Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
kegalauan Dika


__ADS_3

Nayla memutuskan pulang ke apartemen bersama Aska setelah mengutarakan keinginannya untuk menjodohkan kakakknya, ia tak menginap dirumahnya. Sebab ia ingin memberikan Dika waktu untuk berfikir mengenai pilihan dan masa depannya, lagi pula jika mereka masih bersama perdebatan akan selalu terjadi tiada henti.


Nayla dan Aska berada dikamar membaringkan tubuh mereka ditempat tidur bersiap untuk terlelap. Aska telah menutup mata, tanganya melingkar diperut memeluk istrinya erat.


Dret.....dret ...dret....


Getar ponsel dinakas tedengar membuat Nayla membuang napas kasar tidurnya terganggu. sepulang dari rumah entah berapa kali lelaki ini menelpon. Mengajak berdebat mengenai masalah keputusan menikah. Nayla menggeser tubuhnya meraih meraih ponselnya dinakas.


"Halo.." Dengan suara lemah seperti bangun tidur.


"Nay kakak ngak mau menikah dengan anak pak Samad" Teriak Dika dari seberang telpon suaranya membuat Nayla menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Kakak harus mau menikah dengannya, pilihan Nay ini yang terbaik" Nayla lalu memutuskan sambungan telponnya sepihak.


Aska menarik nafas panjang membuka mata memperhatikan istrinya belum juga terlelap karena telpon Dika yang dari tadi menolak pilihan adiknya. Sejak mengutarakan keinginan untuk menjodohkan Dika dengan anak pak samad sejak saat itu, ia ikut terganggu pasalnya adik kakak ini selalu bertengkar, perdebatan yang tadinya dirumah Dika terus berlanjut hingga terbawa pulang ke apartemen Dika dan Nayla terus berdebat lewat handphone. Entah telah berapa kali Dika menelpon untuk menjelaskan keinginannya tak ingin menikah namun bule Jerman juga kekeh dengan keputusannya ia tak akan mundur dari rencana perjodohan ini.


"Sayang sudah jangan berdebat lagi dengannya jangan paksa dia" Aska menarik tubuh Nayla membawa kepelukkannya.


"Kalau ngak gini, dia ngak akan menikah selamanya, ia akan terus patah hati, memikirkan kak Caren"Jelas Nayla membenamkan wajahnya didada Aska.


Nayla serius untuk masalah ini, jika ia tak bertindak kakaknya hanya akan larut dalam kesedihan memikirkan sang mantan pacar yang telah tega membuat luka dihati kakaknya dan telah putus hampir dua tahun lamanya namun ia belum juga melupakkannya.


"Dia tidak mengenal gadis itu, karena itu dia tidak mau" Aska mengecup puncak kepala Nayla dengan lembut ia tahu bule Jerman ini sedang sensitif jangan sampai ia juga mendapat cipratan kemarahan.


"Kakak percaya kan sama aku, pilihanku ngak mungkin salah, dia gadis yang baik, kak Dika pasti akan jatuh cinta padanya nanti" Jelas Nayla.


"Kakak kamu itu takut sayang menjalani hubungan tanpa cinta, bagaimana nanti jika ia selamanya tak bisa mencinta gadis itu, kan kasian gadis itu menderita" Jelas Aska bijak memahami penolakkan sahabatnya. padahal jika di ungkit ia juga menikahi paksa Nayla dan tak pernah berfikir penderitaan Nayla yang menikah dengan orang yang tak ia cintai, cinta atau tidak yang penting ia menikahinya.


"Nay juga dulu ngak cinta sama kakak, tapi seiring berjalan waktu, karena terbiasa selalu bersama dan mentok ngak ada pilihan lain Akirnya Nay juga cinta sama kakak,Nay juga mau itu terjadi pada kakak Dika" Jelas Nayla santai. Ia ingin kakaknya juga bisa membuka hati perlahan pada istrinya saat ia menikah nanti.


"Jadi kamu cinta sama kakak karena mentok nih, ngak punya pilihan lain" Aska mengerucutkan bibirnya.


"ih.. ngambek ..."Nayla menangkup wajah suaminya menatap manik matanya


"Nay mencintai kakak karena melihat ketulusan dan cinta yang besar yang kakak berikan untukku" Jelas Nayla menatap wajah tampan suami, Aska tersenyum mempererat pelukkannya.


"Kamu tahu Nay, kakak ngak peduli kamu ngak pernah mencintaiku atau tidak. yang penting aku sudah menikahimu dan kamu jadi milikku itu sudah cukup, tapi jika karena mentokmu itu yang membuatmu kamu jatuh cinta padaku tentunya aku sangat bersyukur" Jelas Aska tak pernah bermimpi gadis kecil ini membalas cintanya.


"Itu namanya egois, maksa banget sih" Jelas Nayla


"Sudah... ayo tidur atau kamu mau kita begadang lagi malam ini" Goda Aska mengecup kening Nayla semakin memeluknya. Nayla pun mencubit pinggang suaminya.


****


Dika berada diteras rumah duduk termenung memikirkan rencana perjodohan yang disiapkan Nayla untuknya. Hatinya penuh dengan kebimbangan andai saja pilihan adiknya gadis biasa saja tidak aneh seperti anak pak Samad,ia pasti mencoba untuk meneriman. Ia sangat menyayangi adiknya apa pun keinginan adiknya ia akan turuti jika adiknya mengatakan menikah maka ia akan menikah, hanya saja Gadis pilihan Nayla sangat aneh baginya dan ia pun tak tahu apa ia bisa mencintai gadis itu, bagaimana jika ia menikah dan tak bisa jatuh cinta pada istrinya, bagaimana jika ia tak bisa melupakan Caren apalagi tak semuda itu menghapus nama mantan dari hatinya pasalnya mereka telah membina hubungan yang lama hampir 8 tahun, tentu tak semuda itu melupakkannya dan tentu itu sangat melukai perasaan istrinya kelak dan apa gadis itu juga bisa menerimannya sebagai suami, tak adil bagi gadis itu jika ia menikah tapi didalam hatinya masih ada nama wanita lain tentu itu sangat menyakitkan.


Dika masih termenung diteras ditemani dingin malam yang menusuk tulang namun ia tak menghiraukan perasaannya galau ia tak bisa memejamkan mata. Endy keluar dari rumah melihat keadaan sahabatnya yang sedang merana memikirkan masa depannya yang telah di atur oleh bule Jerman, Ia pun mengahampiri mengajak bicara dari hati-kehati agar perasaan Dika sedikit tenang, Endy tahu Dika sudah tidak punya pilihan lain selain menikah, ia sudah menjodohkan adiknya sekarang giliran Dika yang harus menerima pernikahan ini sebagai bukti sayang mereka sebagai kakak-adik. Lagi pula Dika sangat menyayangi adiknya apa pun yang diminta Nayla pasti ia kabulkan termaksud menikah.


"Kau disini" Endy berjalan membawa dua minuman kaleng bersoda untuk berbincang santai lalu memberikannya pada Dika


"Ia, aku tidak bisa tidur"Dika meraih minuman dari tangan Endy.


"Sudah terima saja, pilihan adikmu," saran Endy kemudian menenggak minumannya.


"Endy kau tahu kan dia siapa, anak pak Samad, bapaknya galak banget," jelas Dika menenggak minumannya.


"Kau takut pada bapaknya atau anaknya," ledek Endy.


"Aku tidak takut pada bapaknya, hanya saja apa aku bisa jatuh cinta lagi" Dika tertunduk lesu.


"Bule Jerman itu, cerdas, pandai menilai orang ketika ia mengatakan gadis itu baik itu berarti baik, kau tahu kan fikiran adikmu itu dewasa dan tahu melihat masa depan cerah" Endy terkekeh mengingat jika bule Jerman ini sangat anti pada orang yang tak jelas arah hidupnya dan pandai mengatur menuju masa depan cerah.


"Sudahlah... lupakan Caren, siapa tahu dengan menikah dengannya kau melihat ketulusan dan mulai membuka hati, Lagi pula aku merasa gadis itu tidak aneh, tapi sepertinya dia memang menyukaimu" Jelas Endy.


"Suka.."


"Kalau dia ngak suka untuk apa gadis itu mau menerima perjodohan ini, bule Jerman itu cerdas dan punya banyak pertimbangan ia pasti sudah mendapatkan persetujuan gadis itu"


"Kau yakin aku rasa gadis itu sama sepertiku terpaksa dan terdesak oleh keinginan Nayla dan akhirnya mengiyakan" Jelas Dika meragukkan.


"Terserah kau saja"


Endy dan Dika diam sejenak dengan fikiran masing-masing.

__ADS_1


"Endy ...kenapa bukan kau saja yang menikah dengannya, buleJerman pasti ngak masalah, dia sangat menyukai gadis itu siapa pun diantara kita yang menikahi gadis itu tak masalah baginya yang penting diantara kita ada yang menyukainya." Dika menatap harap pada sahabatnya menyodorkan Endy sebagai penggantinya.


"Kenapa jadi aku....aku akan menikahi Serena" tolak Endy dengan cepat tak menerima ide gila sahabatnya.


"Aku mana mau, aku punya mertua galak main samurai habis aku, jika genit dengan para gadis." Batin Endy.


"Kamu juga ngak mencintai Serena kan, menikahlah dengan anak pak Samad, aku akan bayar semua biaya pernikahanmu" Rengek Dika pada sahabatnya ia begitu putus asa dengan perjodohan ini.


"Ngak mau ...sudah terima saja brother, buktikan pada Caren jika kau bisa move on, jangan sedih terus," Endy menepuk bahu sahabatnya memberikan kekuatan.


"Bagaimana jika aku tak bisa melupakkan Caren" Dika ragu lama hubungannya menbuatnya merasa tak bisa melupakkan Caren.


"Pasti bisa"


"Kau sendiri kapan kau akan menikahi Serana, jangan bilang kau sedang bimbang memilih Serana atau cinta pertamamu yang ingin kembali lagi" Dika tersenyum remeh hatinya terasa sakit membayangkan mantannya mengejar sahabatnya. apalagi jika benar Endy kembali pada cinta pertamanya itu.


" Tidak mungkin aku bimbang, dia memang terus mengejarku, tapi kau tahukan sudah lama aku melupakannya, dihatiku ini hanya selalu ada bule Jerman," Endy menepuk dada yang terasa sesak dengan cinta rumit perasahabat ini,


"Sudah ayo kita masuk" Ajak Endy


"Masuklah aku masih ingin disini" Jelas Dika terus merenung mencoba mengambil keputusan yang terbaik ia kembali memegang handpone untuk memberikan jawaban yang tepat pada Nayla. Pembicaraannya dengan Endy setidaknya menenangkan dan mengurangi kecemasan di hatinya. hingga akhirnya ia bisa mengambil keputusan.


***


Apartemen Aska


Malam semakin larut waktu telah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Nayla dan Aska telah terlelap dalam mimpi-mimpi indah


Dret.....dret....dret.....


getar ponsel kembali terdengar dinakas membuat Nayla mengeliat dalam pelukkan Aska, ia bedecak kesal rasanya ia baru saja tertidur sekarang terganggu dengan suara ponselnya. ia kemudian mengeser tubuhnya kepinggir tempat tidur lalu meraih posel membawanya ke telinga.


"Halo" Dengan suara berat khas bangun tidur.


"Nay kakak mau menikah dengan Anak pak Samad itu" Dika suaranya terdengar ragu-ragu.


"Benarkah, kakak setuju" Nayla sangat bahagia mendengar keputusan kakaknya.


"Ia...besok kita ke rumah pak Samad"Nayla


Pulul 02.00


Dret.....dret....dret...


Nayla kembali terbangun dari tidurnya karena panggilan ponselnya. ia kembali meraih ponselnya menbawanya ketelingan dengan mata yang tertutup.


"Hallo"


"Nay... ngak jadi, kakak ngak mau bapaknya galak" Dika menarik kembali ucapnnya.


"Gimana sih tadi mau sekarang ngak mau, Kalau kakak ngak mau... pilih gadis berisik atau anak pak Samad" Nayla kesal kemudian memutus sepihak sambungan telpon.


Panggilan telpon terputus ia sangat kesal pada kakaknya yang menganggu tidurnya apalagi keputusannya selalu berubah setiap jam. Nayla kembali berbaring kembali masuk kedalam mimpi indah.


Pukul 03:00 dini hari.


Dret...dret....dret. kembali handphone Nayla berbunyi.Ia pun menjawab panggilan itu.


"Hallo Nay kakak pilih gadis berisik aja deh dari pada anak pak Samad"Dika


"Baiklah... pilih Luna atau Hana"Nayla memberi pilhan lalu kembali memutus panggilan itu


Nayla memutuskan panggilan kakaknya ia sangat mengantuk, tidurnya tak nyenyak karena kakaknya yang sedang galau akan menikah menganggunya.


Puluk 04:00 dini hari


Dret....dret....Dret..


Nayla kembali menjawan telpon kakaknya mendengar pilihannya.


"Hallo"


"Nay ...ngak jadi dengan gadis berisik, bisa gila kakak nanti, anak pak samad aja" Dika

__ADS_1


"Ia, pokonya anak pak Samad, keputusan sudah final, sudah... berhenti jangan menelpon terus Nay ngantuk nih" Nayla kesal


Pukul 05:00


Dret...dret...dret.


"Kakak hentikan jangan menganggu Nay terus, aku mau tidur, kakak ini ngak tidur sampai pagi."Nayla mengoceh.


"Nay kakak ngak mau menikah, kakak mohon, aku ngak bisa tidur kebayang terus samurai pak Samad" Rengek Dika suaranya seperti anak kecil.terdengar putus asa.


"Ngak bisa kakak harus menikah, Nay ngak akan menginjak rumah itu jika kakak ngak nikah" Nayla kesabarannya telah habis.


Siapa suruh ....Dia fikir enak apa, galaunya menikah dijodohin makanya rasain apa yang dulu aku rasakan guman Nayla.


Pukul 06:00


Dret.....dret....


"Halo"


"Ya kakak mau menikah dengan anak pak Samad"


"Baiklah kakak ku tersayang... tidur ya sekarang...."Nayla memutuskan panggilan kakaknya,


Sebenarnya Nayla memaklumi posisi kakaknya dia juga dulu merasakan galau seperti itu bagaimana putus asanya menikah dengan orang yang tidak dicintai.


****


Dirumah Dika.


Nayla dan Aska datang kerumah berkunjung untuk menyakinkan keputusan Dika, sebelum menuju langkah selanjutnya dan menyiapkan cara untuk melamar anak pak Samad.


Nayla menemui kakaknya yang berada dikamar sedang berbaring ditempat tidur Nayla merasa lucu kakaknya berkurung dikamar seperti anak gadis yang lagi merasakan kebimbangan sama seperti yang ia rasakan dulu.


"Kak gimana... kakak setujukan..."Nayla duduk dipinggir tempat tidur.


"Nay" Dika duduk memegang tangan adiknya menatap penuh harap adiknya membatalkan niatnya.


"Kak.... percayakan sama Nayla, Nay ngak akan mungkin memilih gadis yang tidak baik untuk kakak, dia yang terbaik, Nay cuma ingin melihat kakak bahagia," Jelas Nayla meyakinkan kakaknya dengan penuh kelembutan.


"Kak ...aku mohon demi aku....Kakak sayangkan sama Nay, kalau kakak sayang tolong kabulkan permintaan Nay ...menikahlah" Pinta Nayla ia akan menyentuh hati kakaknya.


"Aku sangat menyanyangimu, apa pun akan aku lakukan untuk adikku tersayang, kakak akan menuruti permintaanmu, ini demi dirimu" Dika mengusap puncak kepala adiknya.


"Benarkah, kakak memang yang terbaik, aku sayang padamu.... baiklah siapkan diri kakak malam ini kita akan datang kerumahnya" Nayla memeluk tubuh kakaknya menyalurkan rasa sayangnya.


Akhirnya benar Dika takluk ditangan bule Jerman ia telah setuju menikah dengan anak pak Samad gadis aneh yang bapaknya, galak.


Setelah memutuskan mengiyakan pernikahan mereka berempat sekarang berada diruang tengah berdiskusi untuk langkah melamar anak Samad.


"Kak Dika ntar kalau di rumah kak Aulia, kakak yang bicara ya, mengutarakan niat kakak melamar anaknya" jelas Nayla memberi petunjuk.


Dika dengan wajah tak bersemangat menanggapi perintah adiknya.


"Ngak ah Nay kakak serem bicara sama pak Samad, gimana kalau dia ingat wajah kakak yang pernah ia kejar samurai, Aska aja dia kan jago ngomong jika masalah seperti ini dia kan presdir" Dika menolak malah menyodorkan Aska.


Aska yang mendengar nama disebut kemudian menimpali dengan cepat nyalinya juga ciut.jika berhadapan dengan Pak Samad.


"Kenapa aku, aku ini presdir, kalau bicara mengajak memajukkan perusahaan aku tahu cara bicaranya, tapi kalau ngajak anak orang nikah, aku mana tahu, Endy tuh diakan bawel" Jelas Aska menyodorkan Endy ia juga serem jika bicara dengan pak Samad apa lagi melamar anaknya untuk Dika.


"Ia kan..."Paksa Aska menatap tajam pada Endy.


Endy menelan salivanya dengan susah payah buka mudah melamar anak gadis orang apa lagi bapaknya galak belum lagi lelaki yang melamar ini pernah mencuri mangganya bisa-bisa ia dikejar.


"Ngak....apa lagi aku, aku ini kan cuma punya pengalaman jadi Dj mana bisa ngelamar anak orang untuk nikah, kalau ngajak joget bisa,ampun dj" Tolak Endy yang juga tak mau.


"Jadi siapa yang bicara nanti, Nayla ini hanya terlihat anak remaja sedangkan kalian itu sudah dewasa, ya kalian lah" Ucap Nayla mulai kesal dengan 3 lelaki yang ada dihadapannya. Semua menolak bicara dengan pak Samad Nayla tahu itu akal-akalan mereka saja, mereka juga takut pada pak Samad.


.


.


.

__ADS_1


.


.Like,coment,vote.....


__ADS_2