
Aska duduk di pinggir ranjang rumah sakit, menggenggam sebelah tangan Nayla menatap wajah pucat itu lembut, hatinya terasa teriris andai saja ia bisa menggantikan posisi Nayla untuknya seharusnya ialah yang berada dalam keadaan ini, bukan istrinya yang tidak tahu apa-apa Aska mengecup punggung tangan Nayla mengelus rambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Nay bangun hari ini kakak akan mengungkapkan perasaan kakak padamu, yang telah kupendam, kakak sudah tak bisa lagi menahannya rasanya ingin meledak jika aku menahannya lagi " Ucap Aska mencoba bercerita pada Nayla.
"Aku akan menggungkapkan semuanya padamu" Aska menarik nafas dalam kemudian mulai bercerita.
"Dulu kakak anak yang manja, apapun yang kakak inginkan selalu kakak dapatkan, orang tua kakak selalu memanjakan kakak, karena aku anak tunggal." Aska memasang wajah sedih menceritakan masa lalunya yang tak pernah diketahui oleh Nayla perasaannya yang selalu membuatnya bersedih.
"Lalu beberapa tahun yang lalu aku kehilangan orang tuaku secara bersamaan membuatku terpuruk dan merasa kesepian. Aku bertemu dengan Dika dan Endy yang sama sepertiku dan akhirnya kami selalu bersenang-senang dan hura-hura kami kehilangan arah hidup, dan tak punya tujuan" Aska terdiam sejenak.
"Kita pun bertemu di rumahmu, dulu aku melihatmu gadis kecil yang sangat lucu dari kecil kecantikanmu telah terpancar. Aku suka wajah cantikmu, kau sangat lucu wajah blasteranmu, kulit putihmu dan rambut panjang pirang sungguh menggemaskan, membuatku sangat menyayangimu dan selalu ingin menjagamu, aku mengaggapmu adikku aku selalu menuruti semua keinginanmu." Aska tersenyum menatap wajah Nayla yang hanya terdiam tak membalas ucapannya.
"Waktu berlalu kau beranjak remaja, kau tumbuh menjadi gadis yang ceria, semangatmu, obsesimu, mimpi indahmu, Kau terus melangkah maju walaupun tak ada orang rua yang mendapingimu. Kau tidak terpuruk seperti kami dan setiap hari kami harus mendengar omelanmu tentang masa depan. Kau sangat kesal pada kami karena kami adalah kumpulan laki-laki yang tidak punya masa depan dan kau benar.
"Terima kasih Nay, karena omelanmu tentang masa depan itu, kami menjadi seperti ini kami telah berubah dan dengan semangat menata hidup kami.
Aska tertuduk sedih, kembali melanjutkan ceritannya.
"Masalah keserakahan pamanku. Almarhum kakekku sudah tahu ia pun merencanakan pernikahan untukku, ia ingin aku berkeluarga agar posisiku semakin kuat, kakekku menawarkan banyak gadis untuk aku pilih." Aska tersenyum mencium punggung tangan Nayla lalu kembali mengungkapkan masa lalunya.
"Aku bahkan sempat tunangan Nay dengan gadis pilihan kakekku namun disitulah, aku sadar akan perasaanku padamu, perasaanku pada tunanganku berberbeda denganmu, aku selalu memikirkanmu dan jantungku berdetak kencang setiap berada di dekatmu.
"Ada apa denganku, mengapa aku memikirkan gadis kecil yang selalu ingin aku lindungi" Tanya Aska heran menatap Nayla seolah wanita itu menyimak ceritanya.
__ADS_1
"Semakin hari, hatiku semakin bimbang aku memiliki perasaan lain padamu bukan perasaan kakak adik lagi. Entah kapan perasaan itu berubah menjadi cinta?"
"Mungkin karena aku senang mendengar omelanmu tentang masa depan, seolah kau bisa menaklukkan dunia, matamu yang berbinar penuh impian yang indah membuatku perlahan ingin masuk dalam impianmu, aku ingin bahagia sama sepertimu" Jelas Aska tersenyum mengungkap kejujuran.
"Aku pun membatalakan pertunanganku dan terus menunggumu, kakekku sangat marah Nay hingga dia meninggal dunia. aku masih menunggumu, mungkin orang bilang aku bodoh, kau tak pantas untukku, tapi aku tak peduli aku hanya ingin dirimu.
"Hanya kau satu-satunya wanita yang bisa membuatku bersemangat dan tanpa kau sadari kau selalu membantu aku, keluar dari lingkaran masalah, saat sedih kehilangan orang tua kau hadir dengan semangatmu, saat aku hampir mati karena keracunan lagi-lagi kau mengeluarkan aku dari traumaku kau datang menyuapi, memasak untukku. Bahkan saat penyerangan ini kau lagi-lagi menolongku mengakhiri masalahku dengan pamanku, mengorbankan dirimu dan masalah ini telah berakhir.
"Nay maafkan aku aku tak pernah bisa mengungkapkan perasaanku padamu karena aku tak ingin kau menangisi aku nanti." Ucap Aska meneteskan air mata.
"Aku ungkapkan seluruh perasaanku padamu aku sangat mencintaimu...Bangunlah beri aku kesempatan mengungkapkan dihadapanmu.
"Kita akan bahagia, penghalang kita sudah tak ada Nay, akan kubuktikan besar cintaku untukmu kita akan memulai semua dari awal, jangan tinggalkan aku, kau menghancurakan hatiku.
"Bangun, kali ini kakak akan egois akan kubuat kamu mencintaiku dan membalas perasaanku." Ujar Aska lantang.
"Bangun jangan mengujiku lagi, menunggumu adalah ujian terberat sekarang kau tidak boleh pergi, waktunya kau membalas perasaanku." Ucap Aska berdiri mengecup kening Nayla.
Endy dan Dika masuk kedalam ruagan mereka melihat Aska yang memegang tangan Nayla, Aska yang menyadari sahabatnya datang lalu bergegas menyeka air matanya .
Dika dan Endy menghampiri Aska.
Dika mengusap kepala Nayla sedangkan Endy memeganga tangan Nayla yang sebelahnya lagi.
__ADS_1
"Bagaimana Aska ?" Tanya Endy penuh harap
Aska hanya menggelengkan kepalanya perlahan seolah ia memberi kode jika ia gagal membangunkan Nayla.
"Semoga dia tidak apa-apa. Bule Jerman wanita yang tangguh, dia pasti bisa bertahan" Ucap Endy tersenyum pelik.
"Bangun Nay kami bertiga ada untukmu" Ucap Dika mengelus kepala Nayla sekarang posisi Nayla dikelilingi tiga orang yang mencintainya, Dika di kepala, Aska berada disebelah kanan Nayla memegang tangan, dan Endy disebelah kiri Nayla memegang tangan Nayla mencoba membangunkannya bersama-sama.
"Nay ruangan ini sepi, bangun Nay kita pergi dari sini" Ucap Endy mengarahkan pandangannya pada Nayla
" Kalau kamu bangun kita akan jalan-jalan Nay, kita kencan malam jumat lagi seperti yang dulu" Ujar Endy tersenyum mengingat kenangan manis malam jumatnya dengan Nayla .
"Apaan, malam jumat seremkan Nay?Jangan Nay....Sekarang jalan sama kakak aja malam minggu kita pasanganan kan?"Ucap Aska tersenyum pada Nayla menjanjikan hal yang Nayla sukai.
"Kita kemall yuk Nay?" Tawar Endy pada Nayla mencoba membuat Nayla senang. Jalan-jalan adalah kesukaannya
"Jangan Nay kita kejerman, sesuai impian kamu" Tawar Aska sekarang ia siap bersaing dengan endy penghalangnya telah tiada ia akan membuktikan cintanya, ia sudah tidak akan tinggal pasrah melihat Endy jalan dengan Nayla
"Jangan ikut mereka Nay ikut kakak aja kita kepantai kamu suka ke pantaikan?" Ucap Dika ikut dalam persaingan.
"Jangan Nay....Ntar kamu kena flu karena angin pantai" Ujar endy khawatir menolak ide Dika.
"Kulit putih kamu bisa kebakar, Jangan Nay," Aska juga menolak ide Dika padahal itu hanya sekedar candaan agar Nayla bangun namun kali ini mereka bertiga kembali berdebat untuk Nayla.
__ADS_1
.huy readers jangan lupa like dan comemtnya ya vote juga.