
Nayla duduk dimeja makan menunggu Aska untuk sarapan bersama, kemudian pergi ke pantai menikmati liburan. Setelah beberapa saat Aska keluar dari kamar mengenakan kaos putih dan celana pendek selutut telihat santai sangat tampan walaupun wajah itu terlihat tak bersemangat , ia tertunduk masih pada pendiriaannya, tak ingin pergi. ia ingin menghabiskan waktunya dirumah saja bersama istrinya.mengnyalurkan hasratnya yang telah lama ia pendam.
Aska menghampiri Nayla yang duduk dimeja makan, ia kemudian ikut duduk di kursi sebelah Nayla, terdiam memasang wajah masam.
"Ayo sarapan lalu kita pergi" Nayla berdiri melayani suaminya, ia meraih piring lalu meletakkan makanan di atasnya.
Aska hanya memperhatikan gerak-gerik istrinya, ia masih ingin mencoba membujuk istrinya agar membatalkan niatnya.
"Nay kita batalin aja ya, lain waktu saja kita pergi" Aska memasang wajah memelas agar gadis didepanya ini iba.
"Ngak bisa kak, kak Dika dan kak Endy sangat ingin pergi liburan, kita ngak bisa batalin" Memberi pengertian pada suaminya yang kelakuannya berubah seperti anak kecil.
"Biar mereka saja yang pergi berdua, kita dirumah aja, ayo kita ke kamar" Aska masih dengan fikiran malam keduanya.
"Inikan cuma sehari, ngak nginap juga, ayo makan" Jelas Nayla. tersenyum ia tahu apa difikiran suaminya.
"Kakak ngak mau makan"
Aska bangun dari duduknya lalu berdiri disamping Nayla, Nayla melihat gelagat suaminya mulai panik, Aska kemudian mengangkat tubuh mungil istrinya, ia mendudukkan istrinya dimeja makan yang kosong.
"Kak... kenapa Nay didudukkan dia atas meja" Protes Nayla berontak meminta untuk turun.
"Biar tinggi kita sama" Ucapnya santai kemudian menatap wajah istrinya lembut kali ini tinggi mereka sejajar. ia ingin mengulangi kejadian semalam tapi ia tak ingi menunduk lagi.
"Kakak mau apa?" panik melihat wajah lelaki itu tersenyum penuh arti. seperti memiliki niat untuk menyerangnya.
"Mau lanjut yang semalam" Aska memegang tengkuk Nayla kemudian menyambar bibir ranum Nayla lalu melummatnya perlahan mengulang kemesraan semalam, Aska terus bermain dibibir manis itu membuat Nayla mulai terbawa suasana ia kemudian mengalungkan tangannya dileher Aska lalu memperdalam punggutan itu. Semakin lama semakin memabukkan. membuat mereka terhanyut.
Dret.....dret..dret.....Getar ponsel terdengar dari saku celana Aska. membuat mereka meresa terganggu Nayla lalu melepaskan tautannya.
"Kak handphone kak"
"Biarkan saja" ucap Aska tak menghiraukan panggilan telponnya dan kembali menyambar bibir istrinya tak memperdulikan apa pun lagi.
Dret.....dret....dert...Nayla kembali melepaskan tautannya.
"Angkat saja dulu" Pinta Nayla
"Ngak perlu nanti juga berhenti sendiri" Aska kembali menempelkan bibirnya dibibir ranum Nayla,semakin memperdalam ciumanya hingga mereka terasa ciuman itu semakin panas membangkitkan kembali hasrat yang terpendam.
"Wau ....sarapan yang panas" Suara laki-laki terdengar saat ciuman semakin bergelora dan memabukkan.
Nayla dan Aska dengan cepat melepaskan tautannya, ia tersentak merasa aneh mendengar suara seseorang selain mereka, kemudian kompak mengarahkan pandangannya pada sumber suara, wajah mereka berubah, terkejut melihat dua orang lelaki berdiri menonton gratis ciuman mereka layaknya tv.
"Kakak" Seketika malu menyerebak dalam diri Nayla wajahnya memerah, ingin rasanya ia menghilang dari bumi karena malu.
"Aduh....kesialan apa nanti yang kita dapatkan diperjalan nanti, mungkin mobil mogok, ban kempes karena melihat hal mesum di pagi hari" Endy berdecak menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menutup wajahnya.
"Sejak kapan kalian disini" Tanya Aska wajahnya berubah masam melihat sahabatnya menganggu kemesraannya.
"Sejak handphonemu berbunyi 2 kali, lalu kau bilang biarkan saja" Ucap Endy terkekeh yang ternyata ia yang mengganggu pasangan ini dengan menelpon ponsel Aska.
__ADS_1
"Dari tadi...., kalian kenapa tidak memencet bel, dari mana kau tahu passwordnya" Suara Aska meninggi mendengar ketidak sopan sahabatnya.
"Kau lupa ya ...Kita sudah tinggal bersama, selama setahun dan sejak kapan ada ketuk pintu diantara kita" Jelas Endy santai
Endy dan Dika kemudian menghampiri mereka ia ikut duduk dikursi meja makan dan Nayla masih duduk diatas meja itu.
"Aska aku tak menyanga fikiranmu liar juga, bahkan kau akan melakukannya dimeja makan dan sepagi ini" Ujar Dika tersenyum santai mengoda sahabatnya.
"Gila... ternyata dimeja makan seru iuga, apa ini kuat!" Endy mencoba mengoyang-goyangkan meja itu kemudian terkekeh.
"Diam kalian" Ucap Aska ketus semakin tak bersemangat melihat dua sahabatnya, ia pun menggendong tubuh Nayla turun dari meja.
"Kalian sudah makan..." Nayla mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Sudah, ayo kita pergi" Ajak Dika kemudian beranjak keluar
"Kami ngak jadi pergi" Ucap Aska merangkul tubuh mungil istrinya.
"Kenapa" Tanya Endy penasaran ia tahu Nayla sangat antusias dengan liburan ini.
"Ya.. karena kami ingin berdua saja dirumah" alibi Aska.
Mereka beranjak meninggalkan dapur menuju ruang tamu, kemudian duduk disofa.
"Ngak bisa, rencana ini ngak bisa dibatalkan" ucap Dika ketus, ia tahu niat sahabatnya ini.
"Nay...kita dirumah sajakan" Aska memohon pada Aska.
"Tidak boleh"
"Kak Aska, ayolah, hari ini saja" rengek Aska.
Aska tersudut tak ada yang mendukungnya bahkan istrinya pun tak ingin bisa ia bujuk. kemudian rencana konyol terlintas difikirannya.
"Aduh....Nay...Leher kakak masih sakit, ngak bisa digerakkan" Aska mengaduh kesakitan memegang tengkuk lehernya.
"Kenapa sakit lagi, semalam sudah sembuh" Nayla mengerutkan dahinya. ada sedikit panik diwajahnya.
"Masih sakit, kita ngak usah pergi ya..masa kamu mau ninggalin kakak sendirian dirumah" pandangan Aska lurus kedepan berpura-pura lehernya tak bisa bergerak.
Huh..Dika dan Endy kompak menghembuskan nafas kasar melihat sandiwara sahabatnya itu, mereka memutar bola mata jengah.
Dika, Endy dan Nayla tersenyum penuh arti kompak ingin membuktikan jika lelaki ini sedang berpura-pura. Nayla memulai aksinya ia mundur berdiri di belakang Aska kemudian disusul Endy pun berdiri disamping Nayla dengan posisi Aska membelakangi mereka.
Endy jangan memeluk Nayla" Teriak Dika memancing agar kebohongan sahabatnya terbongakar.
"Mana...Endy dia istriku" Aska kemudian berbalik melihat kebelakang dilihatnya Nayla dan Endy hanya berdiri saja, Aska tersentak kemudian menggaruk kepalanya yang tak gatal menyesali kekonyolannya.
"kau bohongkan" Ucap Endy kemudian kembali duduk.
"Ih ..kak Aska" Nayla kemudian mencubit pinggang suaminya,
__ADS_1
"Aduh Nay..."
"Sudah siap-siap sana" Titah Dika.
"Ia Nay ganti baju dulu," Nayla kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar meninggalkan 3 lelaki itu berbincang.
"Bagaimana malam keduamu, berapa ronde? Tanya Endy bersemangat ingin mendengar cerita sahabatnya.
"Gagal" ucap Aska singkat tertunduk lemas
"Gagal, Kompak Endy mengarahkan pandangnya pada Aska merasa aneh kenapa lelaki ini bisa-bisanya ia gagal padahal hanya ia berdua ditempat ini, apalagi ia gadis ini telah mencintainya.
"Kau memang payah" Ejek Dika.
"Kenapa bisa gagal, kau ditolak" wajah Endy penasaran.
Aska hanya diam ia tak menceritakan kejadian yang memalukan, ia gagal malam kedua hanya karena lehernya yang sakit dan perberdaan tinggi badannya dengan Nayla.
"Apa benar-benar, kami juga harus menjaga malam kedua kalian agar berhasil" ucap Dika.
"Ngak perlu, karena itu batalkan liburan ini ya, biar aku bisa malam kedua"Pinta Aska memohon sorot matanya memelas.
" Ngak bisa" Kompak Dika dan Endy.
"Kalian pulang sana, bawa kunci mobilku, ambil mobilku yang penting kalian pulang. Tawar Aska.
"Ngak apa pun penawaranmu kali ini kami tak akan
tergiur" Dika menolak dengan Tegas.
"Baiklah apartemen ini akan menjadi milik kalian yang penting kita ngak jadi pergi hari ini, biarkan aku menghabiskan waktu bersamanya. kalian mau keponakan?" Tawar Aska, memohon pengertian sahabatnya padahal ia yang tak mengerti jika ini hanya liburan sehari, setelah itu ia bebas melakukan apa pun.
"Kau fikir kami ini lelaki mata duitan, kami juga bisa beli" Umpat Endy
"Waktu malan keduamu masih panjang setelah ini kau bebas melakukan apa pun" Jelas Dika.
Aska mengacak rambutnya frustasi tak bisa membatalkan agenda liburan ini,tak ada yang mendukungnya. ia mengehempaskan tubuhnya bersandar disofa memasang wajah cemberut.
.
.
.
..
..
Like, coment, vote, ....
yang mau gabung di grup chat silahkan, mau tanya-tanya tentang novel ini silahkan.
__ADS_1
"