Jodoh Pilihan Kakakku

Jodoh Pilihan Kakakku
obrolan malam


__ADS_3

Malam telah larut Nayla masih sibuk dengan bukunya, ia sudah tidak bisa memejamkan matanya, besok adalah waktu tesnya dan bahkan dia pun tidak punya persiapan sama sekali ia sangat cemas.


Aska sudah berada di tempat tidur merebahkan tubuhnya mencoba terlelelap tapi tak bisa karena Nayla yang masih sibuk dengan bukunya.


"Nay kenapa kamu belum tidur" Tanya Aska di balik tiga guling pemisah itu.


"Ha...." Nayla tersentak mendengar suara Aska ia mencemaskan tesnya besok, apalagi dia sudah memikirkan bayangan Aska menciumnya besok


"Kenapa kau masih sibuk dengan bukumu, ini sudah larut" Jelas Aska.


Nayla memutar otak jawaban apa yang akan menjadi alibinya, apa yang akan dia beri pada Aska hingga akhirnya.


"Kak Aska banyak yang Nay ngak ngerti dari buku ini" Ungkap Nayla sebagai alasannya.


Aska bangun menegakkan tubuhnya melihat Nayla dan ingin membantunya.


"Mana yang kamu ngak ngerti?" Tanya Aska mendekat pada Nayla hingga ia mentok di guling pemisah.


"Yang ini maksudnya apa sih?" Nayla menyodorkan bukunya menunjuk kalimat yang ada di buku dan Aska memperhatikan telunjuk Nayla.


"Yang ini ....maksudnya......." Aska menjelaskan pada Nayla dan ia pura-pura menyimak sebenarnya ia bukannya tak mengerti itu hanya alasan agar Aska tidak tahu bahwa ia tidak mempelajari buku itu.


"Kalau yang ini?" Tanya Nayla menunjuk kembali bacaan dalam buku dan kembali Aska menjelaskan padanya.


"Nay sebenarnya kamu belajar ngak sih? kenapa buku semudah ini kamu banyak ngak ngerti ?tanya aska pertanyaannya menyelidik, sorot matanya tajam seperti mengintrogasi


"Be...be...lajar hanya saja menurut kali ini buku ini agak rumit" Jawab Nayla terbata dan ragu.


"Kak Aska " Panggil Nayla


"Hemm" Aska memundurkan tubuhnya bersandar pada puncak tempat tidur dengan bantal mengganjal punggunya.


"Nayla boleh minta tesnya di undur ngak? ......tiga hari aja, Nayla belum siap masih banyak yang Nay ngak ngerti dibuku ini" Nayla memberikan alibinya memasang wajah memelas wajah.


"Apa Nay minta di tunda" Aska memperjelas permintaan Nayla.


"Ia kakak, boleh ya" Mohon Nayla.


"Aska terdiam menarik nafas kasar bersandar sambil melipat tangannya ke dada lalu menarik garis bibir seperti sedang menemukan ide.


"Baiklah ...boleh....." Ucap Aska lembut penuh arti lalu "tapi hilangkan dulu satu guling ada yang ditengah ini "jelas Aska dengan cepat.


Nayla tersentak "Satu guling lagi, kakak apa dihati kakak sudah tidak ada ketulusan lagi kenapa setiap permintaan selalu di tukar dengan guling."Protes Nayla.


"Ha...ha...." Aska tertawa keras mendengar ucap Nayla" itu penawaran kakak kalau tidak mau ya terserah ...tapi ya Nay jika dilihat dari pemahamanmu dengan buku itu, hasilnya tesnya besok pasti sudah diketahui bahwa kamu akan gagal besok, tingkat keberhasilanmu itu hanya berkisar 40 persen jadi kamu akan gagal di tes besok dan kamu akan mendapatkan hukuman mu" Jelas Aska menyentuh bibirnya dengan jari telunjuk.


Melihat Aska menujuk bibirnya Nayla membulatkan matanya menelan ludahnya dengan sudah payah.


"C**ih ..ayolah Nayla hanya satu guling benar katanya jika besok tesnya tidak di tundah aku pasti akan gagal lebih baik mana mengorbankan gulingmu atau ciuman pertamamu "Batin Nayla lalu memasang wajah malas lalu menarik guling berada ditengah mereka.

__ADS_1


"Dasar ngak punya perasaan" Umpat Nayla sambil mengerucutkan bibirnya dan Aska membalasnya dengan terkekeh.


Nayla menarik nafas lega setidaknya besok ia tidak akan melakukan tes, ia meletakkan bukunya setelah permintaan kelonggaran waktunya di kabulkan akhirnya ingin tidur. ia membaringkan tubuhnya menarik selimut hingga ke dada sedangkan Aska masih di posisi bersandar ia masih ingin mengobrol dengan Nayla.


"Nay, kata bibi May kakakmu mengunjungimu tadi" Tanya Aska sepertinya ia masih ingin main-main dengan Nayla ada sebuah rencana difikirannya.


"ehm..."Nayla tak mau menggubris kata Aska menarik selimut menutupi kepalanya menghindari obrolan ini.


"Apa yang di bicarakannya tadi ?Tanya Aska


"Rahasia" Jawab Nayla singkat membuka selimutnya lalu menutup lagi kepalanya.


"Rahasia" Aska tersenyum licik lagi " Biar kakak tebak dia pasti minta izin padamu untuk menikahkan katanya dia mau menikah.


Nayla tersentak mendengar kalimat Aska"Apa mau menikah?" Suara Nayla meninggi Nayla reflek terduduk.


"Dia tidak bilang itu tadi " Jelas Nayla.


Melihat Nayla tersentak Aska tersenyum penuh arti bahwa gadis ini akan kembali masuk dalam perangkapnya.


"Oh ..Kakak mengira dia lagi minta persetujuan kamu untuk menikah, kan kasian pacarnya udah lama hubungannya di gantung sama Dika kasian sekali perempuan itu" Jelas Aska nada suaranya mendramatisir seperti ucapan ibu-ibu rumpi.


"Pacar, Kak Dika punya pacar?" Tanya Nayla penasaran.


"Ia masa kamu ngak tahu, kakak kamu udah lama benget berhubungan dengan dia" Jelas Aska semakin memancing rasa penasaran Nayla.


"Siapa pacar kakak Dika?apa aku mengenalnya?sudah berapa mereka berhubungan?" Tanya Nayla dengan pertanyaan beruntun membuat Aska terkekeh.


"Kamu tahu kok siap dia "Jelas Aska semakin membuat penasaran.


"Siapa kak" Tanya Nayla menegakkakan tubuhnya sudah siap dengan jawaban Aska.


"Dia adalah ......." Menggantung jawaban.


"Siapa kak?" Nayla menimpali.


"Dia adalah ....... Tarik satu guling lagi, jika kau ingin tahu" Jawab Aska.


Nayla lemas memutar bola matanya memasang wajah malas lalu membuang tubuhnya.


"Nay ngak mau .......biar Nay yang bertanya langsung padanya, besok aku akan menghubunginnya sendiri" Ujar Nayla ketus.


"Baiklah semoga ia memberitahumu karena kakak fikir dia ngak bakalan memberitahumu, rahasia ini sudah lama dia simpan dari kamu, kami bertiga ini kan pandai jaga rahasia" Jelas Aska


"Ia juga sih buktinya rahasia perjodohan ini awet tersimpan tiga tahun ,tapi aku ngak mau menukar guling yang tinggal dua ini ...tidak....tidak boleh biarlah mengalir bagai air nanti aku juga akan tahu mungkin 1 tahun lagi atau 2 tahun lagi lama banget ya, ngak lama aku mati penasaran " Gumam Nayla


"Ya sudahlah Nay ....sayang sekali, kamu ngak tahu siapa calon kakak iparmu ..selamat tidur"masih memancing rasa penasaran Nayla lalu merebahkan tubuhya.


Nayla sudah dari tadi membolak balikkan tubuhnya namun matanya tak bisa terpejam ia masih memikirkan siapa pacar Dika kakaknya

__ADS_1


"Kak Aska" Panggil Nayla.


"hem.....sudah berubah fikiran" Tanya Aska.


"Ngak" Kembali memunggungi guling yang tersisa dua di tengah lalu kembali mencoba tertidur.


Telah banyak upaya yang di lakukan Nayla untuk agar matanya terpejam mulai membaca bukunya kembali, bermain game di handphone namun ia tidak bisa tertidur hingga jam handphonenya menunjukan pukul 04 dini hari ia masih belum tidur


"Kak Aska" Panggil Nayla lagi namun tidak ada jawaban. setelah lama menunggu jawaban ternyata akhirnya


"Hemm..." Aska menjawab dengan suara yang berat matanya tertutup masih menghadap guling


"Kak Aska"


"Ya " Aska membuka matanya ia tercengang melihat wajah Nayla berbaring menghadapnya wajah mereka bertemu, ia sekarang bisa memandangi wajah itu sepuasnya sekarang saat guling itu tinggal satu.


"Kak Aska jawab siapa pacar kakak Dika?" Tanya Nayla.


"Dia adalah Caren" Ucap Aska santai.


"Kak Caren"Nayla membulatkan matanya.


"Ia Caren dia pacar kakakmu mereka sudah menjalin hubungan dari kuliah sampai sekarang, dia belum menikahinya karena ia ingin melihatkamu menikah lebih dulu." Jelas Aska.


"Bagaimana kau puaskan sekarang?ini informasi yang sangat pentingkan?" Tanya Aska seperti menyakinkan Nayla bahwa ia tidak sia-sia menukar gulingnya.


"Ini benar-benar informasi yang penting awas kak Dika rahasia sebesar ini aku ngak tahu, kak Caren juga masa mau aja disuruh menunggu, mana sekarang kakak juga punya calon istri orang Dirgantara Mitra hidupnya pasti akan membosankan" Gerutu Nayla lalu terdiam memasang wajah malas mereka bertatapan Nayla merasa kikuh Aska lagi-lagi menatap wajahnya dengan garis bibir yang naik .


"Nay guling kamu tinggal satu tuh, jaga baik-baik ya karena jika kamu udah ngak punya pertahanan jangan salahkan kakak jika ......." Aska menghentikan ucapannya saat Nayla berteriak


"Stop........"Nayla berteriak tak mau mendengar kelanjutan kalimat Aska.


"Kakak tenang aja Nay sudah tidak punya pertanyaan dan permintaan lain, dasar licik" Umpatnya kesal.


"Ha....Ha.....Aska terkekeh" Mendegar Nayla.


"Baiklah dengar baik-baik ini, jika kau sudah tidak punya penukaran lagi , maka masih bisa digantikan dengan ciuman, pelukan, tubuhmu juga boleh....apa aja boleh !!sama kakak bisa nego kok" Goda Aska suaranya terdengar manja.


Mendengar itu Nayla membulatkan matanya dengan susah ia menelan ludahnya lalu melihat ke bawah tubuhnya di balik selimut lalu membekap selimut erat didadanya.


"Selamat tidur Nay mimpi indah, kakak pasti juga akan mimpi indah ......" Goda Aska lagi namun tak di gubris oleh Nayla


"Mati aku demi guling aku telah membuka rahasia sahabatku, maafkan aku Dika, ampuni aku jangan pecat aku jadi adik iparmu" Guman Aska.


.


.


.

__ADS_1


like,coment,vote....Ya


__ADS_2