Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
melepas rindu


__ADS_3

Nayla dan Aska masih dalam ruangan yang sama, bertemu untuk yang pertama kalinya setelah penantian panjang, mereka hanya saling memandang dari kejauhan, hanya itu yang bisa mereka lakukan untuk menyalurkan rasa rindu yang besar, tatapan yang menghanyutkan hingga keduanya terlupa, keadaan di sekitar mereka.


Endy menarik kedua sudut bibirnya, melihat pertemuan pasangan yang telah terpisah lama ini. Ia ikut bahagia penantian dan kesedihan telah berlalu, kebahagiaan siap menyambut hidup mereka.


Endy mengakhiri saling pandang itu dengan mengajak Nayla duduk di kursi yang telah disediakan yang dihadapannya terdapat meja bundar.


"Ayo Nay kita duduk disana" Ajak Endy, masih menggandeng tangan Nayla, kemudian memilih tempat untuk duduk. setelah menemukan tempat yang cocok.


Endy menarik kursi lalu mempersilahkan Nayla duduk dan ia juga mendudukkan tubuhnya disamping Nayla.


"Nay kamu mau minum?" Tawar Endy.


"Ngak kak" Tolak Nayla.


"Bagaimana kamu sudah melihatnya kan, dia sangat meridukanmu, kamu juga merindukannya kan?" Tanya Endy


Nayla hanya diam tak menjawab pertanyaan Endy, ia kembali mengarahkan pandangannya pada Aska, dan ternyata Aska masih mengarahkan pandangannya kepadanya, terlihat Aska menatapnya lekat dari kejauhan tak memperhatikan orang-orang yang bicara disekitarnya, ia hanya cuek dan fokus padanya, membuat Nayla merasa kikuk karena terus diperhatikan dari jauh, Nayla membuang pandangannya tertunduk malu ia tak sanggup terus di perhatikan oleh Aska ia seperti ingin meleleh.


"Kamu akan memulai lagi dari awal dengan Aska kan, kau siap masuk ke dalam dunianya dan siap jika dia memperkenalkanmu sebagai istrinya?" Tanya Endy.


"Ia Nay akan kembali padanya, tapi untuk memberitahu orang-orang bahwa aku istrinya, Nay belum siap!" Jelas Nayla


"Kenapa?"


"Karena aku ngak mau orang menghormatiku dan takut bicara padaku, karena aku ini istri Persdir Dirgantara Mitra." Jelas Nayla.


"Cepat atau lambat, orang pasti tahu"


"Ia aku tahu, tapi belum saatnya orang mengetahuinya"


Nayla terdiam ia mencoba mencuri pandang ke arah Aska namun sial ia ketahuan lagi-lagi mata mereka bertemu, Aska masih tak berhenti menatapanya dengan cepat Nayla ia mengarahkan pandangannya pada Endy.


Nayla dan Endy duduk berdua, sedang asik berbincang, tiba-tiba sekelompok pemuda datang kemudian duduk ikut bergabung dengan mereka berdua.


Endy menarik nafas melihat sekelompok pemuda itu, mereka adalah teman kantor yang memiliki jiwa playboy sama seperti Endy, yang tak bisa melihat wanita cantik, jiwa playboynya akan terpanggil untuk dekat dengan wanita cantik itu.


"Pak Endy, Adiknya ya?, cantik banget" Tebak pemuda yang yang langsung duduk bergabung dengan mereka.


"Kenalin dong pak?" Timpal pemuda yang satu lagi.


"Bukan Adik saya, tapi pacar saya" Jawab Endy yang menggeser kursinya mendekat kearah Nayla mencoba melindungi bule Jerman dari godaan buaya darat kantor. Ia mengaku pacar Nayla agar niat kelompok itu kandas lalu pergi dari sini.


"Kak Mereka itu siapa?" Tanya Nayla berbisik pelan ke telingan Endy.


"Buaya darat kantor" Ucap Endy, ketus memasang wajah jutek. Endy memiliki sifat hangat dan ceria ia bisa masuk dan berteman dengan siapa saja, bergaul tanpa mengenal status, itulah ia bisa akrab dengan semua orang termaksud dengan buaya darat kantor yang berteman dengannya saling bertukar informasi mengenai gadis cantik.


Nayla diam memasang wajah datar tak tertarik dengan para pemuda yang ada ada disekelilingnya ia mencoba menjaga jarak, ia tahu Aska pasti tak suka ia bicara dengan orang lain, teman sekolah Nayla saja, ia hajar apalagi ini hanya bawahannya tamatlah riwayat kalian itu fikir Nayla.


"Jangan bohong pak, kami dengar ia memanggil bapak dengan sebutan kakak" Ucap pemuda kantor. yang membuat Endy membulatkan matanya rahasianya terbongkar.


"Bukan kah bapak sedang dekat dengan Sarah bagian keuangan, kami melihat bapak makan siang bersama" Ungkap pemuda itu.


"Kamu salah, pak Endy bukannya sedang dekat dengan Angel bagian marketing." Timpal pemuda yang satunya lagi


"Bapak bukannya pulang bareng kemarin dengan rossa sekertaris yang yang seksi itu" timpal lagi pemuda yang lain.


"Ngak kemarin, saya lihat bapak di pantry dengan Office girl baru yang cantik itu" Timpalnya pemuda yang lain lagi.


Mereka menyebut begitu banyak wanita yang sedang dekat dengan Endyseolah mengungkapkan rahasia Endy pada Nayla jika, Endy termaksud juga dalam daftar buaya darat kantor.


Endy mengernyitkan dahinya mendengar seluruh rahasianya tentang gadis kantor dibongkar pemuda itu. kemudian mengarahkan pandangannya pada Nayla yang pipinya menggembung, wajahnya memerah dengan susah payah menahan tawa mendengar celoteh pemuda kantor.tentang percintaannya


"Jangan dengar mereka Nay" bisik Endy.

__ADS_1


"Ih kak... Office girl pun kakak godain" Bisik Nayla,


"Ngak Nay, mereka yang hanya teman, mereka yang mengejar kakak" Alibi Endy.


"Pak kenalin dong" pinta pemuda itu.


" Gadis cantik nama kamu siapa?" Tanya pemuda itu mengulurkan tangannya.


"Ngak boleh" Ucapnya ketus kemudian menepis tangan yang terulur itu.


"Pak cewek itu, namanya siapa sih?"


"Cewek bule kenalan dong, nama kamu siapa?"


"Hei dia ini bukan gadis sembarangan, kau akan jadi pengganguran jika kau menggodanya pergi sana" Usir Endy mulai kesal .


Nayla hanya terdiam tersenyum pelik kearah mereka.


"Huh...Aku bukannya tak mau mengenalkannya pada kalian, tapi gadis yang kalian tanyakan ini istri pemilik perusahaan ini, habis kalian jika menggodanya." Batin Endy.


Endy mengarahkan pandanganya pada Aska yang ternyata disana sudah menatap tajam padanya, Aska melototkan matanya lalu mengibaskan sebelah tangannya kelehernya menggancam, Endy yang melihat kibasan tanganAska membuatnya menelan salivanya dengan susuh payah.


"Habislah aku, dia pasti marah Nayla didekati oleh pemuda ini ,dia akan menghajarku, tamat riwayat kalian semua buaya darat kantor, kalian akan menyesal karena telah mengganggunya,habis gaji kalian, sepertinya potongan gaji kalian, akan besar kali ini karena berani mengganggu istrinya" Batin Endy.


Aska yang melihat dari kejauhan Nayla sedang didekati oleh bawahannya seketika menjadi kesal. Aska memerintahkan pak Chan mendekat padanya. ia akan menyampaikan sesuatu.


"Pak Chan, suruh semua Laki-laki itu pergi dari sini, berani-beraninya mereka menggoda Nayla potong gajinya setengah, dan jangan berikan mereka bonus, dan beritahu Endy untuk membawa Nayla pulang, aku tak ingin istriku menjadi pusat perhatian disini" Titah Aska dengan wajah berubah dingin tak rela kecantikan Nayla diperhatikan oleh orang-orang.


"Baiklah tuan" Pak Chan merogoh sakunya mengirim pesan ke Endy.


Endy yang telah melihat kemarahan diwajah Aska, berniat untuk pulang ditambah pesan yang dikirim pak Chan.


"Ayo kita pulang" Ajak Endy berdiri kemudian menarik tangan Nayla untuk pergi dari kumpulan buaya darat kantor, yang masih mencoba berkenalan dengan Nayla.


Sebelum pergi dari tempat ini Nayla kembali melihat kearah Aska yang tersenyum padanya, Endy melambaikan tangannya tanda mereka pamit untuk pulang.


"Pak Chan" Panggil Aksa menatap penuh harap agar lelaki yang sudah dianggapnya ayahnya ini, melepaskannya bertemu Nayla, walau sebentar saja.


Pak Chan mengerti tatapan Aska, pemuda ini sangat merindukkan istrinya, ia juga tak tega menahan Aska, dengan berat hati ia mengangguk.


"Baiklah hanya dua menit" Ucap pak Chan mengangkat dua jarinya memberi Aska izin untuk pergi sebentar saja menemui Nayla, lagi pula dari tadi ia tak fokus.


Aska tersenyum lebar ke arah pak Chan yang juga turut senang melihat perubahan wajah Aska yang sekarang telah tersenyum. Aska berdiri


lalu izin ke toilet pada orang-orang yang duduk bersamanya, itu alibinya agar bisa keluar sejenak.


Dengan langkah cepat Aska mencoba mengejar Nayla dan Endy yang baru saja keluar dari ruangan, Aska menyusul Nayla untuk melampiaskan rindunya.


Aska keluar ruangan berlari mengejar mereka, ia menarik dua sudut bibirnya, tersenyum melihat gadis pujaan hatinya belum pergi jauh. Aska berlari mendekat.


"hahahaha" Nayla sedang tertawa karena candaan dari Endy ia tak menyadari Aska berada dibelakangnya. Tanpa kata dan tak peduli sekitarnya.Aska lalu mendekap tubuh mungil Nayla dari belakang membuat Nayla terkejut, terdiam ditempat tak melanjutkan langkah kakinya.


"Aska" Ucap Endy yang sama terkejutnya dengan Nayla, melihat Aska yang tiba-tiba memeluk Nayla dari belakang. Perlahan Endy melepaskan genggaman tangannya dari Nayla, ia berjalan mundur beberapa langkah memberikan waktu untuk Aska dan Nayla saling melepas rindu bersama.


Mendengar Endy menyebut Nama Aska tubuh Nayla membatu kakinya terasa lemas, wajahnya memerah karena gugup, jantungnya terasa ingin keluar dan Nayla merasakan hal yang sama pada Aska yang debarannya jantungnya juga semakin kencang.


"Aku sangat merindukanmu" Ucap Aska pelan terus menikmati pelukkannya menyalurkan seluruh perasaan rindu dan cintanya yang telah lama ia tahan, ia serasa bermimpi, akhirnya ia bisa menyentuh tubuh ini lagi.


Nayla hanya diam tak tahu harus berbuat apa, ikut menikmati pelukkan Suaminya, Aska membalikkan tubuh Nayla mengarah padanya.


"Apa kau juga merindukkanku?" Tanya Aska memegang bahu Nyala menatap dengan tatapan lembut tersenyum sangat menawan.


Nayla mengganguk perlahan

__ADS_1


"Sangat" Jawabnya pelan penuh keyakinan.


Aska tersenyum penuh kebahagian mendengar jawaban Nayla lalu kembali memeluk tubuh istrinya erat mengecup puncak kepalanya berkali-kali.


"Kenapa kamu pergi lama sekali" Ucap Aska kembali mencium puncak kepala Nayla.


"Maaf" Hanya itu yang bisa Nayla ucapkan untuk Aska.


dengan perlahan Nayla mengangkat kedua tangannya melingkarkannya dipinggang Aska, membalas pelukkan suaminya, membenamkan wajahnya, didada Aska menikmati wangi tubuh suaminya yang menenangkan, ekor mata Nayla basah, tak ia bisa membendung air matanya lagi, mereka hanyut dalam pelukan pelepasan kerinduan, tak memperdulikan sekitar mereka lagi, untung saja suasana sepi karena orang-orang berada dalam ruang acara, hanya ada beberapa orang lalu lalang namun pergi setelah mendapatkan sorot mata dari Endy.


Endy yang melihat pertemuan ini dari jauh tersenyum ikut bahagia dengan kebahagian mereka.


Cukup lama mereka terhanyut, akhirnya pelukkan itu terlepas.


" Nay maaf, kakak sangat sibuk hari ini, kakak ngak bisa nemanin kamu" Ucap Aska merasa bersalah, ia sangat menantikan hari ini datang tapi yang terjadi ia harus terjerat dalam kesibukkannya.


"Ngak apa-apa kakak, Nay juga udah mau pulang dengan kak Endy"


"Setelah semua urusan selesai, kakak akan pulang menemuimu" Jelas Aska yang tak berdaya, dengan begitu banyak pekejaan yang ada.


"Endy" Panggi Aska


Endy yang merasa urusan mereka telah selesai, mendekat kearah mereka.


"Endy kalian pulanglah lebih dulu, aku akan menyusul kalian nanti" Pinta Aska pada sahabatnya.


"Baiklah kami akan pulang."


Aska mengarahkan pandangannya pada Nayla.


"Pulanglah, tunggu kakak" Aska mengusap kepala Nayla.


"Kakak masuk dulu, mereka menungguku, mereka hanya memberi waktu 2 menit." Aska melangkah mundur perlahan meninggalkan Nayla yang masih berdiri menatapnya pergi, Aska tersenyum,kemudian berjalan maju kembali, seperti melupakan sesuatu.


"Nay" Panggil Aska dan Nayla mengarahkan pandangannya lurus pada suaminya.


Cup....dengan cepat dan tiba-tiba Aska mendaratkan satu kecupan yang berhasil mendarat mulus dipipi Nayla, kemudian tersenyum lalu pergi meninggalkan mereka. setelah menjauh ia membalikkan badannya.


"Aku pergi dulu, tunggu aku dirumah" Ucap Aska pergi lalu meninggalkan mereka dengan perasan puas telah mencium pipi Nayla.hatinya berbunga-bunga. ia sangat bahagia.


Nayla tersentak tiba-tiba mendapatkan ciuman di pipinya, ia mematung, wajahnya memerah seperti tomat, kemudian memegangi pipinya bekas kecupan Aska, ia tak meyangkah Aska berani menciumnya, setelah setahun berlalu lelaki itu telah berubah.


"Nay" Panggil Endy


"Nay" Endy menepuk bahu Nayla membuatnya tersadar dari lamunannya.


"kau terkejut dengan perubahannya, dia tidak akan menyembunyikan perasaannya lagi, jadi bersiaplah, ia akan mengejarmu" Ungkap Endy yang memberikan jawaban pertanyaan hati Nayla.


Aska telah berubah dia bukan Lagi Aska yang dulu selalu menyembunyikan cintanya, sekarang ia akan membuktikan cintanya


.


.


.


.


Like, coment, vote..... ya


Terima kasih yang sudah like, coment ,vote. ya.....


"

__ADS_1


"


"


__ADS_2