
Suasana rumah Aska telah tenang mereka telah berhasil melumpuhkan anak buah paman Yuga namun ketegangan masih saja terjadi, mereka belum menemukan Nayla dan Aldy. Aska telah memerintahkan semua anak buah Max untuk mencari mereka disemua sudut rumah dan diseluruh lingkungan rumah keluarga Dirga namun belum berhasil.
Dika, Endy dan Aska masih berkumpul dilantai bawah dengan wajah cemas mencari Nayla dan Aldy.
"Kemana-mereka?" Aska bertanya tanya sambil mondar-mandir tak tenang.
"Mungkin Aldy membawa Nayla ketempat yang aman" Tebak Endy tak kalah khawatirnya.
"Ia kemana?" Tanya Aska menatap Endy
Endy hanya mengendikkan bahunya ia mana tahu tentang seluk beluk rumah ini yang seharusnya tahu adalah dia.
"Kata laki-laki itu Nayla dan Aldy terluka kita tak punya banyak waktu kita harus menemukan mereka"Teriak Aska frustasi rasanya ia ingin memaki semua orang.
"Tenang Aska aku sudah mengarahkan seluruh anak buahku mencari mereka, mereka pasti ketemu, mereka pasti masih berada dalam rumah "Max bangun lalu memegang bahu Aska yang khawatir.
Dika hanya duduk terdiam disofa tubuhnya bergetar ketakutan memikirkan adiknya apalagi mendengar ucapan Sam bahwa Nayla terluka, ia mengutuki dirinya tak bisa menjaga adiknya.
Aska tak bisa berfikir dengan jernih ia terus mondar-mandir membuat Endy yang melihatnya merasa pusing namun tidak mau menegur Aska ia tahu Aska sekarang mencari pelampiasan kemarahan.
"Aska coba fikir apa ada tempat dirumah ini dirumah ini sangat aman untuk bersembunyi dan hanya kau yang tahu tempat itu"Tanya Max
Aska terdiam sejenak lalu ia teringat sesuatu
"Ada sebuah ruangan yang selalu disebut Aldy tempat paling aman bersembunyi dari serangan dirumah ini, ia ada di ruang bawah tanah" Aska mulai sedikit tenang .
"Ya...mungkin dia disana "Dika dan Endy bangun dari duduknya dengan cepat menuju ruang bawah tanah.
๐บ๐บ๐บ
Berjam-jam sudah Nayla dan Aldy berada diruang bawah tanah menunggu kakaknya datang menjemputnya namun yang datang adalah malaikat kematian yang menjemput.
"Kak Aldy ......." Nayla mencoba duduk dengan tenaga yang tersisa, melihat Aldy yang duduk bersandar sudah tidak bergerak, tubuhnya beruba sangat dingin.
"Kak Aldy" Nayla menggoyang-goyangkan tubuh itu namun tubuh aldy jatuh tersungkur di lantai ."Kak Aldy.....hiks .....hiks
Nayla membalikkan tubuh Aldy
"Kak Aldy bangun" Nayla memegang tangan Aldy yang sedingin es.
__ADS_1
Aldy mendengar panggilan Nayla dengan nyawa yang tersisa ia mengucap kata terakhirnya.
"Nay......Kakak.....Per..gi ,jan..gan ikut denganku...Tugasku.... telah selesai....." Ucap Aldy terbata nyawa sudah tinggal di ujung tenggorokkan.
dengan susah payah Aldy menarik nafas terakhirnya untuk menyampaikan pesan terakhirnya." Hidup....lah bahagia...." Ucap Aldy suaranya berbisik pelan, Aldy tersenyum padanya menutup matanya ia telah pergi dengan tenang. Kekehidupan yang kekal dan abadi
"Kak Aldy ......Kak Aldy ....hiks ....hik......Jangan pergi jangan tinggalkan Nayla sendiri, kita semua akan bahagia, kau akan menjadi pengawal anak-anakku nanti." Ucap Nayla lirih air matanya menetes membasahi wajah Aldy
Akhirnya Aldy pergi dengan tenang setelah berjuang menyelamatkan Nayla, pemuda yang dulu selalu membuat Nayla kesal dengan lagu-lagunya telah pergi tak ada lagi lantunan lagu-lagu akan menyindir mereka.
"Kak Aldy .....Nay ikut.......Nay ngak mau bertahan rasanya sangat sakit." Rintih Nayla air matanya terus membanjiri pipinya.
"Kak Aldy ....Nay ikut bawa aku bersamamu" Ratap Nayla
Nayla terus memegangi perutnya melihat Aldy yang sudah tak bergerak lagi semangat hidupnya pun hilang seketika ikut bersama Aldy, Ia teringat ketiga lelaki yang menjadi tujuan hidupnya, hati mereka pasti sakit jika ia tak mampu bertahan terutama kakaknya Dika, namun apa daya ia telah putus asa, ia tak ingin hidup lagi dan ia ingin ini berakhir, ia ingin ikut Aldy
"Ayah ....Ibu....Tunggu aku, Nayla akan bersama kalian sebentar lagi." Rintih Nayla
Nayla menggeser tubuhnya perlahan dengan sedikit tenaga yang tersisa ia menghadap ke didinding ia menulis kata perpisahan untuk ketiga laki-laki yang begitu berarti dalam hidupnya, Nayla mencelupkan telunjuknya dalam genangan darah lalu mulai menulis di dinding kata terakhirnya dari tadi ia menunggu ketiga lelaki itu namun tak ada yang datang menemuinya.
Maaf kakak
jalan hidup Nay sampai disini
Nay sudah tak bisa mendampingi kalian lagi
kalian harus hidup tanpa aku
berlombalah untuk bahagia
jangan bersedih semua akan indah pada waktunya
aku menyanyangi kalian selamat tinggal
Nay ikut kak Aldy.
Nayla jatuh tersungkur tiarap dalam genangan darah ia tersenyum teringat masa-masa dulu ketika tertawa bersama ketiga kakaknya itu adalah satu moment yang begitu membekas di ingatannya ketika ketiga pemuda itu sangat bahagia mendengar kabar ia hamil, Nayla menutup matanya.
๐บ๐บ๐บ
__ADS_1
Aska sampai didepan ruang bawah tanah dengan cepat ia membuka pintunya, merekapun masuk bersama namun baru berjalan beberapa langkah mereka telah melihat Nayla tergeletak bersimbah darah.
"Nayla"Teriak Dika histeris ia mendorong tubuh Aska yang berada dihadapannya ia ingin mendekap tubuh adiknya lebih dulu.
Dika menghampiri tubuh adiknya dengan cepat ia memeluk tubuh adiknya yang telah yang tak bergerak lagi ia menangis sejadi jadinya
"Nayla .......hiks....hiks.....Nay bangun adik ku sayang, kakak disini " Teriak Dika lirih suaranya menyayat hati, mendekap tubuh adik tersayangnya yang berlumur darah.
Aska duduk bersimpuh tertunduk ia tak kalah hancurnya dengan dika melihat tubuh Nayla yang mengenaskan kakinya lemas seperti tak bertulang ia tak mampu bergerak, air matanya menetes deras dipipinya.
.
"Nay maafkan aku" Aska tertunduk menyalahkan dirinya Ia gagal menjaga Nayla dan lebih parahnya lagi ia tak sanggup menghadapi Dika.
Dika mendongak membaca pesan terakhir adiknya semakin lalu berteriak.
Maaf kakak
jalan hidup Nay sampai disini
Nay sudah tak bisa mendampingi kalian lagi
kalian harus hidup tanpa aku
berlombalah untuk bahagia
jangan bersedih semua akan indah pada waktunya
aku menyangi kalian
selamat tinggal
Nay ikut kak Aldy
Aaaahhhggggggggh teriak dika sungguh menyesakkan dada.
"Tidak sayang jalanmu masih panjang, kau tidak boleh pergi seperti ini, jangan tinggalkan kakak sendiri, ayah ibu pasti marah kau pergi seperti ini, maafkan kak gagal menjagamu, bangun Nay buka matamu "Dika memeluk erat tubuh adiknya.
"Nay ...Aku bersumpah akan membunuh orang yang membuatmu seperti ini May" Ucap Dika dengan penuh amarah memeluk tubuh adiknya erat dengan namun tak bisa menghentikan tetesan air matanya.
__ADS_1
Dengan cepat Dika mengangkat tubuh mungil adiknya membawanya pergi dari rumah Aska ia tak peduli dengan perasaan Aska yang sama hancurnya dengannya .
. like dan comentnya,vote..