Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
bertahan


__ADS_3

Dikamar Nayla dan bibi May masih bertahan ditempat, mereka yakin Aska dan Aldy pasti akan datang menolong mereka. Nayla dan bibi May berdiri ditengah kepungan anak buah paman Yuga dengan tubuh bergetar ketakutan namun mencoba tetap bertahan.


Bibi May berdiri membelakangi Nayla, melindungi orang yang paling berharga untuk tuannya sumber kebahagian Aska. Saat ini tubuhnya sebagai perisai yang melindungi Nayla, ia tak akan membiarkan sesuatu terjadi pada istri tuannya. Apalagi wanita ini sedang mengandung pewaris untuk keluarga Dirga, Nayla mencengkeram kuat lengan bibi May yang berdiri dihadapannya, ia sangat ketakutan melihat banyak pemuda yang ingin membawanya pergi.


"Bawa gadis itu" Perintah Sam menduduk kan tubuhnya dikursi melihat anak buahnya menjalankan tugas sambil tersenyum menyeringai.


"Minggir perempuan tua" Bentak salah satu dari mereka, suaranya terdengar menggelegar namun masih sebatas suara yang menakutkan dan mengancam, belum melakukan kekerasan, mereka masih menjaga sikap tak mau melukai Nayla dan bibi May.


"Tidak, saya tidak akan membiarkan kalian membawa nyonya kami" Tegas bibi May masih berdiri tegak matanya mengawasi lelaki disekelilingnya, mengambil ancang-ancang. Ia tak ingin legah lalu mereka berhasil membawa Nayla, gadis ini tertunduk wajah bersembunyi dibelakang punggung bibi May, keringat dingin menempel dipelipisnya, kakinya terasa lemas karena ketakuatan.


"Minggir sebelum kami menghabisimu" Ancam lelaki itu mulai terlihat emosi karena bibi May sama sekali tak beranjak selangkah pun dari tempatnya berdiri.


Nayla yang mendengar ancaman mereka bertambah takut apalagi ia melihat raut wajah lelaki itu sudah memasang wajah kesal, matanya mulai berkaca-kaca, bagaimana jika mereka benar-benar membuktikan ancamannya. Ia tak mau bibi May terluka hanya untuk melindunginya.


Nayla memegang lengan bibi May agar wanita itu bergeser dari tempatnya .


"Bibi May mereka mengingikanku, biarkan mereka membawaku"Ujar Nayla pasrah ini adalah upaya agar bibi May tidak terluka.


Bibi May merentangkan tangannya saat Nayla akan maju, ia mencegah Nayla "Jangan nyonya mereka itu licik, saya tahu jika anda ikut dengannya anda tidak akan kembali lagi, mereka itulah yang selalu menyerang tuan Aska."Jelas bibi May bicara pelan terus mengawasi pergerakkan orang yang mengepungnya.


"Sudahlah perempuan tua, menyerah saja agar semua lebih mudah, kami tak ingin melakukan kekerasan pada wanita tua sepertimu" Tangan lelaki dihadapan bibi May mulai terulur maju ingin memegang tangan Nayla namun dengan cepat bibi May menepis tangan itu.


"Tidak jangan sentuh nyonya kami" Bentak bibi May menepis tangan lelaki itu, tanda bahwa ia akan memberikan perlawanan .


"Bibi May" Suara Nayla berat, air matanya mulai menetes ia tahu keadaan sekarang bertambah buruk.


"Nyonya yang harus kita lakukan sekarang adalah bertahan mengulur waktu sambil menunggu mereka, mereka pasti akan datang menyelamatkan kita nyonya." Bibi mencoba menengkan Nayla agar ia sedikit tenang.


Sam yang dari tadi duduk melihat pergerakan anak buahnya yang lambat, memerintahkan anak buahnya untuk melakukan kekerasan


"Kalian sangat lambat hajar saja perempuan tuan itu" Perintah Sam senyum menyerigai kembali terlukis diwajahnya.


"Baiklah perempuan tuan karena kau masih bersikeras, kami akan melakukan kekerasan" Anak buah paman Yuga mendekat mencoba membawa Nayla mereka mulai mendorong bahu bibi May dengan kuat dan kasar hingga perempuan paruh bayah itu tersungkur kelantai, membuat Nayla dengan cepat duduk bersimpuh mencoba membantu bibi May bangun.


Nayla bertambah cemas dan ketakutan air matanya semakin deras mengalir.


"hiks.....hiks.....bibi May jangan melindungiku, biarkan mereka membawaku. mereka akan menyakiti anda."Nayla terisak.

__ADS_1


"Nyonya anda adalah kebahagian tuan Aska, hanya anda yang bisa membuatnya bahagia, jika terjadi sesuatu dengan anda, Ia pasti sangat sedih, apalagi anda sedang mengandung anaknya sekarang." Jelas bibi May meringis kesakitan.


"Hiks....hiks.....Bibi May kau terluka karena aku, jangan melindungiku lagi " Nayla tertunduk bersimpuh mengeraskan tangisannya melihat pengorbanan tulus bibi May untuk dirinya, air mata menetes membasahi lututnya. Ia tak sanggup melihat semua ini.


Nayla membalikkan tubuhnya.


"Jangan sakiti dia, bawa aku, kalian mengingikanku kan!!" Teriak Nayla dengan penuh keberanian kali ini gilarannya yang pasang badan untuk bibi May.


"Jangan nyonya " Tahan bibi May dengan posisi terduduk ia memegang tangan Nayla dengan erat ia tak akan melepaskan tangan itu untuk pergi dengan lelaki yang menyerangnya. jika Nayla pergi ia sudah pasti akan dibunuh.


Sam beranjak dari duduknya berjalan menghampiri Nayla.


"Akhirnya kalian menyerah juga" Ujar Sam dengan tatapan tajam berdiri dihadapan Nayla namun anak buahnya datang dari luar kamar mendekati Sam.


"Sam ...Tuan Aska sudah dekat, tak lama lagi ia sampai kemari"Jelas anak buah Sam memberi informasi.


Sam membulatkan matanya ia tak menyangkah Aska mengetahui ini penyerangan ini dengan cepat .


"Tahan dia ....Jangan sampai ia masuk sebelum kita membawa gadis ini." Perintah Sam


Bibi May mendengar pesan laki-laki itu, menarik kedua sudut bibirnya tidak sia-sia ia mengulur waktu untuk bertahan.


"Sudah cukup kita bermain-main" Ujar Sam lalu mengarahkan pandangan pada Nayla kemudian mendekat.


"aaaah........" Teriak Nayla kesakitan saat tangan Sam dengan kasar menarik sebelah lengan nayla yang duduk didepan bibi May, bibi May pun berusaha bertahan ia menarik sebelah tangan Nayla hingga terjadilah tarik-menarik antara mereka berdua, tubuh bibi may ikut terseret akibat tarik-menarik dengan Sam .


Sam memberi kode pada anak buahnya agar menghentikan bibi May yang menyusahkannya.


Anak buah Sam maju


Prak........Buk......Prak.....Suara pukulan yang terima bibi May dengan kejam. Ia memukul bahkan menedang tubuh lemah bibi May yang terduduk dilantai agar perempuan itu melepaskan tangan Nayla, dengan sekuat tenaga bibi May mengengang tangan Nayla ia tak peduli tubuhnya babak belur dihajar, bibi May pasrah menerima pukulan itu ia tak melepaskan tangan Nayla.


"Bibi May" Teriak Nayla histeris melihat penyiksaan pada bibi may.


"Hiks....Hiks.....Kumohon lepaskan dia. jangan sakiti dia" Pinta Nayla dengan nada memelas dan air mata berlinang ia tak tega melihat bibi May dipukuli oleh anak buah Sam,


"Katakan pada perempuan tua itu jangan melawan" Perintah Sam membentak Nayla

__ADS_1


"Bibi May tolong lepaskan tanganku" Teriak Nayla sesuggukan ia tak sanggup melihat bibi May dipukuli.


Namun bibi May masih kekeh pada pendiriannya ia tak akan melepaskan tangan Nayla walaupun ia dipukuli.


"Perempuan tua ini benar benar keras kepala"Ujar Sam kesal.


🌺🌺🌺


Mobil dika melaju kencang menuju rumah Aska sepanjang jalan ia terus mencemaskan adiknya fikirannya menjalar kemana-mana, ia memikirkan kemungkinan terburuk yaitu berpisah selamannya dengan adiknya.


" Nay kakak mohon bertahanlah, tunggu kakak" Gumam Dika dalam hati


Beberapa saat kemudian mereka pun hampir sampai, ia melihat mobil Aska terparkir menunggunya, Aska yang melihat Dika telah datang dengan cepat memacu kendaraannya hingga mobil mereka beringan menuju rumah Aska semakin dekat, namun baru masuk di dekat gerbang rumah, mobil mereka pun telah dihadang oleh banyak orang membuat laju mobil terhenti.


"Sial" Umpat Aska bertambah kesal lalu membuka pintu mobil bergegas turun menghadapi kumpulan orang yang menghadang mereka dibelakangnya juga ada Dika dan Endy turun dari mobil bergabung bersama Aska .


"Aska" Panggil Endy melemparkan pistol pada Aska yang langsung ditangkap Aska dengan kedua tangannya lalu memulai memembak.


Dor.....Dor.....Dor...Suara tembakan terdengar mereka mulai menembaki musuh satu persatu terus melangkah maju untuk masuk kedalam rumah.


Aska, Endy, Dika terus menghajar musuh yang semakin banyak .


"Aska ....Cepat masuk selamatkan Nayla" Teriak Endy sambil memukul lalu menendang musuh yang dihadapannya.


"Ia ..Aku tahu tapi tidak bisa mereka bertambah banyak "Teriak Aska frustasi membanting musuhnya dari tadi ia tertahan mencoba masuk kedalam rumah namun selalu dihadang.


"Kau sudah menelpon Max" Tanya Dika dengan gerakan menendang


"Ia aku sudah menghubunginya tak lama lagi mereka akan kemari." Jelas Aska


.


.


.


.huy readers jangan lupa tinggalkan jejak like dan comentnya ya.

__ADS_1


__ADS_2