Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
Dunia impian Nayla 1


__ADS_3

Sore hari di sebuah Mall terlihat begitu ramai, banyak pengunjung berjalan santai menikmati waktu senggangnya. Disebuah tempat makan yang berada disana telah duduk dua gadis dengan gelisah seperti sedang menunggu seseorang.


"Kemana dia? kenapa dia belum datang?lama sekali dia?" Keluh gadis cantik berambut panjang menatap jam tangannya, dengan wajah gelisah.


"Tunggulah tak lama lagi dia juga akan datang?" jawab gadis berkaca mata sembari memainkan handphonennya.


Mata mereka terus menatap ke arah pintu masuk dengan wajah gelisah, menunggu seseorang yang tak kunjung datang, tak beberapa lama kemudian seorang gadis masuk melangkahkan kakinya berjalan dengan tergesa-gesa mengarah kearah mereka yang duduk berdua.


"akhirnya dia datang juga" Ucapnya lega tersenyum manis, menatap gadis yang berjalan semakin mendekat kearahnya.


Gadis itupun menghampiri mereka berdua lalu duduk dengan nafas tersengal.


"Maaf aku terlambat" Jawab gadis yang baru saja mendudukkan tubuhnya dikursi.


"kau dari mana saja, dari tadi kami menunggumu?" Tanya Gadis berambut panjang yang ada dihadapannya, sedikit kesal


"Ia maaf, aku tadi membantu tugas kak aku." Alibi gadis berwajah blasteran ini, tersenyum manis


Gadis yang baru datang tadi adalah Nayla, setahun telah berlalu ia telah mencoba melupakan kesedihannya, Nayla telah kembali seperti dahulu, selama setahun belakangan ini ia kembali berjuang menata hidupnya. Ia telah menjelman menjadi Nayla yang baru, yang ceria dan memiliki kehidupan normal sama seperti anak gadis seusianya, ia memiliki banyak teman, bergaul dengan siapapun yang ia suka, ia bebas kemanapun yang ia inginkan hidupnya bagaikan burung, bebas mengepakkan sayapnya kemanapun dia suka, tak ada lagi aturan untuknya, ia menjalani hidupnya dengan pilihan dan keputusannya sendiri.


Kecerian Nayla menjalani hidup normalnya, seperti gadis remaja seusianya, setiap hari ia berkumpul dengan teman-teman wanitanya berbincang seputar dunia para gadis yang dulu tak pernah ia ketahui, jalan-jalan setiap hari, berbelanja sepuasnya, banyak belajar dengan mengikuti kurus sekarang, dan dia juga bekerja membantu kakaknya mengurus club malam, hidupnya telah penuh kesibukan dan ia sangat bahagia dengan hidup normalnya. Sekarang ia juga memiliki dua sahabat yang begitu dekat dengannya, yang telah menemani menjalani masa sulitnya dua gadis yang entah dari mana masuk dalam kehidupan Nayla, sahabatnya itu bernama Luna dan hana. Luna gadis periang, berani, penuh semangat dan begitu percaya diri.


dan satu lagi bernama Hana gadis culun dengan rambut selalu terkuncir kuda, ia polos dengan kaca mata dan penuh dengan kelembutan.


"Kenapa kamu terlambat Nay?" Tanya Hana gadis culun dengan kaca mata mengarahkan pandangan pada Nayla, yang dibalas Nayla dengan senyuman.


"Mana tugas kami?" Luna mengulurkan tangannya pada Nayla, tak sabar menerima sesuatu dari Nayla.


"Kalian tenang saja, aku sudah mengerjakannya untuk kalian?" Ucapnya santai.


Nayla lalu membuka tasnya merogoh dua buah buku catatan kemudian memberikannya pada dua gadis dihadapannya, kedua gadis itu menyambut buku catatan itu dengan wajah sumringah.


"Wah... Nay kamu memang yang terbaik, punya sahabat pintar memang harus dimanfaatkan" Puji Hana tersenyum simpul membuka buku yang diberikan oleh Nayla, kemudian membaca isi bukunya.


"Ia, Kamu pintar banget sih Nay, beruntung banget aku punya sahabat pintar kaya kamu" Puji Luna gadis riang.


"Ia dong, aku kan memang pintar, aku sudah mengerjakan tugas kalian, Kalian harus traktir aku ya?" Nayla memainkan kedua alisnya bangga dengan pujian sahabatnya, dan meminta imbala untuk kerja kerasnya.


"Ia, kamu pesan aja apa yang kamu mau, kami traktir? "Ujar Luna


Nayla sangat suka belajar namun ia tak punya kesempatan merasakan bangku kuliah sama seperti sahabatnya dan sahabatnya yang tahu kepandaian dan minat belajar Nayla, mereka memanfaatkan kesempatan yang ada, untuk selalu menyuruh Nayla mengerjakan tugas kuliah mereka dan Nayla pun senang dan iklas hati mengerjakannya, karena Nayla sangat suka belajar dan membaca.

__ADS_1


Mereka mulai memesan makan sambil berbincang, tertawa bersama tanpa beban membahas masalah dunia mereka yang damai.


"Nay kamu pintar banget sih? kenapa kamu ngak kuliah aja" Tanya Hana dengan wajah penuh penasaran menurut mereka Nayla adalah gadis yang penuh dengan teka-teki dan misteri yang tak terjawab. pertanyaan yang selalu mereka tanyakan pada Nayla saat gadis itu telah telah selesai mengerjakan tugas mereka.


Luna yang duduk berhadapan dengan Nayla pun ikut menimpali pertanyaan.


"Ia Nay dari pada kamu terus ngerjain tugas kami, mending kamu kuliah" Saran Luna yang tak habis fikir dengan Nayla yang senang belajar tapi tak melanjutkan pendidikannya dibangku kuliah.


Nayla mematap wajah sahabatnya, terdiam hanya senyuman pelik yang ia bisa berikan dengan kedua sahabatnya, sebenarnya kuliah adalah cita-citanya yang impiannya sejak dulu bahkan ia berhasil mendapatkan beasiswa ke Jerman karena kecerdasannya namun semua harus kandas karena pernikah usia muda yang ia jalani, dan setelah menjalani pernikahan ia harus terkurung dirumah mewah suaminya.


"Padahal kakak kamu pemilik club malam terbesar dan memiliki cabang dimana-mana, jangankan untuk kuliah disini sampai luar negeri pun kakak kamu sanggup biayain kamu" jelas Luna penuh tanda tanya.


"Ia Nay kenapa sih, kamu ngak kuliah sama kita aja, pasti seru cowok-cowok kampus pasti banyak yang mengejar kamu, kamu kan cantik banget" Tanya Hana wajahnya penuh semangat membayangkan jika Nayla bisa kuliah dengannya.


Bagaimana aku bisa kuliah, aku ini sudah menyandang status menjadi istri, kalian pasti tak menyangkah jika aku ini telah menikah diusia muda dan bahkan menjadi istri dari presdir yang memiliki perusahaan besar, hidupku tak semudah yang kalian bayangkan, aku memang memiliki banyak uang, aku bisa mendapatkan segalanya. Tapi hanya satu yang tidak aku punya yaitu kebebasan untuk mengatur hidupku,tidak sama seperti yang kalian lakukan. Batin Nayla yang hidupnya dari dulu selalu diatur oleh tiga pemuda yang berada disampingnya.


Nayla telah menyimpan rapat rahasia besar pada sahabatnya, menutupi pernikahannya bahkan asal tempat tinggal dari mana ia berada semua ia tutupi, ia benar-benar ingin menikmati hidupnya yang sekarang, sejak dulu ia selalu hidup dalam aturan ketiga lelaki itu, tidak boleh berteman dengan siapa pun, tidak boleh pergi jalan-jalan sendiri, hanya 3 lelaki itu yang mengisi hidupnya. Sekarang telah berubah, tapi ia juga sadar bahwa kehidupannya ini tidak akan berjalan lama kelak ia harus kembali pada suaminya, tempat asalnya dulu menjadi istri dari lelaki yang begitu mencintainya.


Setelah lama menunggu dan berbincang pesanan mereka pun datang, pelayan menata banyak makanan dimeja dengan rapi, mereka pun mulai makan dengan suka cita, sambil menatap sekeliling, seperti biasa ketika gadis telah berkumpul pembicaraan tentang lawan jenispun tak luput dari perbincangan.


Luna menghentikan makannya ketika menatap kearah pintu masuk, meletakkan sendok disisi piring lalu berbisik mendekatkan kepalanya pada sahabatnya.


"Mana"Hana mengarahkan pandanganya dengan cepat.


"Ia ganteng banget, putih, tinggi, badanya tegak" Timpal Hana yang juga terpukau, bebicara sambil mengunyah makanan.


Nayla hanya asik dengan makanannya salah satu obrolan remaja yang ia tak tertarik adalah ketika sahabatnya membahas masalah cowok, karena hidup telah lama di kelilinging oleh anak laki-laki sejak dulu, membuat Nayla tak tertarik dengan masalah cowok sedikit pun, ia sudah tahu dunia laki-laki, seperti apa.


"Nay kamu liat dong arah pintu masuk" Paksa Luna


Nayla menarik nafas panjang mendengar paksaan sahabatnya kemudian berbalik mengarahkan pandanganya pada pemuda yang membuat dua sahabatnya ini menggila.


"Biasa aja" Ucap santai dengan wajah datar kembali menguyah makananya.


Kedua sahabat itu kompak mengarahkan pandangannya pada Nayla


"Nay kamu ini normal ngak sih, sebagai cewek? masa ganteng begitu kamu bilang biasa aja, setiap hari kita nongkrong di Mall ini, masa ngak ada satupun yang membuatmu tertarik" Ujar Luna yang tak pernah melihat Nayla dekat dengan cowok, padahal begitu banyak cowok ganteng yang mengejarnya namun ia hanya cuek tak pernah menggubris perasaan para lelaki itu.


"Jangan bilang kamu ngak suka cowok,Jangan-jangan kamu naksir aku" Ucap Hana dengan polos bergidik ngeri.


"sayang banget cewek cantik kaya kamu ngak normal" kembali Hana bergidik.

__ADS_1


"Ih....Enak aja kalian, aku cewek normal, aku suka Laki-lakilah" Sangkal Nayla ketus Memukul lengah sahabatnya.


"Tapi kenapa dari semua laki-laki yang mengejarmu ngak sedikitpun yang bikin kamu tertarik, kakak aku bahkan tergila-gila banget sama kamu, malah kamu tolak padahal kakak aku ganteng, dokter pula, mapan lagi, banyak gadis yang mengejarnya dan kamu malah menolaknya dan Dion juga cowok terpopuler dikampus aku, idola seluruh cewek malah kamu tolak juga" Jelas Luna heran dengan sikap Nayla.


"Aku bukannya ngak normal tapi, setelah melihat semua lelaki yang kalian perlihatkan, ternyata mereka ngak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kak Aska, tiang listrikku itu masih tertampan dan terbaik,tak ada yang mengalahkan pesona suamiku, sekarang aku sadar beruntungnya aku memilikinya, dia tampan,kaya, tinggi dengan kulit putihnya, penyayang dan selalu menjagaku, ternyata dia itu kreteria idaman para gadis-gadis, semuanya sempurna, sekarang aku sadar akulah yang tak pantas untuknya. Kak Aska aku sangat merindukanmu, bagaimana kabarmu kak sekarang?" Batin Nayla,semenjak banyak berkumpul dan bergaul ia mulai mengerti dunia wanita ternyata 3 pemuda disampingnya sangat sempurna dimata gadis-gadis, keberuntungan dikelilingi pemuda tampan yang telah lama tak pernah ia sadari.


"Nay ......Nay....kok kamu ngelamun, mikirin apaan sih?" tanya Luna melambai-lambaikan tangannya diwajah Nayla yang termenung sambil memegang sendok.


"Ngak"Nayla tersentak dari lamunannya


"kalau menurut aku sih mungkin, Nay udah biasa dengan cowok ganteng, yang seperti itu ngak ada apa-apanya dibanding kakaknya, kakak aja ganteng banget, jadi dia udah terbiasa hidup dengan cowok ganteng" Jelas Hana terpukau memikirkan wajah Dika terniang dikepalanya.


"Ia Nay jodohin aku dengan kakak kamu ya? kan seru kalau kita iparan" Jelas Luna menarik tangan Nayla memohon, matanya berbinar membahas kakak Nayla .


"Hei Luna kamu ngak itu ngak tahu diri banget ya, kamu itu kan udah ditolak berkali-kali, udah 17 kali kan? kak Dika itu ngak suka dengan Abg seperti kita" Tebak hana mengungkap fakta yang menyakitkan.


"Ngak, salah tahu, udah udah sembilan belas kali ditolak" Ujar Luna tersenyum kecut dengan wajah tak bersemangat, tertuduk memainkan sendok dipiring.


"Kamu kaya ngak pernah ditolak kak Dika aja? kamu udah berapa kali ditolak kak Dika?" Luna menyerang Hana.


Hana terdiam memutar bola matanya berfikir keras.


"Sama kaya kamu, kita kan kalau nembak selalu bareng?" Ucap Hana polos.


"Hahahaha.....Kalian ini lucu kenapa kalau nembak kak Dika selalu barengan" jelas Nayla tertawa


Nayla tertawa melihat tingkah dua sahabatnya yang selalu berbarengan menyatakan cinta pada kakaknya tanpa rasa malu dan selalu percaya diri untuk mengungkapkan isi hatinya walaupun selalu mengalami penolakan dari kakaknya. Namun ia kagum dengan sahabatnya yang begitu mudah mengakui perasaannya tidak seperti dirinya, apakah dia juga memiliki keberanian mengungkapkan cintanya pada Aska sama yang dilakukan sahabatnya. Ia bahkan tak punya keberanian untuk bertemu lagi dengannya.


Itulah dunia obrolan anak gadis remaja seputar, kehidupa tanpa beban dan Nayla begitu menikmati kebersamaannya dengan gadis ceria dan penuh percaya diri, inilah dunia impian Nayla.


"sudah habiskan makanan kalian lalu kita pergi belanja" Ucap Nayla


"Ia dong"kompak mereka


"Nay kamu nanti pilihkan baju yang bagus untuk kami ya, jangan lupa dandani kami juga karena kami akan mengungkapkan cinta kami yang kedua puluh kalinya pada kak Dika" Ucap Luna penuh semangat dan dia anggukin oleh Hana


"Lagi...kalian ngak malu ditolak mulu oleh kak Dika


"Terus semangat Nay, jangan menyerah." Ucap Hana penuh keyakinan.


merekapun larut dengan obrolannya.

__ADS_1


__ADS_2