Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
jalan jalan 2


__ADS_3

Setelah berkeliling lama di mall mereka akhirnya bertemu dan memutuskan untuk makan bersama, mereka sekarang bertemu di tempat makan duduk berdampingan bersama sambil menunggu pesanan datang. Nayla duduk berdampingan dengan Endy ,di hadapan Nayla ada Dika dan Aska.


"Nay apa kamu sudah puas keliling mall hari ini?" Tanya Endy menatap Nayla yang berada disampingnya menopang dagunya dengan telapak tangannya


"Setelah makan kita pulang" Timpal Aska dengan nada datar ia sudah tak sabar untuk pulang hatinya cemas memikirkan orang-orang yang mengikutinya.


"Nanti aja kak, Nay masih mau disini, pulangnya nanti aja setelah mall ini akan tutup" Ujar Nayla tak ingin pulang masih tak ingin meninggalkan tempat itu.


"Kenapa kau tak menginap saja disini " Ujar Dika ketus melihat tingkah adiknya.


"Kita sudah mengelilinginya Nay, kamu bahkan tidak beli sesuatu" Ujar Endy tersenyum


"Ih kak Endy Nay ngak butuh sesuatu, semua barang yang Nay inginkan ada di rumah kak Aska, Nay cuma ingin melihat keramaian, habis ini seru kali ya kalau kita ke pasar malam" Ucap Nayla kembali memberi saran untuk mereka.


yang kompak membuat ketiga mata pemuda tampan itu menatap tajam padanya tanda tak setuju.


"Jangan meminta jalan-jalan lagi, hari ini sudah, cukup kita harus pulang setelah makan" Ujar Dika datar.


Sudah lumayan lama mereka menunggu pesanan makanan mereka, namun belum juga datang Aska mengambil paperbagnya membuka dan mengeluarkan isi paperbag yang ia bawa, berisi dua buah handphone serie terbaru ia sengaja membeli dua buah handphone untuk ia berikanya pada Nayla.


"Ini untuk kamu Nay" Aska memberikan satu kotak handphone untuk Nayla.


Nayla mengernyitkan dahinya " Buat Nay ?handphone Nay masih bagus kak Aska, ngak rusak, jadi Nay ngak butuh handphone baru"Jelas Nayla terheran sambil memegang kotak itu memperhatikan dengan lekat.


"Ganti aja dengan yang baru, kakak sengaja beli biar kita samaan" Ujar Aska terdengar sangat manis.


"Ambil aja Nay, apa susahnya sih, itu mahal loh yang terbaru" Bujuk Dika ketus.


"Anggap saja hadiahmu yang berhasil menggodanya" Ejek Dika yang disambut dengan sikutan dilengannya.


"Kak Dika" Protes Nayla membulatkan matanya


"Ia Nay, kak ngak nyangka di balik tampang polosmu, kamu jago juga jadi wanita pengoda" Timpal Endy terkekeh


"Kak Endy...ini semuakan ajaran kalian" Protes Nayla tertunduk wajahnya memerah karena malu.

__ADS_1


"Lihat wajah kalian lucu jika malu-malu begini" Goda Endy memperhatikan wajah mereka berdua.


Kak Endy sudah diam jangan dibahas lagi anggap saja tadi aku khilaf dan dan salah ucap" Jelas Nayla.


Nayla menerima handphone itu dengan tak bersemangat lalu memasukkannya ke dalam tas


Setelah menunggu lama pesanan mereka yang begitu banyak akhirnya datang juga, pelayan menata pesanan mereka di atas meja dan mempersilahkan mereka menikmati hidangan lalu pergi, mereka melihat hidangan yang menggugah selerah itu di hadapan mereka lalu mulai menyantap hidangan lezat didepannya dengan lahap dan semangat sesekali mereka saling mencoba pesanan masing-masing terutama Nayla dan Endy yang sesekali saling suap menyuapi. Namun tidak dengan Aska ia hanya sibuk dengan handphone barunya seperti biasa Aska yang memang tak suka makan diluar ia sama sekali tak mau menyentuh makan itu, namun jika Nayla yang menyuapinya ia tak akan menolak


"hem ....."Dika melihat ke arah Nayla ia menjentikkan tangannya agar Nayla maju mendekat padanya agar dia bisa menyampaikan sesuatu pada Nayla.


Nayla pun memajukan tubuhnya hingga kepalanya berada ditengah meja ia memasang telinganya, wajah Dika dan nayla bertemu ditengah meja.


"Nay seperti biasa suap Aska" Ucap Dika saat wajahnya berdekatan dengan Nayla dan penghalang mereka hanya meja.


"Ah tidak mau" Jawab Nayla dengan suara pelan menarik kepalanya duduk tegak kembali memasukkan makanan kemulutnya, membuat wajah kakaknya menjadi kesal


Dika kembali memajukakan kepalanya ke meja Naylacpun mengerti maksud kakaknya dan kembali memajukkan kepalanya mendengar bisikan kakaknya"dia belum makan dari tadi, dia pasti kelaparan saat ini, suapi dia" Paksa Dika mulai tegas.


"ih kakak biar saja, Nay malu menyuapinya" Kilah Nayla masih teguh pada pendiriannya Nayla mengarahkan pandangannya ke yang Aska sibuk dengan handphonenya tak memperhatikan kasak kusuk Nayla dan Dika .


"Ayo Nay" Perintah Dika mengertakkan gigi menunjuk Aska dengan lirikan matanya.


Nayla kembali menarik kepalanya duduk tegak ia hanya sibuk mengunyah makannya tidak perduli dengan kata-kata kakaknya hingga membuat Dika kesal padanya lalu tiba-tiba menendang kakinya keras dari bawah meja "aw..." Nayla beringis pelan menggusap kakinya yang di tendang Dika lalu melihat wajah kakaknya melototinya dan menunjuk Aska dengan ekor matanya.


Nayla akhirnya menuruti keinginan kakaknya dengan ragu-ragu ia melakukukannya.


"Kak Aska" Panggil Nayla dengan sendok yang ada makanan diatasnya mengarah ke Aska.


"Kak Aska..aaaa.....a......" Wajah Nayla datar ia memutar bola mata malas.


Aska tersenyum wajahnya memerah menyingkirkan handphonenya yang tadi mengalihkan perhatiannya lalu membuka mulutnya menerima suapa Nayla, Naylapun menyuapinya terus hingga Aska berhenti.


Dika dan Endy tertawa ringan melihat pemandangan dihadapannya sebuah kenangan yang baru mereka lihat lagi setelah beberapa bulan, setiap jalan-jalan dan makan di luar Nayla akan menyuapi Aska, karena Aska tak suka makan ditempat makan jika bukan masakan rumah alasan ngak bersih dan ngak aman.


"Udah Nay, kakak uda kenyang" Tolak Aska lalu menyedot minum dihadapanya dan kembali dengan handphonenya.

__ADS_1


Nayla berhententi menyuapinya dan melanjutkan makannya sambil mengoceh dengan Endy.


Nayla melanjutkan makannya mencoba semua yang mereka pesan dan mengoceh dengan Endy.


Dering ponsel Aska berbunyi, ia menatap layar ponselnya lalu menyentuh ikon hijau kemudian menaruh di telingannya.


"Ada apa Aldy" Aska.


"Gawat tuan sebaiknya anda pergi secepatnya dari tempat itu tuan, mereka mulai menyerang dan jumlahnya mereka bertambah banyak, saya takut mereka nanti mengacaukan tempat itu,Saya sudah memanggil beberapa pengawal tapi mereka masih di perjalan" Aldy


"Baiklah aku mengerti kami, akan pergi dari sini"


Aska memutuskan panggilan telponnya ia memasukan handphonenya ke saku celanannya


"Dika, Endy ayo kita pergi dari sini, kita harus pulang" Aska bangun dari duduknya di ikuti Endy dan Dika mereka mengerti situasi saat ini


"Ayo Nay kita pulang" Dika menarik tangan Nayla erat.


"Kakak Nayla belum mau pulang" Protes Nayla


Mereka keluar dari mall dengan jalan tergesa-gesa wajahnya berubah tegang sedangkan Nayla yang tidak mengerti apapun terheran dengan sikap diam mereka, Dika menarik tangannya begitu kuat agar mengikuti langkanya hingga ia harus berlari kecil untuk mengimbangi langkahnya, kini mereka berada di tempat parkir mobil dimana mereka memarkirkan mobilnya.


"Kak Dika jangan buru-buru" Protes Nayla yang tidak di hiraukan oleh Dika


Di tempat parkir mobil telah terjadi perkelahian antara pengawal Aska dan gerombolan yang dari tadi mengikutinya, beberapa pengawal Aska telah terkapar benar kata Aldy mereka kalah jumlah.


"Tuan Aska cepat pergi dari sini" Kami akan menghadangnya" Teriak Aldy memberi perlawanan.


.


.


.


.

__ADS_1


Like,comentn ,vote,ya..........


__ADS_2