
Nayla berada dalam ruangan kantor telah beberapa hari Nayla selalu menghabiskan waktunya dikantor bersama suami manjanya yang sama sekali tak mau berpisah lama dengannya hingga selalu mengajaknya ke kantor. Nayla duduk disofa sendirian sambil membaca buku menunggu Aska yang sedang rapat yang telah berjam-jam membuat Nayla mulai merasa bosan berada dalam ruangan kantor, ia menutup bukunya menaruh ke meja lalu bangun dari duduknya, ia berjalan ke jendela kaca besar melihat dengan takjub pemandangan kota dari ketinggian bangunan kantor.
Rasanya bosan sekali dalam ruangan ini" Guman Nayla
ia menarik nafas dalam hingga ia terfikir sesuatu,
"Lebih baik aku jalan-jalan mengelilingi kantor ini, aku akan ke kantin untuk makan sesuatu"
Nayla pun melangkahkan kakinya keluar dari ruagan memulai jalan-jalan, menyusuri kantor yang begitu besar milik suaminya.Sambil mencari dimana tempat makan kantor ini, Nayla terus berjalan melalui beberapa karyawan yang ada. ia menarik nafas lega setidaknya orang-orang biasa saja saat bertemu dengannya walaupun sebagian ada yang menundukkan kepalanya itu berarti masih banyak yang belum mengenalnya. sebagai istri presdir.
Cukup lama Nayla melangkahkan kakinya hingga melewati banyak orang yang berkumpul didepan sebuah ruangan. Nayla penasaran hatinya bertanya-tanya apa yang sedang mereka lakukan namun ia terus saja berjalan ia tak mengerti masalah perusaahaan dan memilih melewatinya. Saat melewati kumpulan itu tiba-tiba ada suara wanita yang memanggilnya terlihat dari kumpulan orang-orang yang sedang menunggu didepan ruangan itu.
"Nayla" terdengar panggilan, Nayla membalikkan tubuhnya mencari tahu siapa yang memanggilnya dan terlihat wanita cantik menghampirinya.
"Hei kamu Nayla kan?" Wanita cantik itu telah berada dihadapan Nayla bertanya dengan wajah terlihat sangat senang menatap Nayla.
"Ia, Kakak siapa ya?" Nayla tersenyum pelik pada wanita itu, ia merasa tak enak karena tak mengenal gadis cantik itu padahal yang ada dihadapanya sangat senang bertemu dengannya.
"Tetangga kamu, masa lupa sama teman mainnya sih" Wanita itu mengingatkan Nayla.
Nayla mulai berfikir membuka memorinya dan ia mulai menarik sudut bibirnya.
"Kak Aulia, anak pak Samad kan?" Nayla mulai mengenali tetangga yang agak jauh dari rumahnya namun masih satu komplek dengan rumahnya.
"Ia, anak pak Samad" perempuan itu tersenyum manis.
"Kak Aulia" Peluk Nayla manja.
Aulia adalah tetangga Nayla yang selalu bersamanya dulu jalan-jalan, belajar, memasak bersama, ke pasar bersama mereka sangat akrab Aulia adalah wanita mandiri, ia sama seperti Nayla tak memiliki ibu ia mengurus keluarganya sendiri ayah dan adiknya, karena sama seperti Nayla yang harus menggantikan sosok ibu dikeluarga Nayla dan Aulia sangat dekat mereka selalu mengerjakan semua bersama ke pasar bersama, jalan-jalan bersama, masak bersama, Nayla banyak belajar mengurus rumah dan kakaknya dari bantuan Aulia, dulu wanita cantik itu selalu berkunjung kerumah Nayla namun entah mengapa tiba-tiba saja Aulia menjauhinya ia tak pernah lagi main kerumah Nayla hubungan mereka meregang Aulia menghindarinya.
"Kakak ngapain disini?"Tanya Nayla memegang tangan Aulia sangat senang bertemu lagi dengan wanita ini.
"Kakak lagi lamar pekerjaan" Jawab gadis cantik yang berpenampilan sangat sederhana. Nayla sangat kagum pada wanita yang ada dihadapannya ini yang ia kenal memiliki sifat baik, sabar, pintar dan pekerja keras.
"Kak ayo ...ikut Nay, kita ngobrol, dikantin" Nayla menarik tangan Aulia menjauh dari orang-orang ia ingin melepas rindu kemudian bicara banyak dengan wanita ini, ingin bertanya pertanyaan yang selalu mengganjal dihatinya kenapa wanita ini menjauhinya.
"Tapi Nay mana kakak belum dipanggil," Tolak Aulia.
"Sebentar saja, lagi pula antriannya masih lama"Nayla menarik paksa wanita itu hingga akhirnya ia pasrah mengikuti langkah kaki Nayla.
"Ayo..."Nayla kemudian meninggalkan tempat itu menuju kantin yang ia juga tak tahu dimana arahnya. Dengan penuh semangat ia membawa wanita yang dia anggapnya kakak ia sangat kagum dengan ketegaran hidupnya gadis yang berjuang menjadi pengganti ibu bagi keluarganya banyak pelajaran yang Nay ambil dari hidup Aulia gadis inilah yang membuat fikiran Nayla selalu menuju masa depan cerah walaupun Nayla dikelilingi dengan pemuda tanpa masa depan, fikirannya tidak ikut tercemar dengan kelakuan kakaknya yang hidup bebas dan mabuk-mabukkan karena ia berteman dengan Aulia.
Setelah bertanya dimana kantin kantor berada akhirnya Nayla menemukan juga tempat itu. Nayla dan Aulia duduk hanya memesan minuman yang berupa jus. Mereka akan bicara banyak hari ini dan mungkin pertemuan ini akan menjadi awal untuk pertemanan mereka lagi.
"Kakak apa kabar, kakak udah lulus kuliah belum? Tanya Nayla yang dulu suka belajar bersama.
"Kabarku baik, kakak udah lulus kuliah karena itu kakak melamar kerja dikantor ini, ini kantor terbaik dan kakak ngak tahu bisa diterima atau ngak disini" Jelas Aulia kemudian menyedot minumannya.
"Kakak pasti diterima kakakkan pintar." Memberi semangat.
"Udah lama banget ya kita ngak bicara" Nayla terus menatap wajah perempuan yang sudah ia anggap kakak yang banyak membantunya melewati masa-masa sulitnya ketika baru kehilangan orang tua.
"Ia Nay udah hampir 5 tahun" Aulia masih ingat lama berpisahan mereka bahkan masih lekat diingatannya mengapa ia menjauhi Nayla.
"Kakak kenapa sih ngak pernah datang kerumah Nay lagi, kenapa kakak menjauhiku" Tanya Nayla pertanyaan yang selalu mengganjal dihatinya dengan mengerucutkan bibirnya merasa kecewa kenapa Aulia menghindarinya.
"Ngak kok Nay, kakak ngak menjauh" Sangkal Aulia menatap wajah yang ada dihadapannya , ia memegang tangannya ia tahu Nayla sangat kecewa padanya.
" Nay kesepian tahu kak, sejak kakak menjauhi ku, padahal kita selalu bersama kepasar bersama, belajar bersama, masak bersama tapi kakak tiba-tiba menjauhiku" Nayla menundukkan kepalanya matanya berkaca-kaca teringat betapa indahnya dulu ia sangat akrab.
Aulia menarik nafas dalam mulai menjelaskan kenapa dulu ia menjaga jarak dengan Nayla.
"Nay kakak bukannya menjauh tapi pemuda yang berkumpul dirumah kamu melarang kakak untuk dekat dengan kamu mereka mengancam akan menyakiti kakak dan keluarga kakak, jika aku dekat denganmu"Jelas Aulia.
"Pemuda" Nayla mengernyitkan dahinya begitu banyak pemuda yang ada dirumahnya dulu.
__ADS_1
"Ia yang suka berkumpul dan memetik gitar diteras rumahmu"
Nayla teringat itu adalah geng pemuda tanpa masa depan yang menuruti permintaan Aska untuk menjauhkan siapapun yang mendekati Nayla, itu lah sebabnya ia tak memiliki teman karena setiap ia dekat dengan siapapun tiba-tiba saja orang itu akan menjaga jarak dengannya. karena takut dengan ancaman geng pemuda tanpa masa depan yang bekerja atas perintah Aska.
"Jadi itu yang membuat kakak menjauhiku" Nayla memaklumi alasan Aulia gadis ini hanya mencari aman dan pemuda tanpa masa depan tak bermain-main dengan ancamannya.
"Ia kamu juga sih, ngak pernah main kerumah kakak"
"Ih...kakak Nay bukan ngak mau main kerumah kakak, Nay takut dengan bapak kamu, galak baget, siapa yang ngak kenal bapak kamu pakSamad terkenal galak, kak Dika aja takut sama bapak kamu" Jelas Nayla yang bergidik.
"Ngak kok Nay bapak aku baik kok, ngak galak" bantah Aulia.
" ngak galak apanya.... kak Dika aja pernah dikejar samurai sama bapak kamu...hahaha" Nayla tertawa teringat kenangan saat kakaknya dikejar oleh pak Samad.
Pak Samad adalah orang yang paling ditakuti oleh anak nakal di tempat tinggal Nayla ia terkenal galak dan suka mengejar pemuda nakal dengan samurai panjangnya membuat siapapun takut, apalagi saat itu usianya masih remaja fikirannnya masih polos ia takut saat kerumah Aulia ia akan disambut oleh samurai panjang pak Samad bahkan Kakak saja sudah pernah merasakan bagaimana kagetnya dikejar samurai oleh pak samad.
"Oh... ia bagaimana kabar kakak kamu?" Tanya Aulia penasaran.
"Baik..
"Masih jutek seperti dulu? apa kalian masih sering bertengkar? apa ia sudah menikah" Tanya Aulia sedikit bersemangat.
"Kak Dika masih jutek seperti dulu dan kami masih sering bertengkar dia belum menika, jangankan menikah pacar aja ngak punya" Curhat Nayla pada Aulia yang sedikit tahu tentang kehidupan Dika.
"Kakak sendiri udah punya pacar belum, atau masih Naksir kak Dika" Goda Nayla. yang sangat akrab dengan gadis ini tak ada satupun rahasia yang yang ditutupi gadis ini termaksud cerita cintanya remajanya. yang mengangumi Dika. saat Aulia duduk dibangku sma.
"Kamu Nay...bisa aja itu kan dulu...Udah dulu ya kakak udah lama disini nanti kita lanjut lagi" Aulia kemudian berdiri disusul Nayla lalu saling melepas pelukkan. Saling bertukar nomor ponsel untuk bertukar kabar sekarang Nayla dan Aulia berteman kembali tak ada lagi yang akan mengacaukan pertemanan mereka.
"Kakak melamar pekerjaan disini bagian apa?" Tanya Nayla yang berniat membantu temannya agar ia memiliki teman dikantor ini sekaligus menjadikan aulia sebagai mata-mata untuknya mengawasi pergerakkan suaminya dikantor karena kebanyakkan menonton drama bayangan suaminya digoda pelakor selalu berada difikirannya padahal ia juga tahu suaminya itu tidak akan pernah tergoda oleh perempuan lain, satu-satu gadis yang terlihat dimata suaminya hanya dia. dan bersikap dingin jika sudah berada didekat orang lain.
"Kenapa kak ngak melamar jadi sekertaris presdir saja" Tawar Nayla ia bisa menempatkan Aulia dimana saja yang ia mau, ia tinggal mengoda suaminya semua permintaanya pasti terkabul.
"Sekertaris Nay" Aulia tersenyum remeh "kakak belum punya pengalaman ini aja belum tentu diterima kamu ngak ngelihat tadi ada banyak yang melamar dikantor ini, aku aja belum tentu diterima ,ini adalah kantor terbaik banyak yang lebih baik dariku" Ucapnya dengan tak bersemangat.
"Aku pergi dulu, doain kak ya diterima" Aulia kemudian meninggalkan Nayla yang masih berdiri dikantin.
"Semoga berhasil"
Dret....dret....dret....
Getar ponsel Nayla dari saku celananya.
"Hallo kamu dimana sayang, kenapa kamu meninggalkan ruangan? kakak khawatir?"Aska
"Nay di kantin kantor"Nayla
"Kenapa tidak menungguku, tunggu disana kakak akan menemanimu" Aska
"Ngak perlu, biar Nay yang kesana" Nayla.
***
Nayla telah berada didepan ruangan Aska bersiap untuk masuk kedalam ruangan ia menata hatinya ia sedikit kesal dengan apa yang telah diperbuat Aska pada temannya.
Nayla memegang handle pintu
Krek...pintu terbuka Aska sudah berdiri menunggunya, Nayla melangkahkan kakinya masuk dengan tidak bersemangat.Aska menarik tangan Nayla membawanya kesofa lalu memangku tubuh mungil itu.
"Nay kakak khawatir denganmu, jangan pergi sendirian lagi kalau butuh sesuatu hubungi saja staf yang ada didepan"Ucap Aska dengan lembut mengecup pipi istrinya berkali-kali, menghilangkan rasa khawatirnya padahal Nayla hanya pergi sebentar.
Nayla hanya terdiam tak merespon sentuhan Aska padanya, ia sedang menunjukkan sikap protesnya.
"Sayang kamu kenapa? kenapa diam saja ,ada yang bikin kamu ngak nyaman disana, ada yang ganggu kamu" Tanya Aska menebak istrinya yang hanya diam saja setelah kembali dari kantin kantor difikiranya Nayla mungkin digaggu lagi oleh bawahannya.
"Sayang bilang siapa yang menganggu kamu kakak akan menghajarnya untukmu, " Tanya Aska .
__ADS_1
"Rasakan saja memang enak di jauhi, ini pelajaran karena membuat temanku menjauhiku, ia pasti cemas" Batin Nayla.
Nayla hanya terdiam memasang wajah kesal membuat Aska mulai frustasi, ia tahu istrinya ini sedang marah tapi ia tak tahu apa yang membuatnya marah, ia sangat menyanyangin Nayla melihatnya marah membuatnya juga merasa tak senang.
"Baiklah jika kamu ngak mau bicara kakak akan mengumpulkan semua karyawan kantor bertanya pada mereka siapa yang mengganggu istriku" Ancam Aska.
Nayla menarik nafas dalam ia tahu Aska tidak akan main-main dengan ancamannya. Lalu mulai bicara
"Tadi Nay ketemu teman Nay," Jelas Nayla mulai menceritakkan pasal kekesalannya.
"Teman" Aska Mengernyitkan dahinya setahunya Nayla tak memiliki teman seorangpun karena dari dulu ia tak membiarkan Nayla berteman.
"Ia Aulia, tetangga Nay dulu anak pak Samad"
"Kenapa dia?" tanya Aska yang tak mengenal orang yang di maksud Nayla Aska adalah pribadi yang sangat cuek dan tak peduli sekitar sangat sulit untuk masuk dalam ingatan Aska.
"Katanya ia menjauhiku karena geng pemuda tanpa masa depan yang melarangnya,dan itu atas perintah kakak kan" Nayla memalingkan wajahnya mengerucutkan bibirnya.
Aska hanya diam ternyata Nayla marah padanya, ia menyadari dulu ia memang menyuruh orang untuk menjauhi Nayla karena ia ingin memastikan Nayla aman tidak boleh yang ada menyakitinya.
"Ia kakak minta maaf jangan marah lagi ya " Aska mengakui kesalahannya memeluk tubuh Nayla yang ada dipangkuaanya. lalu mengecup pipinya ia takut jika bule Jerman ini marah dari dulu ia sangat takut jika Nayla sudah marah.
"Nay jangan marah lagi, kakak minta maaf, baiklah untuk menebus kesalahan kakak, apa pun permintaanmu kakak turuti" Bujuk Aska menawarkan segalanya agar suasana istrinya membaik dan berhenti merajuk.
Nayla mulai menyeringai mendengar tawaran Aska. Akhirnya usahanya berhasil dari pada harus menggodanya lebih baik berpura-pura marah.
"Kak Aulia sedang melamar pekerjaan, Nay mau kakak terima dia bekerja di perusahaan ini biar Nay punya teman" Jelas Nayla permintaannya.
"Nay ini perusahaan terbaik peraturan mengenai penerimaan karyawan sudah sesuai prosedur dan standar ia harus melalui tes, kalau kakak membantunya itu berarti ngak profesional, biar ia masuk dengan usahanya sendiri" Jelas Aska dengan lembut. belum menolak hanya menjelaskan aturan perusaahaan agar Nayla mengerti.
"Oh kak ngak mau" Nayla berdiri dari pangkuan Aska. kesal dengan penjelasan Aska.
" Baiklah...Nay ngak mau tidur dengan kakak malam ini" Ucap Nayla.
"Ih jurus barunya keluar" batin Aska seketika wajahnya berubah pucat dari dulu sampai sekarang ia sangat takut jika Nayla mengeluarkan jurusnya.
"Nay... jangan gitu dong..." Dengan cepat Aska meraih tangan Nayla." Ia baiklah siapa namanya?" Aska kemudian berdiri memegang gagang telpon.
Nayla menarik sudut bibirnya tersenyum paling manis.
"Aulia Shafira Samad" Ucap Nayla.
Aska pun kemudian menelpon bagian penerimaan karyawan membantu teman Nayla. setelah selesai ia kembali ke sofa duduk bersama Nayla.
"Sudah ...kamu ngak marah lagi, jangan marah lagi...apalagi mengeluarkan jurusmu itu tahu aja kakak takut" Aska kembali memangku Nayla.
"Tidak Nay ngak marah,"
Cup ....Nayla mencium pipi Aska "makasih ya sayang" Goda Nayla.
"Kakak mau lebih dari ciuman dipipi" Aska kemudian menepelkan bibirnya dibibir ramun Nayla.
.
.
.
.
.
.
.Like,coment..Vote..ya ..
__ADS_1