Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
mencoba


__ADS_3

malam telah larut Dika dan Nayla masih berada di ruang keluarga duduk berdampingan. Nayla mendengar cerita kakaknya, kebenaran yang begitu banyak yang tidak ia ketahui tentang Aska betapa lelaki itu menderita menjalani hidupnya.


Semua masalah yang selama ini mengganjal dihati Nayla telah terjawab satu persatu dan membuatnya malu pada dirinya sendiri.


"Kak maafin Nay ya, sudah salah paham selama ini, habis kalian nyebelin, Nay tahunya kalian Dj pemabuk jadi Nay agak kesal" Jelas Nayla merasa bersalah.


"Satu lagi Nay, kamu sangat benci masalah kami ini Dj kan, kami bukan Dj Nay itu hanya hobi" Dika protes


"Jadi pekerjaan kakak apa kalau bukan Dj" Tanya Nayla heran mengernyitkan dahinya.


"Kamu tahu nama Club malam tempat kakak bekerja" Tanya Dika


"Ia tahu naylaska" Sebut Nayla singkat


"Apa Nay, ulangi sekali lagi" Tanya Dika


"Naylaska kak, kakak ngak dengar ya " Nayla agak kesal di perintahkan menyebut berulang-ulang


"Bodoh kamu, ngak sadar nama club malam itu gabungan namamu dengan nama Aska" Ujar Dika lalu mengetuk kepala adiknya membuat Nayla meringis kesakitan memengang kepalanya.


Nayla terdiam


Club malam itu milik Aska sebelum menjadi presdir kami bertiga mengelolahnya dari bawah, itulah kami selalu pulang larut malam dalam keadaan mabuk dan selalu membuatmu kesal .sekarang club malam itu sudah milik kakak dan Endy, telah memiliki banyak cabang jadi tanpa kau menikah dengan presdir kita sudah kaya Nay."Pamer Dika.


"Kak, kenapa kak tidak menikahi Caren, jika kakak sudah mapan?" Tanya Nayla penasaran.


"Kamu tahu kakak pacaran sama Caren? dari mana kau tahu?" Tanya Dika heran.


"Kak Aska" Jawab Nayla singkat.


"Sejak kapan ia jadi pengosip, Nayla pasti menggodannya agar mencari keterangan darinya" Guman Dika pelan.

__ADS_1


"Kakak belum menikah dengannya karena ia masih ingin berkarir sudah jangan bahas hubungan kakak." Tolak Dika.


"Bagaimana? aku bukan lelaki yang gila harta seperti kau fikirkan kan Nay? aku hanya menyanyangi sahabatku Aska dan Endy sangat berarti bagiku" Jelas Dika.


"Sekali lagi maafkan Nay, ya kak" Nayla memeluk tubuh lelaki yang begitu dia sayang itu.


"Ia kakak maafi kamu, Nay kamu sudah tahu semuanya, dia orang yang baik kan? apa hatimu tidak luluh dengan kebaikannya, apa dihatimu tak ada sedikitpun rasa suka untuknya cobalah buka hatimu" Jelas Dika melepas pelukan adikknya.


"Ia Nay, akan mencoba membuka hati Nayla untuknya" Tersenyum manis pada kakaknya.


Dika terdiam sejenak lalu ia menarik tangan adiknya, memegang tangannya lalu menatap wajah adiknya, wajahnya berubah serius.


"Nay, kak mohon padamu serahkan dirimu padanya" Dika memohon dengan lembut pada adiknya.


"Maksud kak ?" Raut wajah Nayla mulai berubah datar agak cemas dengan permohonan kakaknya.


"Kakak mohon lakukanlah tugasmu sebagai istrinya, berikan haknya, malam pertamalah dengannya" Mohon Dika ia mendekap tangan Nayla didadanya.


"Kak"Suara Nayla lirih.


"Kau lihat serangan tadikan, bagaimana tadi jika ia tak bisa bertahan, bagaimana jika itu menjadi hari terakhirnya" Jelas Dika masih membujuk adiknya dengan lembut.


"Kak jangan bilang begitu, hubungan kami masih baru jangan buru-buru" Nayla menolak halus


"Nay kau tak bisa menutup mata tentang fakta tentang lelaki itu tak punya banyak waktu entah sampai kapan dia akan bertahan, beri dia haknya Nay, beri dia pewaris dia butuh anak" Jelas Dika menatap wajah adiknya lekat


"Kak Nay belum siap, usia Nay masih muda untuk memiliki anak" Tolak Nayla perlahan ia tak mau lagi menyakiti hati kakaknya.


"Nay sekarang atau nanti kelak kau juga akan melakukanya, lakukanlah Nay sekali ini saja, cobalah menerimanya, kakak mohon demi sahabat kakak, berikan dia sedikit kebahagian dia telah lama menderita" Jelas Dika memohon


"Nay balas semua kebaikannya pada kita, satu kali saja lakukan kewajibanmu sebagai istrinya" Jelas Dika

__ADS_1


Nayla terdiam seribu bahasa tak ada jawaban suasana seketika hening hanya ada suara tv. ia terus berfikir dengan keras hingga akhirnya kakaknya menyerah


"Baiklah masuklah kekamarmu, pergilah tidur" Perintah Dika dengan nada kecewa, ia sudah tahu jawaban Nayla, memang sangat susah membujuk adiknya ini.


Nayla bangun dari duduknya melangkahkan kakinya perlahan terus berfikir lama, lalu sebelum ia melangkah jauh meninggalkan kakaknya ia berbalik.


"Kak Dika...... Nay akan mencobanya" Ucap Nayla kemudian tertuduk.


"Senyum mengembang menghiasi wajah Dika" Masuklah, tidurlah kau memang adik yang baik" Ucap Dika menatap adiknya yang berlalu.


Nayla kembali membalikkan tubuhnya, berjalan menuju kamar ia menyeret kakinya langkah kakinya terasa berat ia membuka pintu dengan ragu ia selalu terniang kata-kata kakaknya untuk menjadi istri Aska sekali saja.


Nayla telah berada didalam kamar, ia terhenti dipinggir kasur ia memandang wajah Aska lekat yang tertidur begitu pulas.


"Dia adalah suamiku aku harus mencobanya, balas kebaikannya, aku akan menyerahkan diriku padanya, dia akan mengambil haknya aku harus mencoba terbiasa menyentuhnya." Guman Nayla meyakinkan hatinya.


Nayla naik ketempat tidur ia masih duduk melihat wajah Aska yang tertidur pulas terlentang dengan tangan yang berada diperutnya ia benar ingin mencobanya, ia mendekatkan wajahnya pada Aska semakin dekat mencoba untuk mengecup wajah itu untuk menyakinkan hatinya ia bisa memberikan hak Aska namun ia tak mampu, wajahnya tak sanggup lagi untuk mendekat, terhenti matanya mulai berkaca-kaca ia tak sanggup, ia menarik kembali wajahnya, tubuhnya bergetar ia terdiam mengatur nafas meyakinkan dirinya bahwa ia akan mencoba melakukannya dengan Aska, ia kembali memajukan wajahnya semakin wajahnya maju bayang penyerangan itu terniang. kebaikan Aska perjuangan Aska yang selalu melindunginya memberikannya kekuatan untuk bisa terus memajuhkan wajahnya ia melakukannya, hingga akhirnya sampailah juga bibirnya menyentuh pipi Aska dia terdiam menempelkannya lama.


Setelah selesai dan berhasil ia menuju ketahap selanjutnya ia menarik tangan Aska yang ada diatas perut, ia meluruskannya kesamping lalu merebahkan tubuhnya dengan sebelah tangan Aska menjadi bantal, ia melingkangkarkan sebelah tangannya ke atas dada Aska memeluknya, membenamkan wajahnya di dada Aska, air matanya mengalir, ia belum siap menghadapi semua ini, ia harus memenuhi tanggung jawabnya menolong lelaki yang telah banyak berkorban untuknya dan sangat sedih karena akan kehilangan mahkotanya diusia muda, dia masih muda untuk menanggung semua tanggung jawab ini . ia terus menangis dipelukan Aska, hingga akhirnya ia tertidur dalam pelukan suaminya terhanyut dalam mimpi .


.


..


.


.


.


.

__ADS_1


Like,coment, vote ya........


__ADS_2