Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
malam pertama 2


__ADS_3

Aska kembali masuk ke dalam kamar setelah gagal bicara dengan Dika dan malahan ia terjebak, mendapatkan ancaman yang membuatnya tak berdaya, ia akan menahan Nayla jika tidak melakukannya malam ini membuatnya tak punya pilihan lain .


Aska melihat Nayla masih duduk mematung di pinggir tempat tidur, Aska menghampiri Nayla. Nayla bisa melihat kegagalan Aska membujuk Dika tersirat dari wajah.


"Bagaimana?...Kita tidak punya pilihan lainkan? Ujar Nayla lirih menatap Aska, ia sudah bisa menebak keputusan kakaknya tidak bisa diubah.


"Jadi lakukanlah, aku siap" Pinta Nayla Pasrah


"Maaf...Nay kita akan melakukannya malam ini" Aska merasa bersalah pada Nayla namun ia juga tak ingin pulang ke rumah tanpa membawa Nayla.


Aska duduk di samping Nayla terdiam berfikir, tak lama kemudian memegang kedua bahu Nayla mengarahkan tubuh istrinya agar mengarah padanya, ia kembali menatap Nayla yang tertunduk malu tak berani menatapnya, jantungnya seakan ingin meledak.


Tangan Aska menyibak piyama itu membuat Nayla semakin gugup wajahnya merah merona, tangannya mengepal kuat, tubuhnya menegang, rasanya ia tak sanggup melalui ini namun penyerangan itu terus terniang difikirannya membuatnya tak berdaya, Aska terdiam sejenak, ia tak menyangka akan melampiaskan semua hasrat cinta dan rindunya malam ini pada wanita yang telah lama ia tunggu bertahun-tahun.


Aska telah menindih tubuh istrinya memulai sentuhannya, membuat Nayla mengeliat kecil, menggigit bibir bawahnya karena sentuhan lembut yang ia terima. Dengan Perlahan Aska menyalurkan seluruh perasaannya cinta yang telah lama ia pendam, sedangkan Nayla mencengkeram seprei dengan kuat, Ia pasrah perasaannya campur aduk rasa sedih, hancur, tak berdaya, semua menjadi satu ia masih muda untuk melakukan semua ini, ia benar-benar tak akan punya kebanggan lagi setelah melalui malam ini, mahkota kegadisan yang ia jaga, akan hilang di usia muda, ia tidak memiliki apa-apa lagi rasanya hancur, namun ia juga memiliki tugas sebagai seorang istri yang harus menjalankan kewajibannya, menyerahkan dirinya pada suami yang selalu merasakan serangan dan entah sampai kapan ia bisa bertahan rasanya sangat menyedihkan.


Aska mengangkat kepalanya menatap lurus wajah yang ada dibawahnya, ia melihat ada air mata yang mengalir dari ekor mata Nayla, gadis yang ia cintai menangis, melihatnya mengeluarkan air mata, ia menjadi tak tega untuk melanjutkannya, rasa iba merasuk ke dalam hatinya .


Aska menarik nafas dalam ia menghentikan aktivitasnya lalu menarik sebelah tangan dan kakinya turun dari tubuh Nayla ia tak sanggup melakukannya, ia mengerti kesedihan Nayla gadis ini belum siap mental menghadapi malam pertamanya. melihat Aska merubah posisinya beranjak dari atas tubuhnya, Nayla dengan cepat memegang lengan Aska mencegahnya turun dari tindihannya


"Jangan berhenti...Lakukanlah...Jangan pedulikan air mataku, jangan tatap mataku, kau berhak atas diriku, baiklah aku akan memberikanmu waktu sampai besok pagi, kau boleh melakukan apupun padaku, aku istrimu, ini adalah hakmu hingga besok pagi, aku tidak akan menolak"Ujar Nayla memberi Aska penawaran.


"istriku" Menatap wajah Nayla lekat.

__ADS_1


Nayla mengagguk perlahan memandang dengan tatapan sayu.


Sejenak Aska berfikir dengan tawaran Nayla ia menarik sudut bibirnya" Baiklah istriku, aku akan melakukannya.


"Lakukan apapun yang kau inginkan, waktumu sampai besok pagi" Jelas Nayla lirih.


Aska menarik sudut bibirnya ia tak akan melewatkan kesempatan ini sedikit pun entah kapan lagi ia bisa merasakan moment ini . Ia melakukannya perlahan menikmatinya, sedangkan Nayla hanya membatu pasrah di fikiran hanya terus membayangkan serangan yang terjadi pada mereka ia harus kuat menerima semua ini, ia ingin memberikan sedikit kebahagian untuk Aska yang entah sampai kapan ia bisa bertahan. Nayla yang membiarkan Aska menikmati indahnya malam pertamanya.


Aska terus menikmati penyatuhan pertamanya dengan Nayla, Aska mabuk dalam kenikmatan malam pertamanya dengan orang yang begitu sangat dicintainya.


Di luar Endy dan Dika masih berada di depan pintu kamar Nayla bermain kartu mereka fokus berfikir sambil berbincang.


"Dika apa dia benar-benar melakukannya" Tanya Endy memegang kartu.


"Ia pasti akan melakukannya, ancaman tadi pasti mempengaruhinya" Ujar Dika menurunkan kartu ke meja.


"Bagaimana perasaanmu melihat mereka? apa kau sudah benar-benar merelakan Nayla untuk Aska?"Tanya Dika.


"Entahlah rasanya sangat sulit sekali" Endy mengendikkan bahunya.


"Belajarlah kau pasti akan melupakannya, seiring waktu" Saran Dika.


"Akan kucoba"

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang membuat kau dan Aska tergila-gila dengan Nayla?seolah dunia kalian ini hanya ada satu orang gadis, dia itu hanya gadis kecil" Ledek Dika heran


"ahg......."Erangan lirih Nayla terdengar keluar kamar, saat Aska berhasil menembus selaput darah Nayla mengambil mahkota yang paling berharga yang ia jaga selama ini.


Dika dan Endy saling bersitatap, Dika tersenyum penuh kemenangan rencananya berhasil, sementara Endy tangannya terkepal keras, wajahnya merah karena cemburu, hatinya sakit ia membuang kartunya ke meja dengan kasar lalu pergi dari depan kamar Nayla disusul dengan teriakan Dika memanggil namanya.


"Endy...Endy..." Panggil Dika mengikuti Endy dari belakang lalu masuk kedalam kamarnya tanpa menghiraukan Dika.


Aska telah menuntaskan hasratnya, setelah ia menanamkan benih-benih cinta kedalam rahim Nayla yang semoga kelak akan menghasilkan keturunan untuk mereka dengan nafas terenga-engah, ia turun dari atas tubuh Nayla, ia telah berhasil melakukannya, ia tersenyum penuh kemenangan atas keberhasilannya, ia kembali mengecup kening istrinya sebagai penutup rangkaian malam pertamanya kemudian berbaring di samping istrinya, ia menarik selimut menutupi tubuh mereka yang polos tanpa sehelai benang pun. Ia memeluk Nayla erat sangat bahagia merasakan memilik istri seutuhnya, walaupun hanya sekejap ia berharap hari tak pernah pagi dan Nayla hanya terdiam mematung melakukan tugasnya sebagai istri hingga esok pagi.


malam semakin larut dan dingin namun Aska tak melewatkan kesempatan yang ditawarkan Nayla menjadi istrinya hingga pagi.


Mungkin Nayla sedikit menyesal telah membangunkan macan yang tertidur, ternyata ia telah salah bicara, ucapannya menjadi istri sampai pagi, membuat Aska tak melewatkan kesempatan sedetik pun, membuatnya Nayla tak bisa tidur karena Aska terus mengerayangi tubuhnya hingga mengakibat mereka berdua terus terjaga sepajang malam melakukannya lagi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Like,coment,Favorit, vote Ya


__ADS_2