
Setelah sekian lama terlibat baku hantam dengan anak buah paman Yuga, akhirnya Aldy punya celah lolos menuju kamar untuk menolong Nayla, ia berhasil melalui anak buah paman Yuga. Tujuan sekarang melindungi Nayla menyelamatkan istri tuannya. Aldy sangat tahu Nayla sangat penting bagi hidup Aska, adik kesayangan Dika dan cinta sahabatnya Endy. Ia tak bisa membiarkan Nayla terluka apalagi ia juga bagian dari hidup Nayla, ia telah ikut menjaga gadis ini selama bertahun-tahun dan memiliki ikatan yang kuat juga pada Nayla, baginya Nayla sudah seperti adiknya. Ia juga mengaggap Nayla penting dalam hidupnya.
Aldy masuk kedalam kamar seorang diri di dalam kamar, ia melihat Nayla sedang berada ditangan Sam menangis ketakukan dalam posisi tarik-menarik dengan bibi May yang terluka dan dikelilingi oleh lelaki yang memaksa untuk melepas tangannya dari Nayla.
"Lepaskan nyonya kami" Teriak Aldy mendekati sam tatapannya penuh dengan kemarahan tangannya terkepal melihat pemandangan seperti itu. Emosinya naik saat melihat Sam membuat Nayla kesakitan.
Sam melihat kearah Aldy.
"Aldy akhirnya kau datang juga" Sam tersenyum licik.
Nayla yang melihat Aldy lalu dengan kuat menepis tangan yang dipegang Sam. Sam pun melepas pegangannya membuat Nayla jatuh tertarik ketubuh bibi May yang terluka, untuk sementara Sam dan anak buahnya fokus kearah Aldy yang berdiri dihadapan.
Nayla yang terlempar kearah bibi May, Ia memeriksa tubuh bibi May yang penuh dengan luka. Ia terlihat sangat menyedihkan dan telah tak sadarkan diri, Nayla mencoba membangunkannya dengan berlinang air mata ia menepuk wajahnya bibi May namun tak ada reaksi.
"Bibi May bangun" Nayla menggoyang-goyangkan tubuh lemah dan penuh luka itu, ia menangis sejadi-jadinya ketika melihat wanita itu tidak bergerak sedikitpun. Ia menangis seperti anak kecil sedang yang ditinggal ibunya.
"Bibi May kumohon bangunlah, aku bilang jangan melindungiku, kenapa kau harus menjadi korban dalam keadaan ini, kenapa mereka tak membunuhku saja, aku tidak bisa melihat semua ini. Hiks.....hiks......" Ratap Nayla lirih mengutukuki dirinya. Ia merasa semua ini terjadi karenannya.
"Menyerahlah Aska sudah datang, dia tidak akan tinggal diam karena perbuatanmu kali ini ia akan menghabisimu, kau sudah terkepung tak bisa keluar lagi dari tempat ini" Aldy menatap tajam, mengawasi pergerakan musuh didepannya.
"Benarkah?" Ujar Sam santai menyeringai ia sudah tahu ini adalah penyerangan terakhirnya.
"Kau sudah berakhir, seharusnya kau berfikir ribuan kali untuk menyerang rumah ini" Aldy memperingatkan Sam.
Sam yang tahu Aska telah datang merubah siasatnya ia ingin melukai Nayla, ia ingin melihat Aska menderita dengan melihat istrinya yang mengandung terluka bahkan mati ditangannya.
"Baiklah ....Karena ini penyerangan yang terakhir aku akan menbuatnya berkesan dan tak terterlupakan untuk tuan Aska" Sam mendekat kearah Nayla yang sedang duduk menangisi bibi May.
Sam menarik rambut Nayla dengan kuat membuat Nayla berdiri dekat dengannya .
"ahw......" Jerit Nayla merasa kesakitan kepalanya mendongak keatas karena Sam menarik rambutnya dengan kuat kemudian menodongkan pistol kearah kepala Nayla.
Aldy berubah panik melihat Nayla yang disakiti, ia menjadi geram lalu mencoba menolong Nayla.
"Binatang lepaskan dia" Bentak Aldy mencoba maju menghentikan Sam
"Jangan mendekat" Cegah Sam "atau peluru ini menembus kepalanya." Ancam Sam membuat langkah Aldy terhenti dan tak berdaya mendengar ancamannya
"Hentikan ...Sialan, aku akan membunuhmu, lepaskan dia" Teriak Aldy memaki dan mengancam, kembali berdiri tegak ditempatnya takut Sam membuktikan ancamannya.
"Berhenti ditempatmu, kita akan bermain-main sebentar sudah lama kita menjaga keluarga Dirgakan? dan kita harus menyesaikan ini" Sam lalu memberi kode pada anak buahnya melalui ekor matanya. Tangannya masih menjambak rambut Nayla.
Anak buah Sam lalu mendekat kearah Aldy mereka memegang kedua tangan Aldi hingga ia tak bisa bergerak ,mereka mengunci tubuh Aldy .
"Lepaskan aku .....lepaskan "Aldy mencoba melawan saat anak buah Sam memegang tubuhnya.
"Kau lihat dalam ruangan ini ada tiga orang penting untuk tuan Aska. Pengasuhnya, penjagannya dan istrinya, cukup membunuh kalian bertiga itu akan membuat tuan Aska juga mati perlahan." Jelas Sam tersenyum licik masih menarik rambut Nayla dengan sebelah tangannya gadis kecil ini hanya meringis memegang tangan Sam yang kuat mencengkram rambutnya.
"Apa yang akan kau lakukan Sialan " Mencoba berontak.
__ADS_1
"Aku sudah membuat wanita tua itu terkapar menyedihkan, sekarang giliran istrinya" Sam menarik kembali rambut Nayla dengan kuat.
"ahw..." Lagi-lagi Nayla meringis kesakitan "sakit, lepaskan....." Rintih Nayla berlinang air mata tubuh mungilnya tak tahan dengan sakit yang menderanya.
Aldy yang melihat pemandangannya dihadapannya menjadi iba melihat dan mendengar rintihan Nayla, ia tak bisa membayangakan jika Aska, Dika ,dan Endy melihat ini semua, mereka pasti akan membunuh Sam.
"Lepaskan dia "Teriak Aldy menggertakkan giginya ia sangat emosi melihat Nayla kesakitan.
"Diam lihat saja pertunjukan ini" Bentak Sam
Sam melihat wajah Nayla yang mendongak karena rambutnya ditarik ia tersenyum puas meliha gadis itu meringis kesakitan.
"Hei gadis bodoh........Beraninya kau menikah dengan tuan Aska, lihat apa yang terjadi sekarang sekarang sakit bukan? inilah yang dirasakan oleh wanita yang berani menikah dengan tuan Aska.
"Plak.........." Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Nayla hingga gadis itu jatuh, tersungkur dengan kuat dilantai.
"Ah.......Hiks......Hiks....." Nayla menangis menahan sakit dipipinya, wajah putihnya memerah, seketika darah keluar dari sudut bibirnya.
"Sialan, brengsek kau, akan kubunuh kau, lepas Nayla " Teriak Aldy semakin kesal ia meronta dalam pegangan anak buah Sam kakinya memendang kesegalah arah, matanya berkaca-kaca tak tega melihat Nayla .
Sam kembali mendekati tubuh Nayla yang terbaring dilantai, ia kembali menarik rambut Nayla dengan kuat agar gadis itu bangun, dengan tertatih Nayla berdiri, tanpa ampun Sam menyiksa Nayla.
"Ah.......hiks....hiks.....sakit...."Lagi-lagi Nayla merintih menangis ketakuatan rasa sakit bercampur menjadi satu mendongak karena rambutnya tertarik.
"Jangan menangis gadis kecil, kau harus kuat, inilah akibatnya jika kau menikah dengan tuan Aska, kau harus melihat orang didekatmu menderita dan terluka harusnya kau memikirkan itu ribuan kali ketika menikah dengan tuan Aska, lihat ini" Sam mengcengkeram dagu Nayla lalu memerintahkan anak buahnya memukul Ald
Anak buah Sam pun mulai memukuli tubuh Aldy yang tak berdaya, berada dalam pengangan mereka.
debuk....buk......plak suara pukulan terdengar mereka melayangkan pukulan bertubi-tubi kearah Aldy.
"Jangan hentikan semua ini, jika kau ingin membunuhku, bunuhlah aku tapi lepaskan Aldy....Hiks ....Hiks ...." Nayla terisak memohon, untuk Aldy, saat Sam memukulnya, ia tak menjawab namun saat melihat Aldy yang berada dihadapannya dipukuli didepan matanya ia menjadi tak tega.
"Hentikan" Sam memberi perintah, anak buahnya pun berhenti.
Aldy terlihat babak belur wajahnya, berdarah tertunduk lemah.
"Bagaimana sakitkan berada disamping tuan Aska " Ucap Sam bertanya pada Nayla
Nayla hanya terdiam mendengar kata Sam ia sangat terluka andai dulu ia tak menikah dengan Aska ia tak akan mengalami hal ini, ia tak peduli dirinya terluka tapi melihat seorang yang pasang badan untuk melindungumu itu terasa menyakitkan baginya.
"Bagaimana Aldy?" Tanya Sam mencengkram wajah Nayla.
"Apa kau juga menyukai wanita ini sama seperti Aska dan Endy." Tanya Sam lalu
"plak......" Lagi-lagi ia menampar Nayla dengan kuat hingga Nayla kembali jatuh tersungkur.
"ahhhhhhggggg.........sakit " Nayla berteriak kencang memegangi perutnya seketika dari segar keluar menetes terlihat dari pahanya ia mengeliat kesakitan.
"Nayla " Teriak Aldy panik, hentikan lepaskan wanita itu, bunuh aku saja, jangan sakiti dia" Mohon Aldy untuk Nayla hatinya hancur melihat Nayla kesakitan.
__ADS_1
Sam mendekat lagi kearah Nayla yang kesakitan.
"semua yang menikah dengan tuan Aska akan berakhir seperti ini, aku kasian padamu sepertinya kau juga akan kehilangan anakmu"Jelas Sam menyeringai.
Nayla tak menghiraukan kata-kata Sam perutnya sangat sakit, darah terus mengalir dengan deras dari selangkangnya.
"ahg.....sakit...hiks...hiks..." Rintih Nayla tergolek dilantai dia terlihat sangat menyedihkan
"Nayla " Panggil Aldi panik hati teriris melihat Nayla kesakitan, ia terus melawan dengan sekuat tenaga ia mencoba melepaskan cengkeraman orang yang menahannya.
"aahhh.......Aku akan menghajar kalian " Teriak aldy
Akhirnya ia bisa melepas tangan anak buah Sam lalu menghajar mereka semua, amarah yang menguasainya telah memberikannnya kekuatan yang berlipat-lipat, ia menarik pistol dari saku celanannya.
dor.......dor........mulai menembaki orang yang memeganginya tadi. ia melompat kearah Sam lalu menghajarnya. Ia memukul lalu menendang tubuh Sam kuat, hingga Sam terpental jauh. Aldy mengarahkah pistolnya pada Sam.
Dor....... satu buah peluru menembus diperut Sam.
Aldy menghampiri tubuh Nayla yang menggeliat kesakitan.
"Nay ......Tahan Nay kita akan keluar dari sini " Jelas Aldy
Sam yang tersungukur jauh dan mendapatkan luka tembak masih belum menyerah ia mengarahkan pistol yang ia pegang kearah Aldy.
Doorr....... Ia menembak punggung Aldy terdiam sejenak tercengang, ketika peluru menempus punggungnya, Aldy kemuadian berbalik kearah Sam.
Dor........Aldy kembali menerima tembakan diperutnya.
"ahhhhhh......" Teriak Nayla histeris melihat Aldy tertembak dan perutnya mengeluarkan darah.
Aldy yang juga memegang senjata mengarahkannya pada Sam.
Door.....Door.....Tembakan dua kali mengenai perut Sam.
Membuat Sam terkulai di lantai bersimbah darah, Aldy menarik nafas panjang dan lega. kembali fokus pada Nayla.
"Tenang Nay, ayo kita pergi" Ucap Aldy lalu menarik tangan Nayla pergi menjauh dari kamar menuju tempat persembunyian yang aman, dengan langkah tertatih ia menuntun Nayla. Menghajar dan menembak orang yang memcoba mengahadangnya walaupun ia tertembak, ia masih bisa memberikan perlawan.
Aldy terus menarik tangan Nayla untuk berlari dengan cepat
"aw......perutku" Keluh Nayla memegangi perutnya dari tadi darah segar mengalir dari selangkangannya.
"Tahan Nayla,csedikit lagi kita akan sampai ditempat yang aman " Ujar Aldy yang juga meringis kesakitan ,sama seperti Nayla ia juga sudah seperti tak bisa mengangkat kakinya.
.
.
. like dan comen,vote.
__ADS_1