Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
berjanjilah


__ADS_3

Nayla dan Aldy berada di dalam ruang bawah tanah, tempat persembunyian yang aman untuk mereka, itu adalah ruangan khusus yang dibangun sebagai tempat persembunyiaan dari serangan namun terabaikan, ruangan itu menampakan sebuah ruangan kosong yang hanya ada satu lampu sebagai penerangan.


Nayla dan Aldy duduk berdampingan bersandar dinding menunggu Aska datang dan menolong mereka, kondisi kedua sangat menyedihkan aliran darah terus menetes dari tubuh keduannya, entah kapan penantian ini berakhir, nafas mereka mulai terdengar pendek.


"Ahhhhhggggh" Nayla memegang perutnya yang sakit bagaikan diremas-remas. Ia duduk bersandar didinding dengan keadaan pasrah menunggu kematian, air matanya terus mengalir membayangkan kejadian yang ia alami, ia sudah tak berharap ada yang memukannya, semangat hidupnya telah hilang saat melihat bibi May terkapar karenanya.


Aldy yang melihat air mata Nayla yang terus menerus menetes tanpa henti mencoba menenangkannya ia tahu gadis ini pasti sulit menerima semuanya.


"Nay" Panggil Aldy dengan suara lemah dan menahan sakit akibat dua peluru yang menembus perut dan punggungnya.


"Ya"Nayla mengarahkan pandangannya pada Aldy ia menatap wajah yang Aldy yang berusah menahan sakit, wajahnya pucat dengan bulir keringat menempel dipelipisnya. Sungguh sangat menyedihkan wajah yang selalu ceria dan membuat Nayla kesal telah berubah pias.


"Nay bisa kau memanggilku kakak " Pinta Aldy ia sudah tak memperdulikan hubungannnya dengan Nayla karena dari dulu ia selalu ingin dekat dengan Nayla, kali ini di detik terakhirnya ia tak ingin ada jarak dengan Nayla.


Nayla menghapus air matanya lalu tersenyum lembut pada Aldy


"Kak Aldy" Ucap Nayla.


Aldy tersenyum senang mendengar panggilan namanya di ucap, bukan panggilan yang sering ia dengar dari Nayla ketika memanggilnya yaitu pemuda tanpa masa depan.


"Kamu tahu Nay, aku dari dulu ingin sekali mendengarkanmu memanggilku kakak sama seperti mereka bertiga"Jelas Aldy lirih dengan nafas yang tak teratur.


"Baiklah kak Aldy" Nayla mengulanggnya lagi dengan suara pelan, tubuh mereka telah melamah dan tak punya tenaga lagi.


"Nay kamu tahu? kamu sudah kakak menganggapmu sebagai adik sendiri sama seperti mereka bertiga, kamu juga kesayanganku sejak dulu aku selalu berada diteras rumahmu memperhatikanmu mengisi harimu, menjagamu walaupun kamu tak pernah menggap aku ada dan selalu kesal padaku karena aku selalu memetik gitar dirumahmu" Aldy tersenyum mengingingat kenangan yang menurutnya sangat indah ketika dirumah Nayla.


"Ia waktu itu kak Aldy selalu bikin Nayla kesal" Nayla tersenyum lembut mencoba berbicara baik didetik terakhir mereka.


"Kakak sengaja bikin kamu kesal, biar kamu melihatku, aku bahkan memanggilmu bule Jerman, kakak berharap agar kamu juga dekat denganku sama seperti Endy dan Aska "Jelas Aldy sejak dulu ia memang selalu membuat Nayla kesal dengan geng pemuda tanpa masa depan yang menurutnya hanya berkumpul membuang-buang waktu, Nayla saat itu tidak tahu jika mereka semua adalah pengawal Aska.


"Maafkan Nay ....Kak Aldy aku ngak tahu ,aku kira kakak hanya kumpulan orang yang membuang buang waktu ." Ucap Nayla tertunduk merasa bersalah ini adalah pelajaran untuknya untuk selalu menghargai orang disekitarnya.


"Semua lagu yang kakak nyanyikan diteras rumahmu itu adalah perasaan kita semua , karena itulah kalian selalu tersinggung jika kami menyanyi "Aldy tersenyum dengan tatapan sayu mencoba mengalihkan perhatian Nayla agar mengisi waktu menunggu pertolongan datang dan juga membuat mereka tetap tersadar karena jika mereka menutup mata mereka berdua tidak akan bangun lagi.


"Benar nay. Selalu kesal jika kakak bernyanyi " Ucap Nayla ini pertama kalinya ia bicara berdua dengan Aldy

__ADS_1


"Itu karena mereka susah mengungkapkan perasaan mereka masing"Jelas Aldy mencengkram lukanya.


"Perasaan" Tanya Nayla heran


"Ia ada rahasia Aska yang ia simpan lama darimu, Aska menikahimu karena ia mencintaimu, ia sangat mencintaimu Nay dari dulu hingga sekarang" Ungkap Aldy lemah tubuhnya bergetar menahan sakit.


Deg.....Deg.....Jantung Nayla berdetak kencang mendengar ucapan Aldy walaupun bukan Aska yang mengatakannya entah mengapa ia terasa senang.walaupun ia merasa Aldy membohonginya.


"Mencintaiku, tidak mungkin" Nayla masih tidak percaya jika kata itu bukan keluar langsung dari mulut Aska.


"Ia Nay sejak dulu ia sudah menyukaimu, menunggumu namun ia tak pernah mengungkapkannya karena ia takut jika ia terbunuh oleh pamannya kau akan merasakan kehilangannya. ia tak ingin kau bersedih" Jelas Aldy suaranya pelan.


"Ahhggg" Rintih Aldy menahan sakit ia telah kehabisan banyak darah harapan hidupya telah menipis.


"Kak Aldy " Nayla yang melihat kondisi Aldy yang kesakitan menyandarkan kepala Aldy di bahunya.


"Kenapa seperti ini kalau ia menang mencintaiku kenapa hanya derita yang ia berikan padaku, cinta kak Aska sangat menyakitkan, membuat semua orang menderita" Tangis Nayla air matanya kembali membasahi pipinya.


Aldy mengatur nafas yang kini terasa sesak dan pendek


" kakak mohon Nay balas cinta Aska, hiduplah bahagia dengannya ini permintaanku yang terakhir tolong kabulkan, berjanjilah dengan kakak kau harus hidup" Jelas Aldy mengulur tangannya yang bergetar pada Nayla.


Nayla tak menyambut tangan Aldy, Nayla tertunduk menangis.


"Kakak kita tidak akan selamatkan?" Tanya Nayla lirih tertuduk.


"Nay kau pasti selamat mereka pasti mencarimu sekarang" Ucap Aldy pelan.


"Kak kita akan pergi bersama keatas nanti, aku akan bertemu ayah dan ibuku" Rancau Nayla air mata Nayla semakin deras mengalir ia telah putus asa dan tak punya harapan hidup.


Mendengar ucapan Nayla. Aldy menjadi panik ia terus menyakinkan Nayla agar gadis ini kembali bersemangat.


"Nay berjanjilah untuk terus hidup" Pinta Aldy lagi mengangkat kepalanya dengan susah payah ia menghadapkan tubuhnya mengarah Nayla lalu menggengam tangannya erat.


"Nay udah ngak bisa bertahan lagi..... Nay akan pergi, aku udah ngak kuat bertahan " Ujar Nayla lirih ia tak ingin berjanji pada Aldy karena kondisinya juga sudah melemah mereka berdua telah banyak kehilangan darah Nayla sudah tak punya harapan sedikitpun dari tadi menunggu namun kakaknya belum datang, ia hanya ingin mengucapkan kata perpisahan untuk kakaknya.

__ADS_1


"aaaaaahhhhhhgggggh" Nayla berteriak dengan keras memegang perutnya yang sangat sakit ia membaringkan tubuhnya kelantai menggeliat menahan sakit, Aldy mengangkat kepala Nayla dipangkuannya.


"Bertahanlah Nay, mereka pasti datang,"Jelas Aldy ia mengusap puncak kepala yang berbaring Nayla mengeliat menahan sakit.


"Kakak ....aku uda ngak punya alasan bertahan. Nay ngak tahu apa anakku akan selamat hari ini dan anak ini sangat penting bagi mereka dan jika anakku tidak tertolong aku gagal menjaganya, aku udah ngak ingin hidup, Nayla telah menghancurkan mimpi mereka.hiks......hiks...hiks....."ucap Nayla menangis dipangkuan Aldy


"Kak Nay uda ngak tahan " Rintih Nayla menggeliat kesakitan memegang perutnya.


"Bertahanlah Nay...... Demi mereka kau harus tetap hidup, mereka membutuhkanmu, mendampinginya, mereka hancur jika kau tak ada, dunia mereka hanya berputar untukmu. Kau kesayangan mereka, kau bisa punya anak lagi nanti" Pinta Aldy memegang tanga Nayla.


"Ingat senyuman kakakmu, ia akan sangat sedih dan demi pengakuan cinta Aska Nay"Nayla meneteskan air matanya teringat kakaknya ia akan meninggalkan kakaknya sendiri menjalani hidup, kakaknya pasti sangat hancur.


"Nay berjanjilah untuk terus hidup dan bahagia"jelas Aldy


"Kak Aldy, Nay lelah, Nay mau tidur" Ucap Nayla menutup matanya.


"Jangan tutup matamu, kau harus hidup bahagia bersama Aska lahirkan anaknya yang lucu, kakakmu belum menikah Nay kau akan meninggalkannya sendiri, tugasmu masih banyak Nay, kau tidak boleh pergi meninggalkan mereka janjilah padaku kau akan bertahan "Aldy dengan suara lemah dan tangan yang telah hilang tenaga menepuk pipi nayla yang mulai menutup matanya dipaha Aldy.


"Nay .....Jangan tidur ......jangan tutup matamu kakak mu membutuhkanmu, kau belum mendengar pengakuan cinta Aska" Aldy berteriak menanggil nama Nayla ia menggoyangkan tangan Nayla


Nayla membuka matanya lagi mendengar nama kakaknya ia menjadi semangat lagi kakaknya pasti hancur dan meyalahkan dirinya jika ia pergi.


"Kakak Dika .....Nay menyayangimu ....." Ujar Nayla membuka mata menangis menatap wajah Aldy yang juga menatapnya.


"Kamu harus janji akan bertahan ya Nay" Aldy kembali mengulurkan tangannya.


Nayla meraih tangan Aldy "Nay janji.... Nay akan bertahan demi kakak Dika" Jelas Nayla sebenarnya ia juga ingin bertahan untuk mendengar pengakuan cinta Aska.


"Nay kau tidak akan berakhir seperti ini, kau akan bahagia" Jelas Aldy memegang tangan Nayla tangan Aldy terasa dingin


"Nay... jika kakak pergi kamu jangan ikut ya tetaplah disini temani mereka"Jelas Aldy lemah nafasnya sudah tidak teratur, bicaranya terbata, suaranya mulai melemah, tubuhnya telah dingin ia menyandarkan kepalanya kedinding lagi, tubuhnya telah lemas dan mati rasa. matanya mulai menutup tangannya yang memegang tangan Nayla terkulai lepas dari genggaman Nayla, membuat Nayla terkejut dan terisak.


"Kak Aldy.......Hiks...Hiks......" Teriak Nayla......


..like,coment,vote ya......

__ADS_1


__ADS_2