Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
membujuk aulia


__ADS_3

Nayla berada di kantor melalui harinya dengan semangat dan misi perjuangan. Rencananya untuk menjodohkan Aulia dan Dika akan ia mulai. Baginya Aulia sangat pantas menjadi kakak iparnya, ia memiliki sifat yang baik, keibuan, serta pandai mengurus rumah cocok untuk menjadi pendamping kakaknya. Demi kakaknya ia akan berjuang mengeluarkan Dika dari patah hati dan memenangkan taruhan melawan Endy. Sebenarnya Nayla tak memperdulikkan taruhan itu, ia hanya ingin kakaknya menikah diusianya yang telah pantas menikah dan memiliki pasangan.


Setiap hari Nayla menemui Aulia dijam istirahat kantor, mendekatinya Aulia. sebenarya gadis itu selalu bertanya padanya mengapa ia berada dikantor ini namun Nayla mengatakan jika ia sedang magang di kantor. ia menutupi statusnya sebagai istri presdir dan Aulia pun belum tahu siapa dirinya sebab ia karyawan baru yang belum memiliki teman jadi tak tahu apa pun.


Seperti biasa Nayla menemui Aulia dikantin kantor mereka sedang janjian untuk makan siang. setiap hari bertemu ditempat ini, demi misinya ini agar berhasil ia harus melihat wajah masam suaminya karena kepergiannya menemui aulia.


Saat ini Aulia duduk dikantin kantor menunggu Nayla datang. Nayla melangkahkan kakinya menuju tempat bertemu Aulia. ia melihat Aulia duduk bermain ponsel ia pun menghampirinya.


"Kak Aulia" Sapa Nayla dengan dengan ceria kemudian duduk berhadapan.


"Hai Nay, kok lama" tanya Aulia.


"Lagi banyak pekerjaan tadi" Jelas Nayla padahal pekerjaannya hanya merayu suaminnya agar ia diperbolehkan makan siang dikantin kantor dengan temannya.


Mereka pun mulai memesan makan siang untuk disantap bersama. sambil menunggu makanan datang mereka berbincang seperti biasa.


"Ia Nay, kamu benar rasanya kerja disini pekerjaanya banyak banget ngak ada habisnya belum lagi peraturannya ketat banget lagi, kakak jadi pusing sendiri" Keluh Aulia yang baru saja merasakan beratnya bekerja dikantor ini.


"Kakak sterss, kalau begitu kakak butuh jalan-jalan, kita jalan yuk?" Ajak Nayla dengan penuh semangat pasti seru jika jalan berdua dengan sesama perempuan.


Ngak bisa Nay...kamu tahukan kakak sangat sibuk banget, kamu dong yang main ke rumah" Tawar Aulia tersenyum penuh harap dari dulu gadis dihadapannya ini tak pernah ke rumahnya.


Nayla menggaruk kepalanya yang tak gatal ia tersenyum pelik mendengar permintaan Aulia.


"Bukannya Nay ngak mau tapi kan, Nay takut bapak kakak galak banget" Ucap Nayla bergidik ngeri apalagi setelah mendengar cerita Dika tentang keganasan pak Samad.


"Ngak kok Nay...bapak udah ngak seperti dulu lagi, sekarang ia sakit-sakitan udah ngak bisa ngejar anak nakal lagi, lagi pula kamu ngak salah apa pun,ngapain takut coba" Jelas Aulia pada Nayla yang takut pada bapaknya yang memang terkenal kejam.


"memang ia ngak galak lagi...jadi," tanya Nayla penasaran ingin tahu cerita calon kakak iparnya siapa tahu ia punya celah untuk membujuk Aulia untuk menerima tawaran untuk menikahi kakakknya.


"Ya gitu Nay bapak udah sakit-sakitan, jangankan kejar orang lagi, kerja aja udah ngak bisa ngak seperti dulu, sekarang kakak harus bekerja keras untuk membiayai adikku kuliah " Jelas Aulia entah kenapa ia mencurahkan isi hatinya pada Nayla , sebuah beban kehidupan yang harus ia tanggung sekarang menggantikan peran ayah dan ibu dikeluarganya.


"Kok kakak jadi curhat gini"


"Ngak apa kok kak, biasa aja ...aku senang kakak mau berbagi cerita dengan" Nayla memegang tangan Aulia memberikannya kekuatan ia sama seperi Aulia dari kecil menggantikan sosok ibu.


Pesanan makanan datang mereka datang. mereka pun mulai menyantap makan siang bersama. Kali ini Nayla mendapat sedikit informasi lagi tentang Aulia selain menjadi pengganti ibu ia sekarang menjadi tulang punggung keluarga dan bembiayai kuliah adiknya. Nayla salut dengan gadis yang ada dihadapannya sangat tegar menjalani hidupnya, ia semakin bersemangat menjadikankan Aulia untuk menjadi istri kakakknya, apalagi jika mereka menikah Dika pasti membantu meringankan beban dan menanggung semua biaya hidup Aulia dan kuliah adiknya. Akhirnya pertemuan ini cukup sampai disini besok Nayla akan mencoba lagi mendekati Aulia lagi


****


Beberapa hari berikutnya.


Nayla dan Aulia kembali bertemu dikantin kantor seperti biasa Nayla menjalankan misinya telah berhari-hari ia bersama Aulia namun ia belum juga memiliki kesempatan untuk mengungkapkan keinginannya.


"Kak Aulia" Sapa Nayla kemudian duduk dihadapan Aulia.

__ADS_1


"Hai Nay kakak udah pesankan kamu makanan"


"Wah kakak tahu aja"


Merekapun duduk berdua mengobrol sambil menunggu pesanan datang dari tadi Nayla ingin mengatakan keinginannya tapi lidahnya keluh untuk memulai pembicaraan ini dari mana hingga pesanan makanan datang.


"Kak Aulia" Kakak udah punya pacar belum? tanya ragu -ragu Nayla menatap Aulia mengacak-acak makanannya dengan sendok menunggu jawaban.


"Hahahaha...kakak ngak punya waktu untuk itu Nay, kakak sangat sibuk" Jelas Aulia menyantap makanan yang ada dihadapannya.


"Ngak punya pacar atau masih suka sama kak Dika" Goda Nayla menatap wajah itu lekat ingin melihat reaksi nama Dika disebut dihadapannya dan ternyata Aulia tersipu malu wajahnya memerah.


"Kamu Nay...ya ngak lah" Sangkal Aulia mencoba menutupi perasaannya yang ia pendam bertahun-tahun walau perasaan itu terlihat jika ia sudah berhadapan dengan Dika.


"Nay tahu kakak masih suka kan dengan kakak Dika," ucap Nayla tahu dari dulu gadis ini menyukai kakaknya.


"Ya ngak lah," sangkal Gadis cantik ini.


"Jangan bohong, kalau Nay jodohin kak Aulia dengan kak Dika, mau kan" Nayla menatap penuh harap.


Deg......


Jantung Aulia berdebar dengan sangat kencang terkejut dengan ucapan Nayla ia mematung tak bisa menjawab sebenarnya ia sangat menyukai Dika dari dulu tapi ia tak pernah bermimpi untuk bisa bersama dengannya.


"kak Aulia ....Kak Aulia....."Nayla memegang tangan Aulia.


"Mau ya nikah dengan sama kakak Dika" Tawar Nayla memasang wajah memelas sangat mengharapkan gadis itu mengiyakan.


"Nay ngak mungkinlah Nay" tolak Aulia.


"Ngak mungkin gimana?"


"Kakak ini ngak bisa menikah untuk saat ini,aku masih punya banyak tanggung jawab untuk membiayai kuliah adikku dan kamu tahukan kuliah kedokteran itu ngak murah, kalau aku menikah bagaimana nasib keluargaku" Jelas Aulia sebenarnya merasa tak pantas untuk Dika masalah keluargan kelak nanti akan menjadi beban Dika jika ia menikah dengannya.


"Kak Dika pasti mengerti kok, ia pasti membantu kakak, beban kakak akan berkurang jika menikah dengannya" Nayla menyakinkan gadis ini.


"Mau ya kak" Mohon Nayla dengan sangat andai ia bisa bersimpuh demi apa pun ia sangat menyukai Aulia jika menjadi kakak iparnya.


"Maaf Nay kakak ngak bisa" Tolak Aulia.


Aulia menolak keinginan Nayla baginya ia tak mungkin menikah dengan Dika walaupun ia sangat bahagia jika ia bisa berjodoh dengan lelaki itu, hati kecilnya tak menapik ia berbunga mendengar permintaan Nayla tapi ia tak ingin Dika menanggung beban keluarganya lagi pula Dika tak pernah menyukainya dan ia tak pernah sedikitpun meliriknya bahkan lelaki itu pasti tak tahu namanya.


Hari ini berakhir dengan penolakkan Aulia tapi Nayla tidak akan menyerah ia akan terus mengejar gadis hingga ia mau menikah dengan Dika.


***

__ADS_1


Beberapa hari berikutnya


Nayla masih belum menyerah. Upaya menjadikan Aulia sebagai kakak iparnya masih begitu besar. Nayla kekeh mengejar persetujuan Aulia dulu yang penting gadis ini mengiyakan ,urusan kakaknya nanti ia fikirkan, lagi pula ia bisa membujuk kakaknya dengan bantuan sahabatnya tak sulit baginya membujuk Dika tinggal mempegaruhi sahabatnya. maka ia akan menurut. Endy adalah pendukung nomor satu bule Jerman ia pasti setuju dengan Nayla dan Aska adalah suaminya walaupun ia sangat memperdulikan sahabatnya tapi Nayla tahu kelamahannya ia tinggal mengeluarkan jurusnya maka Aska akan patuh padanya.


"Kak Aulia Nikah ya dengan kak Dika" Nayla berjalan mengikuti Aulia sepanjang makan siang tadi Nayla terus membahas itu hingga ia akan ke meja kerjanya Nayla masih mengekorinya.


"Nay sudah... kakak ngak bisa terima" Tolak Aulia ia seperti diteror gadis kecil ini sudah beberapa hari ini Nayla memintanya untuk menikah dengan kakaknya.


"Kakak... tolong terima pernikahan ini dan bagi beban kakak pada kakak Dika, tolong ...kak Aulia hanya kakak yang pantas mendampingi kakakku" pinta Nayla.


"Kakak menyukai kakakku kan, lagi pula ia tidak punya pacar apa salahnya kalau kalian menikah"


Langkah kaki Aulia terhenti, ia dalam keraguan ia menyukai lelaki itu tapi lelaki itu tak menyukainya dan apa jadinya hubungan ini tanpa cinta. Semenjak Nayla memintanya menikah dengan Dika ia juga terus terfikirkan masalah ini jalannya untuk hidup bersama dengan orang ia cintai telah nyata didepannya jika ia mengiyakan keinginan Nayla.


"Nay kakak kamu itu ngak suka sama kakak, kakak kamu mana mau menikah dengan ku" Jelas Aulia begitu banyak pertimbangan ia harus fikirkan jika menikah dengan Dika.


"Kak Dika mau ko, Nay uda bilang ,dia setuju menikah dengan kakak" Kilah Nayla berbohong ia tak peduli menurutnya gampang membujuk kakaknya tinggal memenangkan hati sahabatnya. yang penting gadis ini mengiyakan lebih dulu.


"Bagaimana kami menikah dia tak mencintai kakak, apa dia akan bahagia dengan pernikahan ini" Aulia meragukan


"Cinta akan datang seiring waktu dan karena terbiasa, sama seperti teman Nay ia dulu menikah karena perjodohan ia tak mencintai suaminya karena ia fikir ia berbeda, dari usia yang jauh, tinggi badan, tapi sekarang seiring waktu selalu bersama cinta itu tumbuh dan mereka bahagia sekarang" Cerita Nayla tentang kehidupan pernikahannya yang juga dulu meremehkan menikah tanpa cinta itu tak akan bahagia ternyata ia jatuh cinta bahagia bersama suaminya. Ia juga berharap itu terjadi pada pernikahan Dika dan Aulia.


"Mau ya....., kakak kan gadis yang cantik, baik, kakak Dika pasti akan jatuh cinta dengan mudah, pada kakak tinggal saling mengenal saja" Jelas Nayla


Aulia terdiam sejenak mendengar penjelasan Nayla berhari-hari gadis ini selalu meyakinkannya lalu ia menarik nafas panjang sebelum mengambil keputusan.


"Baiklah kakak mau menikah dengan kakak kamu" Aulia akhirnya mengiyakan setelah berhari-hari Nayla terus membujuknya pertahananya goyah juga.


"Benarkah kakak mau, " Nayla tersenyum lalu memeluk Aulia.


"Makasih ya kakak .....Ye...Kak Aulia akan jadi kakak iparku, kak Dika pasti ngebahagiain kakak" terus memeluk Aulia hingga gadis itu terasa sesak.


"Tapi kakak punya syarat, Nanti jika kakak menikah kakak ngak akan berhenti kerja." jelas Aulia masih memeluk Nayla


"Ia...Ntar Nay bilang kakak Dika"


Nayla sangat bahagia dengan keputusan Aulia tak sia-sia ia mengejar gadis ini berhari-hari akhirnya ia akan melihat kakaknya menikah. Sekarang tinggal membujuk Dika untuk menikah dengan bantuan sahabatnya ia akan membujuk Dika dan ia pastikan lelaki ini tak boleh menolak kali ini ia yang akan memilihkan jodoh untuk kakaknya.


.


.


.


.

__ADS_1


Like,coment, like....


Cerita sambil menunggu keseruan dan kegilaan Nayla hamil lagi dan punya anak sekarang ke sahabatnya dulu cinta antara Dika yang cuek, jutek dengan Aulia yang bapaknya galak pasti seru. bagaimana pusingnya Dika punya calon mertua galak.


__ADS_2