Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
bawa dia


__ADS_3

Dika menggendong tubuh mungil adiknya yang bersimbah darah keluar dari ruang bawah tanah meninggalkan Aska dan Endy tanpa sepatah katapun. Endy dan Aska masih mematung kejadian menyedihkan ini begitu cepat bahkan mereka masih belum bisa menerimanya, sebelum penyerangan itu terjadi Endy masih berdebat seru dengan Dika mengenai calon anak Nayla walaupun mereka berdebat namun yang tampak hanya kebahagian, sedangkan Aska ia sangat bahagia ketika untuk pertama kalinya dengan tulus istri tercintanya itu mencium pipinya, memeluknya erat terlebih dulu, semua ia lakukan dari hatinya, membuat hatinya berbunga-bunga dan jantung yang berdetak tak karuan namun ia tak menyangkah itu adalah tanda perpisahan untuknya dari wanita yang paling ia cintai, disaat hubungannya dengan Nayla semakin hari semakin membaik dan ia mulai merasakan kehangatan hati Nayla untuknya. namun semua berantakan,sekarang hati mereka hancur.


Aska masih duduk bersimpuh didepan tubuh Aldy, bagaikan membatu tangannya terkepal di atas pahanya, tatapannya kosong, jiwanya seperti hilang, sedangkan Endy yang sedari tadi juga berdiri mematung mulai berjalan dengan langkah perlahan dan meneteskan air matanya, ia maju mendekati tubuh Aldy. Endy bergetar tak kuasa melihat sahabatnya, tempatnya berbagi cerita, yang tahu semua kehidupannya, yang selalu menyinggungnya dengan lagu cinta tak terbalasnya. Telah pergi untuk selamanya takkan ada lagi lantunan nada untuknya walaupun itu menyinggung, setidaknya itu akan menjadi kenangan yang tak terlupakan untuknya.


Endy duduk mendekap tubuh sahabatnya


"Aldy......kenapa jadi begini .....kenapa secepat ini" Ratap Endy memeluk tubuh yang telah kaku dan dingin.


"Aldy.....Aldy"


"Aku pasti merindukan nyanyianmu, bangunlah menyanyilah sepuasnya untukku, aku tidak akan marah lagi, jika kau memang akan pergi, kau harusnya menyanyi lagu perpisahan untukku" Jelas Endy air matanya menetes mendekapnya erat. Teringat ia selalu kesal jika sahabatnya ini bernyanyi tentang hidupnya yang cintanya bertepuk sebelah tangan.


"Mereka yang membuatmu seperti ini akan mendapatkan balasannya, mereka akan membayar dengan nyawa juga." Ucap Endy dengan tatapan penuh amarah lalu mendekap tubuh sahabatnya untuk terakhir kalinya.


Aska hanya terdiam duduk bersimpuh mendengar ratapan endy, mengepal erat kedua tangannya ia masih tak menyangka ini terjadi, ia sangat terpukul tak tahu harus berbuat apa rasanya ia ingin menghilang dari muka bumi ini, ikut bersama dengan Aldy


Endy melepaskan tubuh Aldy lalu mendekat kearah Aska, ia berdiri dihadapan Aska dengan tatapan penuh amarah seperti sedang menghakim Aska.


"Aska lihatlah semua ini" Bentak Endy menunjuk kearah tubuh Aldy namun Aska hanya diam tertunduk rasa bersalahnya membuatnya tak mampu menatap wajah sahabatnya.


Endy lalu jongkok dihadapan Aska.


"Jangan diam saja,"Endy mengoyang-goyangkan tubuh Aska agar lelaki ini tersadar lalu melakukan sesuatu untuk Aldy dan Nayla.

__ADS_1


"Sadar ...Aska kau harus melakukan sesuatu, apa kau hanya diam saja pamanmu sudah keterlaluan" Bentak Aldy memegang kerah baju Aska mengoyang-goyangkan tubuhnya.


Aska hanya terdiam pasrah menyalahkan dirinya, air matanya menetes memikirkankan semuanya. Ia terkenang ketika ia bersikeras memohon pada Dika untuk menikahkanya dengan Nayla.


"*N*ayla adalah hartaku yang paling berharga hanya dia yang aku punya dia adik kesayanganku bagaimana jika pamanmu juga menyerangnya dan melukainya juga, carilah wanita lain jangan adikku" Ujar Dika menolak Aska.


*D*ika aku tak akan menikah dengan wanita lain selain adikmu, aku sangat mencintainya, aku mohon nikahkan aku dengan adikmu, aku akan menjaganya dengan segenap jiwaku, tak akan kubiarkan adikmu terluka sedikitpun, aku akan mengorbankan nyawaku untuk menjaganya" Kenang Aska


semua kenangan itu terlintas difikirannya .


Bagaimana ia bersikeras meminta adik kesayang Dika dan berjanji menjaganya dengan nyawanya, padahal ia tahu orang yang akan menjadi istrinya kelak akan ikut dalam bahaya bersamanya namun cintanya sangat dalam dan ia sangat egois, selalu membujuk, memaksa Dika untuk menikahkan Nayla padanya, difikirannya hanya ingin memiliki Nayla agar gadis ini selalu disisinya. namun apa yang terjadi sekarang ia bahkan tak ada saat wanita itu dalam bahaya, ia tidak melakukan apa-apa untuk gadis yang ia cintai.


Aska terus mengutuki kegagalannya menjaga Nayla, walaupun ia sudah berusaha agar penikahannya tidak pernah diketahui dan tidak membiarkan Nayla untuk keluar dari rumahnya, ia tetap tak bisa menghindari serangan pamanya.


Buk.....Endy melayangkan pukulan keras diwajah Aska membuat tubuhnya terdorong, darah keluar dari sudut bibirnya namun sedikitpun ia tidak merasa kesakitan.


"Bangun kau harus melakukan sesuatu, akhiri ini semua, kita sudah kehilangan Aldy dan mungkin saja ...."Suara Endy tercekat ia tak mampu meneruskan kata-katanya ia juga tak mampu menyebut nama Nayla dan membayangkan sesuatu yang buruk terjadi pada bule Jermannya.


Aska tersadar dengan perlahan ia berdiri dengan penuh amarah, pukulan Endy telah menyadarkan bahwa ia harus membalas semua ini pamannya tidak akan lolos kali ini.


"Max" Panggil Aska pelan


Max yang dari tadi berada dibelakang Aska melihat semua kesedihan tiga sahabat ini maju menghampiri Aska.

__ADS_1


"Ya ....Aska


"Bawa pamanku kehadapanku, lelaki tua itu harus membayar semua ini. Ini semua akan berakhir, kali ini tidak ada ampunan untuknya" Jelas Aska menatap dengan tatapan membunuh memberi perintah rasa kasihannya untuk pamanya telah menghilang.


"Baiklah aku akan menyeretnya kehadapanmu, akhirnya kau sadar juga, pamanmu itu tidak berguna" Max menepuk sebelah bahu Aska senyum menyeringai diwajahnya dari dulu Max selalu menyarankan agar Aska menghabisi pamanya namun ia terlalu iba pada keluarganya, ia takut anak pamannya akan kehilangan kasih sayang seperti yang ia rasakan, tapi kali ini pamannya benar-benar telah keterlaluan ia sudah tak bisa mentolerir kelakuan pamannya.


"Baiklah,aku akan mengurus pamanmu" Ujar Max


"Bawa ia secepatnya, kehadapanku" Perintah Aska geram ia sudah tak sabar menghabisi pamanya.


"Kau tenang saja serahkan semuanya padaku. Pergilah susul Dika, istrimu pasti membutuhkanmu, aku akan mengabarimu nanti, biar ini aku yang urus" Max mengarahkan pandangannya pada tubuh Aldy.


"Terimah kasih, aku mengandalkanmu Max" Aska menepuk bahu Max lalu bergegas keluar ruang bawah tanah untuk menyusul Dika.


Max mengarahkan pandangannya pada Endy


"Kau pergilah juga" Max menyuruh Endy juga ikut saat ini hanya Endy yang bisa menjadi jembatan untuk Aska dan Dika .


"Baiklah Max urus semuanya aku akan ikut" Endy melangkah memasang wajah cemas, menepuk bahu Max


"Temani Dika dan Aska jangan sampai mereka bertengkar, kau harus berada disana, mereka membutuhkanmu, kau harus tetep tenang untuk mereka, mereka sangat marah jangan sampai mereka membuat keributan" Nasehat Max pada Endy.


Hubungan persahabat ini pasti akan dalam masalah, Dika pasti tak terima adiknya diperlakukan seperti ini, dia mungkin akan menyalahkan Aska karena gagal menjaga adiknya.

__ADS_1


Endy berlalu keluar dari ruang bawah tanah berlari mengikuti Aska, dia juga sama sedihnya dengan Aska dan Dika, ia pun tidak tahu apa dia akan menahan diri dari amarahnya, karena ia juga menyalahkan langkah kedua sahabatnya dari dulu ia selalu memperingatkan resiko jika Nayla menikah dengan Aska namun mereka tetap menikahkannya andai dulu mereka memberikan Nayla kesampatan untuk mengejar mimpinya bukan harus menikah dan hidup dalam bahaya, ini pasti tidak akan terjadi gadis kecil yang ia cintai itu pasti akan masih tertawa riang dan menyampaikan ceramah tentang masa depan.


__ADS_2