
Dika, Endy, Aska dan Nayla kini berada dimobil dalam perjalan menuju pantai. Posisi saat ini didalam mobil Dika bertugas mengemudi sedangkan Endy duduk disampingnya, seluruhnya terdiam dengan fikiran masing-masing, sejak tadi wajah Aska selalu masam terdiam memeluk tubuh istrinya fikirannya hanya ingin pulang ke rumah untuk malam kedua.
"Dika kenapa kita tidak ke villa saja, atau piknik di depan rumahmu. seperti biasa" Aska meletakkan kepalanya dipundak istrinya tangannya melingkar dipinggang Nayla bersikap manja masih berusaha menawar keputusan liburan.
Dua orang yang berada didepan menarik nafas panjang ingin rasanya ia menurunkan sahabatnya ini dari mobil lalu meninggalkannya sendirian.
"Aska.. bisa ngak fikiran dikepalamu itu berhenti memikirkan kamar," Ucap Dika matanya fokus menatap kedepan, memasang wajah datar menyesali, seandainya pria ini tak ikut bersama mereka ia hanya merusak suasana saja.
"Dasar mesum, singkirkan dulu otak kotormu itu" Timpal Endy tak kalah kesalnya melihat sahabatnya ini selalu merengek minta pulang.
Aska mendongakkan kepalanya mengarahkan pandangan pada istrinya.
"Nay ayo kita pulang" Rengek Aska seperti anak kecil memasang wajah iba.
Nayla tersenyum sangat gemas melihat tingkah manja Aska padanya seperti anak kecil,
"Nay mau main air, menikmati suasana pantai dan sebentar lagi kita sampai" bujuk Nayla. rasanya liburan kali ini terasa kacau karena lelaki ini selalu saja merapat padanya membuatnya susah bergerak,
"Diam berhentilah merengek, atau aku akan menurunkanmu." Ancam Dika ketus.
"Aska wajahmu sangat menyebalkan, merusak suasana saja, jika kau terus merengek kami akan membuangmu kelaut" Ancam Endy tak kalah sadisnya.
"Kalian menyebalkan" Timpal Aska kemudian terdiam melihat semua orang memasang wajah datar karena tingkahnya. suasana kembali hening mereka menikmati pemandangan yang di lewati.
***
Setelah sekian lama akhirnya mobil menepi mereka telah sampai ditujuan dengan penuh semangat mereka turun dari mobil.
"Hu...akhirnya sampai juga" Ucap Endy tersenyum menikmati pemandangan dan angin pantai yang berhembus.
"Pemandangannya sangat indah" Timpal Dika menatap kedepan
Dika dan Endy kemudian berjalan meninggalkan pasangan yang masih berdiri bak merekat, mereka menuju pantai.
"Kak Aska pemandangannya indah sekali." Nayla sangat antusias keceriaan terpancar diwajahnya, hembusan angin menerbangkan nerbangkan rambut panjangnya. Disebelahnya Aska hanya menatap wajah ceria istrinya.
"Ayo kak" Nayla siap berlari hendak mendahului kakaknya sampai, namun langkahnya terhenti saat Aska meraih tangannya kemudian merangkul bahunya berjalan beriringan.
"Nay mau lari" Protes Nayla.
"Nanti kamu jatuh"
Nayla memajukan bibirnya memasang wajah cemberut keceriaannya hilang ketika ia tak boleh bermain air, sudah berjam-jam ia hanya duduk dipinggir pantai mendampingi Aska yang terus mengelayut manja padanya merengek meminta untuk pulang.sedangkan kakaknya dan Endy terlihat sangat asik berjalan-jalan menikmati sekelilingnya sambil mengabadikannya lewat lensa kamera.
"Kak.. Nay mau main air"
"Ngak usah bahaya, ntar kamu terseret ombak gimana?
Nayla semakin memasang wajah cemberut.
Setelah puas berkeliling dan mengabadikan banyak foto, Endy dan Dika kembali bergabung dengan pasangan yang terus merekat ini.
"Apa kalian hanya akan duduk dan berpelukkan di isini" Dika menatap jengah lalu meraih minuman yang ada dihadapannya.
"Ini liburan nikmatilah, jarang-jarang kita kemari, kita selalu saja sibuk"
"Ia, kitakan niatnya liburan tapi ini cuma duduk disini saja" Protes Nayla.
Aska yang melihat Nayla yang memasang wajah tak bersemangat kemudian ingin mengajaknya liburan yang lebih baik.
"Nay kita ke Jerman yuk" Ajak Aska ia tahu Nayla sangat ingin ke Jerman
Dika dan Endy antusias mendengar saran dari sahabatanya.
"Boleh" Kompak Dika dan Endy menjawab.
"Aku mengajak Nayla bukan kalian, kalian ngak perlu ikut. "Ucap Aska ketus.
"Setelah difikir-fikir boleh juga kita liburan keluar negri, kita kan ngak pernah liburan karena paman Aska."Jelas Endy.
"Jerman" Nayla mengernyitkan dahinya ia sangat ingin ke Jerman tapi apa benar ia akan liburan jika ke Jerman, paling cuma pindah kamar saja. itu fikirnya.
__ADS_1
"Ia Nay kamu mau liburan kan?, kita bulan madu. Disini banyak pengganggu" melirik licik ke arah sahabatnya.
"Kami ikut ya" Pinta Endy
"Tidak boleh, kalian hanya mengganggu saja"
"Kita kan sahabat"
Endy dan Aska asyik berdebat mengenai rencana ke jerman.
Dika menarik tangan adiknya kemudian mengajaknya berlari menjauh dari Aska yang sedang berdebat dengan Endy. membawa adiknya menikmati pemandangan alam, sejenak Aska tak mengetahui jika kedua kakak adik ini telah kabur.
Nayla berjalan dipinggir pantai ombak kecil menerjang kaki mereka, ia jalan pelan sambil bergandengan tangan.
"Nay kau bahagia, " Tanya Dika.
"Kenapa kakak tanya seperti itu?"
" Tidak, kakak takut kamu ngak bahagia, dan masih bersedih"
Dika berhenti kemudian jongkok dihadapan Nayla berniat menggendong adik tersayangnya, ia menaruh tubuh adiknya dipunggungnya. Nayla pun naik.
"Aku sangat menyanyangimu, tak terasa kau sudah dewasa dengan cepat, sebelum kau hamil dan tubuhmu menggendut dan semakin berat jadi kakak mengendongmu" Ucap Dika penuh haru pada adik kesayangannya walaupun mereka sering bertengkar dan berdebat tapi ikatan mereka sangat kuat.
"Ih kak..Kak terima kasih banyak"
"terima kasih apa?
"Terima kasih atas jodoh yang kakak pilihkan untuk Nay, ternyata kakak memang benar dia yang terbaik"
"Kamu ngak nyesal?"
"Ngak, Nay akan terus bahagia bersamanya... selamanya" Ucap Nayla kemudian mengecup pipi kakaknya dari belakang. Dika tersenyum adiknya bermanja padanya.
"kakak sudah pilihikan Nay jodoh, sekarang giliran Nay ya yang pilihkan kakak jodoh" Pinta Nayla.
"Kakak ngak mau dijodohin," Dika menolak permintaan adiknya.
Nayla berontak meminta untuk turun dari gendongan kakaknya.
"Dulu kakak jodohin Nay, sekarang giliran kakak yang Nay jodohkan biar kakak tahu gimana rasanya dijodohin"
"Ngak mau,
" Nay akan pilih perempuan terbaik untuk kakak..ya!
Dika hanya diam tak mengiyakan, rasanya ia sudah tak bisa membuka hati lagi pada wanita mana pun.
Aska dan Endy datang menghampiri mereka.
"Nay pulang yuk udah sore" Masih dengan fikiran pulangnya.
"Nanti dulu, Nay tunggu matahari terbenam, mau lihat sunset" Tolak Nayla berjalan melangkahkan kakinya menyusuri bibir pantai.
"Aska pulang saja sendiri sana" Usir Dika.
"Kita jalan-jalan dulu"
Nayla terus berjalan dengan tiga lelaki yang mengikutinya dari belakang, 3 lelaki yang sangat berharga dalam hidupnya. Nayla membalikkan badannya berjalan mundur melihat kearah 3 pemuda yang berjalan pelan.
"Nay senang banget hari ini, setelah semua yang terjadi, tentang penyerangan itu akhirnya kita bisa berkumpul lagi." Ucap Nayla tersenyum penuh kebahagiaan terus berjalan mundur melihat lelaki itu. Nayla memgarahkan pandangannya pada Endy.
"Kak Endy terima kasih telah menjadi kakak yang terbaik selama ini, selalu mendengarkan ceritaku, selalu mendukungku, Nay minta teruslah menjadi pendukung bule Jermanmu ini" Ucap Nayla pada lelaki yang dia anggap kakak yang selalu kompak dengannya.
Ketiga lelaki itu tersenyum mendengar ocehan Nayla danterus berjalan pelan mengikuti tubuh Nayla.
"Tentu saja, Bule Jermanku tetap yang nomor satu, aku akan selalu mendukungmu" Ucap Endy tersenyum pada Nayla.
"Kak Dika terima kasih telah menjadi kakak yang baik dan berjuang membesarkan Nayla, sekarang tugas kakak telah selesai. tinggal memikirkan hidup kakak," Oceh Nayla pada kakaknya. dan mereka hanya tersenyum.
"Kau akan selalu menjadi adik terbaikku, tugas kakak sekarang memastikan kau bahagia dengan suamimu yang posesif ini" Ucap Dika tersenyum. mengarahkan ekor matanya pada Aska.
__ADS_1
Aska mengerucutkan bibirnya memdengar ucapan kakak iparnya
"Kak.. jodoh kakak, aku yang pilihkan ya.? Pinta Nayla.
"Nay kakak ngak mau dijodohin" Tolak Dika.
Mereka kompak tertawa kecil.Nayla kemudian mengarahkan pandangannya pada Suamianya
"Kak Aska Terima kasih atas cinta kakak yang besar dan atas kesabaran kakak menungguku, kedepannya kita akan menjalankan pernikahan ini dengan bahagia walaupun perbedaan kita bagai bumi dan langit, aku akan berjuang untuk pernikahan ini, walau penuh perjuangan, penderitaan, tangis yang akan menghiasi pernikahan ini, aku ngak akan menyerah, kelak ketika kakak tergoda oleh pelakor atau Nay di goda buaya darat dan orang ketiga mencoba masuk dalam hubungan kita. Nay akan tetap bertahan.
Endy dan Dika terkekeh mendengar kata-kata Nayla
"Nay itu tidak mungkin terjadi" Sangka Aska ia tak akan berkhianat, jika tak ada yang bisa menggantikan Nayla dihatinya.Andai bisa itu telah terjadi sejak dulu.
"Aku akan menghajarnya untukmu, jika itu terjadi" Kompak Endy dan Dika.
"Cobaan apa pun, yang akan masuk dalam rumah tangga kita, Nay akan terus bertahan dan berjuan g untuk kebahagiaan rumah tangga kita karena..." Nayla terdiam sejenak lalu terus melangkah mundur melihat 3 lelaki itu kemudian. Ia menarik Nafas panjang mengumpulkan keberanian lalu
"Kak Aska aku mencintaimu," Teriak Nayla dengan keras mengakui perasaannya, tertunduk malu kemudian membalikkan badannya berlari meninggalkan 3 lelaki itu. Ia sangat malu telah menggungkapkan perasaannya.
Aska mematung, tak melanjutkan langkahnya wajahnya memerah ia sangat bahagia mendengar pengakuan cinta Nayla, hatinya berbunga-bunga, ia seakan berada didalam alam mimpi mendengar kata cinta itu terucap dari bibir Nayla.
Endy dan Dika yang berada disampingnya terkekeh melihat wajah Aska, mereka tahu sahabatnya ini pasti ingin pingsan.
Aska...
Aska...
"Aska....." Endy memukul kepala sahabatnya agar tersadar. lalu Aska pun menoleh pada Endy.
"Kalian dengar tadi, dia mencintaiku" Ucap Aska sangat bahagia matanya bebinar.
"Ia dengar dan kau hanya diam" Timpal Dika.
Aska kemudian tersadar ia melihat gadis itu telah berlari jauh.
" Nay tunggu" Aska berlari mengejar istrinya langkah kakinya yang besar dengan cepat dapat menyusulnya.
Nayla mulai berhenti berlari ia merasa berlari cukup jauh dengan nafas terengah engah, ia tersenyum memikirkan kelakuan konyolnya, ia mengungkapkan perasaanya pada suaminya. dan tanpa ia sadari Aska dapat menyusulnya, kemudian pemuda ini menarik tangan Nayla, kemudian membawa tubuh mungil itu masuk ke dalam pelukkannya.
"Kamu bilang apa tadi, katakan lagi kakak mau dengar?" Pinta Aska memasang raut wajah ceria. mengecup puncak kepala istrinya, berkali kali rasanya mendengar sekali belum puas baginya.
"Ngak mau, udah ngak bisa." Tolak Nayla wajahnya memerah karena malu.
Aska melepaskan pelukkannya kemudian membungkukkan tubuhnya melihat wajah istrinya yang bersemu, masih menunggu Nayla mengatakan isi hatinya lagi,
"Kenapa ngak bisa, sekali lagi " Pinta Aska memegang bahu Nayla dengan kedua tangannya menatap lembut wajah itu.
Nayla terdiam kemudian menatap wajah yang ada didepannya
"Aku mencintaimu" Ucap Nayla pelan tertunduk malu.
Aska tersenyum kemudian menggangkat tubuh istrinya agar tinggi mereka sejajar. ia tak tak mau kejadian sakit lehernya terulang.
"Aku sangat mencintaimu bule Jerman" Menatap wajah Nayla, ia kemudian tersenyum mengecup bibir istrinya dengan lembut, Nayla mengalungkan tangannya dileher Aska saling membalas ciuman meluapkan perasaan cinta mereka, berciuman di saksikan oleh deburan ombak pantai dan kedua lelaki yang kembali menonton gratis ciuman mereka.
"Ha... mulai lagi" Ucap Endy.
"Hei... ingat disini bukan kalian saja"
Nayla dan Aska melepaskan tautan mereka, tersentak mendengar suara disela ciumanya, lagi-lagi mereka terciduk.
"Ayo kita pulang Nay, disini ada penganggu" Aska menunjuk sahabatnya dengan ekor matanya, menarik tangan istrinya pergi meninggalkan sahabatnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Like, coment,vote ya...