
Judul: PELAYAN TERJEBAK JADI ISTRI CEO
“Apa! Aku Impoten! Aku tidak seperti yang dituduhkan. Seluruh tubuhku berfungsi dengan baik! Dan untuk saat ini aku memang belum ingin menikah! Jadi jangan paksa aku menikah!” suara lantang penuh kemurkaan menggema di sebuah ruang makan dari seorang pemuda tampan. Setelahnya meninggalkan ruangan dengan kemarahan.
***
Sementara itu di bagian dapur terlihat seorang gadis cantik mengenakan seragam pelayan, baru saja mendudukkan tubuhnya di sebuah kursi. Gadis itu bernama Jasmine Putri. Dia menjalani pekerjaan sebagai pelayan di rumah megah milik keluarga Raditya.
“Akhirnya selesai juga. Ah lelahnya,” ucapnya sembari menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Namun baru saja bersantai, rombongan pelayan masuk ke dalam dapur membawa nampan berisi makanan. Sisa makan malam sang tuan rumah.
Kening Jasmine berkerut dalam. Ini tidak seperti biasanya batinnya.
Salah satu dari pelayan itu mendekat dengan malas, menarik kursi lalu duduk di samping Jasmine.
“Ada apa? Menunya tidak membuat tuan berselera? Kenapa makan malam cepat berakhir?” tanya Jasmine pada perempuan bernama Rena, sesama pelayan yang baru saja selesai menjalankan tugas melayani tuan rumah makan malam.
“Tidak ada yang salah dengan makanannya,” jawab Rena malas. “Ahh Jasmine. Tuan besar dan tuan Devan terlibat pertengkaran lagi. Tuan Devan bahkan meninggalkan meja makan," keluh Rena kini wajahnya terlihat frustrasi.
“Bertengkar lagi!” seru Jasmine.
“Iya. Seperti biasa tentang pernikahan tuan Devan. Bahkan kali ini lebih parah, karena ada rumor yang beredar. Dan tuan besar kini menuduh jika tuan Devan ....” Rena menghentikan kalimatnya ada keraguan untuk melanjutkan.
“Ada apa? Kenapa tuan Devan?” tanya Jasmine menegakkan tubuhnya pembicaraan ini membuatnya penasaran.
Rena menatap sekeliling, takut pembicaraan mereka akan terdengar. Bagaimana pun di rumah megah ini memiliki peraturan begitu ketat, pelayan tidak boleh bergosip apalagi membicarakan majikan mereka. Jika ketahuan akan menerima hukuman.
Setelah Rena merasa aman lalu berbisik di telinga Jasmine.
“Katanya tuan Devan bukan lelaki normal. Dia impoten,” jelas Rena.
Impoten
Mendengar itu Jasmine tercengang dengan mulut terbuka lebar.
Seakan tak percaya pemuda dengan wajah tampan memesona, berkulit putih bersih dan tubuh tinggi tegap, Ceo di gilai oleh banyak kaum hawa ternyata bukan lelaki normal.
Sungguh sangat di sayangkan.
“Tuan besar menuduhnya karena tuan Devan selama ini tidak pernah dekat dengan satu perempuan pun. Bahkan tuan Devan menolak di jodohkan dengan Raline padahal mereka kan sangat dekat, sahabat sejak kecil. Raline adalah perempuan yang sangat di idam-idamkan. Raline cantik, tubuhnya bak model. Dia baik hati, kaya pula dia sangat sempurna. Tapi tuan Devan tak ingin menikah dengannya. Ini terasa aneh, hanya orang ngak normal yang nolak nona Rali ...."
“Jadi rumor dan tuduhan itu benar, jika selama ini tuan Devan bukan lelaki normal,” sosor Jasmine menyayangkan. Menarik kesimpulan dari penjelasan dan fakta Rena berikan.
Astaga! Benar-benar gosip yang panas.
Mendengar itu Rena berdecak kesal.
“Jasmine! Kau ini juga jangan menarik kesimpulan itu, tentang tuan kesayanganku,” gemas Rena melayangkan kepalan tangannya di bahu Jasmine membuat perempuan itu mengaduh.
“Aduh! Ahh, kenapa kau memukulku!" protesnya mengusap lengan.
“Kau tidak boleh meragukan tuan Devan. Dia pasti punya alasan. Aku dengar tuan Devan tidak mau menikah karena dia terus mencari keberadaan satu perempuan penting untuknya," bela Rena tentang tuan kesayangannya.
__ADS_1
"Mencari seorang perempuan!" ulang Jasmine tubuhnya semakin merapat penasaran.
Oh, Rena memang penggosip handal. Tahu semua informasi. "Siapa?" tanya Jasmine tak sabar.
Suasana semakin tegang penuh, rasa penasaran.
“Siapa dia itu bukan urusan kalian!” bentak suara dari arah belakang membuat Jasmine dan Rena terjengkit kaget.
“Bibi Anna!” ucap keduanya. Lalu bangun berdiri di hadapan bibi Anna kepala pelayan.
Oh astaga. Habislah mereka.
“Berani-beraninya kalian bergosip di rumah ini. Apalagi tentang tuan Devan!” bentak perempuan bertubuh tambun itu.
“Maafkan kami bibi Anna,” ucap Jasmine dan Rena serentak.
“Kalian telah lancang. Kalian lupa dengan peraturan di rumah ini! Kali ini kalian akan mendapatkan hukuman yang berat,” hardik bibi Anna.
Jasmine dan Rena menarik napas berat. Ah, asik bergosip malah mendapatkan hukuman.
***
Waktu telah menunjukkan pukul 1 malam lebih. Jasmine dan Rena masih aktif mengerjakan pekerjaan rumah.
“Ah. Akhirnya selesai juga. Aku mengantuk sekali,” keluh Rena sembari menguap. Mereka baru saja mengepel lantai.
Ya. Hasil hukuman karena telah lancang bergosip tentang anak pemilik rumah, mereka harus membersihkan rumah luas ini hanya berdua. Tentu sangat melelahkan.
Tarikan senyum menghiasi wajah Rena.
“Jasmine kau memang sangat pengertian,” ucap Rena memeluk Jasmine erat.
“Sudah. Pergilah,” ujar Jasmine.
Rena pun melangkah meninggalkan Jasmine.
Setelah bayangan Rena menghilang. Jasmine mulai membereskan peralatan kebersihan.
Suara pintu utama terbuka, membuat Jasmine tersentak kaget.
Netra Jasmine menyorot seorang pemuda dengan tampilan acak-acakan yang berdiri di ambang pintu. Namun tak mengurangi nilai ketampanan di wajah itu sama sekali. Ah wajah itu selalu membuat orang terpukau. Anak majikannya ini memang sempurna. Melihat wajah anak majikan adalah hiburan bagi pelayan di rumah ini.
“Tuan Devan,” gumam Jasmine melihat anak majikannya.
Devan menatap Jasmine sekilas, kemudian berlalu. Melangkah sempoyongan masuk ke dalam rumah.
Untuk sesaat Jasmine membatu menghentikan aksinya. Dia jarang sekali bertemu dengan anak tuannya ini. Ya, karena dia adalah pelayan biasa yang menangani dapur.
Bukan pelayan inti seperti Rena dan Bibi Anna yang langsung berhubungan dengan anggota keluarga.
"Selamat malam tuan," sapa Jasmine gugup dengan kepala tertunduk hormat saat Devan berjalan melaluinya. Jasmine menghirup aroma alkohol yang menguar dari tubuh pemuda itu. Jasmine bisa menebak jika Devan pasti baru saja pulang dari club malam dan sedang dalam keadaan mabuk. Lelaki itu pasti melampiaskan frustrasi karena tuduhan impotensi dengan alkohol. Pasti harga diri Devan sangat terluka.
__ADS_1
Dengan susah payah Devan melangkah menyeimbangkan posisi tubuhnya agar ia tidak ambruk menuju kamar.
Brukkk.
Devan terjatuh di lantai, membuat Jasmine gelagapan.
“Tuan Devan!” pekik Jasmine dengan sigap menghampiri Devan mencoba membantunya.
“Tuan ... Tuan tidak apa-apa?” Jasmine melihat kelopak mata Devan tertutup. Wajahnya memerah.
“Aku lelaki normal!” pekik Devan.
Devan dalam keadaan mabuk berat. Seperti sudah tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan.
“Biar saya bantu tuan ke kamar,” ucap Jasmine kemudian memapah tubuh besar tinggi Devan.
Dengan tertatih Jasmine akhirnya menuntun Devan ke kamar.
Setelah beberapa saat. Napas Jasmine terengah akhirnya Jasmine berhasil membawa Devan masuk ke dalam kamar. Membaringkannya lalu membuka sepatu yang melekat di kaki, setelahnya Jasmine menarik selimut untuk menutupi tubuh Devan.
Jasmine hendak beralu pergi, namun ia tersentak saat pergelangan tangannya di cekal.
“Tuan Devan,” Jasmine mencoba menarik tangannya.
“Aku lelaki normal! Tidak impoten!” rancau Devan kemudian menarik kuat tangan Jasmine hingga gadis itu terhuyung menindih tubuh Devan.
Jasmine membulatkan mata.
“Tuan Devan,” berontak Jasmine panik. Astaga dia bisa di pecat jika ketahuan bersama dengan anak majikannya.
Sekuat tenaga Jasmine berontak, namun Devan tak melepaskannya hingga tak lama. Jantung Jasmine berpacu cepat saat Devan itu telah mengubah posisi mengukung tubuh mungilnya.
Oh astaga apa yang terjadi pada tuan Devan.
“Tuan lepaskan saya,” raung Jasmine.
“Kau akan melihat keperkasaanku sebagai lelaki! Aku akan membuktikannya,” tutur Devan dengan suara serak, geloranya menggebu dan kini memangut bibir Jasmine.
Tubuh Jasmine bak di sambar listrik jutaan volt akan serangan dadakan yang ia terima dari pemuda tampan itu.
Oh Tuhan, anak tuan rumah ini akan melakukan apa pada pelayan seperti dirinya?
*****
Hai lama tidak bersua. Apa kabar kalian semua? Maaf guys hp aku hilang. Trus aku was-was nulis di akun ini. Takut nanti di salah gunakan. Jadi aku mulai nulis lagi tapi ganti akun ya. Dengan cerita yang baru. Yang kangen dengan karya remahanku mari mampir.
Itu tadi bab pertama dari cerita baru aku. Judulnya PELAYAN TERJEBAK JADI ISTRI CEO.
Itu judulnya cari di pencarian kalian akun baru aku nama penanya ADINDA DIE. Ini gambarnya
__ADS_1
Tolong ramaikan, bantu aku berjuang lagi. Aku tunggu kedatangan kalian. Jangan lupa like, coment... Makasih.