jelas Nayla memberikan perhatian.
"Tidur tidak kamu kan tes hari ini" Jawab Aska mengingatkan.
Nayla memasang wajah malas.
masih ingat aja sih kalau hari ini tes, berharap kalau banget ya aku gagal, tapi itu tidak akan terjadi, aku ngak akan gagal hari ini" Batin Nayla mengerucutkan bibirnya.
Pagi ini setelah keduannya mandi dan sarapan bersama mereka kemudian menuju ruang baca masuk ke dalam ruangan itu lalu secara bersamaan duduk kembali pada posisi masing-masing seperti biasa saling berhadapan namun jarak mereka sedikit berjauhan .
Nayla duduk dengan posisi tegak siap menerima pertanyaan dari Aska hari ini ia sangat siap dengan tesnya ia sudah tidak gugup lagi dan sangat percaya diri akan lulus.
"Nay, apa Endy masih menghubungimu" Tanya Aska penasaran menatap Nayla.
__ADS_1
"Sudah tidak lagi" Jawab Nayla singkat dengan wajah datar dia tidak terlalu fokus pada pertanyaan Aska dia hanya memikirkan tesnya.
"Bagaimana caramu agar ia tak menghubungimu lagi" Tanya Aska
"Nay mengirim pesan padanya untuk tidak mengganguku dulu karena Nay harus fokus belajar" Jelas Nayla mengambil buku yang ada di meja kembali melihat lihat isinya karena tes ini belum juga dimulai.
"Apa kau pernah mengangkat telponnya" Tanya Aska.
"Ia satu kali , hanya untuk mengatakan Nay sibuk" Jelas Nayla membuka lembar buku.
"Hari apa dia menelponmu" Tanya Aska semakin mendetail seperti seorang polisi yang sedang mengitrogasi.
Nayla menarik nafas pelan memutar bola matanya berfikir kejadian ia mengangat telpon Endy.
"Hari senin" Jawabnya datar.
"Jam berapa" Tanya Aska.
"Siang hari Nayla lupa jam berapa" Jawab Nayla
"Kenapa sih dia ini, memang penting apa melihat durasi bicara ditelepon sama kak Endy berapa menit emang, ada yang orang yang harus ingat itu" Gumam Nayla dalam hati.
"Nayla ngak ingat, pokoknya cuman sebentar cuma bilang Nay sibuk" Jelas Nayla mulai agak kesal.
"Mana Handphonemu?" Tanya Aska menjulurkan tangannya.
Nayla lalu memberikan handphonenya pada Aska yang berada diatas meja. ia melihat handphone Nayla lalu mengeser layarnya dengan telunjuk. Nayla tak peduli yang di periksa Aska. Aska tersenyum puas setelah melihat banyaknya panggilan tak terjawab dari Endy di handphone Nayla berjajar rapi. Aska lalu mencari durasi telpon yang hanya satu kali itu tidak lebih dari dua menit. Ia akhinya bernafas lega Nayla akhirnya menjauhi Endy.
"Baiklah karena kau sudah tidak berhubungan lagi dengan Endy maka tes hari ini selesai kau lulus"Jelas Aska tersenyum menawan pada Nayla
"hah..." Nayla yang mendengarkan kalimat Aska tercengang rahangnya ingin jatuh karena terkejut, matian-matian ia belajar dari pagi hingga malam ternyata tes itu hanya pertanyaan seputar Endy.
"Apa kakak bilang" Tanya Nayla agak kesal tak terima kerja kerasnya tak bisa ia banggakan
"Ia kau lulus ini tes ini"Jawab Aska santai.
__ADS_1
"Kak.. Nay belajar dari pagi hingga malam karena tes ini, Nay tak pernah melihat taman bunga, bahkan Nay tertidur disembarangan tempat dengan buku selalu terbekap didada karena tes ini, bisa-bisanya kakak bilang Nay lulus tanpa menguji kemampuanku" Protes Nayla agak kesal.
Aska tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya mendengar ocehan Nayla.
"Kakak sudah melihat kerja kerasmu itu jadi kakak tahu kamu pasti sudah hafal, baiklah tes berakhir kau bisa mendapatkan hadiahmu sekarang" Jelas Aska.
"Kalau hadiahnya kencan di lantai tiga lagi, Nay ngak mau, Nay ngak tertarik dengan hadiah itu" Nayla lalu beranjak pergi meninggalkan Aska
"Benar kau tak mau hadiahmu" Teriak Aska dari belakang Nayla, yang juga beranjak dari sofa berjalan santai menaruh tangannya disaku celananya berjalan di belakang Nayla
"Tidak mau" Jawab ketus
"Sayang sekali padahal hadiahnya kali ini jalan-jalan kerumahmu" Ujar Aska.
Nayla menghentikan langkahnya mendengar hadiah yang ditawarkan Aska, hingga tak sengaja Aska membentur tubuhnya.
"Kenapa berhenti Nay" Protes Aska
"Kakak bilang apa tadi pulang kerumah?" Jelas Nayla.
"Ia tapi kamu bilang kamu ngak berminat tadi" Jawab Aska santai berlalu meninggalkan Nayla
"Kak Aska ......Nay mau" Kejar Nayla seperti anak kecil mengikuti langkahnya Aska ia sangat senang.
"Kak Aska, Nay mau" Nayla merengek manja.
"Baiklah bersiap-siaplah untuk pulang kerumahmu" Timpal Aska.
Nayla sangat senang dengan hadiahnya setelah sekian lama akhirnya ia bisa pulang kerumah, tempatnya tumbuh besar serta bertemu kakakknya lagi . Sebenarnya Aska terpaksa mengajak Nayla pulang kerumah. Padahal ia memikirkan Endy juga ada disana, tapi akhir-akhir ini hubungannya dengan Nayla merenggang mengajakknya pulang ke rumah merupakan cara agar bisa berbaikan dengan Nayla dan cara itu berhasil Nayla mulai tersenyum tadi.
.
.
.
__ADS_1
.Like,Coment,Vote Ya.......