
Aulia berdiri mondar-mandir diruang tengah menunggu suaminya pulang, perasaan cemas menggelayuti hatinya, ia akan meminta maaf pada Dika atas kesalahan Adit yang telah mendiagnosa kehamilan Nayla, ia merasa tak enak hati karena Adit telah lancang mengatakan Nayla hamil.
Aulia tahu Dika sangat menyanyangi adiknya. Nayla adalah kebanggannya dan setahunya Nayla itu gadis baik-baik, dia tidak mungkin salah langkah hingga hamil tanpa suami itu fikirnya. Aulia benar merasa bersalah hingga tanpa sadar untuk pertama kalinya ia memarahi adik kesayangannya. Aulia duduk memijat pelipisnya terkenang bagaimana ia memarahi adiknya karena diagnosa itu.
flash back on
Saat mereka meninggalkan rumah Aulia lalu memarahi Adit.
"Adit kamu ini bagaimana sih? bagaimana bisa kamu tuduh Nayla hamil" ucap Aulia dengan emosi.
"Memang itu yang Adit periksa kak, dia hamil" kekeh Adit pada hasilnya.
"Ngak mungkin, Nayla itu gadis baik-baik, dia ngak mungkin hamil tanpa suami"
"Kakak" Adit tertunduk melihat tatapan marah yang ia terima dari kakak tersayangnya.
"Kamu sudah bikin kakak kecewa, bagaimana kakak harus menjelaskan pada Dika, ia pasti marah adiknya kamu tuduh hamil"
"Kak Adit minta maaf" Adit menyerah, menyesal ia memilih minta maaf karena ia tak ingin menerima kemarahan dari kakaknya.
"Sudah pulanglah" Aulia memasang raut wajak kecewa.
***
Dika berada didepan pintu rumah berdiri menata hati, kali ini ia akan jujur pada Aulia mengungkapkan semua kebenaran tentang rahasia kehidupan mereka yang telah tertutup rapat. Hari ini ia akan mengatakan semuanya tanpa sisa, tentang kehamilan Nayla, siapa suaminya dan tentang pekerjaanya.
Dika menarik nafas panjang lalu membuang perlahan ia memegang handle kemudian membuka pintu.
Krekkk
Dika masuk ke dalam rumah langsung disambut oleh Aulia yang memasang wajah cemas.
"Kak Dika" Sapa Aulia yang berjalan mendekat pada Dika ia ingin meminta maaf pada lelaki ini, mengenai hasil pemeriksaan Adit.
"Kak Dika...maafkan Adit,dia hanya salah periksa" Aulia tertunduk dengan suara terbata ia meminta maaf pada Dika.
Dika menatap Wajah Aulia yang penuh penyesalan. ia merasa bersalah pada Aulia karena telah membuat gadis ini sedih dan berfikir semua ini salahnya.
Dika memegang kedua tangan Aulia hingga membuat gadis itu tersentak mendapatkan sentuhan dari Dika. Dika lalu mengarahkan tubuh istrinya duduk disofa. Aulia pun duduk dihadapan lelaki yang dicintainya dan suaminya duduk dilantai ia akan megungkapkan semua rahasianya. Gadis cantik ini menatap heran mengapa lelaki ini duduk dihadapannya. jantung Aulia berdetak kencang entah mengapa yang membuatnya bedebar karena takutkah atau karena lelaki dicintai memegang tangannya.
Dika memegang tangan lia yang berada diatas dipangkuan gadis itu.
"Lia ada sesuatu hal yang penting ingin aku katakan padamu"
Aulia menatap wajah Dika, dilihatnya tak ada raut wajah marah diwajah suaminya atas kesalahannya.
"Sesuatu apa, Adit salah periksakan, Nayla ngak hamilkan, aku tahu Nayla gadis yang baik, aku minta maaf untuk adikku" jelas Aulia masih membahas Adit.
"Bukan itu" Sambar Dika, ia menyesal dari tadi Aulia selalu meminta maaf untuk sesuatu yang bukan kesalahannya.
"Jangan marah pada Adit, dia sama sekali tak bersalah" jelas Dika.
Dika akan memulai membongkar kebohonganya, sudah tak ada gunanya lagi terus ditutupi. Dika masih terus memegang tangan Aulia yang terasa dingin seperti es.
"Lia, Adit benar, Nayla memang hamil" jelas Dika pelan.
"hamil" ucap Aulia matanya membola ia bagaikan tersambar listrik jutaan volt sangat terkejut mendengar pengakuan Dika bagaimana mungkin Nayla hamil tanpa suami.
"Ia " Dika membenarkan terdiam sejenak.
Dika siap membuka perjalanan pernikahan adiknya yang penuh liku. Bagaimana ia menikahkannya. Nayla tak ingin memberitahu pernikahannya pada orang-orang karena ia masih ingin bebas, ia tak ingin orang menjadi segan padanya karena ia menikah dengan seorang lelaki yang memiliki segalanya.
"Sebenarnya Nayla sudah menikah"
__ADS_1
"Menikah" Wajah Aulia pucat mendengar ucapan Dika, Nayla masih muda dan telah menikah, apalagi setahunya gadis ini sangat cerdas dan memiliki impan yang tinggi.
"Ia, dua tahun yang lalu aku menikahkannya" Dika menarik napas berat.
"Kau pasti heran dan bertanya-tanya kenapa ia menikah muda padahal ia sangat cerdas dan ingin menuntut ilmu setinggi-tingginya."
Dika menatap wajah Aulia yang penasaran.
"Aku telah memaksanya menikah dengan lelaki pilihanku" jelas Dika tertunduk terus memegang tangan Aulia, mengakui jika ia yang telah menghancurkan semua impian Adiknya untuk sekolah dan tak peduli jika gadis ini sebagai menggangapnya sebagai kakak yang tega dan jahat. Dan benar saja Aulia meneteskan air matanya mendengar pengakuan Dika yang menikahkan paksa gadis yang punya cita-cita itu, ia merasa sedih mendengar kisah pernikahan Nayla ia sangat menyayangkan semua yang terjadi dan impiannya.
"Mengapa kau tega sekali menikahkannya, kau tahu adikmu sangat suka belajar" ucapnya sekarang ia diposisi sebagai teman bule jerman itu, ia menyayangkang sikap Dika andai saja Nayla adiknya ia akan mati-matian untuk menyekolahkannya sama seperti ia bekerja keras untuk menyekolahkan Adit.
Dika terdiam ia tidak mungkin menceritakkan penyerangan itu. tapi setidaknya masalah Nayla sudah menikah telah ia ungkap dan sekarang siapa suami Nayla.
"Lalu siapa suaminya?" tanya Aulia pelan
"Lia kau berkantor Dirgantara Mitra kan, apa kau tahu dan pernah melihat siapa pemilik kantor itu?"
Aulia terdiam befikir ia hanya tahu perusaahan itu milik keluarga dirga dan karena ia hanya staff biasa ia tak pernah bertemu dengan pemilik kantor itu.
"Kau mungkin tidak tahu karena kamu hanya karyawan biasa dan baru ikut bergabung dengan perusaahaan."
"kau tahu sahabatku Aska yang sering kemari dan bertengkar dengan adikmu, dialah pemilik perusahaan itu" jelas Dika.
Aulia tak mampu berkata-kata ia sangat terkejut ternyata yang selama ini datang kerumah ini adalah boss besar, benar-benar ia tak tahu apa-apa.
"Ya dan itu adalah suami Nayla. Aku menikahkan Nayla dengan sahabatku pemilik perusaahan ditempatmu bekerja"
Aulia mulai memikirkan semua kejadian yang ada pantas saja lelaki itu selalu saja bertengkar dengan adiknya jika Adit merayu Nayla, ternyata ia suaminya, pantas saja tadi saat Nayla tak sadarkan diri lelaki itu terlihat begitu cemas mengalahkan Dika sebagai kakaknya. ia juga teringat Nayla yang tak tinggal bersamanya dirumah ini, serta Nayla yang berada ditempatnya bekerja yang mengaku sebagai anak magang ternyata dia disana karena itu adalah milik suaminya.
Masalah Nayla selesai sekarang gilirannya yang jujur tentang kehidupannya. tentang pekerjaan yang bukan tukang ojek, tapi pemilik club malam.
"Lia, aku juga ingin jujur padamu, tentang diriku" Suara Dika tercekat rasanya sulit untuk mengungkapkan siapa dirinya dan pekerjaannya namun ia sudah setengah jalan, ia harus memberi tahukan Aulia, tinggal satu lagi rahasia lagi dan itu harus terungkap hari ini juga. Dika tak ingin ada rahasia lagi. Setelah ini ia ingin berbagi semua pada Aulia.
"Lia sebenarnya pekerjaanku bukan tukang ojek" jelas Dika memegang erat tangan Aulia mengakui kebohongan yang sebenarnya diciptakan oleh adiknya.
"Ia Lia aku bukan tukang ojek, aku memiliki club malam dan karena tak ingin kau berfikir buruk tentang pekerjaanku karena itu Nayla terpaksa berbohong. Maaf karena kami telah membohongimu," jelas Dika
"Kenapa kakak harus berbohong?" tanya Aulia kecewa.
"Nayla sangat menyukaimu dan ia ingin kau menjadi kakak iparnya karena itulah ia berbohong mengenai pekerjaanku, karena jika bapak kamu tahu apa pekerjaanku, bapak mungkin akan menolak lamaranku karena berfikir orang yang bekerja seperti itu memiliki hidup kurang baik dan bapak kamu pasti tak mau menikahkan anaknya dengan lelaki seperti itu" jelas Dika.
"Maafkan kami karena telah membohongimu" tertunduk merasa bersalah, kali ini telah terungkap. Tak ada lagi rahasia kebohongan yang tersimpan dalam hidup mereka semua misteri yang ia sembunyikan terkuak. Ia ingin menjalani pernikahan ini dengan baik tak ada kebohongan lagi, apa lagi jika Aulia tahu dari orang lain itu akan merusak rumah tangganya. Sekarang ia ingin menata rumah tangga bersama Aulia.
"Lia walaupun kita menikah karena paksaan adikku dan tak ada cinta antara kita, dan kita hidup tak seperti pasangan suami istri sesungguhnya, aku belum bisa menjadikanmu istri seutuhnya....kita akan...." ucap Dika menggantung hendak mengucapkan
"Oh...jadi begini rumah tangga kalian" Sahut lelaki yang tiba-tiba masuk menemui mereka.
Suara menggelegar lelaki terdengar diperbincangan serius mereka Dika membulatkan matanya, mendengar ucapan lelaki itu. Suara yang sangat ia takuti yaitu mertuanya.
Mereka kompak mengarahkan padangan pada lelaki yang berdiri mengacak pinggang" Aulia dan Dika berdiri.
Dika tercengang melihat mertuanya datang dan mendengarkan semua pengakuan jujurnya ia memang mau memberitahu Aulia tapi ia belum siap jika pak Samad tahu segalanya sekarang habislah dirinya.
"Bapak" ucap Aulia terbata tak kalah kagetnya dengan Dika melihat bapaknya tiba-tiba berdiri menjulang dihadapan mereka dan terlihat sangat marah.
"Oh jadi begini Lia, ternyata kamu hanya menikahi pembohong besar" hardik pak Samad menatap tajam Dika yang terunduk merasa bersalah. Pak Samad sangat marah atas semua kebohongan yang ia dengar merasa seperti dipermainkan.
"Bapak" Lia mendekat lalu memegang lengan bapaknya, mencoba menenangkan orang tua yang emosi dengan kebohongan menatunya. Dika hanya terdiam pasrah menerima apa pun yang dilakukan mertuanya.
"Lia bapak sudah mendengar semuanya," bentak pak Samad yang ternyata sudah datang dari tadi,dan mendengar pengakuan Dika dari awal.
"Berani-beraninya kamu berbohong" bentak Pak samad ia akan maju menghajar menantu penipu namun tubuhnya ditahan oleh anak kesayanganya.Aulia menahan orang tua ini dan mencoba melindungi Dika dari serangan bapaknya.
__ADS_1
"Lia ini lelaki pilihan kamu, ternyata dia hanya penipu"pak Samad menatap tajam rasanya ia ingin mencabik-cabik tubuh lelaki yang sudah mempermain kan anak kesayanganya
"Kau masih membelanya bentak" bentak pak samad pada anaknya kali ini ia marah pada Aulia karena telah menghentikannya.
Pak Samad lalu mengarahkan pandangannya pada Dika, ia kembali akan memarahi menantunya.sambil mengarahkan jari telunjuknya
"Kamu tahu? saya memang tidak suka Aulia memilih lelaki seperti kamu!" ungkap Pak Samad ia memang tak menyukai Dika. karena seluruh orang tua pasti menginginkan anaknya menikah dengan lelaki yang mapan dan memiliki masa depan yang baik. tapi karena anaknya memaksa akhirnya ia terima.
"Tapi Lia bersikeras memilihmu, dia tidak perduli apa pun pekerjaanmu, siapa pun dirimu, ia tetap memilihmu diantara banyak lelaki yang baik mengejarnya" jelas pak Samad pada sambil menunjuk-nunjuk kearah Dika yang hanya mematung tubuhnya bergetar siap mendengarkan makian mulut dari mertuanya.
"Saya tak mempermasalahkan pekerjaan kamu, siapa kamu, saya menikahkan kamu, karena anak saya sangat mencintaimu dan saya mengira kalian saling mencintai, ternyata tidak, kamu sekali tidak mencintai anak saya, kamu menikahinya karena hanya paksaan" Suara pak Samad melemah hatinya seperti teriris mengetahui hanya anaknya yang mencintai lelaki ini dan tak menghargai cinta anaknya.
Deg...
Dika menatap Aulia. Hatinya berdesir mendengar ungkapan yang baru saja keluar dari mulut pak Samad jika gadis yang ada dihadapannya ini sangat mencintainya dan menerima pernikahan ini bukan karena paksaan dari Nayla tapi karena mencintainya. Entah mengapa ia sangat bahagia ingin rasanya ia mendekat memeluk tubuh istrinya, saat ini juga dan sangat menyesal karena tidak menjadi suami yang baik.
"Bapak sudah, cukup," cegah Lia malu, saat isi hatinya telah diungkapkan oleh bapaknya, isi hati yang ia telah pendam selama bertahun-tahun sekarang Dika tahu perasaannya.
"Biar lia, jangan membelanya lagi, bahkan kamu memarahi adikmu karena telah menuduh adiknya hamil dan ternyata Adit benar, ada baiknya juga Adit menyuruh bapak kesini," jelas pak Samad kerumah ini karena ia ingin bapaknya meluruskan kesalapahaman ini.
"Maaf kan saya pak, semua kesalahan saya, maaf telah berbohong," Hanya itu yang bisa ia katakan pada mertuanya.
"Maaf, Saya tidak terima maaf kamu," bentak pak Samad.
" Bapak maafkan kakak Dika" Masih membela dan melindungi suaminya. padahal ia juga kecewa tapi ia memaafkan lelaki ini. Dika tak peduli kemarahan pak Samad, semakin Aulia membelanya semakin ia melihat cinta Aulia yang besar untuknya ia masih melindunginya dan memaafkan semua kebohonganya. Ia terharu betapa beruntungnya ia dicintai olehAulia dan saat ini pun ia belum bisa mengerti bagaimana perasaanya untuk gadis ini, yang ia rasa ia nyaman bersama Aulia dan ingin terus bersamanya.
"Lia kau begitu membelanya, kau tahu dia menikah denganmu karena terpaksa, Lia dia tak mencintaimu, dia tak pantas untukmu"
"Pak, sudah maafkan kak Dika pak" Aulia meneteskan airmatanya membuat hati Dika sesak melihatnya.
"Saya mohon pak, maafkan saya, saya janji untuk menjaga anak bapak saya mohon, beri saya kesempatan" mohon Dika dengan penyesalan dalam.
"Pak, maafkan kak Dika" rengek Aulia
"Lia dia tidak bisa membahagiakan kamu,dia tidak mencintaimu nak...dia tidak akan mengharagimu, dia tak bisa membahagiakan mu" sebenarnya ia tak masalah dengan kebohongan Dika yang membuatnya sakit lelaki ini tak mencintai anak. tak sebesar cinta anaknya pada menantunya ini.
"Ayo pulang,ikut bapak" pak Samad menarik tangan Aulia untuk keluar dari rumah itu.
"Bapak tolong pak jangan bawa Lia pergi, saya akan menjadi suami yang baik untuknya membahagiakannya." raut wajah takut tersirat diwajah Dika ia sangat takut jika pak Samad benar membawa Istrinya pulang.
"Bapak kak Dika disudah jujur" pinta Lia.
"Aku akan mengambil anakku kembali," pak Samad mengarahkan tatapannya pada Dika. Dika semakin kekatukan ia benar-benar tak ingin berpisah dari istrinya.
"Pak Jangan, saya mohon jangan pisahkan saya dengan Lia" mohon Dika dia tak mau berpisah
"Bapak terlanjur kecewa sama kamu, Bapak akan mengurus perpisahan kalian secepatnya" ucap pak Samad membuat Dika terbelalak.
"Lia... aku mohon tetaplah disini, aku berjanji akan menjadi suami yang baik untuk mu,"Mohon Dika pada istrinya.
"Ayo lia"
"Lia...jangan pergi...lia..lia" Panggil Dika yang tak berdaya. melihat istrinya di bawah pulang oleh mertuanya. ia sangat sedih.
Saat Aulia melangkahkan kaki keluar dari rumah ini, secara bersamaan itu pula ia, juga tahu perasaanya, bahwa ia telah jatuh cinta pada gadis aneh, anak pak samad, gadis yang belum satu bulan menjadi istrinya dan telah mampu masuk dalam relung hati terdalamnya. sungguh ia menyesal dan saat ia sadar semua telah terlambat istrinya telah pergi apalagi ternyata istrinya juga sangat mencintainya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Like,coment, vote ya....