
Nayla menutup pintu kamar perlahan, ia akan tidur di luar diruang keluarga dengan alasan menonton tv. Ia akan berpura-pura menonton tv lalu ia ketiduran itu alibinya nanti pada Dika jika melihatnya tidur terpisah dengan Aska.
Nayla jalan mengendap-endap ke ruang keluarga takut langkah kakinya terdengar oleh Dika ia terus memperhatikan pintu kamar Dika yang yang berada di sebelah kamarnya, ia lega pintu kamar kakaknya tertutup rapat namun saat ia sampai diruangan.
"Kamu belum tidur Nay?" Tanya Dika suaranya mengagetkan Nayla.
Nayla membelalakan matanya saat ia melihat kakaknya masih berada disana belum kembali kekamarnya.
"Kak Dika ngapain disini " Tanya Nayla spontan membuat kakaknya mengernyitkan dahinya.
"Kamu yang ngapain disini, kamu ngak tidur? jangan bilang kamu lagi menghindari Aska" Tebak kakaknya
"Tidak aku belum mengantuk aku mau mentonton tv" Melihat ke arah tv
"Benarkah, jangan banyak alasan jika kau tertidur disini aku akan menggendongmu masuk kedalam kamarmu bagaimana?" ancam Dika
Nayla menelan ludahnya dengan susah payah wajahnya berubah pias kakaknya sangat tahu fikirannya.
"Ia Nay ngak akan tidur disini" Nayla lalu duduk disofa berdampingan dengan Dika dengan wajah masam menatap tv yang ia tak mengerti apa yang ia tonton.
"Nay kenapa kamu menghindarinya, kamu tidak iba padanya, kenapa kamu tak memberinya kesempatan? Ujar Dika memulai obrolannya.
"Aku kan sudah pernah bilang hubungan ini ngak akan pernah berhasil kami hanya kakak adik" Jawab Nayla ketus.
"Nay kakak menikahkanmu dengan pria yang baik, Aska lelaki sempurna ia memiliki segalanya, kenapa kau tak bisa menerimannya dihatimu" Jelas Dika suaranya pelan membujuk adiknya
"Bukan ......kakak menikahkanku dengan kak Aska karena dia horang kaya pemilik Dirgantara Mitra, masa depanku akan cerah jika menikah dengannya tapi kakak salah seberapapun banyak harta yang dimilikinya, aku tak bahagia dengan pernikah ini, uang tak bisa membeli kebebasan dan kebahagianku" Jelas Nayla mengerluarkan semua isi didalam hatinya
"Nay ada alasan lain yang tidak kamu ketahui, banyak yang tidak kamu ketahui" Jelas Dika menyangkal tuduhan adikkya.
"Alasan apa? kakak tak lebih dari lelaki yang gila harta yang telah menghancurkan masa adiknya, kakak memandang kebahagiaan semua dari uang." Jelas Nayla kesal.
"Nay"teriak dika penuh emosi tangannya telah menggantung didepan pipi Nayla namun dia masih bisa menahan dirinya.
Nayla tersentak melihat kemarahan kakaknya baru kali ini kakaknya begitu marah padanya.
"Baiklah kau perlu tahu semuannya" Dika menarik nafas panjang.
"Kau tahu Nay mungkin selama ini kau selalu berfikir dan bertanya-tanya kenapa kakak selalu tak berdaya jika hal menyangkut Aska dan mungkin kau juga berfikir jika Aku lebih membela Aska dari pada dirimu, aku dan Endy rela melakukan apapun untuk Aska karena dia nyawa kami, karena kami berhutang budi pada Aska. setelah orang tua kita meninggal kakek Aska membiayai semua kehidupan kita, membiayai kuliah kakak dan sekolahmu .
"Kita berhutang budi dengan keluarga kak Aska" Ujar Nayla terheran.
"Ia. jika bukan karena kakeknya mungkin kita akan hidup menjadi yatim piatu yang menyedihkan, kakak masih remaja saat itu mungkin kakak akan putus sekolah demi menghidupimu.lalu Aska masuk ke dalam kehidupan kita membantu kita melalui kakeknya
Karena saat Aska melihatmu ia menjadi terhibur ia melupakan kesedihanya yang juga kehilangan orang tuanya, ia menyukaimu saat itu mungkin karena kau sangat menggemaskan wajah blasteranmu, mata bulat rambut pirang serta kulit putihmu membuat ia seperti menemukan boneka yang lucu, karena itu ia kakeknya membiayai kita karena Aska mengaggap kita keluarganya.
__ADS_1
Dika pun termenung mengingat kejadiaan saat ia mengiyakan akan menikahkan adiknya dengan aska
flash back on
Di sebuah rumah sakit di depan ruang operasi beberapa orang berdiri dengan wajah cemas mondar mandir menungu kabar dari dalam ruangan selang beberapa saat kemudian keluarlah dokter dari ruangan itu
"Dokter bagaimana keadaan tuan Aska" Tanya pak Chan khawatir
"Dia sudah melewati masa kritisnya kami telah menguras lambungnya, membuang racun dalam tubuhnya, beruntung ia segera dibawah kemari jika terlambat sedikit saja nyawanya akan melayang" Ujar Dokter.
"Syukurlah dok dia selamat" Lega pak Chan
beberapa hari kemudian diruang perawatan
"Bagaimana keadaan anda tuan" Tanya pak Chan
"Aku sudah merasa baikan pak Chan jangan khawatir ada Dika dan Endy disini dia akan menjagaku" Jelas Aska dalam keadaan lemah.
"Ia pak Chan jangan khawatir ada aku dan Endy" Ujar Dika.
"Tuan ini pasti ulah anak buah paman anda tuan Yuga.Jika anda tak tega membunuhnya, jalan satu-satunya adalah menghambat keinginannya untuk memiliki harta anda yaitu dengan menikah, sebaiknya anda menikah tuan saya tidak rela jika harta Dirga jatuh ke tangan paman anda"Jelas pak Chan
"Pak Chan berhentilah menyuruhku menikah" ucap Aska ketus
"Pak Chan keluar" Usir Aska.
Dika dan Endy mendekat ke ranjang Aska
"Aska menikahlah" Bujuk Dika
"Aku tidak mau" Tegas Aska
"Aska ayo pilihlah yang wanita mana yang kau suka, lalu nikahi" Saran Endy
"Kalau aku bilang wanita pilihanku Nayla kalian mau menikahkanku dengannya" Jelas Aska menatap penuh harap.
"Kau gila.... adikku masih bocah, bagaimana ia menikah denganmu " Protes Dika.
"Karena itu jangan memaksaku aku hanya akan mengiayakan menikah jika gadis itu Nayla."
"Sepertinya otakkmu juga sudah terkena racun" Jelas Dika.
"Ayolah Dika aku akan menunggunya hingga ia lulus, aku menyukai adikmu dari dulu" Rengek Aska
"Aku tak mau itu, itu masih lama dan mungkin kau sudah ada disurga jika kau menunggunya lagi pula adikku itu punya cita-cita yang tinggi aku tak mau menghancurkan impiannya" Jelas Dika
__ADS_1
"Baikklah kalau kau tak mau ya sudah ,aku tak akan menikah .
Dika menolak mentah-mentah keinginan Aska namun beberapa bulan setelah ia diracuni seseorang, ia kembali lagi kerumah sakit kali ini dengan luka tembak dilengannya di saat itulah ia menjadi iba pada Aska, mungkin menyerahkan adiknya bisa membalas semua kebaikannya.
akhirya ia mengiyakan adiknya menikah dengan Aska
Di dalam ruangan rumah sakit dipinggir ranjang yang ada Aska berbating di atasnya ia berdiri berkata pada Aska" Aku menyerah, aku izinkan kau menunggu adikku, aku akan menikahkanmu dengan setelah ia lulus sma" Ujar Dika yang sudah tak tahan dengan serangan serangan yang terjadi pada Aska.
"Terimah kasih sobat, aku janji akan menjaga adikmu dengan baik, tidak akan kubiarkan ia terluka dan masuk kedalam bahaya karena pamanku, maafkan untuk saat ini aku tak bisa melakukan apa pun untuk pamanku, aku menyanginya, ia keluargaku satu-satunya ,aku tak sanggup membunuhnya.tapi jika aku tak sanggup lagi bertahan dari serangan pamanku, dan aku berakhir, bunuhlah pamanku. Adikmu bisa hidup dengan tenang, aku akan mewariskan seluruh harta kekayaanku, adikmu akan mendapatkan semua yang aku punya, dia akan memiliki segalanya." Pesan Aska ia sangat menghargai sebuah keluarga ia tahu rasanya bagaimana sakit dan sedihnya kehilangan keluarga saat orang tuanya meninggal ia terpukul, dan ia pun tak mau anak pamannya merasakan hal sama sepertinya jika ia membunuh pamanya.
flash back off
"Kamu tahu Nay kenapa Aska suka menumpang makan di rumah kita padahal dia seorang presdir" Tanya Dika
"Karena dia sahabat kakak," Jawab Nayla
"Bukan Nay dia menumpang makan dirumah kita karena seseorang pernah menaruh racun di dalam makanannya, karena itulah ia hampir kehilangan nyawanya karena traumannya itu, ia hanya memakan jika kamu yang memasak untuknya, karena itulah ia takut jika kamu marah dan tak mau memasak lagi, ia akan makan hanya sedikit. jika pelayan dirumahnya yang memasak untuknya, itulah dia suka tak makan makan di restoran karena ia takut makanan itu beracun namun ia tak pernah menolak jika kamu menyuapinya."Jelas Dika
"Kakak"Nayla tertunduk merasa bersalah mendengar cerita kakaknya. ia malu dulu sering memanggilnya benalu
Dika kembali melanjutkan ceritanya.
"Kurasa kau tahu cerita tentang dari mana harta Aska"Tanya Dika
"Ia kak Aska pewaris Dirgantara Mitra"Ujar Nayla
"Ia memang kau tahu dia pewaris Dirgantara Mitra tapi apa kau tahu jika dia memiliki paman yang selalu ingin membunuhnya?" Tanya Dika
Nayla tersentak mendengarkan ucapan kakaknya ia sama sekali tak tahu informasi yang mematikan ini .
"Aska memiliki paman yang selalu menyerangnya ingin menghabisi nyawa Aska, karena jika Aska meninggal ia akan menjadi pewaris Dirgantara Mitra, karena itulah agar harta Aska tak jatuh padanya ia memilih menikahimu, Aska ingin kau menjadi pewarisnya yang akan mendapatkan semuannya, jika ia sudah tak sanggup bertahan dari seranggan ini.
tiga tahun yang lalu ia tertembak dilengannya beberapa hari ia dirawat dirumah sakit kakak kasian padanya sampai kapan ia menjalani hidup seperti ini, lalu asistennya menyarankan agar Aska menikah agar posisinya kuat dia punya pewaris yaitu istrinya kelak, sudah banyak wanita yang kami kenalkan padanya tapi ia tak tertarik ia memillihmu menjadi istrinya dan menunggumu .awalanya aku tak ingin menikahkanmu dengannya tapi melihat serangan demi serangan akhirnya kakak menyetujuinya ,kamu lihat serangan tadikan kau baru melihatnya sekali sedangkan kami perkelahian ini sudah sering kami lalui demi dia jadi aku tak tega,sekarang kakak jelaskan aku bukan menikahkanmu karena dia presdir tapi karena serangan-serangan padanya dan karena dia yang memilihmu.
Nayla lalu teringat kejadian di mobil tadi bagaimana ia menangis memohon untuk menyelamatkan Aska hingga ia rela kembali ke tempat berbahaya itu mungkin itu juga perasaan Dika rela mengorbankan apapun demi Aska.
.
.
.
.
Like,coment,vote......Ya......
__ADS_1