Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
Hadiah Aska


__ADS_3

Matahari telah naik sinar terik menghangatkan badan. sepasang anak manusia yang telah selesai memadu kasih masih terlelap ditempat tidur saling berpelukkan memberi kehangat masing-masing. Aulia perlahan menggeliat menggumpulkan separuhnya nyawanya lalu mengerjap mulai membuka mata, saat matanya telah terbuka sempurna ia terkejut wajah Dika tepat dihadapannya, seketika ia kembali tertunduk malu menyembunyikan wajahnya di dada suaminya dan Dika semakin memeluknya.


"Ya ampun, Lia kesiangan," Ucapnya seketika ingin bangun namun Dika semakin memeluknya tak mau istrinya ini beranjak dari tempat tidur.


"Mau kemana?" tanya Dika tak melepaskan tubuh istrinya, ia masih merindukkan perempuan ini.


"Ke kantor" ucap Aulia mengingatkan suaminya.


"Udah ngak perlu kekantor lagi, kasian kamu lelah harus mengurus semuanya, jadi lebih baik kamu berhenti kerja, dirumah aja. biar kamu fokus mergurus aku" jelas Dika melihat Aulia terlalu sibuk dengan pekerjaannya, ia hanya ingin istrinya berada dirumah agar ia bisa lihat terus melihatnya.


"Tapi" ucapnya ragu


"Udah biar aku yang tanggung semua, kamu maukan berhenti kerja?" tanya Dika penuh harap.


Aulia terdiam sejenak mengambil keputusan lalu beberapa saat mengangguk perlahan. Dika menarik kedua sudut bibirnya.


"Gitu dong, kamu memang istri terbaik" ucap Dika mencium kening istrinya.


"Kak Dika Lia kangen sama Nayla, Nayla apa kabarnya?" tanya Aulia terakhir ia bertemu adik iparnya itu saat insiden kehamilan, setelah itu ia tak pernah lagi beretemu karena saat itu bertepatan dengan masalah rumah tangganya dengan Dika.


"Dia baik-baik Saja, hanya saja dia sudah tak bisa kemari lagi" Jelas Dika semakin memeluk istrinya menegelus rambutnya.


"kenapa ngak bisa kemari lagi?"


"Karena dia sedang hamil dan suaminya ngak mau dia banyak bergerak, dia harus menjaga kandungannya" Sikap over protektif Aska yang menjaga membuat Nayla Tidak bisa kemana pun Aska sangat menjaganya tak mau kejadian kehilangan janin mereka terulang lagi.


"Kita kerumahnya ya anterin aku, sudah lama kami ngak bertemu" pinta Aulia sangat merindukkan bule Jerman yang ceria itu.


Dika menarik sudut bibirnya lalu mengecup bibir Aulia.


"Baiklah tapi setelah ini" ucap Dika kembali memulai cumbuannya dan Aulia hanya pasrah Dika melakukannnya lagi.


***


Sore harinya sesuai permintan Aulia, pasangan suami istri ini akan pergi kerumah Aska untuk bertemu dengan bule Jerman. Saat keluar dari pintu mereka bertemu dengan Adit yang kebetulan sedang jalan-jalan sore menemui kakak iparnya. Sejak kakaknya berpisah Adit juga kehilangan sosok Dika ia saangat menyukai Dika sebagai kakak iparnya karena memiliki sifat pengertian, royal padanya membuatnya semakin suka.


"Adit kamu disini" Aulia heran melihat adiknya tiba-tiba datang.


" Ia kak, Adit kangen sama kakak ipar" Adit tersenyum kearah Dika yang berdiri disamping kakaknya.


"Kangen kakak ipar atau uang jajannya" Dika tersenyum. ia sudah berani membuka rahasianya jika sering memberikan uang dalam jumlah besar pada Adit untuk ukuran tukang ojek, dulu ia tak mengatakan karena menutupi rahasia sekarang ia mengatakannya tak mau ada rahasia lagi.


"Ia kak, kangen dapat jatah uang jajan dari kak Dika, ih kak Dika tahu aja." Adit menggaruk kepalanya yang tak gatal tersenyum.


"Apa..." Aulia terkejut mendengar obrolan dua lelaki ini ternyata Adit suka menerima uang jajan dari Dika dan mereka tak ada yang memberitahunya.


"Ia, kak Dika suka ngasih uang jajan yang banyak" Adit tersenyum menaik turunkan alisnya.


"kamu itu ya, jadi selama ini"


"Pantas saja kak Dika kalau ngasih uang ke adit banyak terus ngak lecek lagi ternyata bukan tukan tukang ojek, ternyata kakak iparku ini banyak duitnya" Ucap Adit.


Dika hanya tersenyum mendengar ocehan Adit.


"Kakak mau kemana? tanya Adit yang telah melihat dua kakaknya telah rapi seperti hendak mendatangi suatu tempat.


"Kakak mau bertemu Nayla" jelas Aulia sangat merindukannya ingin mengetahui kabar kehamilannya.


"Oh" Adit mengangguk sejenak ia berfikir ia telah tahu Nayla telah bersuami dan ia telah merayu istri orang ia merasa tak enak karena telah banyak merayunya apalagi, saat ia tahu suaminya Aska ia semakin bertambah bersalah karena telah membuat lelaki itu kesal padanya.


"Jangan" Tolak Aulia yang tahu Adit memiliki perasaan pada Nayla ia tak mau membuat Aska nanti cemburu pada Adit.


"Ngak apa-apa ikut aja, Aska juga mau menemuimu, ayo ikut" Ajak Dika ia ingin membawa Adit bersama mereka.


" Ia kak tinggi mau ketemu aku"


" Ia ikutlah ada yang ingin ia bicarakan"jelas Dika sebenarnya sejak lama Aska menyuruhnya menyampaikan pesan untuk Adit mengenai keinginan Aska menyekolakan Adit keluar negeri namun ia tak sempat mengatakan karena masalah rumah tangga yang sedang ia alami.


****


Rumah Aska.


Kendaraan menepi mereka telah sampai didepan rumah Aska, lalu turun dari mobil sejenak Adit terbelalak melihat rumah tempat tinggal Aska yang begitu mewah bak istana. ternyata lelaki itu sangat kaya jika sahabatnya kaya apa kakak iparnya juga sekaya ini. itu fikirnya kemudian mereka masuk bersama menemui Nayla. Adit tak henti-hentinya takjub melihat isi didalam rumah mewah itu. mereka pun duduk menuggu, setelah beberapa saat Nayla dan Aska keluar menemui mereka. Nayla menarik kedua sudut bibirnya melihat kakak iparnya datang menemuinya.

__ADS_1


"Kak Lia," ucapnya sangat bahagia melihat kakak ipar tersayangnya datang untuk menjenguknya, ia pun berhambur kepelukkan wanita itu.


"Kakak kangen banget sama kamu Nay" Aulia memeluk Nayla.


Nayla dan Aulia sedang melepas kerinduannya. Sedangkan Aska melihat Adit juga datang bersama mereka. ia mengajaknya keruang kerja untuk bicara berdua. Nayla dan Aulia berbincang ditemani oleh Dika Nayla sangat senang melihat kakaknya telah bersatu. mereka duduk bertiga.


"Kak, Maafin Nay, aku udah ngak jujur sama kak Lia, aku ngak bilang tentang pernikahan aku, aku juga berbohong masa pekerjaan kak Dika."


Nayla mengakui kesalahannya, tak seharusnya ia berbohong karena kebohongannya itu hampir saja membuat hancur masa depan pernikahan kakaknya.


"Ngak apa-apa Nay, ambil pelajaran aja, lagi pula jika kita kejadian itu tidak terjadi aku sama kakak kamu belum tentu bisa bersama seperti ini" Aulia tersenyum memberitahu jika mereka baik-baik saja sekarang hubungan mereka telah berubah semenjak kejadian itu.


"Kakak juga ngak nyangka kamu nikah muda" sekarang mereka membahas pernikahan Nayla.


" Ia kak tapi, Nay bahagia kok, suami Nay baik, perhatian. Ngak cuek dan ngak peka sama seperti suami kakak" Nayla melirik licik kearah kakaknya seperti sedang ingin memancing perdebatan diantara mereka.


Dika yang mendengar itu memutar bola mata jengah menatap adiknya.


"Dulu aja ngak mau" ucap Dika ketus melihat tingkah adiknya.


"Kakak juga sama saja malahan nih,ya kak Lia, dinolak menikah dengan kakak, karena dia bilang kak lia gadis aneh, bapaknya galak" jelas Nayla pada Aulia bagaimana Dika begitu menolak pernikahan ini.


"Emang ia, Nay" Aulia melototkan matanya memajukkan bibirnya berpura-pura marah pada suaminya yang dibalas dengan senyum pelik.


"Udah deh Nay bikin malu aja tahu ngak, Lia pulang yuk" Ajak Dika dari tadi tidak betah berada dirumah Aska ia hanya ingin bermesaraan dengan istrinya dirumah.


"Ih kakak baru juga sampai udah mau pulang aja, Nay masih cerita sama kak Lia" ucapnya ketus.


Nayla dan aulia pun berbincang tak memperdulikan lelaki yang memasang wajah masam duduk disampingnya.


***


Aska membawa Adit keruang kerjanya untuk membicarakan sesuatu yang penting.


"Kak tinggi ada apa? tanya Adit penasaran kenapa ia dibawa berpisah dari ketiga orang yang sedang berkumpul.


"Hei... berhenti memanggilku kak tinggi, aku punya nama" protes Aska lalu mempersilahkan Adit duduk duduk disofa.


"Ia maaf, kak Aska," ralat adit. lalu duduk disofa.


"Kak Aska maaf ya, karena sudah merayu Nayla. Adit ngak tahu kalau kalian udah menikah " ucap Adit tertunduk meminta maaf atas kesalahannya yang ia tak sengaja perbuat ia tidak tahu jika Nayla telah menikah dan ia tidak tahu jika suaminya itu orang sering bertengkar kecil denganya.


"Ngak perlu minta maaf, kamu kan juga ngak tahu" Sikap Aska mulai menghangat saat ini ia menggangap Adit sebagai Adiknya karena lelaki ini Ipar istrinya jadi menurutnya Adit sekarang telah menjadi keluarganya.


"Oh....ia aku hampir saja lupa mengatakkannya" Aska menepuk keningnya pelan hampir terlupa sesuatu yang akan dikatakannya.


"Kenapa Kak?" Tanya Adit mengernyitkan dahinya melihat lelaki didepannya seperti ingin membicarakan sesuatu yang penting.


"Aku menawarkanmu melanjutkan pendidikanmu keluar negeri?" tanya Aska.


Adit tercengang sejenak ia tak percaya dengan apa yang ia dengar seperti mimpi mendengar tawaran menggiurkan yang keluar dari lelaki ini lalu kemudian tersadar.


"Benarkah kak" tanya Adit kembali memastikan jika lelaki ini tidak bercanda dengan apa yang ia katakan.


"Ia aku serius, ini hadiah karena kamu telah memberi tahuku kabar baik atas kehamilan Nayla, aku sangat berterima kasih, kamu mau ngak?" Aska sangat berterima kasih pada diagnosa Adit karena pemuda inilah yang lebih dulu memberitahunya kabar bahagia ini.


"Mau kak, mau banget" Adit sangat antusias seperti anak kecil yang mendapatkan mainan.senang luar biasa.


"Siapkan dirimu mulai dari sekarang, negara mana yang kamu inginkan?" tanya Aska membebaskan Adit memilih dimanapun dia mau melanjutkan pendidikan.


Adit berfikir sejenak lalu ia mengucapkan tempat kuliah yang ia inginkannya.


"Jerman kak, mana tahu Adit dapat bule Jerman juga" Canda Adit sengaja memancing kekesalan Aska rasanya tidak bertengkar dengan lelaki tinggi ini rasanya tak seru.


"kau ini, aku menyekolahkanmu keluar negeri, bukan untuk mencari bule Jerman" ucap Aska ketus, ia tahu pemuda ini hanya bercanda dan hanya ingin agar mereka berdebat.


"Ia, aku akan belajar sungguh-sungguh dan menjadi orang sukses" janji Adit pada Aska ia akan membuktikan ia tak akan mengecewakannya.


" Nay gitu dong belajar dengan serius." ucap Aska memberi jeda lalu. "Bule jerman disana pasti cantik-cantik, carilah yang paling cantik" Aska bercanda membahas bule Jerman


"Ia kak" Adit tersenyum ia mulai akrab dengan Aska ia sadar terntaya lelaki tinggi ini baik juga tapi akan berubah galak jika bule Jermannya diganggu.


"Tapi ngak ada yang ngalalahin bule jermanku" ucap Aska penuh keyakinan membusungkan dada.

__ADS_1


"Ia dong kak, bule Jerman kakak yang terbaik. makasih banyak kak atas kemurahan hati kakak" Adit kemudian memeluk tubuh tinggi Aska. berterima kasih dengan tulus.


"Ia belajar yang baik, bikin keluargamu bangga, kamu harus jadi orang sukses" Nasehat Aska membiarkan Adit memeluknya. Akhirnya mantan rival ini menjadi kakak adik sekarang.setelah urusan mereka selesai merekapun pergi meninggalkan ruangan itu.


Adit dan Aska keluar dari ruangan keluarga menemui mereka yang duduk berkumpul. Melihat dua lelaki itu datang dan ikut bergabung datang Dika tahu urusan mereka telah selesai dan tak sabar membawa istrinya untuk pulang


"Kak Lia, Adit dapat hadiah dari kak Aska dibiayain kuliah keluar negeri" jelas Adit bebinar sangat bahagia.lalu duduk disebelah kakaknya berhadapan dengan Nayla.


"bagus dong" timpal Nayla iakut senang.


"Adit apa itu ngak berlebihan" Aulia merasa tak enak dengan kebaikan Aska untuk adiknya.


"Ngak apa-apa terima aja, walaupun itu bukan Aska, aku juga akan menyekolahkanya keluar negeri" celetuk Dika meyakinkan Aulia.


Aulia mengarahkan pandangannya pada Aska ia akan berterima kasih atas kebaikan lelaki ini.


"Makasih banyak pak, atas kebaikan bapak" ucap Aulia mengucapkan terimah kasih kepada atasannya pemilik kantor tempatnya bekerja.


"Sama-sama jangan panggil aku pak karena kamu itu bukan bawahanku lagi, kamu sudah saya pecat." Canda Aska.


"Dipecat pak," Aulia mengernyitkan dahinya ia memang akan mengundurkan diri tapi kata berhenti karena dipecat tak enak didengar olehnya.


" Ia, suamimu meminta aku memecatmu" jelas Aska terkekeh melihat Dika, ia tahu Dika pasti tak mengizinkan istrinya bekerja lagi.


Lagi-lagi Dika tersenyum pelik kearah Aulia yang melototkan mata kepadanya.


"Lia pulang yuk"Ajak Dika sudah tak sabar untuk pulang entah sudah berapa kali ia mengajak istrinya ini pulang.


"Bentar lagi, lia masih ingin mendengar cerita Nayla" tolak Aulia masih penasaran dengan cerita tentang pernikahan Nayla.


"Ih kakak Dika Nih kenapa sih, dari tadi fikirannya pulang mulu" ucapnya sinis.lalu mengeluarkan lidahnya merasa menang karena Aulia menolak pulang.


"Ya kaya kamu ngak tahu aja, pengantin baru nih" Dika berdecak.


"Tuh kan, udah sayang bangetkan dengan kak Lia, lama-lama udah kaya kak Aska deh, nempelmu"


"Kok kakak Nay," protes Aska lalu kedua lelaki itu kompak melengos.


Adit yang duduk disamping kakaknya yang didepannya ada Nayla, ia akan bicara pada Nayla.


"Hai Nay, apa kabar, gimana kandungan kamu?" tanya Adit basa basi pada iparnya.


"Hei boleh bicara padanya, tapi jangan merayunya" saut mulai sewot Aska yang duduk disamping Dika memperingatkan kebiasan Adit yang suka sekali merayu Nayla. bahkan Aska akan mual dan muntah jika mendengar rayuan Adit.


"Ngak, kak cuma ngobrol doang kami kan iparan"


"Kabar baik, Dit" Nayla mulai mengobrol dengan Adit selayaknya ipar, karena ia tahu adit tak akan merayunya lagi.


"Maaf ya dulu aku suka ngerayu kamu" Adit meminta maaf karena ia selalu merayu Nayla walau ia tahu juga gadis ini iparnya.


"Ngak apa-apa dit kamu kan ngak tahu" Ucapnya memaklumi.


"Ia, Habisnya sejak kenal kamu bikin aku ingin terus rajin belajar" ucap Adit.


"Bagus dong dit" ucap Nayla perbincangan ipar.


" Ia belajar menjadi yang terbaik untuk kamu. Oooopss" Goda Adit,ia mebulatkan matanya, ia terlupa lalu menutup mulutnya dengan dengan kedua telapak tangannya. ia mememang tak tahan jika tak merayu Nayla.


Nayla terbelalak ternyata pemuda ini masih berani merayunya.Adit mengarahkan pandangannya pada Aska.


"Adit" teriak Aska keras lalu.


"Uwek....seketika Aska mual dan ingin muntah karena mendengar rayuan Adit iapun berlari ke kamar mandi.


" Adit," teriak kompak mereka Nayla, Dika, Aulia.


"Maaf Adit kelupaan, khilaf, tadi itu kelepasan" jelas Adit tersenyum pelik melihat kearah seluruh orang telah membulatkan mata padanya.


.


.


.

__ADS_1


.


Like, coment, vote....ya.


__ADS_2